
Berta yang sudah semakin panas melihat interaksi mesra. Sebenarnya hanya Riky yang mengatakan kata-kata mesra, tidak Anya, yang tak jauh di bangku tempat di makan.
Berta berjalan menghampiri meja Anya dan sahabatnya di ikuti 2 dayang-dayang yang selalu mengikutinya di sisi kiri dan kanan. Menumpahkan dengan sengaja bakso yang ia bawa, dan mengenai seragam yang di kenakan Anya.
"ups, sorry. tidak sengaja. " kata Berta dengan senyum mengejeknya. Membuat iku tertawa.
Lain hal nya dengan senta dan rica yang syok dan marah dengan manusia pembuat masalah itu. Anya hanya memejamkan matanya, menetralkan emosinya yang memuncak dan panas dari bakso yang tertumah tadi.
"Apa-apaan kamu! " kata Riky marah pada Berta dan sedikit mendorongnya menjauh. "are you oke honey. " kata Riky pada Anya, akan membantu Anya membersihkan sisa sisa bakso dan mie yang tertempel di bajunya. Sebelumnya itu terjadi, Anya menepis tangan Riky dan menatap tangan merta, tanpa memperdulikan riky.
Tanpa berkata apapun, Anya berdiri dengan memegang mangkok bakso yang masih tersisa, dengan memberikan sambal cukup banyak. Dan menumpahkan bakso tersebut ke kepala Berta dengan cepat.
"ahhhkkkkkk, sakit, panas, perihhh! " Kata Berta yang sudah tersiram dan mengenai sedikit matanya. Membuat kedua dayang-dayang Berta yang tadinya tertawa, menjadi panik dan marah.
Hal itu membuat gaduh seluruh kantin, dan memandang kedua wanita penyebab kegaduhan.
Sedangkan sahabat Anya yang tadinya syok, bertambah syok dibuat Anya. Gadis lembut itu bisa berbuat berani jika di perlukan.
"Awas kamu, aku adukan ke guru pembimbing kamu! " Kata Mia salah satu dayang-dayang Berta, menunjuk-nunjuk Anya.
"Enak aja, kalian yang memulai dulu. Kami disini saksinya. " Kata Rica yang tak Terima sahabatnya di salahkan.
"Aku yang akan membela Anya, jika itu yang kalian lakukan. " kata Riky yang juga tak Terima.
"Aku seperti ini, karena cinta sama kamu riky. " kata Berta dengan kepala di penuhi mie bakso dan sambal pedas.
"Cih, siapa yang mau dengan wanita jahat seperti kamu! " kata Riky menohok.
Anya yang melihat itu menjadi muak dan akan beranjak pergi, tapi di tahan oleh Riky.
"Tunggu honey, aku antar oke! " kata riky dengan lembut.
__ADS_1
Anya menepis sekali lagi tangan Riky yang menahannya. dan menatap tajam kepada pria itu.
"Urus saja wanitamu itu! " tunjuk Anya pada riky dan menatap tajam penuh emosi.
Anya berlalu pergi di ikuti kedua sahabatnya yang meninggalkan kedua pacar masing-masing. Karena menurut mereka, sahabat adalah yang terpenting. Dan tak lama di ikuti bobby dan brian.
Riky menatap nanar punggung wanita yang dia sukai itu berlalu pergi tanpa berani mengejar seperti biasanya. Karena dia tau Anya sedang tidak baik-baik saja saat ini, dan salah satunya karna dia sendiri.
"akkkhhhh... semua gara-gara kamu, sialan! " kata Riky memarahi Berta yang masih berdiri di samping Riky berharap di tolong laki-laki pujaannya itu.
"Riky, aku juga tersiram kuah. " kata Berta tak tau malu dan memelas.
"Cih, itu balasan buat orang jahat seperti kamu. " kata Riky dan berlalu pergi tanpa memandang Berta lagi.
Disisi lain, Anya berjalan sendiri menuju toilet wanita. Sahabatnya tak mengantar karena Anya sendiri yang meminta, untuk sekaligus menenangkan pikirannya.
Anya berjalan dengan membawa baju olahraganya untuk mengganti bajunya yang kotor. Untungnya hari ini ada jam olahraga, hingga Anya tak bingung mengganti baju nya.
Gadis yang sudah di latih kuat fisiknya dari kecil oleh papanya, tak bisa membuat Anya kuat secara mental. Gadis yang terlihat tanggung di depan musiknya tadi, menangis pelan di kamar mandi.
Setelah selesai dengan kegiatannya, Anya berjalan keluar dari toilet. Entah sengaja atau tidak, Anya kembali berpas-pasan dengan Berta dan kedua dayang-dayang nya yang membawa baju olahraga milik sang tuan putri.
Berta menghadang jalan Anya menggunakan tubuhnya. "Kau harus di beri pelajaran lebih keras, wanita sok jual mahal. " Kata Berta kepada Anya yang ada di depannya.
Anya hanya menatap cuek wanita di depannya. Ia ingin melihat sejauh mana wanita itu bertindak.
Melihat wajah Anya yang tidak ada takut takutnya, membuat Berta meradang, dan meraih rambut Anya yang akan iya jambak. Sedangkan Anya yang melihat pergerakan Berta, dengan cepat mencekal tangan itu, dan memelintirnya dengan sedikit keras.
Membuat sang pemilik tangan kesakitan. Melihat putri yang diagungakan kesakitan, membuat Helen yang juga salah satu dayang-dayang itu menghampiri Anya dan akan menjambak Anya juga.
Anya yang satu tangannya memelintir tahan Berta dan satu tangannya memegang baju kotornya, dengan spontan menjatuhkan bajunya dan meraih tangan Helen yang akan menjambak nya juga. Memelintirnya dengan lebih keras dengan mengadu kesakitan juga.
__ADS_1
"Kau akan membuat trik yang sama! cih, basi! " kata Anya yang meremehkan musuhnya. karena dapat menebak gerak gerik mereka.
Mia yang juga salah satu dayang-dayang itu menjadi takut dan lari keluar meninggalkan kedua temannya.
"Lepaskan, wanita murahan! " kata Berta dengan kata kasarnya. membuat Anya kembali meradang dan lebih mengencangkan pelintiran nya kepada kedua manusia itu.
"akhhh.. stop, stop ampun!" kata Helen memohon ampun.
"Minta maaf. " kata Anya dengan wajah berubah dingin setelah kata mu tahan tadi terlontarkan.
"Maaf, Maafkan aku anya. " Kata Helen yang tak tahan dengan sakitnya. Setelah mendengar permintaan maaf itu, Anya langsung melepaskan tangan Helen.
"Pergi! " perintah Anya untuk Helen. di angguki dan Helen berlalu pergi meninggalkan tuan putrinya itu.
"Jangan pergi, kau tidak setia kawan sialan. " kata Berta yang menahan sakit dan di tinggal dua kawan nya itu.
Tersisa Anya dan Berta di lorong kamar mandi itu. tidak ada siswi lalu lalang karena sudah masuk jam pelajaran. Anya memandangi lebih dekat wanita yang membuat masalah dengan nya itu.
"Apa? " tantang Berta , menutupi rasa takutnya.
"Dengarkan aku baik baik. " kata Anya memulai pembicaraan serius mereka. " Aku tak menyukai Riky sama sekali, Aku mendekati Riky sama sekali. Jadi jangan pernah menyalahkan ku dengan semua yang dilakukan Riky terhadapku. Jangan pernah membuat masalah denganku. Karena aku tak selemah yang kamu lihat, jangan pernah mengganggu hidupku! " kata Anya penuh intimidasi. Anya melepas pelintiran di tangan Berta.
Anya memungut bajunya yang sempat iya jatuhkan dengan sengaja dan berlalu pergi meninggalkan Berta yang hanya diam tak menjawab perkataannya. Entah menyesali perbuatannya atau membuat rencana lainnya.
Anya berlari dengan kencang menuju kelasnya, karena jam pelajaran sudah dimulai dari berdebatnya dengan Berta di kamar mandi.
Anya masuk dengan tenang, dan mengatakan keterlambatannya, lalu duduk dengan tenang di bangkunya. Dan memulai pembelajarannya kembali sebelum jam pulang sekolah.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...