Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Kesal


__ADS_3

1 bulan kemudian


Dalam satu bulan ini Len membangun hubungannya kembali dengan Anya, memperbaiki kesalahan yang pernah ia perbuat, membangun kepercayaan Anya untuknya lagi, dan membuktikan janji yang pernah ia ucap dulu.


Dan semenjak kejadian penembakan itu, Tyga tak memunculkan batang hidungnya lagi sampai sekarang, yang juga di ikuti Audrey, hidup Len dan Anya sangat tentram dan tak ada masalah apapun yang mereka hadapi selama satu bulan ini.


Hanya saja mahluk bernama Carl yang selalu meminta makan setiap pagi, dan mencari perhatian Anya setelah ia pulang membuat Len merasa sangat terganggu akan kehadiran sahabatnya itu.


Hari ini tepat satu minggu Anya libur semester setelah ia menyelesaikan ujiannya kemarin, yang berniat berlibur sekaligus menemui orang tuanya di Indonesia, yang memang sudah di rencanakan Anya dan kedua orang tuanya sebelum libur semester.


Tapi ada yang membuat Anya berat meninggalkan jerman, yaitu ayah dan anak yang begitu ia sayangi.


"Beneran kalian tidak ikut? " tanya Anya pada pria dewasa yang sedari tadi membantunya packing di kamarnya sedari tadi, yang hanya di jawab gelengan kepala pelan sambil terus memasukan baju-baju yang akan Anya bawa. "Hanya dua hari saja masak gak bisa?? toh Dante baru seminggu lagi masuk sekolahnya!!! " kata Anya yang masih berharap tak terpisah dari Len dan Dante nya tapi lagi-lagi hanya ada jawaban gelengan kepala dari Len. " Ya udah!!! " sebal Anya yang memilih tak membahas lagi.


Tapi ada senyum misterius di bibir Len yang tanpa di sadari Anya, sebenarnya ia juga tak bisa jauh dari Anya hanya saja karena ada sebuah misi yang mengharuskan Len tak bersama gadisnya dalam beberapa malam saja.


"Kalau begitu biar Dante ikut denganku jika kamu tidak bisa ikut! " kata Anya lagi.


"Sembarangan!! tidak bisa, Dante kan putraku! " kata Len yang semata-mata hanya takut rencananya akan gagal jika putra embernya ikut dengan Anya.


"Ya dia putramu dengan cinta pertamamu!! dan aku bukan siapa-siapa di sini! " kata Anya yang tersinggung dengan ucapan Len, dan ini kali pertama mereka bertengkar dalam satu bulan terakhir.


"Tuhan, jangan biarkan dia memutuskan hubungan kami setelah aku mengatakan kata gila ini oke! " batin Len nego dengan tuhannya. " ya sudah lah ya!! aku hanya tak ingin jauh dari putraku saja! " jawab Len dengan enteng seolah tak memiliki hati.


"Oh, ok! " jawab Anya singkat dengan wajah datar tanpa menatap pria yang membuatnya sakit hati, memilih packing barang yang tersisa, dan menutup koper itu dengan segera.


"Mau ke mana? " ucap Len sambil mencegah Anya yang akan beranjak keluar.


"Bukan urusanmu! " marah Anya.


"Jawab yang benar baby! " kata Len tak suka dengan jawaban Anya.


"Apa sih! gak penting juga! "ucap Anya tak mau mengalah.


" Aku bilang jawab yang benar! " tegas Len dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Ke kamar putramu dan cinta pertamamu, Puas!!!!! " kesal Anya dan beranjak keluar kamarnya meninggalkan Len yang masih berdiri di kamarnya.


"Awas saja sampai idemu malah membuat hubunganku dengan aja dari rusak!! akan aku cincang tak peduli kau sahabatku sekalipun sialan! " kata Len yang menyalahkan Carl si pembuat ide.


Dengan berjalan cepat Len mengejar Anya yang tadi berjalan lebih dulu, yang juga ikut masuk ke kamar sang anak tanpa permisi, memperlihatkan dua mahluk kesayangannya yang saling berpelukan dengan Anya yang membelakangi pintu membuatnya tak menyadari ada Len juga di ruangan itu.


"Papa! " panggil Dante yang menyadari ada papanya juga di sana, membuat Anya melepaskan pelukan mereka tanpa menatap pria yang di panggil Dante.


"Dante mandi dan setelahnya kita sarapan! " kata Anya mengelus pelan pipi Dante.


"Siap ibu ratu! " jawab Dante hormat.


"Ya, hanya kamu yang menganggap Anya ratu di hati kamu! " sindir Anya sambil melihat Dante yang pergi beranjak ke kamar mandi.


Sedangkan Len meringis mendengar sindiran Anya yang tentu saja tak benar, pria itu akan selalu menjadikan Anya ratu di hatinya juga. Len memandangi setiap gerakan Anya yang begitu telaten menyiapkan segala kebutuhan anaknya setelah mandi dan akan beranjak pergi setelah menyelesaikannya.


"Mau ke mana? " tanya Len saat Anya akan melewatinya.


"Turun! " singkat Anya.


"Hanya oh!!! dasar pria menyebalkan!! tidak punya perasaan!!! lihat saja, aku akan bersenang-senang di sana tanpa kamu!! " gerutu Anya sambil berjalan ke bawah tanpa ia sadari Len terus mengikuti langkahnya yang sekaligus mendengar setiap gerutuannya. "Kalau perlu aku akan cari pria tampan dan masih muda, tidak sepertinya yang tua dan tak berperasaan! " lanjut Anya.


"Apa! " kaget Len yang juga membuat Anya kaget di depannya.


Mendengar suara pria yang ia kenal, Anya buru-buru melangkahkan kakinya menuju lift yang tentunya juga di kejar oleh Len.


"Kau bilang apa tadi? " tanya Len lagi dengan menatap tajam Anya saat sudah di lift.


"Ti.... tidak! " gugup Anya yang di tatap tajam.


"Tidak apa!! kau mau cari pria lain kan!!! " kata Len sambari memojokkan Anya di lift.


Mencium bibir Anya secara tiba-tiba dengan sedikit kasar membuat Anya sedikit meringis karena mendapatkan beberapa gigitan di lidahnya, tapi ciuman mereka tak berlangsung lama karena suara pintu lift yang terbuka dengan sama-sama menatap kesal dan bibir yang sama-sama basah.


"Kau aneh! " kata pertama yang terucap dari mulut Anya sebelum beranjak dari lift.

__ADS_1


"Tunggu! janji dulu untuk tidak mencari pria tampan dan masih muda di sana! " ucap Len sembari mengikuti langkah Anya tak mempedulikan pelayan yang ada di sana.


"Apa sih!! kayak anak kecil aja! " kata Anya melihat sikap Len.


"Janji dulu pokoknya! " ucap Len yang kekeh, karena takut gadis muda itu akan benar-benar tertarik dengan pria lain sampai-sampai ia mengikuti langkah Anya masuk ke dalam dapur.


"Sana pergi! aku mau bantu mereka masak! " usir Anya dengan beberapa pelayan yang terus menunduk dan diam saat kedatangan dua majikannya.


"Aku bilang janji dulu! " kata Len kekeh.


"Pergi atau jariku akan ikut teriris dengan daging-daging ini! " usir Anya lagi yang takut terganggu dengan kehadiran Len .


"Janji, atau..... "


"Papa!! " ucap Len terpotong dengan panggilan Dante.


"Ya sebenar!! " teriak Len apa sang anak dari kejauhan. " tunggu setelah ini kau harus berjanji padaku! awas sampai coba-coba mencari pria lain di sana!! " kata Len menatap tajam Anya sebelum beranjak pergi menemui sang putra.


"Dasar pria aneh! tadi bicara tak berperasaan padaku! tapi marah-marah waktu aku berniat mencari pria tampan di luar sana!! udah aneh, nyebelin, tua lagi!!!! "curhat Anya pada para pelayan di dapur, seolah meraka sudah menjadi teman tanpa memandang derajat.


" Tapi cinta kan! " kata Timi yang memang lebih dekat dengan Anya.


"Ya! dan bodohnya aku sangat mencintai pria barusan! " kata Anya yang mengundang senyum para pelayan yang mendengarnya.


Walau pagi ini di awali dengan kejadian menyebalkan tapi setidaknya Anya masih bisa menghibur orang di sekitarnya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2