Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Senta dan Carl


__ADS_3

Sedangkan Senta yang sangat ingat dengan kejadian itu menatap terkejut pria di depannya, mengamati wajah yang sempat familiar di ingatannya dan ia tau sekarang siapa pria di depannya, yang sayangnya ia juga tak tau siapa nama pria yang menolong temannya dulu.


"Astaga!!! maaf sir, maaf kan saya!! dan Terima kasih sudah membatu teman saya waktu itu!! Maaf tidak sempat berterima kasih!! " kata senta sopan.


"Ternyata tak sesombong seperti yang aku lihat dulu!! batin pria asing. " Jangan panggil sir!! Namaku carlson, panggil Carl atau kakak seperti tadi juga tidak apa-apa! " kata pria asing yang ternyata Carl sambil mengulurkan tangannya.


Pria itu sempat menghilang karena harus di pindah tugaskan setelah membogem pemilik universitas tempat ia mengajar, dan saat dia baru kembali malah di pertemukan dengan sahabat anya yang sedang patah hati.


"Saya senta! " jawab anya sambil menerima jabatan tangan Carl.


"Jangan bicara formal, santai saja!!! sepertinya kau sedang patah hati! " tebak Carl.


"Ya!! sama seperti kita pertama kali bertemu dulu! " jawab Senta seadanya yang kembali mengingat patah hatinya yang kedua kali .


"Apa?? waktu itu kau juga patah hati?? Ck, malang sekali nasibmu!! "


"Bodo amat! " jawab Senta asal.


"Kau sahabatnya vanya waber kan! " tebak Carl lagi.


"Ya!! kenapa?? kau salah satu penggemarnya juga??? " tanya Senta.


"Tidak!! dia sudah jadi milik sahabatku! " wabat Carl yang tentunya membuat Senta kaget.


"Kebetulan macam apa ini!! " pikir Senta. "Kau sahabatnya sir len?? " tanya Senta yang di angguki Carl. "Tapi aku salut dengan anya, dia selalu sabar memaafkan yang padahal udah di sakiti berkali-kali! "


"Sabar dengan bodoh memang mirip, yang bahkan orang kadang tak bisa membedakannya!! " sindir Carl yang juga menyinggung hati Senta.


"Sama seperti ku sekarang!! bodoh banget!! " senta memukul pelan kepalanya sendiri. "Padahal aku setiap saat bisa melihat kejelekannya, tapi dengan bodohnya aku masih tetap mencintainya!! bodoh kan? "


"Ya!! kau bodoh sekali! " jawab Carl. " Tapi cantik! " lanjutnya.


"Dih, gak jelas! " kata senta menyembunyikan rasa malunya.


"Rencananya mau kemana malam ini? " tanya Carl yang memang belum terlalu malam.


"Tak ada rencana apapun, hanya pulang dan tidur!! tak ada gairah untuk kemanapun !! "


"Karena patah hati?? " tanya Carl yang di angguki senta. " tunggu di sini! " katanya lagi sambil berlari meninggalkan Senta menuju mobilnya, dan tak lama kembali lagi dengan membawa sesuatu di tangannya. " Ini untukmu! " Carl memberikan sebuah coklat untuk gadis yang patah hati.


"Terima kasih! " Senta menerimanya dengan senang hati.


"Patah hati tidak akan membuat duniamu berhenti!! terus maju kedepan di umurmu yang masih muda ini!! nikmati hidupmu dengan sebaik-baiknya, Bahagiakan orang di sekitarmu jangan terfokus pada satu orang! " nasehat Carl yang di setujui Senta.


"Ya kau benar!! Aku memilih patah hati di awal, karena dari segi mana pun dia tidak layak untuk di perjuangkan, yahhhh!! jadilah sekarang!!! tapi tidak masalah, sebelum perasaan ini semakin dalam untuk orang yang tidak tepat! "

__ADS_1


"Dia tau tentang perasaanmu padanya? " tanya Carl yang mulai tertarik dengan kepribadian wanita di sampingnya.


"Ya!! aku mengatakannya tadi! " santai membuat syok Carl.


"Apa? " kaget Carl.


Prok... prok.. prok.. prok.. prok..


Suara tepuk tangan Carl menandakan begitu salutnya Carl pada keberanian gadis di depannya, tak terlintas di pikirannya kalau Senta akan mengutarakan perasaannya terlebih ia adalah seorang wanita.


"Kenapa? " bingung Senta yang sepertinya tidak ada yang di banggakan dengan pengakuannya.


"Kau gadis pemberani yang pernah aku temui!! " jujur Carl.


"Masak?? " Senta tak percaya.


"Ya!! Rata-rata yang berani karena ada maunya! bukan sepertimu yang tulus mengatakannya!! Apa jawaban dia? " tanya Carl penasaran.


"Jawaban apa?? aku tak butuh jawaban darinya!! karena aku hanya berniat mengatakannya saja, dan mengubur dalam-dalam setelahnya!! jika di jawab pun pasti jawabannya tidak, karena dia saja tak menyangka aku akan mengatakan perasaanku, lagi pula dia tak bisa hanya fokus pada satu perempuan!! tak ada jawaban apapun! " terang Senta.


"Tidak ada perasaan sedikitpun padamu? " tanya Carl.


"Apa sih!! kayak wartawan aja, nanya mulu!! " sebal Senta.


"Ya! kau benar. " Senta membenarkan. "Tuhan, tampan sekali!!! " batin Senta . "Bahkan masih ada Anya di hatinya! " lanjut Senta.


"Apa???? " syok Carl. "Jangan bilang ada cinta segitiga di antara kalian? " tebak Carl yang tak sepenuhnya benar.


"Anya kan sudah punya sahabatmu, apa masih bisa di bilang cinta segitiga?? " bingung Senta.


"Entah lah! " Carl yang juga bingung. " lalu bagaimana hubunganmu dengan Anya sekarang? " tanya Carl dengan serius takut terjadi kesalahpahaman di antara dua sahabat itu.


"Hubunganku baik-baik saja dengan Anya!! Apa kau pikir aku akan marah dengan Anya karena pria yang aku cintai malah mencintainya?? " tanya Senta yang di angguki Carl. "Hey!!!! aku bukan orang bodoh yang akan memusuhi sahabatku sendiri hanya karena seorang pria!! apa lagi dengan kebodohanku sendiri!! Banyak pria single diluaran sana, dan aku bisa mencarinya tanpa harus merusak persahabatan ku! " Ucap Senta dengan menggebu-gebu.


"jadi makin suka!! " batin Carl melihat gadis baik di depannya. "Pemikiran yang tepat sekali!! tunggu!! kau tau dia menyukai sahabatmu tapi kau tetap menyukainya!! cinta memang membuat orang jadi bodoh!! " cibir Carl di akhir.


"Itu dulu waktu SMA dia tergila-gila dengan Anya, aku pikir sudah tidak ada Anya di hatinya karena anya tak pernah menghiraukan perkataannya, pada akhirnya dia sering ganti-ganti cewek dan kita sering main bareng!!" kata Senta dengan nada pelan, tapi mulai ngegas saat teringat sesuatu. " Tapi dia sering ganti-ganti cewek juga saat tergila-gila dengan Anya!! kenapa aku baru sadar betapa bodohnya aku! " sesal Senta.


"Hahahhahaa!!! tak apa, kau masih muda , masih banyak waktu untuk belajar tak bodoh menyikapi cintamu!! " nasehat Carl.


"Huffftt!! Maaf harus repot-repot mendengar ceritaku!! dan Terima kasih mau mendengarkannya! " kata Senta yang mulai lega dengan perasaanya sendiri.


"Sudah lebih baik? " tanya Carl


"Iya!! terimakasih! " ucap Senta sekali lagi. " Kenapa kamu ada di tempat ini malam-malam!! patah hati juga? " Senta balik tanya.

__ADS_1


"Tidak!! hanya kebetulan lewat dan ingin mampir saja!! " jawab Carl yang di angguki Senta. " Coklatnya enak? "Tanya Carl basa-basi yang tentunya di angguki Senta lagi.


" Enak!! mau?? " tawar Senta menyodorkan coklat bekas gigitannya.


"Yang benar saja! " batin Carl tak habis pikir dengan tawaran Senta. "Boleh! " jawab Carl sambil menggigit coklat di tangan Senta. "Sangat manis! " ucap Carl. "Bekas bibirnya! " lanjut Carl dalam hati.


Tapi Carl di buat semakin kaget saat Senta dengan santainya memakan coklat bekas gigitannya, secara tak langsung mereka sudah berciuman bagi orang dewasa seperti Carl.


Sedangkan di mata Senta hanyalah coklat bekas yang tetaplah memiliki rasa yang sama, karena Senta juga bisa berbagi dengan para sahabatnya, tanpa memikirkan perbedaan cara pandang orang dewasa.


"Enak? " tanya Carl lagi penasaran karena itu adalah bekas gigitannya.


"Lah!! udah di bilang enak tadi!! tanya mulu! " kata Senta yang tak tau pikiran pria dewasa itu.


"Heheheeeheeheee!! aku lupa! " Carl tertawa sumbang menyadari berbeda anak pemikiran mereka.


"Aku pulang dulu kak! " pamit Senta setelah suapan terakhir coklatnya.


"Sekarang? " pertanyaan konyol Carl terucap.


"Tidak, nanti setelah kiamat!! ya sekarang lah! " sewot Senta.


"Hehehee!! iya, iya!! Hati-hati di jalan! "


"Tentu!! dan Terima kasih kak! " ucap Senta.


"Sama-sama."


Carl terus menatap Senta sampai mobil yang ia tumpangi melaju menjauhinya lama kelamaan ia sadar akan sesuatu.


"****!!! aku lupa meminta nomer ponselnya!!! " kesal Carl melupakan hal penting itu untuk mendekati seorang perempuan.


Dengan wajah kesalnya Carl meninggalkan danau itu, menuju ke ke kediaman sahabatnya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2