
"Huufffttttt!!!! aku akan mendukung semua yang terbaik untukmu, kau juga sangat harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu, dan cepat obati penyakit emosional mu sebelum dia mendapatkan banyak luka nantinya!!! " ucap Len dengan menepuk bahu temannya untuk menguatkan. " dan jangan membalas apapun jika istriku menghajar mu nanti! karena dia begitu peduli akan sahabatnya!! kalau bisa menghindar saja!!! " kata Len di akhir yang sepertinya mendapatkan masalah baru sebentar lagi.
"Apa se mengerikan itu? " tanya Carl yang mulai was was.
"Kau tau papa mertuaku kan? " tanya Len yang di angguki Carl. " Tak akan mungkin anaknya tak memiliki kemampuan bertarung, dia pasti mengajarkannya, apa lagi perempuan!! untuk kemampuannya aku belum tahu akan se jauh mana!!! " ucap Len yang semakin membuat Carl bimbang untuk menemui istri sahabatnya itu. " kau takut ha? " tanya Len yang mengejek.
"Takut? bagaimana kalau aku membalasnya?? " tanya Carl dengan menaik turun kan alisnya, yang sepertinya topik serius di antara mereka sudah selesai.
"Aku juga akan membalas mu untuk istriku!!! " jawab Len dengan tenang, sembari mengeluarkan sebungkus rokok dalam saku celananya, mengambil satu batang rokok untuk ia hisap.
"Ini yang aku takutkan, bukan istrimu!! Orang-orang sepertimu yang selalu ada di belakangnya yang membuatku takut!!! " jujur Carl yang terdengar lucu.
"Bagaimana dengan persiapan pernikahanmu? " tanya Len dengan sesekali asap keluar dari mulutnya.
"Tak ada persiapan yang rumit, aku hanya akan mendaftarkan pernikahan kami di kantor catatan sipil, tak ada pesta apapun!! " ucap Carl yang membuat Len seketika menatap wajahnya.
"Apa yang kau rasakan sekarang? " tanya Len yang melihat ada sebuah keterpaksaan di mata Carl.
" Menyesal karena termakan rayuan wanita murahan itu!! dan takut kehilangan saat Senta melihat semua itu!! Kau tau sendiri usahaku untuk membenahi diri untuk bisa mendapatkannya, semua terasa sia-sia sekarang, aku harus memulainya dari awal lagi, akan lebih sudah lagi mendapatkan kepercayaannya, cintanya!! bahkan aku belum mendapatkan kesempatan lagi untuk memperbaikinya, jujur aku bingung harus bagaimana mendapatkannya lagi!!! aku sangat menyesal dan aku sangatlah mencintainya! " ucap Carl yang kembali dengan raut kesedihannya.
"Kau benar-benar perlu berobat bung!!! " batin Len yang melihat dengan jelas perubahan drastis emosional sahabatnya itu.
"Hatiku juga sakit saat melihatnya menangis, apa lagi saat melihatnya terluka yang berniat memilih menyerah akan hidupnya, parahnya lagi itu semua karena ku!! karena pria yang ia cintai berkali-kali menyakitinya, memberikan kekecewaan yang begitu besar di saat dirinya memiliki harapan yang indah untuk hidupnya!! hatiku juga merasakan sakit yang begitu luar biasa saat mendapatkan penolakan ,cacian dari wanita yang aku cintai!!! tapi aku tak mau kehilangannya sampai kapanpun!!! " kata Carl dengan mata yang mulai memerah menahan tangisannya.
"I know!! semua akan baik-baik saja, kontrol emosimu bung!!! " ucap Len yang tak tau harus berbuat apa.
"Ya!!! " jawab Carl dengan menghapus air mata nya yang menggenang.
Bersamaan dengan itu, Carl teringat kalau dia sudah terlalu lama meninggalkan kekasihnya, ia ingat kata Bastian kalau Senta akan bangun dalam waktu satu atau dua jam lamanya, dan ini sudah dua jam lebih dari ketidaksadarannya kekasihnya.
__ADS_1
"Kembali keruangan perawatan Senta!! " perintah Carl yang tiba-tiba berdiri dari duduknya.
"Why? " bingung Len, karena beberapa detik yang lalu mereka masih santai mengobrol.
"Senta sudah bangun! " ucap Carl yang berlalu pergi lebih dulu.
Meninggalkan Len yang masih bingung dengan ucapan sahabatnya, karena dari mana ia tahu sedangkan saatnya sendiri sedari tadi duduk berdua bersamanya di taman terbuka rumah sakit.
Dengan gaya cool nya Len membuang putung rokoknya ke tempat sampah, dan berjalan mengikuti langkah sahabatnya yang berada tak. jauh darinya.
Sesampainya di depan pintu ruang perawatan yang Carl sewa untuk kekasihnya, pria bertubuh kekar itu menarik nafasnya cukup panjang sebelum membuka kenop pintu ruang perawatan itu, entah kenapa ia sedikit gugup dengan wejangan yang di ucapkan Len beberapa waktu lalu.
Dan gerak-gerik Carl itu tak pernah lepas dari pandangan Len yang berada di belakangnya, sepertinya sahabatnya itu sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ibu-ibu beranak satu di dalam sana.
Ceklek...
Mulai dari perselingkuhan, bentakan, paksaan, sampai akhirnya ke pemerkosaan, hingga membuat sahabat Anya berpikiran untuk mengakhiri hidupnya, sebagai seorang sahabat sejati, tentu saja Anya tak akan Terima sahabatnya di perlakukan demikian.
Carl sendiri yang menjadi tersangka mulai was-was dengan tatapan tak bersahabat dari istri sahabatnya sendiri, apa lagi saat ia melihat istri sahabatnya itu berjalan ke arahnya dengan kedua tangannya mengepal erat yang sepertinya siap untuk memberikan pelajaran padanya.
Sedangkan sang suami yang baru masuk, langsung berjalan menghampiri istrinya yang juga akan menghampiri sahabatnya, Len sangat tau kalau istrinya itu sedang marah besar karena memang bisa di lihat dengan jelas dari raut wajahnya.
"Baby! " panggil Len yang berniat menghalangi langkah istrinya.
"Minggir!! " ucap Anya penuh penekanan, dengan tatapannya yang tajamnya tak seperti Anya yang biasanya.
Dan sebagai suami yang takut istri, Len dengan berlahan meminggirkan badannya tak jadi menghalangi singa yang sedang menunjukkan taringnya itu, lalu menatap sahabatnya dengan pasrah seolah tak bisa melawan istri tercintanya.
Bugh...
__ADS_1
Satu pulukan keras menghantam wajah Carl yang membuatnya sedikit terhuyung kebelakang.
"Apa yang kau lakukan pada sahabatku ha? " tanya Anya dengan nada penuh penekanan dan air mata yang mengalir dengan sendirinya. " dia hidup dengan sangat menderita, haruskan kau menambah penderitaan ya ha?? " lanjut Anya.
Bugh.... bugh... bughhh.....
"Rasakan itu sialan!!! hiks, hiks!!! kenapa kau begitu jahat pada sahabatku!!! kenapa bajingan!!! " ucap Anya yang terus memukuli bagian wajah Carl sampai darah bercucuran dari hidung dan pipinya, sangking kerasnya pukulan anya.
"Cukup baby!! ini di rumah sakit! !! " ucap Len dengan sigap memeluk tubuh istrinya dari belakang dan menjauhkannya pada tubuh sang sahabat.
"Lepaskan aku!!! " berontak Anya. " aku belum selesai memberikannya pelajaran, dia harus merasakan rasa sakit yang Senta rasakan!! aku harus membalaskan rasa sakitnya!!! " teriak Anya dengan marahnya yang tak terkontrol.
Dan untungnya mereka memakai ruang VIP yang di lengkapi kedap udara, membuat pasien yang sakit lainnya tak merasa terganggu dengan teriakan Anya.
"Tahan emosimu baby!! ada putra kita di sana, kasian dia melihat mom nya seperti ini!!! " ucap Len yang mencoba mencari alasan agar emosi Anya bisa di kontrol olehnya.
"Kenapa aku!! lanjutkan saja, aku tak apa!! dan itu sangatlah cocok untuk pria yang tak bisa menghargai wanita seperti paman Carl!!! " ucap tak terduga putra pertama Len itu.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1