
Lain halnya dengan Len yang mengurus wanitanya yang sedang mabuk, sang sahabat Carl duduk di sebuah semoga tak jauh dari resort dengan di temani Senta, karena sang sahabat lebih memilih stay di hotel, apalagi kalau bukan ngebucin karena harus berjauhan dengan pacarnya.
Mereka termenung menatap hamparan laut yang luas, diam sebentar seolah menikmati sejuknya angin yang menerpa tubuh mereka, jarang sekali mereka merasakan hal seperti ini di negaranya.
"Bagaimana dengan pria yang membuatmu patah hati dulu? " tanya Carl
"Entahlah, menghindarinya sejak saat itu, aku juga tak peduli dengan kehidupannya lagi, yang sepertinya tak berpengaruh apapun padanya! " ucap Senta yang masih menatap lautan di depannya.
Namun Carl malah terdiam menatap wajah cantik Senta dari arah samping, seolah tak ingin mengalihkan matanya yang padahal juga ada pemandangan indah di depan mereka, Senta tak menyadari itu, sampai keterdiaman pria itu yang cukup lama membuatnya mengalikan pandangannya ke arah Carl.
Yang membuat mereka saling padang dengan mata mereka mengunci satu sama lain, seolah ada magnet yang menarik Carl untuk mendekat, semakin mendekat ke arah wajah Carl.
Plak...
Satu geplakan di pipi Carl dengan pelan menyadarkan tindakannya barusan.
"Kau kenapa?? " Senta bingung dengan tingkah Carl yang aneh menurutnya.
"Ti... tidak!! ti.. tidak apa-apa! " Carl gugup dan menegakkan kembali tubuhnya dengan segera. "****!! main sosor aja ini mulut! " kesal Carl pada dirinya sendiri.
"Pertunangan tadi sangat romantis! " kata Senta tiba-tiba.
"Kau suka pria romantis? " tanya Carl.
"Suka!! tidak juga tidak apa-apa sih! asal gak nyakitin! " ucap Senta dengan nyengir lucu.
"Kau tau! semua ide ini aku yang buat! " ucap Carl dengan bangga.
"Benarkah??? bagaimana denganmu? " tanya Senta.
"Denganku? apanya yang bagaimana? " bingung Carl.
"Kau membuat ide seromantis ini! tapi bagaimana dengan pasanganmu??? Kau juga seromantis ini kah? " tanya Senta.
"Pasangan?? aku tak punya pasangan!! kalau kau mau kau saja yang jadi pasanganku! " ucap Carl yang membuat Senta tiba-tiba tertawa.
"Hahahhahahaaa!!! kau bohong!! mana ada orang se perfect kamu tak memiliki pasangan!! kau tau, manusia sepertimu, dan pria kembar yang entah namanya itu adalah pria yang sangat mustahil untuk di dapatkan oleh mahasiswi seperti Kami!! " ucap Senta mewakili hati para mahasiswi jika melihat pria tampan dan mapan.
"Apa kau tak sadar secantik apa dirimu!! apalagi masih ori! " pikir Carl bingung dengan jalan pikir wanita di depannya. " Kenapa mustahil? kau akan mendapatkannya dengan berusaha selagi di single! jadi kau berharap menjadi pasanganku?? atau aku sebenarnya menyukaiku? " ucap Carl membuat Senta terdiam seketika.
"Sebenarnya aku menyukai pria kembar yang jarang bicara itu! " ucap Senta yang membuat Carl melotot, dan sedih setelahnya.
__ADS_1
"Benarkah? " kata Carl dengan suara pelan dengan kekecewaan di hatinya, ia juga tak mungkin akan bersaing dengan sahabatnya sendiri nanti.
"Tidak!! aku hanya bercanda!! hahahhaahaaa!! " tawa Senta pecah saat berhasil mengerjai pria di depannya.
"Apa?? kau!! " kesal Carl yang sudah benar-benar sedih tadi, dengan gemas menjewer hidung mancung Senta.
"Akkkkkhhhhhh! " keluh sakit Senta yang langsung di lepas oleh Carl. " sakit tau!!! " lanjutnya.
"Itu balasan karena mengerjai orang seenaknya!! " Carl yang masih kesal.
"Kenapa? kau tak rela kalau pria dingin itu menjadi milikku?? atau kau mau memiliki pria dingin itu sendiri? "
Boom.....
Otak Carl seakan mau meledak dengan jalan pikiran wanita di depannya, yang malah membuatnya semakin kesal dan kesal.
"Kau pikir aku suka pedang- pedangan ha?? Tentu saja tidak! aku masih waras, sangat waras! apa kau tak berfikir masuk akal kalau aku sedih karena kau memilih pria lain di banding aku yang masih normal ini menyukai sahabat pria ku sendiri! " kesal Carl menjelaskan dengan menggebu-gebu.
"Itu malah jauh lebih tak masuk akal! " cicit Senta yang semakin membuat kesal Carl.
"Gemas, gemas aku cium nih! " gereget Carl dengan jawaban Senta.
"Apa? " ucap Senta sedikit menjauh.
Senta mulai menjauh lagi yang membuat Carl malah mendekat, mengulangi hal yang sama sampai Senta memilih berlari menjauh dari bahaya yang mengintai saat ini, yang tentu saja dapat di tangkap dengan mudah oleh Carl.
Cup..
Dan benar, satu kecupan di bibir mereka terjadi setalah Carl membalikkan tubuh Senta dengan cepat yang membuat Senta melototkan matanya, syok mendapatkan serangan tiba-tiba.
"Ih, apa an sih! jangan cium-cium sembarangan! " ucap Senta dengan memukuli badan besar itu dengan penuh kekesalan, yang tak berasa apa-apa di badan Carl.
Carl sendiri hanya membiarkan Senta terus melupakan kekesalannya karena dirinya yang tak bisa mengontrol keinginannya.
"Sudah? " kata Carl enteng melihat Senta yang berhenti memukulinya.
Dengan nafas yang ngos-ngosan, Senta menatap tajam pria yang berani-beraninya mencuri mencium ciuman pertamanya barusan, melangkahkan kakinya pergi dari dermaga, yang tentunya membuat Carl kalang kabut mengejarnya.
"Hei, hei!! mau ke mana? " hadang Carl berdiri di hadapan Senta.
"Tidur! " ucap Senta seadanya.
__ADS_1
"Kau marah?? maaf kalau tadi membuatmu marah! " ucap Carl menatap wajah gadis yang juga menatapnya.
"Apa kau melakukan hal seperti ini setiap bertemu wanita! " ucap Senta menatap tajam Carl.
"Ti.. tidak!! hanya denganmu tidak dengan wanita lain! " sangkal Carl yang membuat Senta mengerti sekarang.
Ia sadar pria di depannya memiliki perasaan lebih padanya, tapi hatinya juga tak bisa di paksa memiliki perasaan yang sama saat pertemuan ketiga kali mereka.
"Bisakah hargai aku seperti wanita terhormat!! Aku akan lebih nyaman berada di dekatmu jika kau melakukannya! " ucap Senta mencoba mengerti pria dewasa di depannya walau ciuman pertamanya sudah hilang.
"Emmm!! maaf, aku akan memperbaiki sikapku! aku akan membuatmu nyaman berada di dekatmu!! maafkan aku! " Ucap Carl sedikitnya mulai tau cara dia bersikap. "Kau cocok di jadikan istri! " batin Carl melihat kepribadian Senta.
"Ya! itu jauh lebih baik! " ucap Senta mencoba memaafkan Carl. " Ayo kembali ke hotel! " lanjutnya.
"Tidak, tunggu di sini sebentar saja! " kata Carl yang ingin lebih lama berdua dengan Senta. " Apa masih ada pria itu di hatimu? " tanya Carl dengan wajah serius, yang tentunya menyangkut perasaannya ke depan.
"Tidak!! dia belum masuk terlalu dalam jadi tak terlalu sulit untuk mengeluarkannya kembali! apa lagi di ajak liburan seperti ini! " jujur Senta.
"Itu keputusan yang tepat! " ucap Carl berpendapat demi kelangsungan hubungannya nanti.
"Bagaimana dengan mu? Masih berhubungan dengan masa lalumu kah? " tanya Senta.
"Tidak!! Aku akan menyelesaikan detik itu juga, dan tak akan menoleh kebelakang, jadi tak ada masa lalu di sekitar hidupku! " ucap Carl mantap.
"Itu keputusan yang tepat! " ucap Senta yang mengikuti ucapan Carl tadi.
"Tentu! mereka hanya akan menjadi penghambat kedepannya! " ucap Carl lagi. " Kita kembali ke hotel ! sepertinya langit sudah mulai malam! " ucap Carl berniat mengantarkan Senta ke kamar hotelnya.
"iya! " jawab Senta.
Mereka berjalan beriringan di sebuah dermaga di gelapnya malam, orang yang melihat pasti akan merasa mereka adalah sepasang kekasih, dengan tak ada ke canggungan Senta dan Carl bercanda sampai ke tempat tujuan mereka
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...