Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Lamaran


__ADS_3

Tapi tak ada jawaban dari papanya, yang membuat Anya murung dengan diam terus mengikuti langkah papa Oscar sampai masuk ke dalam villa mereka, tak ada satu ucapan pun yang keluar dari mulut papa Oscar yang semakin membuat Anya sedih.


Mama Rosa yang melihat pemandangan tak biasa itu menatap bingung sang suami yang malah berjalan terus ke arah kamarnya, dan beralih pada sang anak yang terlihat sedih menatap penuh iba padanya.


"Kenapa sayang? " tanya mama Rosa mengelus sayang wajah sedih sang anak.


"Papa marah! Anya mengantarkan Senta memberikan hadiah pada temannya ma, Anya tidak ikut masuk kok! " terang Anya yang semakin membuat mama Rosa bingung.


"Mengantarkan kemana? dan kenapa harus marah hm? " tanya mama Rosa dengan penuh kelembutan.


"Ke club! tapi demi tuhan Anya hanya menunggu di luar mah!! " ucap Anya menjelaskan.


"Kalau tidak masuk kenapa harus semarah itu! " pikir mama Rosa yang aneh dengan sikap suaminya. " Baiklah, nanti mama bicarakan dengan papa oke! jangan sedih dong anak mama! baru juga satu hari di sini! " kata mama Rosa mencoba menghibur sang anak.


"Anya akan tetap sedih kalau papa terus marah dengan Anya! " ucap Anya dengan wajah sedihnya.


"Iya, iya!! mama akan bicara dengan papa agar tak marah lagi dengan kamu oke? " ucap mama yang di angguki Anya. " Anya sudah makan tadi? " tanya mama Rosa yang hanya dapat gelengan kepala Anya. " Di dapur ada makanan! kamu makan dulu, mama tinggal oke! oh iya lupa, nanti malam ada makan malam di luar, kamu harus ikut, mama sudah siapkan gaunnya di kamarmu! " kata mama Rosa sebelum beranjak pergi.


Anya dengan perut keroncong nya memilih mencari makanan di dapur sembari menatap hamparan luar lautan indah di depannya.


"Makan malam? kenapa pakai gaun segala?? apa acaranya sepenting itu? " pikir Anya di sela makannya.


Sedangkan di kamar pasutri berumur yang masih romantis itu, sang istri menatap suaminya yang sedang duduk di sebuah sofa.


"Papa marah dengan Anya?? Anya hanya di luar pa!! mama percaya anak kita tidak akan macam-macam! " ucap mama Rosa langsung pada intinya.


Membuat papa Oscar menatap ke sumber suara, dan bangkit berjalan mendekati sang istri.


"Aku tidak marah!! hanya sebagai bumbu-bumbu di acara nanti saja!! lagi pula papa sangat percaya anak gadisku itu tak akan macam-macam di laut sana. " kata papa Oscar dengan menaik turunkan alisnya.


"Tapi kasian anak kita jadi sedih seperti itu! " ucap mama Rosa yang tak rela anaknya di buat sedih.


" Tapi nanti juga di balas dengan banyak kebahagian! " kata papa Oscar yang di angguki kecil mama Rosa. "Dan nanti mama berangkat sendiri dengan Anya! bilang papa tidak ikut karena masih marah! nanti papa akan ke sana diam- diam! oke? " ucap papa Oscar yang memiliki ide dadakan.

__ADS_1


"Apa itu tidak keterlaluan! kasian hati Anya nanti! dia paling tidak bisa di marahi olehmu! " kata mama Rosa khawatir.


"Tidak apa-apa ma! hanya hari ini saja! "


"Baiklah! " jawab mama Rosa.


Malam harinya tepat pukul 20.00 Anya bersiap seperti mama Rosa katakan tadi, memakai gaun yang mama Rosa siapkan di kamarnya.



"Apa ini tidak berlebihan? " pikir Anya menatap dirinya di cermin, dengan riasan cukup kuat dari biasanya, ia berniat menyesuaikan dengan gaun yang ia pakai, tapi ia sendiri yang berfikir berlebihan sekarang.


"Apa belum selesai sayang? " panggil mama Rosa di balik pintu kamarnya.


"Ia sudah ma, sebentar! " kata Anya sedikit berteriak.


Berjalan keluar dari kamarnya, masa bodo jika di katakan berlebihan nanti, tapi saat membuka pintu ternyata mamanya sudah tak ada di sana, melangkah kakinya keluar dari rumah yang ternyata mamanya sudah menunggunya di samping mobil mereka.


"Papa mana ma? " tanya Anya yang tak melihat papanya di sekitar mereka.


"Kita masuk dulu! " ajak mama Rosa masuk ke dalam mobil.


"Papa mana? " tanya anya lagi setelah masuk ke dalam mobil.


"Papa tidak ikut, karena masih marah dengan anya! " kata mama dengan sedikit ragu.


"Hufftttt! maaf mengacaukan acara kalian! " sesal anya yang terlihat sedih, memilih memandang jalanan yang di lewati mobil mereka yang entah mengarah kemana.


"Tuh kan! kau membuat putriku sedih tau! " kesal mama Rosa pada suaminya yang membuat anya sedih yang sesekali menghapus air matanya sebelum jauh ke pipinya. " Tak apa! besok pasti sudah baikan lagi ya! " kata mama yang tak ada respon dari anya.


"Kenapa harus sedih bertubi-tubi begini sih!! apa tidak bisa di jeda dulu!! Tuhan jangan berikan aku kesedihan lagi setelah ini! " batin anya yang sudah pasti terkabul setelah ini.


Tak butuh waktu lama Anya dan mama Rosa sampai di tempat tujuan, dengan Anya yang hanya diam melamun sampai tak menyadari mobil mereka sudah berhenti.

__ADS_1


"Kita sudah sampai sayang! " kata mama Rosa yang membuyarkan lamunan Anya.


Dengan wajah sedih yang tak bisa Anya tutupi, ia keluar dari mobil dan berjalan ke arah sebuah resort mewah, tak ada rasa tertarik dengan mewahnya resort itu yang Anya rasakan Anya sedih dan sedih, tapi rasa itu tak berlangsung lama saat melihat apa yang ada di depannya, tepatnya di belakang resort dengan hamparan laut yang tertutup gelapnya malam.



Anya tak bisa menutup rasa harunya melihat pria yang ia cinta berdiri di sana dengan satu buket bunga mawar cukup besar, dengan setelan jas yang sangat tampan dengan senyum hangatnya, tak lupa putra kecilnya yang memakai jas senada dengan papanya di gendong grandpanya.


Papa Oscar juga tersenyum bahagia di sana, yang menandakan papanya sudah tak marah lagi padanya, Dua sahabatnya, carl, dan pria kembar juga ada di sana.


Anya berjalan berlahan mendekat pada Len yang di dampingi sang mama, sampai ia benar-benar ada di depan prianya.


"Hai baby! " sapa Len. " ini untukmu! " kata Len lagi memberikan buket bunga yang ia pegang. " kau cantik sekali malam ini hm! " goda Len menatap gadisnya yang juga menatapnya tanpa henti.


"Apa ini? kau bilang tak bisa pergi dengan ku! " kata Anya dengan menatap serius pria di depannya.


"Tidak! aku bahkan langsung terbang saat kau juga terbang baby! aku tak bisa membiarkanmu sendiri! aku tak akan membiarkan gadis yang sangat aku cintai ini sendirian di manapun kamu berada!! Apa lagi menjalani hidupmu sampai tua nanti, aku akan selalu menemanimu dalam ke adaan apapun, menjagamu sampai sisa nyawaku nanti, memberikan apapun yang kamu inginkan di dunia ini, jadi apa kau juga memiliki rasa yang sama sepertiku baby? " tanya Len dengan menggenggam kedua tangan Anya.


"i.. iya! " gugup Anya menahan tangisnya yang tau maksud dari segala ucapan Len, yang di saksikan orang-orang yang ia sayang dan kenal.


"Well you marry me baby? " kata Len di akhir dengan menunjukkan sebuah cincin berlian cantik yang masih terbungkus kotak merah yang terbuka seperti sebuah kerang.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2