Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Senta


__ADS_3

Lain hal nya dengan Anya yang sedang bahagia dengan cintanya, Senta sang sahabat duduk termenung memikirkan nasib cintanya yang pasti sudah tak terbalas, wanita itu sedang menunggu pria ia cinta di sebuah cafe tak jauh dari club Rose.


Senta memutuskan untuk mengatakan perasaannya dan tak berharap akan di balas, ia berniat ingin mengubur dalam-dalam perasaan cintanya setelah ia mengungkapkan pada pria itu, apa lagi setelah kejadian kemarin di club saat ia memberikan hadiah pada pria itu.


Flashback on


Di club Rose Senta berjalan dengan riang sambil membawa hadiah untuk pria yang selama ini diam-diam ia cintai, karena cinta butanya itu membuatnya sempat bertentangan dengan sang sahabat.


Senta memang buta, buta akan fakta yang bahkan ia lihat setiap saat siapa dan seperti apa pria yang benar-benar ia cintai.


Dan benar saja, pria incarannya sedang duduk bersenang-senang dengan beberapa wanita penghuni club, hatinya sebenernya sakit melihat pemandangan tak jauh darinya, tapi bukankah itu resiko mencintai pria playboy itu.


"Riky! " panggil Senta pada pria yang ia tuju.


"Ya, ada apa mencariku tadi? " tanya Riky yang masih asik dengan wanita yang mendampinginya.


"Bisa bicara berdua saja? " tanya Senta tanpa mempedulikan rasa sakit hatinya.


" Kenapa harus berdua sih!! biasanya juga biasa kalau ada mereka! " kata Riky tak mau mengabulkan permintaan Senta.


"Emmm... a.. aku mau kasih ini! " tanya Senta sambil memberikan paper bag di tangannya. "Di pakai ya! " kata Senta gugup harus di tonton beberapa orang.


"Wih, ada acara apa ini?? sepertinya hari ini bukan hari ulang tahunku! " kata Riky dengan tawa kecil yang ikut tersenyum juga.


"Widih, apa ini?? sepertinya bagus!! " kata salah satu teman pria Riky melihat paper bag mahal di tangan temannya.


"Mau?? ambil saja! " kata Riky dengan mudahnya memberikan hadiah yang Senta berikan padanya, seolah tak menghargai orang di depannya. Yang seketika membuat senyum Senta hilang, hatinya terasa di cubit tangan hulk melihat paper bag nya akan berpindah tangan.


"Oh, thanks bro! " kata teman Riky langsung mengambil paper bag itu.


"Ya! " jawab singkat Riky. Lalu menatap Senta yang masih berdiri sedari tadi, tapi memperlihatkan wajah sedih yang tak bisa di tutupi. " Sini duduk! " pinta Riky sebagai temannya akhir-akhir ini.


"Tidak!! Aku duluan! " kata Senta pergi tanpa mendengar jawaban riky.


"Dia kenapa? " bingung salah satu wanita yang mendampinginya sambil menatap sinis sedari tadi.


"Entah lah!! biarkan saja lah!! " jawab Riky yang sebenarnya ada keresahan di hatinya. "Kau kenapa aneh akhir-akhir ini!! Tunggu!!! hadiah tadi!!! oh ****!! " batin Riky yang menyesali tindakannya dengan keadaan setengah mabuk.


Flashback off


Mengingat apa yang terjadi di club kemarin, membuat Senta sadar tak ada harapan cintanya untuk pria seperti Riky, dengan pemberiannya saja Riky tak menghargainya apa lagi saat mereka bersama nanti, dengan Senta yang mutus kan untuk mengubur dalam-dalam perasaan nya, dan lebih mendengar nasehat sahabatnya yang pasti akan memberikan yang terbaik untuknya.


Cukup lama Senta menunggu, akhirnya pria sedari tadi ia tunggu muncul juga, menatap tegang pria yang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Hey!! kenapa ngajak di cafe gak sekalian di club aja! " kata Riky yang sudah duduk di depannya.


"Tidak!! aku mau ngomong serius, dan club bukan tempat yang tepat!! hanya sebentar kok! " kata Senta.


"hihihihihiii!!! serius apa sih!!! jangan serius-serius! " canda Riky.


"Kau pernah jatuh cinta yang sebenarnya? " tanya Senta menatap dalam pria di depannya.


"Te.. tentu saja pernah! " Riky gugup ditatap begitu intens oleh Senta. " Baru sadar kalau ini anak cantik juga! " batin Riky.


"Dengan siapa? " tanya lagi.


"Dia cinta di SMA ku!! kau tau siapa dia!! bahkan dia tak menganggapku, yang pada akhirnya membuatku seperti sekarang!! mencari pelarian!!! " jawab Riky dengan sedikit curhat.


Senta terdiam mendengar perkataan Riky, ia tau siapa yang Riky maksud yaitu sahabatnya Anya yang dulu selalu di kejar-kejar oleh Riky yang bahkan banyak pria lainnya.


"Dia masih ada di hatimu? " tanya senta lagi.


"Mungkin!!! tapi sekarang aku lebih nyaman dengan duniaku!! " jawab Riky jujur. " Dan denganmu mungkin!!" lanjut Riky dalam hati, Yang tentunya di angguki Senta. " Kau meminta bertemu sebenarnya ingin mengatakan ini? " tanya Riky balik.


"Tidak!! bukan ini.....! " kata Senta menggantung


"Lalu? " tanya Riky karena Senta menjeda cukup lama kalimatnya.


Pengakuan Senta yang membuat Riky terdiam, apa rasa nyamannya di balas dengan hal lebih oleh Senta, bolehkan Riky bahagia sedangkan Senta tak mengharapkan balasannya, Riky mulai berfikir apa karena perilakunya selama ini yang membuat Senta berfikir seperti itu.


"ja.. jangan terbebani dengan kata-kata ku!! lu.. lupakan saja!!! " kata Senta yang sebenarnya sakit mengatakannya.


"Berapa lama? " tanya Riky.


"Lumayan lama!! sejak 3 hari pertama kita sering main bareng!! ".


" Apa ya... "


"Sayang!!! " panggil seorang wanita memotong perkataan Riky dan tak lupa mencium bibirnya sekilas.


Yang tentu saja membuat Senta menutup matanya dari pada melihat adegan di depannya, dan seketika ada ribuan ton besi yang menghantam hatinya.


"Sen... Senta!! i.. ini... ini!..." bingung Riky seperti seorang kekasih yang ketahuan selingkuh.


"Oh, kau membawa pacarmu!! kalau begitu aku pergi dulu!! bye!! " kata Senta tersenyum dengan kesakitannya.


"Senta!! tunggu sebentar... sen.. " panggil Riky yang sama sekali tak di dengar, ingin mengejar pun di tahan oleh wanita yang pastinya bukan pacarnya.

__ADS_1


Senta terus berjalan meninggalkan dua sejoli yang entah berdebat tentang apa, melakukan mobilnya ke tempat yang menurutnya dapat menenangkan hatinya untuk sebentar.


Senta memilih sebuah danau buatan untuk menenangkan pikirannya, menatap damai air yang begitu tenang, tapi tanpa ia sadari air matanya jatuh dengan sendirinya.


"hiks... hiks..!! aku harusnya mendengarkan perkataanmu kemarin Anya!! Kan jadi sakit sekarang!!! huhuhuhhuuuu!!! "


Tangis Senta sendiri di tepian danau, cukup lama ia menangisi sakit hatinya, sampai suara pria yang tak di kenal menghentikan tangisannya.


"Aku kira hantu!! malam-malam di tempat sepi, di bawah pohon pula tiba-tiba ada suara wanita menangis!! " kata pria berdiri di sebelah Senta.


Yang otomatis membuat Senta menatap orang yang berbicara dengannya, mengerutkan dahinya yang memang tak tau siapa pria di sampingnya, hanya saja ia familiar dengan wajah pria itu.


"Ada yang perlu saya bantu paman? " tanya Senta dengan sopan sambil menghapus air mata yang tertinggal.


"Paman?? Setua itukah aku!! " protes pria asing itu.


"Ma.. maaf ka.. kakak!! " jawab Senta yang bingung.


"Wah, Wah ternyata aku masih terlihat sangat muda!! " kata pria asing dengan senyum kecilnya.


"Dih, mau dia apa sih!!! om om gak jelas!!! " batin Senta yang mulai merasa tak nyaman. " saya permisi dulu! " kata senta yang akan beranjak pergi tadi dicegah oleh pria asing.


"Kau tak ingat aku? " tanya pria asing.


Senta membalikkan badannya kembali menatap pria asing itu sembari melepas tangan yang lancang memegangnya. Menatap lekat pria yang seolah mengenalnya sementara ia tak merasa mengenal pria itu.


"Maaf! " sopan pria asing yang tak sengaja memegang tangan senta. " Aku guru pengawas yang membantu membawa temanmu ke ruang UKS dulu saat dia pingsan! " kata pria asing itu memperkenalkan dirinya.


Sedangkan Senta yang sangat ingat dengan kejadian itu menatap terkejut pria di depannya, mengamati wajah yang sempat familiar di ingatannya dan ia tau sekarang siapa pria di depannya, yang sayangnya ia juga tak tau siapa nama pria yang menolong temannya dulu.


.


.


.


Ada yang ingat?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2