
Tanpa ada penolakan Anya masuk yang di ikuti Len dari belakangnya.
"Kenapa? " kata Len sambil menetralkan kemarahannya, menatap Anya yang sedang menyembunyikan sakitnya, tapi hal itu tak bisa mengecoh seorang mafia kelas kakap seperti Len.
"Baru juga sehari sudah seperti ini!! papa kapan pulang sih!! " Jerit Anya dalam hati.
Baru kemarin pindah sudah ingin pulang hati ini, situasi yang berbeda saat ada di rumahnya membuat Anya kurang betah saat ini, ia sedang mencoba beradaptasi di lingkungan barunya tapi kenapa begitu susah baginya.
"Baby! " panggil Len sedikit keras karena Anya tak menjawabnya tadi dan kembali memegang pergelangan tangan yang sakit.
"Ssshhhhhtt." Anya mendesir sakit yang sudah tak bisa ia sembunyikan.
Melihat kesakitan Anya, Len langsung melepas genggamannya, terlihat pergelangan tangan Anya yang memerah di sana, Len mulai khawatir dengan gadisnya.
"Maaf baby!! maaf!! maafkan daddy!!! " ucap Len yang terus meminta maaf atas perbuatannya, dengan penuh rasa sesal dan sedih.
Len selalu berlebihan jika itu tentang Anya, hingga tak sadar itu bisa menyakiti gadisnya, yang akan menyesal jika sudah terjadi seperti sekarang. Ia meniupi pergelangan tangan Anya yang memerah itu sambil terus mengucapkan kata maaf.
"Apa benar ini dari hatimu daddy?? aku takut kau membuang ku lagi nanti!! " kata Anya dalam hati yang sedang menatap pria yang meniupi tangannya.
Anya mencoba membentengi hatinya untuk siapapun saat ini, walau ada setitik cinta di dalamnya Anya tak akan goyah dengan pendiriannya, jika ia tau sesakit itu dia lebih memilih tidak mencintai saat itu.
Menyesal sudah pasti, siapa yang tak akan menyesal mencintai orang yang hanya mempermainkan nya.
Apalagi Len adalah pria mapan dan tampan yang pasti di kelilingi wanita-wanita cantik. Membayangkannya membuat anya menggeleng- geleng kan kepalanya.
"Ada apa baby! apa masih sakit? " tanya Len yang tadi menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak! " ucap dingin anya, sambil menarik tangannya yang terus di pegang Len.
Yang tak lama masuklah Norbert dan noberto di jok depan, dengan Noberto yang mengemudi.
"Ke kampus dulu! " kata Len sebelum Noberto menyalakan mesin mobil.
" Baik tuan! " patuh asisten Noberto lalu melaju dengan kecepatan sedang.
Mobil mewah itu melaju membelah hutan pribadi yang sangat astri milik keluarga Becker, terkadang juga di sambut binatang- binatang buas yang sengaja di pelihara di sana, cukup 10 menit mobil mewah itu melewati hutan hingga sampai di jalan berlalu lalangnya banyak mobil.
"Mampir ke apotik sebentar, bird beli salep untuk luka memar! " perintah Len.
"Baik tuan! " cepat Norbert menjawab.
"Tak perlu!! merahnya akan hilang sendiri nanti! " ucap anya.
"Lakukan saja perintah ku! " kata Len, Membuat anya tak ambil pusing dengan pria kejam dan pemaksa itu
__ADS_1
"Baik tuan! " patuh Norbert. "Kau menyakitinya tuan!! aku adukan pada tuan oscar baru tau rasa kamu!! tinggalkan saja pria kejam ini nona" lanjut Norbert dalam hati, ia sebenarnya pria yang banyak bicara, hanya saja ia selalu di sandingan dua pria yang dingin dan tak banyak bicara, membuatnya menahan bicaranya, yang akan ia luapkan dalam hatinya sendiri.
Tak lama permintaan tuannya sudah terkabulkan mereka melanjutkan tujuannya yaitu mengantar gadis kecil kuliah.
Di perjalanan ke kampus, Len mulai mengoleskan salep yang di belinya tadi pada luka memerah anya.
"Ssshhhhhhhhh" desir anya merasakan kelegaan di bagian sakitnya.
"Kenapa mirip *******!! boy!!! kenapa kau berdiri di waktu yang tidak tepat!! " ucap Len dalam hati. Otak mesumnya mendominasi kekhawatirannya saat ini.
Len mulai menatap celana bahannya yang mulai mengembang sekarang.
"Ada apa? " bingung anya melihat wajah mupeng pria di depannya.
"Tak apa! " kata Len sambil melepas pergelangan tangan anya yang ia obati. "Belum saatnya masuk ke sarangmu boy!! " kata Len menatap bagian celana yang mengembang itu.
Cukup lama mereka sampai di area kampus anya, tanpa berpamitan anya keluar dari dalam mobil, yang dengan cepat di ikuti Len, menahan tangan anya untuk berhenti.
"Apa? " kata anya berbalik menghadap pria yang memegang tangannya.
Cup.
Tanpa permisi satu kecupan mendarat di bibir kecil anya, dengan sang pelaku tersenyum kecil di sana dengan tak tau malunya berciuman di tempat umum.
"Apa- apaan sih! " ucap anya kesal lalu pergi dari hadapan Len.
Di dalam mobil, dua pria kembar yang sedari tadi menonton drama percintaan itu mulai bergosip, lebih tepatnya Norbert.
"Lihat bos mu, Seperti anak abg saja, di mana wajah dingin nya selama ini! " cibir Norbert
"Dia juga bos mu! " kata Noberto yang tak ingin bergosip.
"Ck, lihat lah senyumannya, aku yang mengikutinya saja tak pernah mendapatkan senyuman seperti itu! " sifat cerewet Norbert mulai keluar.
"Aku pernah!! kau saja yang belum mungkin! " kata Noberto asal.
"Kau pernah??? ck!! tak adil!! lihatlah, sampai kapan dia akan berdiri di sana! " ucap Norbert yang semakin cerewet.
"Berisik!!! " ucap singkat kakak kembar Norbert itu.
Gosip yang di buat Norbert terhenti saat sang boss mulai masuk ke dalam mobil.
"Kalian membicarakan ku? " tanya Len seperti cenayang.
"Ti.. tidak tuan! " jawab gugup Norbert, membuat Noberto tersenyum kecil di sana.
__ADS_1
Karena insting kuat Len yang bisa menebak hal tak masuk akal sekalipun, yang terkesan mirip cenayang.
"Ck!!! jika iya tak masalah!! mood ku sangat baik hari ini! " kata Len dengan tersenyum.
"Anda mulai menemukan kebahagiaan ada tuan!! " kata Noberto dalam hati, pria pendiam itu akan selalu mendukung kebahagian tuannya.
"Sampai kapan kita berdiam diri di sini? " ucap Len yang tak merasakan mobil yang ia tumpangi tak bergerak.
"Ma... maafkan saya tuan! kita berangkat sekarang!! " kata Noberto yang gelagapan karena lamunannya, dengan cepat melajukan kendaraan itu kembali.
"Oke aku maafkan!! " kata Len dengan enteng sedikit tersenyum.
"Ha?? apa semua kesalahan yang akan terjadi hari ini juga akan termaafkan dengan mudah?? " ucap Norbert dalam hati, syok dengan kelakuan tuannya.
"Ada apa bird? " tanya Len melihat ekspresi Norbert dari samping belakang.
"emmmmm, ti.. tidak tuan!! aaapa ada bahagia? " tanya Norbert dengan berani dan gugup.
"Bahagia?? sangat!! sangat bahagia!! Tak ada yang aku takutkan lagi, bahkan dia ada di jangkauan ku saat ini!! Aku hanya perlu berjuang saat ini! " kata Len dengan senyum keyakinannya.
"Dan saya akan selalu mendukung anda tuan! " ucap Noberto.
"Nimbrung aja beruang satu ini!" cibir Norbert dalam hati pada kembarannya.
" Kau tak mendukungku bird? " tanya Len saat Norbert diam saja. " Apa kau tak setuju aku bersama anya bird?? Tunggu!! bukankah tuan oscar pernah menawarkan anya padamu?? apa kau juga menginginkannya ha? " kata Len dengan menatap tajam Norbert di ikuti sang kembaran.
"Bukannya membantu malah ikut ikutan melotot! " sebal Norbert pada Noberto.
"Kenapa diam?? apa semua itu benar!! " kata Len mulai marah.
"Ti.. tidak tuan!! Ma.. mana berani saya seperti itu!! Bahkan saya bisa melihat dari mata nona kecil ada cinta begitu besar untuk tuan, tapi juga ada ketakutan yang sama besarnya untuk memulai kembali cintanya pada tuan, anda hanya perlu berjuang untuk meyakinkan nona kecil tuan, kalau soal cinta itu sudah di penuhi oleh tuan! " kata Norbert agar tuannya tak marah, sekaligus memberikan fakta yang ia lihat.
"Benarkah?? " kata Len dengan rona merah di pipinya.
"Iya tuan! " kata Norbert meyakinkan. "Selamat! " lanjutnya dalam hati.
Mobil mewah Len terus melaju dengan penuh kebahagian di dalamnya, hingga sampai di tempat tujuan merek.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...