
5 hari sudah Anya mengikuti ujian akselerasi nya, dan 1 minggu lebih sang daddy tak kunjung memberinya kabar.
Lagi, Anya menatap ponsel nya. Puluhan pesan yang iya kirim setiap harinya tak satupun yang mengetuk hati daddynya untuk membalas, membaca pun tidak.
Mulai dari kata-kata cinta sampai ke marahnya pun tak ada yang di tanggapi oleh pria kejam itu.
Ia menyebutnya pria kejam saat ini, bukan tanpa alasan, pria itu memang kejam bagi Anya, meninggalkannya dengan berjuta harapan.
Cinta yang di tinggalkan pria kejam itu, menorehkan rasa sakti baru dan kekecewaan besar di lubuk hati Anya.
Anya mulai memikirkan kehidupannya kedepan, mengenyampingkan perasaan yang tak bisa ia hilangkan dalam sekejap.
Menaruh kembali ponsel nya,detik ini Anya berjanji pada dirinya sendiri untuk berhenti mengirim pesan pada sang daddy, ia memilih menyerah dan memulai aktifitas seperti biasanya.
*****
"Pagi pa. " sapa Anya pada sang papa lalu duduk di kursi meja makan seperti biasa.
"pagi sayang. " jawab sang papa.
"Hari ini, terakhir Anya ujian lo. Ingat janji papa kemarin. " kata Anya mengingatkan.
" Asal baik, papa akan selalu mengabulkannya. " kata papa oscar santai.
" Sejak kapan Anya tidak baik. " cibir Anya.
" ya, ya, ya!! Kau anak papa yang selalu baik. " setuju papa oscar
" Ck, yang baik baik anak papa, kalau yang jelek-jelek anak mama. " cibir mama Rosa yang baru gabung.
Membuat sang suami dan anaknya tertawa cekikikan mendengar penuturannya.
"Stop!!!! kita sarapan sekarang!! " Perintah mama dengan wajah kesalnya.
Dua manusia beda generasi itu langsung diam saat sang ratu memberikan perintah, memakan sarapan penuh cinta yang di buat sang ratu tanpa menyisakan sedikitpun makanan di atas meja.
*****
Di dalam ruang ujian, Anya kembali menyelesaikan soal ujiannya dengan waktu singkat.
"Ck, ini terlalu mudah, harusnya Anya lulus dari dulu. " kata Anya dalam hati, memandang soal dan jawabnnya yang akan ia kumpulkan.
"Saya sudah selesai sir. " kata Anya yang sudah menaruh lembar soal dan jawabnnya yang terakhir.
Melihat anggukan kepala sir carl, Anya membungkukkan tubuhnya sedikit, dan keluar dari ruangan itu.
Riky tak lagi mengomentari siapa yang lebih dulu mengumpulkan jawaban ujian. Karena semenjak kejadian hari pertama ujian, ia di buat malu dengan kekonyolan nya sendiri.
"Saya tinggal keluar sebentar. " kata sir carl pada Riky.
__ADS_1
Sir carl berjalan dengan cepat menyusul Anya setelah keluar dari ruangan ujian.
"Vanya." panggil sir carl dari arah belakang, membuat langkah anya terhenti, dan membalikkan badannya.
"Ya sir. " jawab Anya, saat sir carl sudah ada di hadapannya.
"Saya lupa memberitahukan, kalau setelah selesai ujian, semua murid harus berkumpul di aula sekolah, ada sedikit penyambutan dari pemilik sekolah. " kata sir carl panjang lebar.
"Baik sir. " kata Anya yang akan berlalu pergi.
"Tunggu!!! " cegah sir carl.
"Ya, ada hal lain sir? " tanya Anya.
"Apa saya boleh meminta nomer ponselmu?" gentle sir carl.
"emmm, oke! " jawab Anya yang hanya berfikir sebentar.
Anya menengadahkan satu tanganya untuk meminta ponsel sir carl.
"Semudah itu?? bahkan tak mengatakan untuk apa!! " kata sir carl dalam hati sedikit curiga, melihat Anya yang mulai mengerikan nomer di ponselnya.
" Selesai, anya pergi dulu, bye!!! " kata anya mengembalikan ponsel sir carl, lalu pergi tanpa menunggu jawaban darinya.
Dengan cepat sir carl menelpon nomor yang di ketik anya di ponselnya, yang tak lama panggilan itu tersambung.
"Halo, dengan siapa ini? " terdengar suara berat seorang pria.
"Vanya? Ada perlu apa dengan putri saya? " Tanya pria di sambungan telpon yang ternyata papa oscar.
"Mampus!! kau mengerjai ku gadis nakal!! " kata sir carl dalam hati. "Emm, saya carlson dosen yang ditugaskan untuk menjaga kelas akselerasi tuan, saya melihat kemampuan luar bisa dari putri anda tuan, saya tak bisa menyia-nyiakan gadis berperprestasi seperti Anya untuk masuk ke perguruan tinggi kami tuan. " Terang sir carl sedikit mencari alasan.
"Oh, tentu!!akan saya bicarakan dengan putri saya dulu, terimakasih tawarannya, selamat siang!! " Kata papa oscar di seberang telpon.
"Baik tuan, Selamat siang. " kata sir carl sebelum memutuskan panggilan telpon mereka.
"hhhhhhfffffff, menarik!! " kata sir carl .
Sedangkan Anya, si gadis usil itu, berjalan sambil cekikikan karena telah mengerjai dosen yang terkadang membuatnya risik.
Anya berjalan terus ,hingga sampai di depan kelas ujian kedua sahabatnya, menunggu mereka keluar kelas.
Cukup lama Anya menunggu, akhirnya yang Anya nantikan keluar juga.
"Kalian lama sekali. " kata Anya pada kedua sahabatnya yang tampak kusut.
"Kita bukan kamu, yang cukup mengkedipkan matamu, langsung tau jawabannya. " Lebay Senta.
"Ya, ya benar. " kata Rica ikut menimpali.
__ADS_1
"Kita ke aula sekarang. " kata Anya menggandeng kedua sahabatnya yang masih terlihat kusut.
Sesampainya di aula, sudah banyak anak kelas 12 yang sudah berkumpul di aula, sedangkan Anya dan kedua sahabatnya memilih duduk pojok paling belakang , karena mereka bertiga kompak tak begitu tertarik acara seperti sekarang.
" Perhatian anak anak, pemilik sekolahan tunas bangsa yang baru akan memberikan sambutan dan sedikit ucapan selamat untuk kalian yang telah selesai melaksanakan ujian semester. " Kata salah satu staf sekolah yang berdiri di podium dengan mic di tangannya.
Membuat seluruh anak kelas 12 yang berkumpul terdiam memandang kedepan. Tak lama masuk pria tampan dengan tubuh tegap besarnya memakai setelan jas berwarna hitam.
Membuat kaum hanya terpesona melihatnya.
Pria tampan itu mulai menaiki podium menggantikan staf yang berbicara tadi, mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis kecilnya, sedangkan yang di cari malah menunduk asik dengan ponselnya.
Pria tampan itu diam sesaat di atas podium, sampai sosok yang ia cari sudah ia temukan oleh satu pasang mata tajamnya.
"Selamat siang semua. " kata pria itu memulai sambutannya.
"Siang sir. " jawab siswa siswi serempak.
Anya yang mendengar suara pria yang ia rindukan itu mulai mendongakkan kepalanya melihat pria yang berdiri di atas podium.
"Daddy." kata Anya dalam hati, tersenyum dengan mata memerah memandang pria di atas podium itu.
Senyum itu langsung memudar waktu mata mereka bertemu sesaat sebelum Anya memutuskan pandangan itu. Memilih tak ingin menatap pria yang iya rindukan di depannya.
Hanya mendengar setiap kata demi kata sambutan dan ucapan selamat di bibir pria kejam itu.
Anya tak ingin berharap lagi, memilih menyibukkan diri dengan ponsel yang iya pegang.
Setelah sambutan dan ucapan selamat dari Len selesai, anya memberanikan diri untuk memandang wajah pria kejam itu untuk terakhir kalinya.
"Pria kejam itu tersenyum!! heh, bahkan dia bisa tersenyum di atas kesakitanku. " kata Anya dalam hati merasakan sesak luar biasa.
Karena merasa tak kuat ,anya berlari keluar aula tanpa berpamitan pada kedua sahabatnya. Berlari sekencang nya menuju kamar mandi, tempat paling aman untuk Anya meluapkan tangisannya.
"Anya!! " Pilu Len dalam hati yang saat ini ia sembunyikan.
Melihat Anya yang berlari keluar aula. Dadanya juga merasakan nyeri yang sama seperti Anya rasakan.
Dia menyakitinya! dia membuatnya menangis! dia juga yang membuatnya kehilangan setengah harapannya, meninggalkan gadis tak bersalah itu tanpa sepatah kata pun karena sifat pengecut nya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...