
"Well you marry me baby? " kata Len di akhir dengan menunjukkan sebuah cincin berlian cantik yang masih terbungkus kotak merah yang terbuka seperti sebuah kerang.
Air mata Anya tak bisa di bendung dengan rasa haru dan bahagia secara bersamaan, di lamar oleh pria yang sangat ia cintai di hadapan orang tua dan teman terdekatnya, menandakan begitu serius pria itu menjalin hubungan yang lebih kuat kedepannya.
Tapi Anya sadari di usianya yang belum genap 20 tahun ia tak bisa memutuskannya sendiri, membuat Anya menatap kedua orang tuanya sebelum ia menjawab lamaran Len, bukan sebuah keraguan tapi seolah meminta izin menerima lamaran pria di depannya, walau di hatinya tentu akan mengatakan bersedia.
papa Oscar dan mama Rosa yang di tatap sang anak hanya tersenyum hangat dengan kompak menganggukkan kepalanya pelan, yang tentu saja mengijinkan anaknya untuk lebih bahagia kedepannya, terutama papa Oscar yang merasa tenang memberikan sang anak pada orang yang tepat.
Masih dengan tangisan harunya, Anya kembali menatap prianya karena sudah memiliki jawaban atas pertanyaannya tadi. Dengan mengangguk mantap Anya menjawab pertanyaan itu.
"Ya, I well! " jawab Anya yang tentunya membuat semua orang bersorak gembira.
"Terimakasih baby! " kata Len dengan berlahan memasangkan cincin yang sangat pas di jari manis gadisnya.
Memeluk Anya dengan rasa bahagia yang tak tergambarkan, di barengi sorakan bahagia tanpa henti, yang membuat Anya ikut menangis tanpa henti.
"I love you baby! " kata Len dengan berlahan mengelap air mata di wajah cantik tunangannya, mencium keningnya cukup lama karena memang tak berani mencium Anya sembarangan di depan papa Oscar, dan kembali berpelukan.
"I love you to! " jawab Anya.
Yang tak lama mereka melepas pelukannya dan menatap orang-orang di sekitarnya, dengan Anya yang memilih berjalan ke orang tuanya lebih dahulu.
"Selamat sayang! " kata papa Oscar yang lebih dulu mengucapkan di angguki setuju mama Rosa yang berdiri di sampingnya.
"Papa tidak marah lagi kan! " kata Anya menatap sang papa.
"Tidak, itu bagian dari kejutan ini saja!! " jawab papa Oscar.
"Jangan marah seperti itu lagi, bicarakan baik-baik saja, Anya sangat sedih saat papa ngehindar dari Anya seperti tadi, Anya tak mau itu terjadi lagi! " kata Anya sembari memeluk papa Oscar yang masih menggendong cucu laki-laki nya.
"Kau sangat cantik mom! " cletuk Dante yang membuat kedua orang tua Anya melotot mendengar panggilan cucu mereka.
"Mom?? Sejak kapan? " bingung papa Oscar yang tentunya sama dengan istrinya.
"Sejak kemarin! " jawab Dante dengan memegangi ujung jas nya, takut jika grandma dan grandpa nya tidak setuju saat melihat reaksi keduanya.
__ADS_1
"Uh, lucunya!!! Dante suka memangil nyanya dengan mom? " tanya mama Rosa yang malah mengutamakan kenyamanan Dante.
"Suka!!! sangat suka! " cicit Dante di akhir.
"Grandpa dan grandma juga suka Dante panggil nyanya mom! " ucap mama Rosa memberikan kepercayaan diri pada laki-laki kecil itu. "Tanyakan juga dong, nyanya suka tidak di panggil mom oleh Dante? " lanjut mama Rosa menatap sang anak.
"Apa nyanya suka di panggil mommy oleh Dante! " tanya Dante menatap Anya sekarang.
"Di mana wajah tegas dan suka membuatku mati kutu itu! " dumel len dalam hati melihat sang anak sang sangat manja jika bersama grandpa dan grandma nya, tapi akan menunjukkan sifat aslinya yang sama persis sepertinya.
"Tentu saja suka! bukankah Dante sudah memanggil Anya sejak kemarin-kemarin dan Anya bahagia mendengarnya! " jawab Anya tersenyum hangat.
"Selamat len! Dan tolong jaga putriku, jangan sakiti putriku kembali padaku jika kau sudah tak mencintainya lagi nanti. " kata papa Oscar pada pria yang sedari tadi di samping anaknya.
"Terima kasih pa! tentu saja aku tak akan mengembalikan putrimu, karena aku tak akan berhenti mencintainya sampai tua nanti! " jawab mantap len.
Meraka saling mengucapkan selamat pada dua orang yang sudah berstatus tunangan itu, sampai Anya berhadapan dengan kedua sahabatnya yang setia mendampingi kebahagiannya tadi.
"Guys! " panggil Anya dengan memeluk kedua sahabatnya sekaligus.
"Selamat Anya! " ucap Senta.
"Terima kasih!! kalian sahabat yang selalu bisa aku andalkan, walau Rica sekarang terlalu fokus pada pacarnya! " sindir tipis Anya yang tentunya tak menyakiti hati Rica.
"Ya, aku terlalu bucin saat ini, apalagi kampusku berbeda sendiri di antara kalian! " terang Rica.
"Tak apa! kau masih akan tetap jadi sahabat kami! " kata Senta yang di angguki setuju oleh Anya.
Dan yang terakhir si pembuat ide, menatap keduanya dengan maksud di wajahnya yang tergambar nyata.
"Selamat Anya, len! " kata carl dengan menaik turunkan alisnya.
"Kau kenapa? " tanya Anya bukannya berterima kasih.
"Kau tau, dia bahkan sempat menyalahkan ku, karena kau marah saat sebelum kau berangkat pergi, dan bahkan berniat membatalkan rencananya, tapi lihat sekarang, dia berhasil l!! pria mu itu juga menjanjikan ku sebuah hadiah jika lamarannya di Terima! " terang Carl panjang lebar yang membuat Anya bingung.
__ADS_1
" Jangan dengarkan cecenguk itu berbicara! " kata len pada Anya, " Dan terimakasih atas ucapannya! " kata len lagi mengarah pada sang sahabat.
"Ck, jangan lupa janjimu! atau kau akan terus berhutang padaku! dan aku akan selalu menagih nya setiap saat! " ancam Carl konyol.
"Iya bawel! " kesal Len mendengar kebawelan sahabatnya meskipun semua hal sekarang terjadi karena campur tangan pria konyol itu.
"Oke, sekarang kita makan di dalam! tinggalkan kedua pasangan itu di sini! " kata papa Oscar.
Menggiring teman Anya dan teman Len untuk masuk ke dalam resort, meninggalkan dua pasangan yang baru tunangan itu sendiri, dengan Dante yang masih asik di gendongan grandpa nya.
"Duduk baby! " kata Len setelah kepergian semua orang, menuntun Anya dengan satu tangannya.
"Sejak kapan kau merencanakan semua ini? " tanya Anya menatap pria yang sedari tadi tak melepaskan pegangan tangannya.
"Sejak kamu berniat berlibur kesini " jawab Len.
"Ini sangat indah tau! " puji anya melihat pemandangan sekitar yang begitu indah dengan banyak bintang yang menghiasi gelapnya malam.
"Kau suka? " tanya len
"Sangat!! sangat suka!! ini terlalu indah untuk di lewatkan!! aku tak menyangka kau akan seromantis ini! " puji anya.
"Emmm!! sebenarnya lamaran ini adalah ide Carl! " jujur len.
"Jadi kau melamar ku bukan inisiatif mu sendiri! " kesal Anya.
"Tentu melamarmu itu keinginanku sejak lama! hanya saja ide untuk membuat kekuatan ini itu dari Carl, bahkan aku sudah berniat melamarmu sejak satu bulan yang lalu, tapi Noberto mengatakan untuk memberikan waktu kamu untuk menumbuhkan kepercayaanmu padaku seperti dulu, dan membuktikan keseriusan ku padamu saat ini! " terang len agar tak ada salah paham.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...