
Brak...
Senta menutup pintu mobil Carl dengan sangat keras tanpa peduli banyaknya digit untuk membelinya, membuat sang pemilik memejamkan matanya sesaat mendengar suara renyah mobil favoritnya walau sebenarnya ia tak peduli akan nominal harga.
"See!! dia kekasihku sekarang! jangan ganggu hidupku! " Carl memberikan peringatan.
"Dia terlihat seperti gadis baik-baik, tapi apa dia benar mau dengan pria sepertimu, apalagi saat melihat adegan panas kita kemarin!! " ucap Barbara tersenyum mengejek kepada Carl yang membuatnya terdiam. " kau lebih cocok sebagai pemain sepetiku, dari pada setia pada satu wanita!! kau juga bisa merasakan kepuasan dari pada bersama wanita baik-baik yang tak bisa di sentuh olehnya!! pikirkan lagi keputusanmu Carl!! " ucapnya lagi sedikit memberikan hasutan dengan satu tangannya yang membelai dada bidang yang terbungkus kemeja hitam milik Carl dan dengan cepat di tepis sang pemilik tubuh.
"Pulang sekarang atau aku yang pulang sendiri! " teriak Senta yang masih berada di dalam mobil dengan kepala yang keluar dari kaca mobil yang terbuka dan menatap marah kedua manusia yang masih berdiri di depan mobil sport itu.
Yang tentu saja membuat Barbara dan Carl menoleh ke arah sumber suara itu, dengan wajah Carl yang sedikit panik.
"Jangan kau pikir aku terhasut dengan ucapan sialan mu!! bicaralah sesukamu sekarang, karena sebentar lagi kau tak akan bisa melakukannya! " ucap Carl dengan tersenyum mengejek dan berlari ke arah pintu kemudi, meninggalkan Barbara yang berdiri di depan mobilnya dengan wajah penuh kesal.
Baru juga Carl menyalakan mesin mobilnya, Tiba-tiba senta mengacak acak kemeja depannya yang bahkan ia kenakan dari kemarin.
"Ihhhhh!!!! " kesal bercampur cemburu senta mengingat miss centil itu sempat memegang bagian yang ia acak acak.
"Hey, hey!!" ucap Carl bersamaan menahan tangan senta untuk berhenti mengacak-acak tubuh bagian depannya. "kau cemburu karena dia sempat memegang kemeja ini hm? " tanya Carl sembari melepaskan kancing kemejanya dan membuangnya ke sembarang arah.
Tentu saja lah itu membuat senta syok melihat tubuh atletis milik Carl yang terpampang di depannya dengan mulut yang sedikit menganga, tapi saat melihat samping wajah Carl tiba-tiba wajah syoknya tadi berubah menjadi kesal saat melihat kaca mobil Carl yang terbuka.
"Mau apa? mau pamer ha! keluar sana!! jangan hanya kacanya yang di buka, sekalinya telanjang di luar!!! " kesal senta yang memilih memandang ke arah berlawanan dari apa yang ia lihat barusan.
Carl yang baru sadar langsung menutup pintu kaca miliknya, tanpa berani membela diri karena ketidak tau annya.
__ADS_1
"udah cemburuan posesif pula, jadi makin cinta aku! " ucap Carl tersenyum lucu sembari menyetir, tapi sayangnya tak ada jawaban apapun dari senta. "Bagaimana tadi kuliahnya? " tanyanya lagi berharap ada jawaban, tapi untuk kali ini untungnya ia mendapatkan jawaban walau hanya mendapatkan gelengan kepala saja. " mau makan dulu sayang? udah siang juga!!! mau ya? " tawar Carl di akhir agar bisa berlama-lama dengan kekasihnya.
"Baiklah, aku juga mau bicara serius denganmu! " ucap senta yang merasa harus membicarakan kelanjutan hubungan mereka dengan kepala dingin dan serius.
"Ok!!! " jawab Carl yang sebenarnya sedikit was-was dengan ucapan serius yang akan kekasihnya katakan.
Hingga sampailah mereka di sebuah restoran mewah yang Carl tuju, dengan Senta yang tak protes dengan apa yang di pilih Carl, sampai mendapatkan duduk yang kosong.
"Mau makan apa? " tanya Carl.
"Samakan denganmu!" jawab singkat senta.
"Baiklah! " jawab Carl dan pada akhirnya memesan menu yang sama untuk mereka.
"Aku ingin mengatakan hal serius denganmu! " ucap senta.
"Katakan! " kata senta.
"Aku mau menikahi mu dalam waktu dekat ini! tanpa ada penolakan! " ucap Carl dengan penuh keyakinan.
"Apa? " kaget Senta. " jangan main main dengan sebuah pernikahan! perbaiki.... "
"Kita makan dulu! " kata Carl memotong ucapan senta dan memakan makanannya karena ia bisa menebak kalau senta akan menolaknya bahkan menentang keinginannya.
Tanpa membantah senta melakukan apa yang di katakan Carl walau dalam hati sudah memendam ke dongkolan yang luar biasa besar. Cukup lama pembahasan mereka terjeda sampai apa yang yang membuat pembahasan mereka terhambat akhirnya terselesaikan juga dengan tandasnya makanan di piring masing-masing.
__ADS_1
"Aku akan lanjutkan yang tadi!! perbaiki dulu dirimu sebelum memiliki niat menikah yang ada akhirnya nanti akan kembali menyakiti perasaan ku lagi! maaf dengan tegas aku menolak niat mu itu! " ucap senta.
"Kenapa? aku akan siap memperbaiki kesalahanku mulai sekarang! kau tak bisa menolak ku sayang! aku.... "
"cukup! biarkan aku mengatakan sesuatu padamu untuk kedepannya!! jujur aku begitu sangat mencintaimu, aku juga sangat bahagia bisa bersama dengan orang yang aku cintai, tapi semenjak kejadian kemarin membuatku sadar kalau bersamamu tak selamanya akan bahagia, dan aku sadar Kalau kau memang tak bisa berubah akan kebiasaan buruk mu itu, aku tak yakin akan bahagia menjalani hubungan ini, rasa harapan besar padamu seketika hancur dengan kekecewaan ini, jika terus di jalani mungkin akan kau yang akan jauh lebih sakit karena sikapmu, akhiri saja semuanya sebelum itu terjadi, kita jalan masing-masing dan menjalani hidup masing-masing! " ucap Senta dengan beberapa air mata terjatuh karena begitu bertanya meninggalkan pria yang sangat ia cintai.
"hehe!!! " walah dengan taut penuh sedihnya, Carl malah tersenyum garing dengan menatap sang kekasih yang benar-benar mengambil keputusan yang membuat keduanya sama-sama merasakan sakit dan seketika itu juga tawanya berubah dengan kemarahan yang begitu terlihat. . " Aku sudah bilang kalau aku akan berubah dan memperbaiki segalanya, aku sangat mencintaimu dengan berulang kali aku mengatakannya! kau hanya milikku! " lanjutnya dengan menekan kemarahannya.
"Bukankah aku susah memberikan kesempatan itu untukmu? menerima segala masa lalu mu yang menjijikkan itu! tapi apa yang aku dapatkan sekarang?? dan kau begitu mudahnya meminta kesempatan itu kembali hm!! maaf aku gak se loyal itu Carl! " ucap Senta menatap sedih pria yang ia sadari sepertinya mulai terobsesi padanya.
Brak...
Carl menggebrak meja restoran itu cukup kencang membuat nya sampai terbelah dengan piring, gelas berserakan di mana-mana sampai menjadi pusat perhatian pelanggan yang lain.
Sedangkan Senta hanya bisa terdiam dengan rasa syok dan takutnya karena tak menyangka pria sabar di depannya bisa melakukan hal yang di luar kepalanya.
"Cukup!! hatiku sakit mendengar ucapan jijik mu padaku! aku hilang akan berubah, aku sangat mencintaimu! jangan membuatku sampai menunjukkan kemarahanku yang sebenarnya!! kau milikkuuuuu!!!!! " teriak Carl tanpa peduli ia ada di mana atau pun peduli akan semakin hancurnya hati senta saat mendengar bentakan dan sikap keterlaluannya.
Senta hanya bisa menunduk tanpa berani menatap Carl karena rasa takut untuk pertama kalinya melihat kemarahan Carl , sakit hati di bentak di depan umum, dan rasa malunya menjadi pusat perhatian karena kekacauan di sana, ia bisa berbuat apa-apa selain diam menahan tangisan yang bahkan tak bisa di bendung.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...