
"Lakukan atau aku akan membawa istriku ke istana!!! " ancam papa Will tak memberikan keringanan pada putranya meski sudah di buat babak belur tadi.
Karena jika ia membawa Senta otomatis Carl akan ikut, dan putra pertamanya itu paling tak mau jika berurusan dengan Kerajaan, karena merasa tak memiliki kebebasan apa lagi tak ada darah bangsawan di dalam dirinya, yang terkadang menjadi masalah di dalam keluarga kerajaan.
Mendengar ancaman mematikan papanya, mau tak mau dan dengan segala keterpaksaan ia melakukan hukuman yang baru saja papanya ucapkan, apa lagi hukuman yang di berikan adalah salah satu olahraganya sehari-hari hanya jumlahnya yang sedikit membuatnya keberatan.
*****
Kembali pada mama Anne yang sedang sibuk mendandani putri barunya dengan senyuman yang tak pernah luntur, tapi saat mengingat apa yang di lakukan putranya pada wanita di depannya ini, senyuman bahagia tadi tiba-tiba hilang, bukan niat mama Anne melupakan masalah besar ini, hanya saja kebahagiaan saat mendapatkan menantu idaman seperti Senta membuatnya sedikit lupa akan hal itu.
Yang tanpa mama Anne sadari, Senta menangkap ekspresi mama mertuanya yang tiba-tiba berubah sedih.
"Apa tadi ucapanku ada yang salah?? sikapku mungkin!!! " batin Senta mengoreksi tingkah laku dan ucapannya sedari awal berbicara dengan mama mertuanya.
"Maafkan putra mama!!! " ucap mama Anna menjawab kebingungan Senta tadi.
Melihat tatapan sedih seorang ibu, tentu saja Senta tak tega, dengan berlahan ia menggenggam tangan wanita paruh baya itu dan tersenyum tulus menatapnya.
"Apa mama juga ikut merencanakan semua apa yang di lakukan putra mama? " tanya Senta dengan hati-hati tapi ia sangat yakin wanita hebat di depannya tak akan melakukan hal seperti yang ia ucapannya, karena ia hanya berniat memancing mama mertuanya itu.
__ADS_1
"Ti.. tidak, mama tidak akan menyuruh putra mama melakukan hal keji seperti itu, apa lagi pada gadis yang sangat baik sepertimu, mama juga syok saat Carl mengatakan sendiri pada mama, bahakan sampai sekarang mama tak mau bicara pada putra mama yang nakal itu saat tau dia melakukan hal seperti itu padamu nak!!! " ucap mama Anne membela dirinya, karena takut menantu kesayangannya itu berfikir macam-macam dengannya, yang pastinya akan berpengaruh pada keharmonisan keluarga besarnya nanti .
"Lalu kenapa mama Minta maaf? mama tak salah apapun di sini, putra mama itu sudah besar, tau mana yang baik dan benar, mana yang bisa di lakukan dan tidak bisa ia lakukan! dia yang harus dan wajib meminta maaf bukan mama!!! " ucap Senta tulus menatap lembut mertuanya dengan air mata yang mulai menggenang.
"Hiks, hiks!! tapi anak mama, dia putra mama yang sudah menghancurkan masa depanmu!! maafkan anak mama sayang!!! " kata mama Anne dengan tangisannya yang sudah pecah.
Senta yang gak tega langsung berdiri membalikkan badannya dan memeluk tubuh yang gemetar karena menangis, rasa marahnya yang sedikit mereda pada suaminya kembali muncul saat melihat seorang ibu yang begitu baik harus menangis karena ulah anaknya, ingin rasanya ia menjambak rambut Carl sampai botak untuk melampiaskan amarahnya.
"Dia memang putra mama, tapi dia sudah dewasa, biarkan dia menanggung semua perbuatannya sendiri ma, cukup nasehati putra mama yang nakal itu, selebihnya biarkan dia menyelesaikan sendiri, mama masih punya Mark yang menjadi tanggung jawab penuh mama, biarkan saja putra mama yang satu itu!! tak perlu minta maaf atau merasa bersalah, karena mama memang tak perlu memikirkan itu ma!!! " ucap Senta mencoba memberikan pengertian pada mertuanya agar tak merasa bersalah akan perbuatan putra pertamanya.
"Tapi... tapi kau tersakiti di sini!! dia pria yang terlahir dari perut wanita ini, hiks, hiks!! mama juga takut kau akan marah pada mama walau hanya sedikit, mama Minta maaf sayang!!! " kata mama Anne yang masih merasa tak enak.
"Mama!!!! Senta tak marah sedikitpun pada mama, karena Senta yakin mama orang yang baik dan akan mendidik putra mama dengan baik tentunya, semua murni karena kesalahan Carl saja ma, dan putri baru mama ini bukan orang bodoh yang akan menyalahkan semua pada orang tak tidak tepat!!! jangan pikirkan apapun, cukup mama bahagia dan banyak- banyak sayang dengan senta!!! " ucap Senta dengan masih memeluk tubuh mama mertuanya.
"Semoga ma!!! " jawab Senta tanpa menyanggupi. " Udah jangan nangis lagi, hari ini bukannya kita akan bersenang-senang!! sudah cukup nangisnya ma! semua akan baik-baik saja, jangan berfikir apapun ma!!! " lanjutnya sembari mengelap sisa-sisa air mata di wajah mama mertuanya.
"Iya!!! " jawab mama Anne walau sesekali masih sesenggukan. " Apa kamu sudah memaafkan putra mama? " tanya mama Anne yang ingin tau tentang hubungan anaknya yang sebenarnya, walaupun sebenarnya ia sudah tau dengan jawaban pertanyaannya, hanya saja ia ingin mendengar langsung dari mulut menantunya, dan mendukung semua keputusan wanita malang itu.
"Belum!! " jawab Senta dengan menggeleng lemah, "maaf ma, tapi rasa kecewa, sakit hati, dan marah di hati Senta sedikitpun belum memudar!! dan mungkin Senta juga akan sedikit memberikan pelajaran pada putra nakal mama, agar tak semena-mena lagi dengan Senta!!! " ucap Senta dengan menundukkan wajahnya, takut akan respon mama pria yang ia bicarakan.
__ADS_1
"Kenapa kamu yang jadi minta maaf, itu hakmu sayang!! mama akan mendukung setiap tindakanmu nanti, mama berada di pihak mu bahkan kalau kau butuh bantuan untuk memberikan pelajaran pada anak nakal itu pasti mama akan membantumu!!! " ucap mama Anne yang semangat membara sampai melupakan keadaannya beberapa detik lalu yang dipenuhi air mata dan ingus.
"Terimakasih banyak ma, tapi pria kejam itu kan putra mama, apa mama tidak kasihan??!!" ucap Senta yang sedikit ragu.
"Biarkan saja, toh dia sudah dewasa kan, biarkan dia menanggung kesalahannya sendiri!!! " ucap mama Anne yang mengcopy ucapan menantunya tadi.
"Mama!!!! " ucap Senta dengan sedikit merengek memeluk tubuh mama Anne lagi yang tentu saja berbalas. "Sayang mama banyak-banyak!!! " lanjutnya.
"Mama juga!!! " ucap mama Anne yang tak mau kalah dan memeluk tubuh menantunya jauh lebih erat.
Yang tanpa mereka sadari, sedari awal pembicaraan mereka ada dua pasang mata mengintip dari balik pintu yang sengaja di buka sedikit, siapa lagi kalau bukan papa dan anak yang tadi berada di ruang basement, dengan papa Will berniat menemui istri tercintanya, dan carl yang juga mau menemui istri tercintanya sembari membersihkan tubuhnya, yang sebelumnya bertemu dengan Anya, Len dan yang lainnya hingga tau di mana keberadaan istri-istri tercinta mereka.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...