Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mengantarkan Pulang


__ADS_3

Di perjalanan pulang, Carl masih sempat-sempatnya mengajak Senta mencari gaun untuk pernikahan sahabatnya besok, walau dengan begitu banyak paksaan yang pada akhirnya membuat sang kekasih mau tak mau menuruti kemauannya.


Cup..


Satu kecupan mendarat di punggung tangan Senta yang ia genggam dan beberapa kali sempat di lakukan oleh Carl dengan masih fokus pada kemudi nya.


"Bahagia banget hm? " ucap Senta yang memandangi aura bahagia kekasihnya.


"Siapa yang tak bahagia kalau cintanya terbalas, apalagi ia wanita idaman setiap pria! " gombal Carl.


"Kalau idaman setiap pria gak mungkin di sakiti kali, apa lagi gak di lirik sama sekali! " ucap Senta yang tak setuju.


"Hanya orang bodoh yang tak suka atau menyakiti wanita sesempurna kau! " kata Carl dengan senyuman bahagianya. " Aku yakin pria yang membuatmu menangis kemarin sempat memiliki rasa padamu! aku yakin itu, apalagi jika sudah dekat denganmu rasanya ada hal yang membuat aku sebagai seorang pria tertarik padamu! hanya saja dia terlambat menyadarinya tapi tidak denganku!!" ucap Carl yang membuat Senta terdiam.


Ingatannya kembali beberapa minggu yang lalu, saat Riky tiba-tiba mencarinya dan mencoba dekat padanya seperti dulu, walau tak pernah Senta hiraukan, tapi Riky selalu muncul di kelasnya yang semakin lama membuatnya risih, dan masih berlangsung sampai sekarang.


"Apa benar sedikit ada rasa dengan ku??? hehe tak akan mungkin, lagi pula aku punya Carl sekarang!! bodo amat tentang masa lalu! " batin Senta yang merasa tak perlu memikirkan hal itu terlalu dalam.


"Kenapa? " tanya Carl yang melihat keterdiaman Senta.


"Apa kalau aku mengatakannya kau akan marah? " tanya Senta hati-hati.


"Kenapa harus marah? apa kamu selingkuh?? baru juga semalam jadian, masa selingkuh? " tanya Carl yang terdengar konyol itu.


"Ck, ngaco!! Kalau satu ya cukup satu, aku anti dengan perselingkuhan!! hanya saja, ucapanmu tadi mengingatkanku pada pria playboy yang membuatku menangis kemari, dan ia beberapa minggu ini mencoba dekat denganku! " jujur Senta.


"Kenapa? kau masih mencintainya? atau mau menerima dan kembali padanya? " tanya Carl dengan hilangnya senyum bahagianya tadi.


"Tuh kan marah! aku sudah berjanji untuk mengubur dalam-dalam perasaanku padanya setelah aku mengungkapkannya dulu, aku juga mulai menyukaimu setelahnya dan berakhir sangat mencintaimu! aku hanya mengatakan kejujuran padamu itu saja! aku tak mencintainya atau kembali padanya! " ucap Senta menatap wajah yang cemberut karenanya.


"Benarkah?? jujur aku sangat mencintaimu, tapi aku juga tak bisa memaksakan kehendakmu, tapi kalau kau memilihku dan mencintaiku tentu saja aku sangat bahagia! " ucap Carl dengan kembalinya senyum bahagia tadi. " Hanya aku minta jangan sampai memberi celah pria lain memasuki hati mu selain diriku, hati mu itu hanya untukku!! milikku seorang!! dan aku tak akan pernah melepas mu jika bukan kau yang meminta!! " ucapnya lagi dengan ketulusan di wajahnya.

__ADS_1


"Iya!! " jawab Senta mengangguk sangat setuju dengan ucapan Carl. " Dan itu berlaku juga padamu sayang! " lanjutnya.


"Mana ada, aku masih lurus, tak akan ada pria yang masuk ke dalam hatiku! " ucap Carl dengan bercanda, apalagi mendengar kata sayang tadi yang membuat nya berbunga-bunga.


"Bukan begitu bambang! tapi jangan biarkan wanita lain masuk ke dalam hatimu! dan jika sudah bosan nanti, katakan saja, aku akan dengan berat hati mundur demi kebahagiaan mu hm! " ucap Senta yang sama tulusnya.


"Itu tak akan terjadi, apa lagi kau baru saja mengganti namaku dengan nama bambang!! hehehe, ayo masuk, aku akan jelaskan semuanya pada papamu! " ucap Carl yang memang sudah sampai di halaman rumah kekasihnya.


"Kau tak takut? " tanya Senta yang malah khawatir dengan kekasih hatinya itu.


"Tidak, aku yang membuatmu tak pulang, aku yang akan bertanggung jawab dengan segala konsekuensinya! ayo masuk! " ajak Carl sekali lagi.


"Uhhh, jadi makin cinta! " ucap Senta sebelum keluar dari mobil.


Tapi saat berada di pintu masuk utama, jantung Senta tiba-tiba berdetak cukup kencang sembari mempererat genggaman tangannya pada kekasih hatinya, karena untuk pertama kali dalam hidupnya ia tak pulang semalaman.


Carl yang bisa merasakan ketakutan Senta, memberikan senyum terbaiknya, seolah memberikan kekuatan untuk wanitanya.


"Pa! " sapa Senta. " Ca...carl sekarang adalah pacarku! " lanjutnya mengenalkan pria yang sedari tadi menggenggam tangannya.


"Statusmu berubah jadi pacar sekarang! " ucap papa Senta yang tau kalau Carl adalah orang yang dekat dengan putrinya.


"Ya om, maaf karena merawat saya yang sakit tadi malam, membuat putri anda tak bisa pulang karena saya! " ucap Carl yang jujur.


"Apa masalahnya? toh dia sudah besar! " ucap papa Senta dengan santai.


"Oh! " senta yang malah menjawab, ia kecewa karena tak ada rasa khawatir di wajah papanya, ia mulai berfikir apa mungkin dia hanyalah anak pungut yang tak begitu ada di dalam hatinya. " aku ke atas dulu! " ucap Senta yang dengan sengaja membawa dan menarik tangan kekasihnya untuk ikut ke dalam kamarnya, yang lagi-lagi tak ada respon dari papa nya.


"Mari om! " pamit Carl yang dia angguki papa Senta.


Di dalam kamar bernuansa pink itu, Senta langsung memeluk kekasihnya tanpa aba-aba yang sedikit membuat Carl kaget.

__ADS_1


"Aku sudah takut tadi, berharap dia akan marah dan menunjukkan rasa khawatirnya, hehe!! tapi itu hanya harapanku saja! mereka tak peduli padaku, bahkan mama tak ada dirumah, tak mengirimkan ku pesan aku di mana ataupun mencariku, kalau aku menghilang dari hadapan mereka, apa mereka akan sadar itu atau malah menganggapku tak ada! aku sepertinya bukan putri kandung mereka! " curhat Senta pada sang kekasih.


"Jangan terlalu memikirkan itu, sang terpenting ada aku yang selalu memperhatikanmu, mencintai dan menyayangimu, mengharapkan kehadiranmu, mengkhawatirkan, menjagamu dan masih banyak lagi, jangan bicarakan ini menjadi beban di pikiranmu, kau hanya perlu memikirkanku yang sangat mencintaimu ini hm? jangan sedih oke! " hibur Carl yang membalas pelukan kekasihnya.


"Hiks, i.. iya!! hiks, hiks!! " jawab Senta di sela tangisannya.


"Udah di bilang jangan sedih, lama nangis!! " canda Carl berniat menghibur Senta.


"Hiks, terimakasih! " ucap Senta.


"Mau keluar dari sini? " tawar Carl lagi, karena yang ia lihat orang tau Senta memang berjiwa bebas, tapi sayangnya di jawab gelengan oleh kekasihnya. " jika takut tinggal bersama denganku, aku akan sewakan apartemen untukmu! " tawar Carl lagi yang sebenarnya tak tega melihat kesedihan Senta.


"Ti.. tidak, aku tak mau merepotkan mu, lagi pula aku masih kuat di sini! " tolak Senta yang tak mau merepotkan Carl yang notabennya hanyalah seorang pacar.


"Baiklah, kalau sewaktu-waktu sudah tak kuat atau berubah pikirkan, katakan saja ya!! " ucap Carl menatap wanita yang saat ini juga menatapnya.


Dengan hidung memerah dan mata yang tergenangi air mata, membuat Carl gemas dengan wajah gadisnya yang seolah mengundangnya untuk lebih mendekat ke wajahnya.


Cup..


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2