Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Sebuah Kenyataan


__ADS_3

"Tanda tangani ini!! kalian bedua!!! " ucap papa Senta yang sedang menunjukkan dokumen pernikahan mereka.


Dua pasangan sejoli dengan yang satu sudah merasa mantan itu sama-sama menatap beberapa kertas yang tertata rapi di meja, dengan Carl yang sudah tau sejak awal dengan dokumen itu, sedangkan Senta yang tak tau mulai membaca setiap lembarnya.


Alis Senta beberapa kali mengerut saat membaca dokumen yang ia tau intinya apa, sesekali menunjukkan ekspresi kesal yang masih dapat ia kontrol.


"Aku tak tau menandatangani nya!! " jawab Senta dengan tatapan dingin pada setiap orang yang duduk di ruang tamu, tak peduli itu orang tuanya sekalipun.


"Lakukan sekarang! jadilah anak yang penurut, berbakti pada orang tuamu!!! " ucap mama Senta tak berperasaan karena kesal dari semalam mendapatkan penolakan dari anaknya.


"Ma, jangan paksa Senta! aku akan carikan mantu yang lebih baik darinya!! " jawab Senta .


"NOOOO!!! " carl menolak keras dan menatap tajam Senta, tapi sayangnya Senta tak peduli akan kehadiran dan penolakannya.


Sedangkan orang tua Senta yang tak mau tambang emasnya hilang tentu saja akan menolak niat putrinya, karena mereka tak akan mendapatkan kesempatan besar ini untuk yang kedua kalinya.


"Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya padamu!! " jawab papa Senta yang sebenarnya hanya beralasan agar terlihat bijak.


"Tak perlu pa, aku bisa hidup tanpa pertanggung jawaban darinya, masih banyak pria yang bisa menerima kekurangan ku yang sebenarnya hal wajar di negara ini!!! " jawab Senta dengan begitu santai.


"Tapi mama hanya mau Carl!! dan hanya Carl yang layak jadi menantu mama!! tanda tangan sekarang, tinggal tanda tangan susah sekali!!!" kata mama Senta penuh penekanan karena sudah mulai naik darah akan jawaban Senta.


"Sangat susah ma, karena ini menyangkut hidup dan status ku nanti, sampai kapanpun aku tak mau menandatangani nya ma!!! " ucap Senta yang benar-benar menolah.


"Mama bilang tanda tangani sekarang Senta, balas budi lah pada orang tua yang membesarkan mu sampai sekarang, kau pikir kami membiayai mu tak memakai uang ha!! kami banyak mengeluarkan uang untuk mu!!! " ucap mama Senta yang marah.


"Mama macam apa dia ini?? konyol sekali dia mengungkit biaya perawatan anaknya sendiri, dia pikir Senta yang minta dilahirkan?? kalaupun dia bisa minta, Senta tak akan minta dilahirkan dari rahim mama sepertimu!! aku memang memaksa untuk menikahinya tapi tidak untuk mengeluarkan ucapan kejam seperti itu pada kekasih ku sialan!!! " batin Len yang sebenarnya tak Terima akan ucapan mama Senta yang terlihat kejam menjadi seorang ibu.

__ADS_1


Senta sendiri hanya bisa menghela napas panjang, terlalu menyesakkan di hati yang membuatnya sedikit sulit untuk bernafas semestinya, seolah hatinya kembali di hantam baru besar secara bertubi-tubi.


Jika sudah seperti ini ia selalu saja berfikir apa kesalahannya saat harus mendapatkan siksaan batin seperti ini lagi dan lagi, atau mungkin ia hidup dari sebuah kesalahan, tapi apa harus dia juga yang menanggung kesalahan orang lain sedangkan ia sendiri tak tau menahu sedikitpun, ia merasa Tuhan begitu tak adil padanya.


Dengan mata yang berkaca-kaca Senta menatap pria di sebelahnya yang kekeh untuk segera menikahinya, tanpa berfikir rasa sakit yang ia torehkan.


"Berapa yang pria brengsek ini tawarkan sampai kalian mau menyarankan putri kalian ini padanya? " Tanya senta setelah puas menatap mantannya lalu menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


"Maaf, aku janji akan memberikan kebahagiaan melimpah di rumah tangga kita nantinya, aku sangat mencintaimu Senta!!! " batin carl yang tau akan tatapan sedih Senta tadi.


"Banyak!! jauh lebih banyak dari biaya membesarkan mu!!! " jawab mama senta yang terlihat begitu kejam.


Sedangkan papa Senta sendiri hanya diam saja, membiarkan sang istri berbicara sesuka hatinya demi satu tanda tangan dari sang putri.


"Mulai besok aku akan bekerja dan mengembalikan uang kalian yang terpakai untuk membesarkan ku tanpa harus menikah dengan pria brengsek ini!!! " ucap Senta yang memilih berdiri untuk beranjak pergi karena sudah tak kuat akan ucapan kejam yang keluar dari mulut mamanya.


"Cukup!!? " bentak Carl yang merasa semuanya sudah keterlaluan walau ia lumayan syok dengan ucapan mama Senta.


"Ma!!! " papa Senta sedari tadi diam juga menegur istrinya yang membongkar rahasia mereka selama ini.


"Aa... apa?? " ucap mama Senta yang gugup karena mulut embernya yang keceplosan, tapi karena gengsi ia bicara seolah tak terjadi apa-apa.


Sedangkan wanita muda yang mereka sakiti bertubi-tubi itu hanya bisa diam mematung mendengar kenyataan baru yang begitu menyayat di hatinya, entah hati yang sebelah mana lagi yang mereka sayat karena begitu banyaknya kula goresan yang mereka ciptakan.


Dengan air mata yang mengalir untuk kesekian kalinya, Senta memilih tersenyum ke arah sang mama dan papanya, lalu duduk kembali seperti semula, rasa sakit hati, perih, dan sesak menjadi satu yang malah membuat senyuman manis di bibirnya.


Senta mengambil dokumen itu dengan tangan bergetar hebat.

__ADS_1


"Tak perlu melakukannya jika tak mampu sayang!!! " ucap Carl pada senta tapi matanya menatap tajam ke arah mama Senta.


Carl tau sangatlah sulit berada di posisi senta sekarang yang harus menerima kenyataan menyakitkan kalau keluarga yang begitu ia pertahankan selama ini ternyata bukan keluarganya yang sesungguhnya, apa lagi dengan penyampaian yang tak mengenakkan di telinga.


"Kenapa? kau berubah pikiran setelah tau siapa aku sekarang? " tanya senta menatap pilu orang satu-satunya yang peduli padanya meski sempat menyakiti hatinya.


"Tidak! apapun dirimu, dan di manapun kamu bersalah, tak akan mengubah rasa cintaku dan niatku untuk menikahi mu walau sedikit apapun!!! " jawab Carl dengan keyakinan di hatinya.


Mendengar jawaban Carl, senta langsung menandatangani dokumen-dokumen pernikahan mereka tanpa sedikitpun keraguan walau dengan tangannya yang gemetaran setelah mengetahui kenyataan itu.


"Senta, mama mu tak bermaksud.... "


"Dengan aku menandatangani ini, aku bukan milik kalian lagi, kalian menjual ku pada suamiku, seperti hal nya kalian membeli ku dari orang tua kandungku!! sedikitpun tak ada hak untuk kalian atas tubuhku ini setelah mendapatkan bayarannya nanti!!! " ucap senta memotong ucapan papa nya.


"Sayang!! " tegur Carl yang tak setuju dengan ucapan senta, karena baginya senta adalah segalanya bukan barang yang mudah di beli. Tapi jika dengan cara uang ia bisa mendapatkan senta seutuhnya, Carl siap melakukannya yang nantinya akan ia jadikan ratu yang tak ternilai harganya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2