
"Sejak kapan anda bisa mengucapkan terimakasih seperti itu!! wah, wah!! anda bisa merubah pria gila itu menjadi manusia kembali nona!! " batin sang asisten yang sedikit syok mendapatkan ucapan keramat dari tuannya, sambil berlalu pergi ke ruangan milik Len.
Disisi lain, Anya yang baru selesai melaksanakan pembelajarannya bersiap akan menuju ke perpustakaan kota seperti yang ia bilang tadi pagi. Tapi langkahnya di hentikan oleh sang sahabat yang juga baru saja keluar dari kelasnya.
"Anya! " panggil Senta. " Ada acara gak? " kata Senta bertanya.
"Aku mau ke perpustakaan kota hari ini!! kenapa?? mau ikut? " kata Anya menawarkan.
"Boleh!! tapi setelahnya bisa antarkan aku membeli hadiah untuk seseorang! ".
" Oke! " kata Anya tak keberatan sama sekali.
Yang akhirnya Anya masuk ke dalam mobil bugatti yang biasa ia bawa bersama sang sahabat, melajukannya dengan kecepatan sedang, sambil menikmati kebersamaannya dengan Senta yang akhir-akhir ini sedikit jarang, Jangan tanyakan sahabat Anya yang satunya, karena terlalu fokus pada pacarnya sampai sekarang.
Tak butuh waktu 20 menit Anya sampai karena memang tak jauh dari kampusnya, Anya tau ia menjadi pusat perhatian saat ini, dan itu akan terjadi di manapun ia menginjakkan kakinya, Anya terus melangkahkan kakinya tanpa mempedulikan orang-orang yang memperhatikannya yang di ikuti sang sahabat dari belakang.
" Kau tak mencari buku juga?" tanya Anya pada Senta.
"Tidak! " jawab Senta singkat karena memang tak terlalu suka dengan buku yang tidak seperti sahabatnya.
"Sebentar lagi ujian semester, kau harus giat belajar lagi!! jangan malas-malas dengan buku! mengerti!! " kata Anya menasehati sambil mencari buku yang ia cari.
"Ya, ya, ya! " jawab Senta malas mendengar nasehat sang sahabat yang selalu ia dengar sejak di bangku sekolah.
Satu jam berlalu tak ada tanda-tanda Anya akan beranjak dari perpustakaan kota, padahal jika di lihat ia sudah mengantongi 2 buku yang ia beli tadi, tapi seolah betah dengan buku-buku di sana yang membuatnya lupa akan waktu, apalagi sang sahabat yang sedari tadi menunggunya.
"Sampai kapan kita akan di sini? " tanya Senta yang mulai bosan menemani sang sahabat.
"Jam berapa sekarang? " tanya Anya yang masih fokus dengan buku yang ia pegang.
"Jam 3 sore! " jawab Senta.
"Baiklah, kita pulang sekarang! " kata Anya melupakan sesuatu.
"Tadi katanya mau anterin aku belajar hadiah!! kenapa jadi pulang!! " protes Senta.
"Astaga!!! maaf aku lupa!!! kita ke mall sekarang! " kata Anya yang membuat sang sahabat tersenyum sumringah.
Karena mall juga tak terlalu jauh dari perpustakaan kota, membuat Anya menghemat waktunya agar bisa pulang sore ini.
__ADS_1
Anya terus mengikuti langkah sang sahabat yang ingin memberikan hadiah untuk seseorang yang dia sendiri tidak tau siapa, ia terlalu takut bertanya yang akan berakibat seperti kemarin membuat wanita cerewet itu harus mengontrol ucapannya sekarang.
"Bagaimana dengan dompet? " tanya Senta yang menunjuk dompet pria di salah satu toko brand dunia.
" Untuk pria? " tanya Anya yang di angguki sang sahabat. " Siapa pria itu? " tanya Anya lagi.
"Adalah pokoknya!! nanti aku kenalin saat sudah jadian! " kata Senta yang mulai rahasia-rahasiaan.
"Bukan riky kan? " tanya Anya yang membuat senta terdiam sesaat. "Kalau iya, buat dia berubah! " kata Anya yang tak ingin membebani pikiran sang sahabat.
" Pasti! " kata Senta dengan bahagia.
"Semoga kau tak menjadi korban seperti wanitanya sebelumnya! " batin Anya yang tak bisa mencegah sang sahabat melihat responnya kemarin.
"Bagaimana dengan dompet ini? " tanya Senta menunjuk dompet berwarna coklat tua.
" Bagus! " jawab Anya singkat.
" Baiklah aku ambil ini saja! " kata Senta yang mulai membayar barang yang ia inginkan. " kau tak ingin membelikan hadiah untuk daddy ku? " tanya Senta saat melihat mata sang sahabat terfokus pada dasi yang cantik menurutnya.
" Sepertinya itu bagus! " kata Anya menunjuk pada pandangan matanya.
"Enggak mau!! aku beli sendiri, ini hadiah pertamaku untuk daddy! " kata Anya dengan tersenyum hangat.
Menatap dasi berwarna hitam dengan inisial V di ujung yang berwarna emas, terlihat simpel dan mewah sangat cocok untuk daddynya, yang pada akhirnya Anya jika ikut belanja untuk sang daddy.
" Ada yang di cari lagi? " tanya Anya pada sang sahabat.
" Tidak!! tapi kita makan dulu sebelum pulang ya?? " kata Senta dengan memohon yang membuat Anya tak tega mengatakan tidak, padahal waktu mulai menjelang malam, yang harusnya ia sudah ada di rumah saat ini.
" Baik lah! " jawab anya.
Mereka berjalan beriringan dengan masing-masing menenteng belanjaan mereka, sampai Anya melihat objek yang ia kenal yang tiba-tiba dipeluk seorang perempuan berpakaian rapi seperti pria itu.
Anya terus melihat pelukan itu sampai tak sadar menghentikan langkahnya, hatinya terasa nyeri melihat pemandangan tak mengenakkan yang tak jauh darinya.
"Kenapa berhenti!! ayo!!! aku sudah lapar tau! " kata senta yang sadar temannya berdiri tak jauh darinya.
"Eh!! iya, iya! " kata Anya yang tersadar.
__ADS_1
Berjalan kembali mengikuti langkah sang sahabat, menghiraukan hatinya yang mulai gelisah saat ini, terus berjalan sampai ke arah parkiran mobilnya.
"Gantian nyetir! " kata Anya yang pasti tak akan fokus menyetir nantinya.
Senta menerimanya dengan senang hati, berbalik ke ruang kemudi dan menjalankan mobil mewah itu keluar dari area mall.
"Bukankah itu mobil anda yang sering di bawa nona tuan! " kata asisten yang jeli.
Membuat len menoleh mobil yang ditunjuk asisten Noberto, dan benar saja itu adalah mobilnya yang terlihat melaju cukup kencang, Ia mulai gelisah dengan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu, ia takut Anya melihat yang berujung salah paham nantinya.
"Dia melihatnya tadi? " tanya Len gelisah pada asisten Noberto.
"Mungkin!! " jawab asisten Noberto yang tak yakin.
"Jika orang keluar dari mall pasti melewati tempat tadi bukan??? Anya pasti melihatnya tadi, bahkan beberapa menit setelah dia keluar dari sini!! dia melihatnya, bagaimana ini??? " Resah len memikirkan Anya yang takut salah paham nantinya.
Sebenarnya Len memiliki janji dengan pemilik perusahaan MJ yang sebenarnya seorang perempuan genit yang tak tau malu, ia juga malas bertemu dengan wanita genit itu apalagi harus di mall seperti sekarang, tapi karena masalah yang ia hadapi saat ini lebih penting, membuatnya mengabaikan rasa malasnya yang pada akhirnya bertemu dengan wanita itu saat ini.
Tapi yang Len tak bisa duga adalah pelukan wanita itu yang secara tiba-tiba yang tak bisa mencegah adegan pelukan itu terjadi, ia terlalu muak dengan wanita menjijikkan itu sampai-sampai ingin cepat-cepat mengakhiri semuanya.
Saat ia sudah mengakhirinya wanita itu dengan sengaja memeluknya yang berakhir Anya tak sengaja melihat sepotong adegan berpelukan itu terjadi.
"Anda harus tenang tuan, katakan yang sebenarnya terjadi dan buktikan jika omongan anda benar, satu lagi, katakan semua itu dengan pelan, jika nona marah ikuti saja alurnya jangan ikutan marah yang akan membuat nona semakin sakit hati nantinya!!! yang penting katakan dengan tenang!! " nasehat asisten Noberto yang bahkan ia belum merasakan jatuh cinta sekalipun.
"Baiklah!! aku akan coba nanti!! " kata Len mencoba menenangkan kegelisahan nya. " Kita pulang sekarang!! dan putuskan kontrak kerja sama kita dengan wanita menjijikkan itu! " kata Len sambil berjalan ke arah mobilnya.
" Baik tuan. " jawab asisten Noberto.
"Kau harus baik-baik saja saat pulang nanti, daddy tidak pernah macam-macam di luar baby!! daddy hanya mencintaimu seorang, kau harus percaya itu!! daddy akan jelaskan saat di rumah nanti!! Kau harus fokus menyetir saat ini!! jangan pikirkan baby!! " batin Len kalut saat melihat mobil yang di kemudikan Anya melaju dengan kencang, pria itu takut terjadi apa-apa saat Anya mengemudi, yang sebenarnya bukan Anya yang berada di kursi kemudi.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...