Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mengeksekusi


__ADS_3

Tepat pukul 4 sore Len berjalan menuju Restoran A untuk menjemput tuan Oscar yang akan pergi bersama ke markas Black B.


Di perjalanan hanya ada keheningan karena aku ra dingin dan kemarahan akan bertemu orang-orang tamak, dengan Len berada di jok penumpang, asisten Noberto di kursi kemudi, dan sekertaris Norbert yang ada di samping sang kembaran.


Butuh waktu cukup lama mereka sampai di restoran A dan berhenti di halaman restoran.


"halo tuan, saya sudah di depan restoran. " kata Len yang ternyata sedang melakukan panggilan telpon dengan tuan Oscar.


"ya saya akan keluar sekarang! ".kata tuan Oscar dan mematikan panggilan telponnya.


Tak butuh waktu lama, orang yang di tunggu Len keluar dari restoran, dan menghampirinya.


" Aku akan bawa mobil sendiri." kata tuan Oscar pada Len di kaca mobil tempat Len duduk, yang memang di buka.


"Baik tuan, Norbert akan bersamamu. " kata Len yang sebuah perintah untuk sekertaris Norbert.


Norbert langsung keluar mobil mendengar perintah sang tuan.


"Sebenarnya tak perlu, aku biasa mengendarai sendiri. " kata tuan Oscar saat Norbert sudah ada di depannya.


"Tak apa tuan, biar ada teman mengobrol. " kata Norbert mencairkan suasana.


Yang membuat tuan Oscar mengangguk pasrah, berjalan beriringan menuju mobilnya. Dengan berjalan sedang mobil tuan Oscar yang di kendarai Norbert mengikuti mobil Len yang ada di depannya.


Tuan Oscar memandangi jalan di mana mereka melintas, cukup jauh dan terpelosok tempat persembunyian markas milik Len.


" Sepertinya Len menyimpannya dengan baik. " kata tuan Oscar pada Norbert yang ada di sampingnya.


"Ya tuan, tuan Len selalu melakukannya dengan rapi. " kata Norbert menjawab.


"Apa dia tak ada keinginan untuk memiliki keluarga? " tanya tuan Oscar tentang pribadi Len.


"Saya kurang tau tuan. " kata Norbert menjawab.


"cih, bahkan sifat dingin makin menjadi jadi. " kata tuan Oscar menggosip kan Len.


"Tapi manusia es yang satu itu akan mencair jika bersama dengan putri anda tuan. " kata Norbert yang hanya berani di dalam hati.


"Bagaimana denganmu? " tanya tuan Oscar tiba-tiba.


"emmm, saya hanya akan mengabdikan seluruh hidup saya pada taun Len tuan. " kata Norbert.


"Ck, meski kau sudah menikah tak akan merubah pengabdianmu, tergantung dirimu sendiri." kata tuan Oscar mencibir Norbert.


Sedangkan Norbert yang mendapatkan perkataan menohok itu hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena bingung harus menjawab apa.


"Bagaimana dengan putriku? " tanya tuan Oscar asal itu.

__ADS_1


" Putri anda yang mana tuan? " kata Norbert, Pura-pura tak tau.


"Anak perempuan berumur 2 tahun, yang kalian liat saat bersamaku dulu, dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan cerdas. " kata taun Oscar.


" Terkadang orang cerdas dan bodoh beda tipis tuan. " Kata Norbert dalam hati, mengingat namanya yang berakhiran bert berubah menjadi bird karena ulah sang putri orang di depannya.


"Bukankah terlalu muda untuk saya tuan. " kata Norbert.


"Cinta tak akan memandang usia bert. " kata tuan Oscar.


" Ya, tapi putri anda tak mencintai saya tuan. " cicit Norbert pelan.


"ya benar, putriku tak akan mencintaimu karena kau tua, hahahhahahahaaaa!! " kata tuan Oscar yang membuat lelucon tak asik bagi Norbert.


"cih, bahkan putrimu mencintai orang yang lebih tua dibandingkan denganku, bahkan aku lebih tau dari pada kamu tuan! " kata Norbert dalam hati mencibir lelucon tuan Oscar.


Sedangkan di mobil depan, tak ada percakapan apapun di dalam. Orang pendiam bertemu orang yang dingin irit bicara, merupakan kombinasi tepat untuk sebuah kesunyian.


Sampai di tempat tujuan. Mereka ber empat keluar dalam mobil dan masuk ke markas Black B.


Dengan Len berjalan beriringan dengan tuan Oscar sedangkan Norbert dan Noberto berjalan di belakang mereka.


Saat masuk tuan Oscar kembali di suguhkan dengan nuansa mafia yang kental, yang lama ia tinggalkan.


" Seleramu tetap sama Len. " kata tuan Oscar, melihat markas milik Len yang di dominasi warna hitam dan emas.


" Ya tuan, anda masih sangat paham dengan selera saya. " jawab Len.


"Bawa orang itu ketempat penyiksaan. " kata Len pada anak buahnya.


Dan berjalan ke ruang penyiksaan yang Len sebutkan, dengan tuan Oscar yang mengikuti langkah Len.


Tak lama Len dan tuan Oscar sampai di ruang penyiksaan, datanglah sang kepala sekolah yang di seret oleh dua anak buah Len.


Mantan kepala sekolah itu kaget saat bertatapan dengan tuan Oscar, orang yang pernah di usik waktu lalu. ia mulai panik saat di tidukan di sebuah ranjang kecil mirip ranjang rumah sakit, dan diikat di beberapa bagian.


"A.. a.. ampun tu.. tuan. " kata sang mantan kepala sekolah yang tak di hiraukan sama sekali.


" Kita apakan dia tuan?" tanya Len pada mantan mafia di sampingnya.


" lakukan saya apa yang kamu mau, aku tak akan mengotori bajuku yang nantinya bisa di lihat putriku. " kata tuan Oscar.


Membuat Len terdiam. Lagi, Len diingatkan lagi dengan gadis kecilnya.Secara tak sengaja tuan Oscar mengingatkannya pada gadis kecilnya.


Tapi Len tiba-tiba sangat marah saat mengingat perbuatan orang yang berbaring didepannya itu yang membuat Anya di perlakukan tak adil.


Dengan pelan Len berjalan mengambil pisau kecil kesayangannya. Lalu berjalan menghampiri orang yang sedang menangis ketakutan dan memohon ampun tanpa henti.

__ADS_1


Tangan besar dan pisau kecil yang sangat kontras berlahan menancapkan ujungnya pada bola mata sebelah kanan mantan kepala sekolah itu dan berganti sebelah kiri.


Dengan di iringi jeritan kesakitan Len terus menancapkan pisau kecilnya yang semakin lama semakin brutal. Membuat kedua bola mata itu hancur tak berbentuk sedikitpun.


" Kau berpura-pura buta melihat kebenaran yang ada di depanmu, dan sekarang kau benar-benar buta sialan. " kata Len di sela-sela penyiksaannya


Membelah perut buncit itu dengan pelan, dan mengeluarkan semua isinya, dengan keadaan orang yang di siksa masih bernafas.


Len menusuk-nusuk dengan brutal yang berakhir hilangnya nyawa mantan kepala sekolah itu.


Tuan Oscar yang melihat semua kejadian di depannya, hanya biasa saja karena ia pernah di posisi Len meskipun sudah cukup lama tak melihatnya. Tak ada rasa ketakutan dan jijik, bahkan rasa kasihan pada orang-orang yang memang pantas mendapatkannya.


"Kau semakin gila saja Len. " kata tuan Oscar.


Len mengangguk mengakui kegilaannya yang lebih saat ini, dan semua karena sang gadis kecilnya.


Saat perbincangan mereka, Tiba-tiba datanglah dua anak buah Len, membawa tuan Bruno dan sekertaris seksinya di hadapannya.


"Sepertinya kau punya masalah baru Len. " kata tuan Oscar melihat orang yang baru datang itu.


"ya tuan, dan dia mencoba mengirim sekertaris nya untuk menggodaku tuan, apa kau mau tuan? " canda Len.


"Cih, tubuh istriku jauh lebih enak di bandingkan dengan pelacur itu, meskipun sudah melahirkan satu anak. " kata tuan Oscar tanpa ada kemarahan.


Len hanya senyum saja, karena dia tau laki-laki di sampingnya adalah orang yang setia.


" Aku pulang dulu, istri dan putriku sudah menungguku di rumah. " kata tuan Oscar berpamitan.


"Biar anak buahku mengantarmu tuan. " kata Len di angguki tuan Oscar.


Karena matahari baru saja menyembunyikan sinarnya, dan tuan Oscar baru pertama kali ke markas Len.


Len menatap punggung pria paruh baya itu yang berjalan keluar.


"Kau mengingatkanku padanya lagi tuan. " kata Len dalam hati mendengar perkataan tuan Oscar yang terakhir.


" Bawa mereka ke penjara, dan bereskan mayat ini. " kata Len yang sudah tak ada gairah untuk menyiksa.


Lalu berjalan pergi ke ruangannya yang ada di markas, tanpa mau kembali ke kediamannya.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2