Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Berangkat


__ADS_3

"Selesai." ucap Anya yang telah selesai membuat cemilan kesukaan calon anaknya, dan sengaja membuat sedikit banyak karena kepergiannya nanti, "Kalian jika ingin ambil aja! tapi jangan lupa sisakan untuk Dante dulu. " kata Anya lagi pada pelayan yang sedari tadi membantunya.


"Daddy tidak di kasih? " tanya Len membuat Anya melotot dengan Dante yang sedari tadi menemani Anya menjadi bingung.


"Daddy? " bingung Dante.


"Ya, daddy!! cocok dengan mommy bukan? " kata Len mengarah pada Anya, yang otomatis Dante menatap ke arah Anya.


"Mommy? " panggil Dante yang seketika membuat salah tingkah Anya. "Mommy!! apa masih marah dengan daddy? " Dante bertanya dengan nada lebay yang semakin membuat Anya salah tingkah.


"Ti.. tidak!! ta.. tau apa kamu hm!! " ucap Anya sembari mengusap kepala Dante dengan satu toples yang ia serahkan. " Nyanya siap-siap dulu sebelum berangkat. " pamit Anya pergi ke kamarnya yang memang .


"Mommy masih marah dengan mu! " kata Dante tak lupa satu toples cookies nya.


"Iya! bahkan mommy mu tak menyapaku sama sekali! daddy lebih memilih mommy mu marah-marah dari pada diam seperti itu! daddy juga takut rencananya akan gagal nanti! " kata Len meratapi kesedihannya.


"Aku pikir tidak akan gagal kalau melihat seberapa cintanya mommy denganmu! " kata Dante mirip seperti orang dewasa, membuat Len mengerutkan dahinya melihat perubahan anaknya.


"Kau putraku kan? " tanya Len konyol yang tak percaya anaknya yang begitu manja dengan Anya berubah biasa saja saat bersamanya.


"Menurutmu? " kata Dante berjalan meninggalkan dapur, tak lupa dengan satu toples yang ia bawa.


"Hei tunggu!! kau di rasuki jin?? kau terlalu kecil untuk berfikir dewasa Dante!! " kata Len terus mengejar langkah kecil anaknya.


"Bukankah ini menurun dari mu?? lalu kenapa malah menyalahkan ku! " ucap Dante yang membuat Len terdiam.


" Kau sudah pintar bicara sekarang!!! batin Len. " ya, ya!!! kau memang keturunanku, ayo kita bantu-bantu Anya di atas! " kata Len mengajak sang anak yang duduk manis di raung TV.


"Bantu apa?? mandiin apa Bantu Anya pakek baju? " tanya dante yang mendapatkan plototan Len.


"Heh, otak kecilmu itu ya!! belajar dari mana hal seperti itu? " tanya Len menatap tajam Dante.


"Lah?? bantu apa lagi dong? " pikir Dante bingung.


"Bantu beres-beres koper Anya kan bisa kenapa arah otak kecilmu itu ke sana!!! kau masih kecil Dante!!! aku tak habis pikir, dari mana kau belajar hal seperti itu!! apa gurumu itu mengajarkan hal aneh-aneh padamu?? iya?? " omel Len pada sang anak.


"Tapi kopernya sudah ada di bawah!! tuh? " kata Dante menunjuk koper milik anya yang sudah ada di bawah, yang tentu saja Len mengarahkan pandangannya pada objek yang di tunjuk Dante. "Kopernya sudah siap, mau bantu Anya siap apa lagi kalau bukan mandi dan pake baju? Bukankah aku benar? hal aneh apa yang daddy maksud? " ucap Dante yang memang bingung arah pembicaraan daddy nya.

__ADS_1


"Emmmm??? ki.. kita tunggu di sini saja! " gugup Len yang sudah salah paham dengan maksud anaknya, walau terdengar dewasa tapi ada banyak hal yang Dante belum tau, apa lagi dengan pikiran mesum seperti dirinya.


Sedangkan di lantai paling atas, tepatnya di kamar Anya, ia duduk di dengan meja rias sembari menatap wajah ya di depan cermin.


"Huuuuffftttt!!!! " helaan nafas panjang Anya ter dengan beberapa kali. " Aku bingung dengan sekap mu yang berubah-ubah!! aku bingung harus gimana lagi menyikapi perilakumu itu!! " curhat Anya pada dirinya sendiri sembari memoles wajahnya dengan make up tipis seperti biasanya.


Setelah siap semuanya, Anya kembali turun kebawah, yang ternyata sudah di tunggu Dante dan Anya, menatap takjub wanita begitu cantik di depan mereka.


"Kau cantik sekali mom! " kata Dante menatap wajah cantik mommy nya.


"****!!! aku ingin membatalkan rencana itu, dan ikut bersamamu sekarang baby! " batin Len yang tak rela wanita nya yang sangat cantik itu harus bepergian sendirian, apalagi kalau teringat pria-pria di luar sana yang menatapnya penuh puja, Len sangat tak rela.


" Terimakasih sayang! " jawab Anya dengan pujian Dante. "Dia bahkan menatapku seperti itu!! " batin anya melihat raut kesal di wajah Len bukan pujian yang anya harapkan.


"Ak.... " ucap Len terhenti. " ayolah Len, hanya sehari saja!! tahan perasaanmu itu!!! " batin len . " ayo berangkat sekarang! " kata len menggandeng tangan kedua manusia yang ia cintai.


Tak ada protes oleh kedua orang itu, mengikuti genggaman tangan itu kemanapun melangkah, sampai di salah satu mobil yang akan mengantarkan anya kebandara.


Tak lupa len membukakan pintu mobil untuk ratu dan pangerannya, lalu masuk ke kursi kemudi yang tentunya membuat anya kaget.


"Kau tak membawa supir? " tanya anya yang berada di samping kemudi. " dan kau membicarakan dante duduk di belakang sendirian? " ucap anya mengira len akan duduk di belang bersama anaknya, tanpa menunggu jawaban dari len, anya membuka pintu mobil berniat duduk di belakang bersama sang anak, tapi niatnya tak terjadi karena pintu mobil sudah di kunci oleh len, yang membuat anya menatap tajam len.


"Besar apanya? bahkan dia masih anak-anak! " kata anya yang membuat len jengah.


"Kau belum tau sifat aslinya yang suka membuatku mati kutu! " batin len sambil menatap sang anak dari sepion depan mobil. "Tuh kan, bahkan dia gak peduli dengan perdebatan kita! " lanjut len tak habis pikir dengan anaknya. "Kita berangkat sekarang! " kata len tak mengindahkan perkataan anya.


Yang tentunya membuat anya cemberut sepanjang jalan, dengan berlahan len mengambil jemari anya yang ada di pahanya, menggenggamnya dan sesekali menciumnya dengan mata yang tetap terfokus kedepan.


Walau dalam ke adaan kesal anya hanya diam saja dengan apa yang di lakukan len, karena terlalu malas menanggapi sikap len yang berubah-ubah, padahal tadi pagi len seolah-olah tak peduli dengan kepergiannya tapi sekarang ia malah menggenggam tangannya dengan erat seolah tak mau di tinggalkan.


Hanya membutuhkan waktu 15 menit mereka sudah sampai di bandara, dengan len membatu membawakan koper anya yang cukup besar.


"Dante sayang!! di rumah baik-baik ya, nyanya akan pergi sebentar, kalau cemilan Dante habis bilang pada pak pet atau daddy oke!! " kata anya berpamitan yang di angguki Dante dan memeluk tubuh kecil itu dengan sayang, sampai tanpa ia sadari air matanya mulai menetes.


"Jangan nangis mommy!! nanti kita akan bisa ketemu lagi kan! " ucap Dante menghibur anya sambil mengelap air mata anya dengan tangan kecilnya.


"Tentu! tentu saja kita akan bertemu lagi! mommy hanya berlibur di sana! " kata anya yang masih tak bisa membendung air matanya, memeluk kembali badan kecil Dante yang akan ia rindukan nanti.

__ADS_1


"Baby! " panggil Len yang sedari tadi tak mendapat giliran.


Anya mengelap air matanya pelan sebelum ia berdiri, dan menatap pria yang matang dan gagah di depannya.


"Aku akan pergi! " kata anya menatap len dengan mata yang berkaca-kaca, bagaimanapun ini kali pertama mereka berjauhan setelah menjadi pasangan kekasih.


Tanpa mengatakan apapun, len memeluk tubuh kecil itu yang akan menangis, mengelus pelan kepala anya dengan sayang yang beberapa kali di selingi ciuman.


"Jangan menangis baby! kita anya berpisah sebentar bukan! maaf tak bisa ikut denganmu saat ini!! I love you baby!! jangan cari pria lain di sana ya, Aku tidak bisa tenang di sini, apa lagi kau yang begitu cantik seperti ini! " kata len yang teringat sang gadis yang akan mencari pria lain tadi pagi.


Membuat anya yang tadinya menangis sedih malah tertawa kecil dengan air matanya yang masih menetes.


"Aku tidak mungkin melakukan itu!! aku hanya kesal sak tadi pagi! " kata anya mendongakkan kepala menatap len.


Sampai satu ciuman mendarat di kening dan sekilas di bibir, berpelukan kembali sebelum mereka benar-benar akan berpisah.


"Jangan pelukan mulu! nanti ketinggalan pesawat! " sewot Dante yah sedari tadi melihat keromantisan orang tuanya.


"Mana ada!! pesawat yang di tumbang mommy mu tidak akan pernah jalan kalau tidak ada mommy mu di sana! " kata len sembari melepaskan pelukan mereka. " karena mommy mu pakai jet pribadi daddy! " terang len.


"Wahhh, keren! " kata Dante dengan wajah lucunya. "Sombong amat! " batin Dante mengolok-ngolok daddynya.


"Mommy berangkat dulu! bye bye!! " anya pamit dengan melambaikan tangannya dan berjalan menjauh dari kedua pria yang ia sayangi.


"Bye mom! " jawab Dante dengan semangat melambaikan tangannya sampai anya tak terlihat.


Setelah kepergian anya tentu saja len dan Dante juga pergi meninggalkan bandara dan kembali ke kediaman mereka.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2