
"Hiks, hiks!! kenapa aku seperti ini? " ucap Senta pada dirinya sendiri yang menyadari keanehan di tubuhnya, apa lagi harus muntah-muntah di pagi hari, walaupun dia punya riwayat sakit maag tapi tak pernah mengalami hal seperti sekarang.
Tak lama dari itu terdengar suara pintu kamar di buka kembali, dengan Senta yang masih menangis di dalam selimut, tak peduli akan suara pintu atau orangnya sekalipun masuk ke dalam kamarnya.
Carl sendiri yang tadi sempat mengangkat telpon ternyata dari dokternya karena sudah sampai di mansion, tepatnya dokter kejiwaan yang sempat menanganinya dulu dan beberapa hari ini ia kunjungi.
Dua pria dewasa itu sama-sama melihat gundukan besar di balik selimut dengan sang dokter yang tak tau untuk apa ia di perintahkan ke sini, hingga keluar cletukan yang membuat Carl menatap tajam dirinya.
"Separah apa gangguan dalam kejiwaannya? " tanya dokter K(Kejiwaan) sesuai dengan profesinya saat ini.
"Tutup mulutmu!!! kau pikir istriku sama seperti ku??? TIDAK SAMA SEKALI!!! " ucap Carl tegas menjelaskan pada dokter pribadinya itu lalu berjalan ke arah gundukan di balik selimut.
"Oh, jadi ini istrinya??? lalu untuk apa aku di bawa ke sini kalau tak memiliki masalah sama seperti dia?? tidak mungkin dong konsultasi di dalam kamar, apa lagi ada istrinya di sini!!! lalu kenapa aku di panggil ke sini???? " batin dokter K yang bertanya-tanya akan kehadirannya di tengah pengantin baru ini.
"Sayang!!! " ucap lembut Carl pada sang istri dengan mengusap gundukan selimut itu.
Hal itu juga membuyarkan lamunan dokter K, dan dengan seksama memperhatikan pasiennya yang bersikap jauh berbeda dari apa yang ia tahu sebelum-sebelumnya.
"Aku sangat yakin kau akan sembuh total!! " Batin Dokter K terus memperhatikan setiap gerak gerik pasiennya, bukan tanpa alasan ia membatin kalimat itu, karena ia tau sekarang seberapa besar motivasi nya sembuh untuk wanita yang sangat ia cintai.
"Yang??? dokternya sudah datang!!! " ucap Carl berlahan mencoba membuka selimut istrinya dengan sedikit paksaan, tapi sayangnya hal itu sama sekali tak di gubris oleh Senta sambil menahan selimut yang akan di buka oleh nya. " Kau membuat dokter menunggu sayang!!!! " ucapnya lagi yang tak lama mendapatkan reaksi dari sang istri.
Senta yang mendengar ada orang lain yang menunggunya, dengan berlahan membuka selimut dan berlahan terduduk dari tidurnya, dengan sebelumnya sempat mengelap air matanya terlebih dahulu.
Tapi tetap saja Dua pria dewasa itu melihat Senta penuh rasa kasian dengan keadaan matanya yang memerah dengan sisa sisa air mata, hidungnya juga sama memerah, dan rambutnya yang sedikit berantakan, sangat terlihat betapa sedih dan kacaunya Senta hari ini.
"Kenapa membawa dokter ke sini??? aku baik-baik saja sekarang!!! " ucapnya dengan suara kodoknya dari hidung yang tersumbat ingus karena terlalu banyak menangis.
Bukannya menjawab, Carl dengan sigap mengambil tisu dan menempelkan nya pada hidung sang istri.
__ADS_1
"Keluarkan ingusmu, pasti itu sangat tak nyaman bukan??? " tanya Carl yang sudah siap akan tembakan di hidung sang istri.
"No!!!? " tolak Senta untuk mengeluarkan cairan menjijikan itu di depan suami apa lagi orang asing di sekitar mereka.
"Kenapa? cepat keluarkan!!! " perintah Carl penuh penekanan.
"Aku tidak mau!!! " ucap Senta masih menolak.
"Keluarkan sekarang!!! " Carl yang tak mau kalah dengan penolakan istrinya.
"Aku bilang tidak ya tidak!!! kenapa kau seolah selalu berhak akan tubuh dan hidup ku ha??? " bentak Senta yang lagi-lagi tak bisa mengontrol emosinya seperti biasanya.
"Karena aku mengkhawatirkan mu!!! " jawab Carl lebih membentak dari Senta. " Karena aku sangat mencintai mu!! dan jangan lupa, kau adalah istriku tentu saja aku berhak akan segala hidup dan tubuhmu!!! apa kau lupa ha!!! " lanjutnya yang tanpa sadar kembali menyakiti hati istrinya.
Senta seketika diam mendengar ucapan suaminya, sembari mengeluarkan ingus dengan tisu di tangan suaminya dan mencoba sesuatu tenaga untuk tak menangis lagi, walau setetes air mata sempat terjatuh tadi.
"Apa harus bertengkar dulu baru menurut dengan suamimu?? apa aku harus menyakitimu dulu agar kau tak pembangkangan?? aku suamimu Senta!!!! " ucap Carl penuh penekanan dan sedikit meninggikan suaranya walau tak terdengar membentak.
Mendengar suara asing di antara Senta dan Carl, Sepasang suami istri itu seketika menatap sumber suara dan seketika itu juga sadar kalau mereka tak sendiri sekarang.
Senta hanya bisa menunduk menahan tangisan dan rasa malunya harus bertengkar di hadapan orang asing, sedangkan Carl berdiri menjauh sambil menghela nafas panjang untuk menetralkan emosinya tadi.
"Periksa dia!!" ucap Carl pada dokter K.
"eh???" bingung dokter K apa yang harus ia periksa, sedangkan kata Carl tadi istrinya tak memiliki masalah akan kejiwaannya.
" Periksa dia!! tadi istriku sempat muntah-muntah sangat banyak sampai membuatnya lemas, dan ia sempat bilang pusing tadi!!! " kata Carl menjelaskan.
"Anda tau saya dokter apa bukan? " tanya dokter K memastikan kalau Carl tak salah memanggilnya, walau kenyataannya memang salah.
__ADS_1
"Tapi bukan berarti kau tak bisa memeriksa orang sakit bukan? " ucap Carl yang berbalik bertanya.
"I.. iya sih!!! " cicit dokter K membenarkan ucapan pasiennya itu.
Dengan berlahan dokter K melangkah mendekati istri pasiennya untuk memeriksa keadaannya yang ia lakukan sebisanya, karena sebenarnya itu bukan bidangnya memeriksa orang sakit secara fisik.
"Bisa ulurkan pergelangan tangannya nona!! " pinta dokter K yang langsung dilakukan oleh istri pasiennya .
"Nona??? dia istriku!!! kau harusnya memanggilnya nyonya!!! " ucap Carl protes akan panggilan dokter pribadinya.
"Ma... maaf tuan!!! " ucap Dokter K gugup karena salah bicara. " Tapi dia terlalu muda untuk di panggil nyonya!!! " lanjutnya membatin karena ia tak akan berani mengatakannya.
"Lanjutkan!!! " ucap Carl penuh penekanan, dan tatapan tajam karena harus merelakan tangan istrinya di pengang pria lain.
Dokter K kembali fokus pada pergelangan tangan istri pasiennya, memeriksa denyut nadi yang terasa sedikit berbeda, ia samar-samar merasakan ada dua denyut nadi di sana, dan saat itu juga ia mulai menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh istri pasiennya itu.
"Apa anda sempat telat menstruasi nyonya? " tanya dokter K dengan begitu hati-hati.
"Apa maksudmu bertanya seperti itu!!! " marah Carl mendengar pertanyaan sensitif untuk perempuan.
"Saya hanya menduga-duga apa yang terjadi pada istri anda, dan itu salah satu kuncinya!! apa lagi ini bukan ranah saya sebenarnya!!! " ucap dokter K membela diri.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...