Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Pertengkaran


__ADS_3

Hanya saja pria itu tak pergi dari area danau itu, duduk di sebuah kursi tak jauh tempat Senta memarkirkan mobilnya, ia tak tega dan takut gadis itu akan berbuat nekat dengan menyerah akan hidupnya, Mike terus duduk dan menunggu Senta dari luar mobil dengan memperhatikan sekitar yang ternyata sudah mulai gelap, tapi hal itu tak membuatnya beranjak dan tetap menunggu gadis itu di tempat yang sama.


Sedangkan Senta hanya bisa menangisi rasa sakitnya sendiri, sesekali terdengar dering telpon dari ponselnya yang sama sekali tak ia hiraukan, tak peduli malam semakin larut, Senta tetap dengan tangisannya yang saat dihapus pun akan terus mengalir dengan sendirinya.


Ini adalah patah hati terberat setelah kekecewaannya pada papanya sendiri, sampai membuatnya benar-benar lelah untuk menjalani hidupnya saat ini.


Mike yang masih menunggu di luar, hanya bisa menghela napas panjang, ia lelah seharian ini mengurus masalah markas dan harus lari-larian untuk bersembunyi dari musuh, sekarang ia harus menunggu yang entah sampai kapan, mau meninggalkan gadis patah hati itu pun sepertinya tak bisa yang takut melakukan hal aneh-aneh nantinya tanpa ada yang menjaganya dan pada akhirnya akan membahayakan dirinya sendiri, hingga satu cara terakhir ia lakukan agar bisa pulang dengan cepat.


"Carl kekasihmu ada di danau dekat perumahan X! " ucap Mike yang memilih menghubungi kekasih gadis di dalam mobil agar bisa menjaganya.


"Apa??? kau tau dari mana?? aku sedang mencarinya kemanapun, tapi tak menemukannya!! beneran apa yang kau ucapkan?? " tanya Carl memastikan yang ternyata mencari keberadaan kekasihnya saat ini.


"Ya! aku sempat meminta bantuannya tadi, apa yang kau lakukan padanya? dia sedang patah hati, aku tak berani meninggalkannya, yang ku takutkan dia akan menceburkan dirinya ke dalam danau, aku mendengar ia menyerah untuk hidup! cepatlah ke sini! aku mau pulang! " ucap Mike sembari menatap mobil yang masih diam di tempat dari berjam-jam yang lalu.


"Kau yakin itu dia?? " ujar Carl memastikan.


"Kau meragukan ku??" kesal Mike.


"Aku ke sana sekar... "


"Tunggu! dia pergi, kekasihmu menjauh pergi dari danau! " ujar Mike menatap mobil yang bergerak menjauh darinya itu. " Sepertinya pulang! " ucapnya lagi saat melihat jam di tangannya yang ternyata sudah cukup larut.


"Ok, bye! " ujar Carl mematikan sambungan telponnya.


" ck, ada-ada saja! " ucap Mike yang tak lama ia juga pergi dari danau itu dengan di jemput anak buahnya yang sebenarnya sudah ada tak jauh dari tempat ia duduk tadi.

__ADS_1


*****


Dengan mata yang masih sembab dan merah karena kelamaan menangis, Senta berjalan masuk kedalam rumahnya yang memang selalu sepi di jam-jam malam, dengan kedua orang tuanya yang entah kemana mencari kesenangan masing-masing.


Dengan perut yang mulai keroncongan karena sedari siang belum makan, Senta memilih melangkahkan kakinya ke arah dapur, membuka kulkas untuk mencari makanan yang bisa ia makan tanpa harus memasak, yang sayangnya hanya ada beberapa buah berjejer rapih di dalam kulkas.


Pada akhirnya ia memilih satu buah untuk mengganjal perutnya sembari kembali melangkahkan kakinya yang sekarang menuju ke kamar miliknya, dengan penerangan seadanya tak membuat kesulitan melangkah menaiki satu persatu anak tangga.


Berlahan ia membuka kenop pintu kamarnya, hal pertama yang sedikit janggal adalah lampu kamarnya yang menyala karena ada larangan masuk kekamarnya untuk siapapun yang tinggal di rumah ini, dan ia meninggalkan kamarnya dalam keadaan lampu yang mati tadi.


Dan berlahan Senta menutup kenop pintunya bersamanya dengan kekasihnya yang keluar dari kamar mandi miliknya, membuat mata yang sempat mengering itu kembali mengembun.


"Sa.. sayang!! " ucap Carl dengan sedikit gugup.


Dengan Senta yang hanya bisa menatap wajah yang kembali mengingatkannya pada cumbuan dua manusia tadi, mulutnya terasa tak mampu untuk mengucapkan sepatah katapun.


" Yang!! maaf!! " ucap Carl berjalan mendekat pada gadis yang hanya berdiri mematung menatapnya, belum lagi wajah kecewa dan sakit hatinya yang malah membuat hatinya ikut teriris melihat pemandangan di depannya.


Carl bahkan tak bisa konsentrasi saat kelas mengajarnya yang terakhir tadi dan memilih mempersingkat proses pembelajarannya dari pada siswa siswinya tak mendapatkan ilmu yang ia miliki secara optimal karena kesalahannya.


Sempat ia mencari keberadaan kekasihnya ke beberapa tempat kesukaannya tapi hasilnya nihil, saat menanyakan keberadaannya pun kekasihnya tak mengangkat panggilan nya atau membalas pesan darinya, sampai pada akhirnya ia memilih pergi menuju rumah senta dan menunggunya di sana.


Dari mulai orang tua senta ada di rumah sampai entah keluar kemana Carl tetap menunggu kekasih hatinya untuk pulang, dengan jiwa bebas kedua orang tua kekasihnya memudahkannya untuk keluar masuk kamar senta dengan sesuka hatinya, apa lagi mereka tau statusnya bersama anak mereka.


Dan penantiannya membuatkan hasil sekarang, ia bisa bertemu dengan Senta dan berniat menjelaskan kesalahannya tadi.

__ADS_1


"Tolong maafkan aku! " ucap Carl terus mendekat berniat memeluk tubuh kekasihnya.


"Jangan memelukku! " ucap Senta yang menatap penampilan kekasihnya yang masih sama seperti ia melihatnya bercumbu tadi bersamaan dengan mundur satu langkah.


"Kau jijik? " tanya Carl menatap intens wajah kekasihnya yang penuh kekecewaan karenanya.


"Ya! baju yang sama saat bersentuhan dengan rekan kerjamu! sangat membekas dan cukup menjijikkan di lihat! " ucap Senta dengan suara dinginnya.


Tanpa di duga Carl malah melepaskan kemeja yang sedari pagi ia kenakan, membuangnya ke sembarang arah, dan memeluk Senta tanpa ada persetujuan dari kekasihnya.


"Lepaskan aku!! aku tak mau seperti ini!! lepaskan pelukan sialan mu ini! aku jijik dengan tanganmu yang begitu mudah menjamah tubuh wanita lain, aku jijik dengan tubuh mu yang bersentuhan dengan wanita lain, aku jijik dengan paha sialan mu ini yang memangku tubuh wanita lain, aku jijik dengan sifat bajingan mu itu! lepaskan aku bajingan! " ucap Senta dengan menggebu-gebu membayangkan kekasihnya yang berselingkuh dengan wanita lain, dan tak lupa tubuh yang memberontak meminta di lepaskan.


"Maafkan aku! aku khilaf sayang! aku sudah menolaknya! aku benar-benar menolaknya, dia terus menggodaku! sumpah Demi apapun aku tak berniat mengkhianatimu sayang, maaf kan aku! aku sangat menyesal melakukannya! " ucap Carl dengan mempertahankan pelukannya.


Hatinya begitu terasa sakit saat mendengar penuturan kekasihnya, ia sadar semua ini terjadi karena kesalahannya, Carl menerima semua konsekuensi dari apa yang ia perbuat sekalipun itu cacian atau pukulan, semua akan ia terima untuk mendapatkan maaf dari sang kekasih.


"Kau tau rasa sakit ku saat melihat kekasih yang begitu aku percaya, begitu aku andalkan, begitu aku cintai, begitu aku harapkan bercumbu dengan wanita lain hm? rasanya seperti di cabik-cabik, di hancur kan tanpa sisa!! aku benci rasa sakit ini!! hiks, hiks!!! " ucap Senta yang berlahan berhenti memberontak, tubuhnya terlalu lelah untuk menghadapi rasa sakitnya di dunia ini.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2