Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Anya Cemburu


__ADS_3

Di perusahaan Becker Company, keluarga kecil Len sudah bersiap-siap akan pulang, karena waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja, dengan Len yang selalu menggandeng pinggang sang istri dan putranya yang selalu berada di sisi kosong istrinya.


Tetap saja, dua pria kesayangan Anya itu selalu tak mau kalah akan dirinya, ia harus pintar-pintar membagi dirinya sendiri secara adil kalau tidak dua kubu itu akan bentrok dan membuat telinga nya sakit dengan perdebatan ayah dan anak itu.


Tak ada hal membahagiakan selain di cintai oleh dua orang yang juga ia sangat cintai, tapi sayangnya kebahagiaan itu sedikit terhalang oleh pandangan yang menjengkelkan saat mereka beda di lobi perusahaan.


"Sore sir, sudah mau pulang!! " ucap Illona menghadang langkah keluarga kecil itu, yang bahkan sedikitpun tak menyapa nyonya dan tuan muda yang berdiri sangat dekat dengan objek yang ia maksud.


Len sendiri yang di hentikan langkahnya, tanpa menatap atau menjawab sepatah katapun, kembali melangkahkan kakinya dengan sedikit bergeser ke samping, dan hal itu membuat Anya dan Dante ikut kembali melangkahkan kaki mereka.


"Sir, besok pagi ada rapat pembahasan proyek dari gagasan saya!!! dan..... "


Ucapan Illona terhenti saat Len mengangkat satu tangannya sembari berjalan memunggunginya tanda untuknya menutup mulutnya, dengan masih terus melangkah merangkul pinggang istrinya yang semakin erat.


Di dalam mobil, wajah Anya terlihat cemberut penuh kekesalan dengan apa yang ia lihat barusan, apa lagi rasa cemburunya yang entah kenapa semenjak gawangnya jebol semakin menjadi-jadi saja.


"Sore sir, sudah mau pulang!!! " ucap Anya dengan nada mengejek menirukan apa yang di ucapkan pegawai suaminya.


"Baby!! " tegur Len dengan menahan senyumnya.


"Sore sir!!! sore sir!! sore!!!! " ucap Anya lagi dengan bibir menye menye nya, menirukan nada bicara Illona .


"Ffffffttttt!!!! hahahaahahaa!!! " tawa yang Len tahan pecah juga saat melihat kecemburuan istrinya. " Bibirmu ini lucu banget hm!!! " ucap Len yang gemas mencubit kecil bibir Anya yang cemberut.


"ihhh!! seneng ha? seneng di perhatikan pegawai cantiknya!! " ujar Anya dengan mata yang melotot menunjukkan kegarangannya. " Besok ada rapat pagi!!! " lanjutnya dengan menye menye kembali menirukan nada bicara Illona. " tau ah, kesel!!!! " ucap Anya di akhir.


Tapi bersamaan dengan itu, dering ponsel Len berbunyi yang membuat acara cemburu dan menye menye tadi harus tertunda dulu, padahal lagi seru-serunya untuk Len.

__ADS_1


Sedangkan Dante yang duduk di jok belakang sendiri, tak pernah peduli dengan kelakuan orang tuanya, hanya diam dan mendengar sembari sibuk akan ipad kesayangannya.


"Tumben telpon!! " ucap Len setelah mengangkat panggilan telponnya, dan berbicara pada si pe nelpon sembari tersenyum hangat pada sang istri yang sedang cemburu dan tangan yang tak pernah lepas menggenggam tangan kecil istri tercintanya.


"Datanglah ke rumah sakit!! sahabatmu berbuat ulah sampai membuat kekasihnya harus di rawat!! bujuk dia untuk bisa ke psikiater, emosinya terlihat tak stabil, kasian wanita yang menjadi kekasih kalau terus di biarkan!!! " Ucap Bastian yang langsung ke tujuannya menelpon Len.


Mendengar apa yang di ucapkan Bastian, Len otomatis menatap istrinya karena itu juga bersangkutan dengan sahabat terbaiknya, bersamaan dengan senyumannya yang berlahan menghilang.


"Dia tak mungkin menyakiti wanita yang ia cintai!!! " ucap Len dengan sangat yakin akan sahabatnya itu.


"Secara fisik!! bagaimana dengan psikisnya? tanyakan pada temanmu sendiri apa yang ia lakukan sampai kekasihnya memilih mencoba mengakhiri hidupnya sendiri!!! dia membutuhkan arahan mu!!! " ucap Bastian sebelum mengakhiri panggilan telpon mereka secara sepihak.


Yang tentu saja hal itu membuat Len terdiam, sejauh apa sahabatnya bertindak sampai harus membuat Senta menyerah akan hidupnya, padahal jika ia lihat, sahabat istrinya itu adalah orang yang ceria, pandai mencairkan suasana, yang lebih tipe-tipe badut di tongkrongan, seperti tak memiliki masalah di hidupnya, dan hubungan macam apa yang Carl terapkan sampai membuat gadis ceria itu harus terpuruk.


"Ada apa? " tanya Anya yang melihat suaminya terdiam dan melamun setelah menerima panggilan telpon yang ia sendiri tak tau dari siapa.


"Kabar apa?? kenapa harus mengontrol segala?? aku punya wanita lain yang harus kamu pertanggung jawab kan lagi?? iya??? " tanya Anya sembari menuduh yang tidak-tidak.


Hal yang baru Dante dengar itu membuat fokus ke ipad nya hilang seketika, lalu menatap tajam daddy nya, ia akan sangat marah jika yang di ucapkan mom nya benar adanya.


"Dad!!" panggil Dante dengan aura penuh intimidasi khas yang juga Len miliki, cukup merinding di usianya yang akan menginjak 9 tahun itu.


"Ti.. tidak!! aku hanya punya dia dari rahim wanita lain!!!! tak ada Dante ke 2, atau ke 3 lagi!!? " ucap Len menunjuk sang anak yang masih menatapnya dengan mata elang yang cukup tajam sepertinya.


"Dia tetap putraku!! anak pertama ku walau tak lahir dari rahim ku!! ingat itu!!! " ucap Anya malah dirinya yang tersinggung dengan ucapan suaminya sendiri.


Sedangkan Dante malah tersenyum di hatinya saat mendengar ucapan ibu sambungnya yang begitu menyayanginya, yang padahal ia sendiri tak tersinggung dengan ucapan dad nya yang memang benar adanya, dan rasa kesal pada dad nya berangsur menghilang setelah mendapatkan jawaban yang tak tak seperti ia takutkan.

__ADS_1


"Iya! iya!!! aku tau, dia putra pertama mu!! dad hanya mau bilang kalau sahabatmu masuk rumah sakit setelah mencoba mengakhiri hidupnya sendiri!!! " ucap Len tanpa jeda agar tak mendapatkan prasangka buruk dari istrinya.


"Apa??? " kaget Anya bersamaan dengan rasa paniknya. "Ki.. kita ke rumah sakit sekarang!!! ayo, ayo!!! " lanjutnya terdengar lebih panik.


"Aku sudah bilang kontrol dirimu, kontrol emosimu baby!! sahabatmu tak apa! ada Carl di sana!!! " ucap Len menenangkan kepanikan istrinya.


"Ya, jangan khawatir mom, kalau sahabat mommy berada di rumah sakit, berarti sudah di tangani dengan baik bukan!!! " ucap Dante yang juga memberikan ketenangan untuk mom nya.


"Terima kasih sayang!! " ucap Anya pada sang anak untuk memberikan apresiasi untuk usahanya menenangkannya. "Aku lega kalau sudah ada Carl di sana!! apa lagi tan dan om yang tak begitu peduli pastinya!" lanjutnya yang tau betul tentang kehidupan keluarga sahabatnya.


"Waduh, bagaimana kalau dia tau penyebabnya adalah Carl sendiri!! apa setelah ini Carl akan mendapatkan hadiah beberapa jurus dari istriku?? aku tak akan ikut-ikut man!!! " batin Len yang bahkan bisa melihat raut kekhawatiran Anya pada sahabatnya.


"Kenapa melamun!!! ayo ke rumah sakit sekarang dad!!!" perintah Anya dengan wajah yang masih terlihat panik. " Apa yang dia pikirkan sampai berbuat nekat seperti ini sih!!!" lanjutnya yang tak habis pikir dengan tindakan sahabatnya.


Yang pada akhirnya keluarga kecil itu tak jadi pulang, memilih pergi ke rumah sakit untuk mendampingi para sahabat mereka.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2