
Bukan hanya marah akan perbuatan sang anak, pria paruh baya itu juga marah karena istrinya di buat menangis berhari-hari saat mendengar perbuatan sang anak, dan hari ini dia harus mendisiplinkan perbuatan sang anak tiri.
Memiliki gelar seorang Duke, pria paruh baya yang sudah menjadi papa tiri dari pria dewasa bernama Carl itu tentu saja tak akan membiarkan begitu saja sifat tak baik yang anak tirinya lakukan, dan sikap tak baik pasti akan mendapatkan hukuman, dan tak bisa di pungkiri aturan kerajaan yang selama ini ia taati juga terbawa akan didikan anak tirinya.
"Masuk pa!!! " ucap Carl berusaha kabur dari situasi tak mengenakkan.
"Tunggu!!! " kata papa william menghadang langkah sang putra yang akan masuk. " ikut papa!!! " ucap nya dengan tegas.
"I.. iya!!! " jawab Carl yang gugup.
Papa tiri terbaik bagi Carl itu untuk pertama kalinya berucap tegas penuh intimidasi padanya, karena biasanya mata biru itu selalu menatapnya dengan hangat penuh kasih sayang , dan hal itulah yang membuatnya yang selalu terlihat maco itu berubah menjadi anak ayam yang takut dengan segala hal.
Dan pada akhirnya mau tak mau Carl mengikuti langkah papa tirinya dari belakang, yang pastinya juga ia tau kemana langkah itu akan tertuju.
*****
Sedangkan Senta yang tadinya di tuntun menuju halaman belakang oleh mama mertuanya, seketika matanya kembali terbuka lebar melihat dekor yang terlihat seperti pernikahan kecil-kecilan, dengan bunga-bunga yang menghiasi meja kursi yang tertata rapi.
Kehadiran orang-orang yang ada di sekitarnya saja ia tak menyangka sedikitpun, apalagi melihat keindahan di depannya yang di buat khusus untuknya, apa lagi saat status baru yang di lalui dengan banyaknya air mata.
Sampai tanpa sadar air mata kebahagiaan kembali keluar di kelopak mata indah milik Senta, lalu menatap kedua sahabatnya yang berdiri tak jauh dari nya.
"Bukan aku!! saat aku datang semua sudah seperti ini!!! " ucap Rica yang tau akan tatapan sahabat malang nya.
"Me too!! " Saut Anya yang memang sama seperti Rica.
"Me too!! " ucap mama Anne ikut-ikutan karena memang merasa tak mempersiapkan juga. " Suamimu yang sudah menyiapkan segalanya sayang! tapi mama punya ini untukmu!!! " lanjutnya menunjukkan paper bag besar dengan kotak kado di dalamnya, yang memang di hadiahkan untuk sang menantu.
"Ma!!! " ucap Senta dengan gelengan kepala karena merasa di repotkan, dengan kehadiran mama Anne saja sudah lebih dari cukup menurutnya.
__ADS_1
"Kenapa? padahal mama merancang nya khusus untuk menantu tercinta mama dengan tangan yang mulai keriput ini!!! " ucap mama Anne mendramatisir keadaan dengan di dukung wajah sedihnya.
"Ti... tidak, bukan seperti itu ma! hanya saja Senta tak enak menerimanya, apa lagi mama sudah menghadiahkan begitu banyak untuk orang tua Senta!!! " ucap Senta mencoba meluruskan keadaan.
"Itu untuk orang tuamu, dan ini untukmu sayang!! Terima ya!! mama membuatnya tanpa tidur seharian lo!!! " bujuk mama Anne.
Senta yang mendengarnya merasa tak enak untuk menolak tapi kurang enak juga untuk menerima, tapi saat melihat wajah penuh harap dari mama Anne, pada akhirnya Senta menerima paper bag cukup besar itu dari tangan sang mama mertua.
"Terimakasih ma!!! " ucap Senta sungguh-sungguh.
"Ya, Sama-sama, tapi kamu harus memakai apa yang mama hadiahkan hari ini juga!!! " ucap mama Anne lagi-lagi dengan penuh harap.
"Tapi.... "
"Sana!!! " dorong mama Anne agar mantunya mau sembari menyuruhnya masuk mengganti pakaiannya dengan gaun yang ia hadiahkan.
"Tapi ma... "
"Tapi Senta tak tau di mana kamar Senta! " kata Senta dengan begitu cepat takut di potong lagi ucapannya oleh sang mama mertua cantik nya.
"Astaga, mama lupa!!! " kaget mama Anne yang harus sadar akan kekonyolan nya karena tak sabar melihat penampilan sang menantu memakai gaun rancangannya. " Hehehe!!! ikut mama sayang!!! " lanjutnya yang tadinya mendorong pelan tubuh Senta, kini jadi menarik senta agar mengikuti langkahnya.
Tingkah laku mama Anne cukup membuat Senta terhibur, apa lagi dua sahabatnya yang diam-diam menertawakan tingkah mama Anne yang tak seperti ibu-ibu pada umumnya.
Saat mengantar sang menantu ke dalam kamar nya, mama Anne sesekali bercerita hal-hal lucu yang sekiranya dapat mengibur wanita malang itu, ia sengaja melakukannya karena ia sangat tahu anak pertamanya juga ikut andil dengan rasa sakit yang menantunya rasakan, sampai tiba-tiba ia berkata hal-hal yang terdengar cukup serius.
"Mama masih bisa membayangkan setiap aktifitas di mansion ini, bahkan dekorasi, bentuk, dan warna mansion ini masih sama seperti saat pemiliknya masih ada!!! " kata mama Anne yang sedari tadi terbang akan kenangan cinta pertamanya.
"Mama!! " kata Senta menggenggam erat tangan yang juga menggenggamnya, ia tau apa yang terjadi dengan kepala keluarga yang pertama di rumah ini, dan tentunya senta bisa merasakan kesedihan dari setiap ucapan mama Anne tadi.
__ADS_1
"Mama masih mengingat dengan jelas pria yang pertama kali membuat mama jatuh cinta, di mansion ini semua tergambarkan dengan begitu jelas! senyuman itu!!! " kata mama Anne tanpa sadar sembari menghentikan langkahnya karena membayangkan setiap senyuman dan kebahagiaan suami pertamanya.
"Mama!!! " kata Senta dengan memeluk wanita yang tingginya tak jauh beda dengannya, memberikan ketenangan pada mama mertuanya.
Hal itu membuat mama Anne tersadar akan tindakannya, lalu membalas pelukan sang menantu.
"Maaf, mama malah jadi curhat tanpa sadar!!! " ucap mama Anne.
"Tak apa ma!! Senta juga putrimu bukan?? keluarkan semua yang mengganjal di hati mama!!! " kata senta yang membuat mama mertuanya tersenyum.
"Mengganjal apa? hanya uang-uang mama yang selalu mengganjal dompet!! " ucap konyol mama Anne yang membuat suasana sedih tadi menjadi garing dengan candaan nanggung seorang ibu rumah tangga.
"Mama!!! " tegur Senta dengan cepat melepaskan pelukan mama mertuanya. "Dasar anak sama mama sama saja! garing tau!!! " batin Senta yang tentu saja tak berani ia ungkapkan secara langsung.
"Hehehe!! udah jangan pikirin yang udah-udah, sekarang ganti bajumu dengan apa yang ada di box itu!!! " ucap mama Anne yang tiba-tiba mood nya kembali ceria tak seperti beberapa menit yang lalu.
Dengan tersenyum bahagia, mama Anne membawa masuk menantunya ke salah satu ruangan kamar miliki sang anak, yang sekarang juga milik menantunya.
Senta sendiri sedikit terkesima dengan ruang kamar yang terlihat karismatik dengan warna dominan sedikit gelap dan sangat luas di bandingkan kamar miliknya, yang padahal kamarnya sendiri terhitung lumayan luas untuk kalangan menengah ke atas, sangking wah nya melihat ruangan berdesain keren di depannya, Senta sampai lupa dengan tujuan awal masuk ke dalam kamar yang ia sendiri tak tau milik siapa.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...