Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Sehari bersama daddy Len


__ADS_3

Kembali di mana waktu Anya baru masuk ke mobil mewah Len.


Dengan berderai air mata gadis kecilnya itu masuk ke jok mobil bagian belakang, membuat Len buru-buru masuk ke jok belakang mobil di sebelah satunya.


"Jalan". kata Len saat sudah di dalam mobil, memerintah asisten Noberto yang sudah ada di jok kemudi.


Saat mobil berjalan meninggalkan area sekolah, Len langsung mendekap erat gadis kecilnya yang menangis tadi.


" Cukup daddy, lepasin anya." kata Anya yang memang tidak apa- apa itu meronta melepaskan pelukan pria matang berbadan besar itu, seolah tubuh kecilnya tertelan badan besar daddy Len nya.


"Kamu menangis baby. " kata Len yang khawatir sambil memanfaatkan keadaan.


"Anya gak apa- apa daddy, stooppppp, lepasin Anya, ihhhhh!!! " kata Anya meronta dengan manja, sambil mencari kesempatan mengelap air matanya pada jas yang daddynya pakai, yang memang Anya lakukan kepada orang yang dia sayangi.


"Anya beneran gak apa-apa baby? " tanya Len yang masih ingin berlama- lama memeluk gadis kecilnya, yang tak sadar jasnya sudah sedikit basah.


"Anya gak beneran nangis, udah dongg! " kata Anya yang akhirnya terlepas dari pelukan pria dewasa di depannya.


"Kenapa jam segini keluyuran di luar sekolah, bukannya sekarang masih jam sekolah? " tanya Len yang sebenarnya tau apa yang terjadi, hanya berpura-pura tidak tau.


"Anya ada masalah di sekolah, jadi gak boleh ikut pelajaran hari ini, sampai ujian semester di mulai. " Kata Anya menjelaskan.


" Apa kau nakal di kelas hm, sampai harus di hukum seperti ini baby? " tanya len yang masih berpura-pura tak tau.


" Tidak, "di jawab gelengan lucu Anya. " Anya tidak akan memulai kalau mereka tidak mengusik Anya terlebih dahulu, kenapa harus diam kalau bisa melawan, selagi di jalan yang benar bukan! " kata Anya dengan wajah imut sok serius.


Membuat Len gemas, menarik tubuh Anya lebih dekat, mencium pipi cabi Anya merulang kali di kanan dan kiri dan terakhir menempelkan bibir tebal Len pada bibir kecil Anya yang berwarna pink itu, menempel cukup lama dan di akhiri sesapan sedikit.


Membuat Anya syok karena merasakan hal aneh yang baru ia rasakan, Anya hanya mengedip- kedip kan matanya lucu sambil melihat bibir Len yang baru saja menempel pada bibirnya, dengan pelan Anya memindahkan arah matanya pada seseorang yang ada di jok kemudi.


"Dadddyyyyyyy!!!!! " Jerit Anya yang melihat orang lain saat mereka berciuman. "Ternyata ada orang lain di sini, dasar tidak tau malu. " kata Anya memukul- mukul badan besar di sampingnya itu, yang hanya dijawab kekehan kecil sang daddy.


" Ada pikiran siapa yang mengemudikan mobil sejak tadi nona. " kata asisten Noberto dalam hati.

__ADS_1


"Tunggu, " kata Anya menghentikan pukulannya pada daddy lan. " Kamu supir daddy? nama kamu siapa? aku juga punya supir loh, namanya pak buf." tanya anya lucu sambil mengulurkan tangannya tanda perkenalan.


Namun dengan cepat Len menarik uluran tangan Anya, dan menggenggam tangan kecil itu dengan posesif.


"Dia asisten Noberto, merangkap jadi supir pribadi. " jawab Len bukan asisten Noberto.


"cih, posesif sekali anda tuan, sepertinya akan lebih gila dari masa lalumu tuan. " kata asisten Noberto dalam hati, membandingkan cinta tuannya di masa lalu dan dengan gadis kecil sekarang.


" apa kamu sudah menikah asisten bear? " tanya Anya asal menamai orang.


Membuat kedua pria dewasa yang ada di dalam mobil mengerutkan kening mereka.


" Kenapa bear baby, dia bukan beruang baby, daddy mu yang ber-uang? " tanya Len tak abis pikir.


"Bukan kah namanya ada bear nya, kenapa nyalahin Anya sih. " kata Anya dengan kesal.


"Sejak kapan namaku ada beruangnya, ck ck. kau sungguh aneh nona kecil. " kata Len dalam hati, yang melihat dua orang di belakangnya yang memperdebatkan namanya.


" No-ber-to, No-ber-to, " Ejah Len dalam hati, yang penasaran asal kata bear. " Ber Anya Noberto, bukan bear baby. " kata Len yang menemukan akar permasalahan.


Sedangkan sang pemilik nama melongo dengan penuturan nona kecil, "OMG, plot twist macam apa ini, kadang orang cerdas beda tipis dengan orang bodoh. " kata asisten Noberto yang hanya berani bicara dalam hati.


" Ta.... " Belum selesai bertanya, Tiba-tiba dering ponsel Anya berbunyi. "OMG, papa. " kata Anya yang baru ingat sang papa Anya tinggal di sekolah.


Len yang mendengar, langsung diam agar tak menganggu.


"Halo pa. " kata Anya saat sudah mengangkat telpon sang papa.


"kamu di mana, kenapa belum sampai di rumah? " Tanya papa Oscar di sebrang.


" Anya masih di jalan, apa Anya boleh ke mall, Anya mau menenangkan pikiran Anya. " kata Anya meminta persetujuan sang papa, dan melihat wajah daddy Len seolah juga meminta persetujuan. Yang di jawab anggukan kepala daddy len.


"Baiklah, mamamu mengkhawatirkanmu, jangan pulang sore, jaga diri kamu baik- baik. " kata papa Oscar yang sedikit melonggarkan keposesifannya.

__ADS_1


"terimakasih pa, i love you. " kata Anya senang dan mematikan sambungan telponnya.


Setelah memastikan sambungan telponnya mati, Anya langsung memeluk daddy Len senang. " Daddy beneran mau temani Anya ke mall." di jawab anggukan kepala Len di sela-sela pelukan mereka. " terimakasih daddy. " kata Anya lagi, dan hanya di angguki Len.


" Apa tak apa mendekati anak dari orang yang dulu sangat berjasa di hidupku, bukankah itu kurang ajar sekali. " kata Len yang bimbang antara mengejar atau berhenti saat ini. "Apakah aku akan sanggup nantinya, tapi bukankah ini juga belum terlalu jauh untuk berhenti. " kata Len dalam hati.


"Daddy, dadddyyyy!! " kata Anya sedikit berteriak, melihat daddy nya melamun dan tak kunjung menjawab panggilannya.


" ahh, yes baby. " jawab Len sadar dari lamunannya.


" Kita ke mall mana? " tanya Anya yang sudah melepaskan pelukannya tadi.


"Ke kanan bear. " kata Len pada sang asisten tak menjawab pertanyaan Anya, malah ikutan memanggil bear.


" Baik tuan. " jawab asisten Noberto . "Bukankah ke mall, kenapa malah ke arah manson. " kata asisten Noberto dalam hati yang bingung.


" Apa di sana ada mall daddy? " tanya Anya dengan polos.


" kita lihat nanti, " kata Len menjawab kepolosan Anya. " Lain kali jangan mau di ajak kemanapun selain masa daddy, papa, dan mama Anya, ok! " kata Len menasehati gadis polos di depannya, yang di angguki lucu gadis kecil daddy itu.


Saat mobil memasuki hutan pribadi, Anya mengerutkan keningnya bingung. "Apa di sini ada mall? " tanya Anya yang tak mungkin di area hutan ada mall. " Daddy, ini keren! " kata Anya takjub dengan beberapa hewan buas melitas beberapa kali. "wahhhh, apa kita di kebun binatang? " kata Anya takjub lagi.


Len melihat rona bahagia gadis itu, hanya tersenyum, menanggapi celotehan yang keluar dari mulut kecilnya. "Kenapa kau cantik sekali. " kata Len dalam hati


"Cih, anda pikir sedang tamasya nona kecil, bagaimana jika anda tau kengerian orang ada di samping ada nona. " kata asisten Len dalam hati, yang sempat memandangi sedikit nona kecil tuannya dari kaca spion tengah. "


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2