Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Restu


__ADS_3

"Iya ma! di usianya ke-8 tahun belum sama sekali mengenyam pendidikan. " kata Len.


Yang membuat mama Rosa dan papa Oscar kembali syok, kejahatan apa lagi yang di lakukan ibu kandung Dante setelah ini.


"Ck, aku tak habis pikir ada ibu seperti itu! " kata papa Oscar.


"Anak itu pasti menderita, kasihan sekali anak itu!! " sedih mama Rosa.


"Tak apa, Dante sudah ada di tanganku, tidak akan aku biarkan siapapun menyakitinya lagi! aku akan menebus rasa sakitnya nanti! " kata Len dengan yakin.


"Anya habis buat cake banyak! anya akan ambilkan! " kata Anya yang baru teringat.


"Biar pelayan yang mengambilkan! " kata Len melihat anya akan beranjak.


"Aku bisa sendiri! " tanya Anya singkat dan meninggalkan ruang tamu.


"Biarkan saja! dia memang seperi itu!! kalau pun masih bisa dia akan melakukan sendiri! " kata papa Oscar menjelaskan tingkah anaknya.


"Iya, dia sering mengatakan seperti itu, tapi saya tak mau dia kelelahan nantinya! " kata Len yang perhatian.


Belum juga ada 10 menit Anya sudah datang dengan berbagai cake yang ia buat.


"Sebenarnya ada cookies juga, tapi Dante menyukainya, jadi tidak ikut Anya hidangkan! " kata Anya jujur.


Baru juga selesai meletakkan cake di meja, terdengar suara tangisan Dante cukup keras dari dalam ruang belajarnya, membuat Len beranjak dari tempat duduknya, tapi di tahan oleh tangan kecil anya.


"Biar aku saja! " kata Anya yang di angguki lagu karena merasa khawatir pada sang anak. " Tak apa hanya problem anak-anak pada umumnya. " kata Anya meyakinkan.


"Jika ada hal serius, panggil aku! " kata Len membalas genggamannya dengan kedua tangannya.


Papa Oscar dan mama Rosa saling pandang melihat interaksi keduanya yang gak sengaja mereka perlihatkan, memperhatikan dua sejoli itu hingga Anya berjalan menjauh.


"Belum juga satu bulan di tinggal, wah, wah!!! " batin papa Oscar bahagia.


"Saya ingin mengatakan hal serius tuan! mungkin terdengar lancang! " kata Len membuat pasangan paruh baya itu bingung.


"Katakan saja! " kata papa Oscar santai.


"Saya mencintai putri anda.. " kata Len menjeda, menarik nafas panjang. " Saya sedang mengejarnya sekarang! Tak peduli seberat apapun perjuangan saya nanti, saya akan tetap mengejarnya sampai dapat!! saya bukan laki-laki sempurna, bahkan sekarang menghasilkan putra saya tercinta karena kesalahan saya! tapi saya tak akan melakukan hal yang mengecewakan kalian dan Anya, saya sangat mencintai putri anda, dan tolong restu saya untuk mengejar putri anda! " kata Len tanpa berani menatap lawan bicaranya.

__ADS_1


Yang tak sepenuhnya Len berkata jujur, ia tak berani mengatakan bahwa ia pernah menyakiti putri mereka apa lagi pernah menampar nya, Len tau apa yang akan terjadi jika ia mengatakannya, ia tak ingin hal seburuk apapun terjadi dalam hubungannya.


"Bukankah tak masalah, menutupi kebenaran demi kebaikan bersama! " batin Len membenarkan diri sendiri.


"Bagaimana jika wanitamu yang dulu datang dan mengganggu putriku? " tanya papa Oscar dengan kemungkinan nanti.


"Saya tak akan membiarkan itu terjadi, saya akan menjaga orang yang saya cintai walau nyawa yang menjadi taruhannya! " kata Len dengan yakin.


"Apa putramu menerima Anya? " tanya mama Rosa.


"Kau untuk menerima kalian pasti sudah tau jawabannya, bahkan mereka akrab melebihi saya, tapi untuk menjadi mamanya saya belum mengatakannya karena saya masih mengejar Anya saat ini, saya tak ingin memberikan harapan palsu saat Anya nanti tak menerima saya, dan juga karena... emmmm karena...! " kata Len yang ragu mengatakannya.


"Katakan saja!! kenapa ragu seperti itu! " kata papa Oscar meyakinkannya.


"Karena Dante sempat mengatakan akan menikahi Anya saat ia sudah dewasa! " kata Len sedikit malu.


Hahahhahaa hahahahhaa


Suara menggelegar papa Oscar yang menertawakan alasan Len sedangkan mama Rosa hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah pria kecil yang baru ia temui.


" Mama mau tinggal di sini saja, mama penasaran dengan tingkah menggemaskan pria kecil itu pa! " kata mama Oscar yang menghentikan tawa suaminya.


"Tidak jadi, mama mau di sini saja! " kata mama Rosa dengan santai sambil mengambil cake buatan anaknya.


Wajah papa Oscar seketika berubah cemberut yang membuat Len jadi tak enak sendiri, karena permintaan sang anak dan dirinya pastinya membuat konflik kecil di dalam rumah tangga tuan Oscar.


"Bagaimana dengan masalah di sana tuan? " tanya Len mengalihkan topik.


"Sudah ada beberapa yang teratasi, tak sampai 50% ! " jawab papa Oscar yang di angguki Len. "Tidak bekerja hari ini? " tanya papa Oscar balik.


"Tidak, karena saat ini sedang ada tamu, bersamaan hari pertama Dante sekolah, saya tak ingin melewatkan moment seperti ini, tapi sepertinya putri anda yang malah terlihat antusias! " kata Len.


"Makan saja! kerjaannya kalau tidak makan ya tidur! " sindir papa Oscar pada istrinya yang sibuk dengan makanannya.


"Tidak juga, sebentar lagi mama mau momong cucu mama, hanya saya dia masih belajar sekarang! " kata mama Rosa santai membuat Len kaget.


" Jadi mama merestuiku? " tanya Len dengan antusias.


"Sebenarnya mama merestui siapapun pilihan Anya, dan mama memang mengganggap Dante cucuku mulai sekarang! " jawab mama Rosa yang memang sudah jatuh cinta dengan Dante sejak pertama melihat.

__ADS_1


"Terima kasih mama! " kata Len dengan bahagia.


"Ehem, apa tidak bertanya restu ku juga? " kata papa Oscar menyindir.


"tentu saja restu anda juga tuan! itu sangat penting!" kata Len dengan penuh keyakinan.


"Sebenarnya kau mantu idamanku! " kata papa Oscar dengan malu-malu. " Jadi pasti sudah tau jawabannya! " kata papa Oscar lagi.


"Terima kasih tuan, Terima kasih! " kata Len dengan senang sekali.


"Ck, panggil papa saja! aneh jika calon menantuku memanggil tuan! " kata papa Oscar santai.


"Papa! " kata Len dengan canggung tapi mulutnya terus tersenyum. "Anda mau istirahat tuan? saya antarkan! " kata Len dengan senang.


"Itu yang aku tunggu dari tadi! " kata papa Oscar yang membuat malu Len.


" Mari pa, ma!" kata Len mempersilahkan dengan riang gembira.


Bahkan Len sendiri yang menentukan jalan di mana kamar calon mertuanya berada dengan senyuman yang tak pernah pudar, hingga sampai di kamar yang di tuju.


"Silahkan pa, ma! " kata Len mempersilahkan.


Membuat papa Oscar geleng-geleng melihat pria kejam itu sedang jatuh cinta, tak pernah ia berfikir akan sekonyol itu jika di lihat seksama.


Len berjalan menuju ruang belajar putranya setelah mengantarkan calon mertuanya, dengan senyuman yang tak lentur sama sekali, apa lagi melihat pemandangan di depannya.


Dengan Anya yang memangku sayang anaknya, bersabar membantu sang anak dalam proses belajarnya, belum ada niat untuk masuk karena masih betah melihat pemandangan yang membahagiakan calon istri dan putranya.


Len sudah berani mengatakan calon istri karena sudah mengantongi restu dari kedua orang tua gadis kecilnya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2