
Di sebuah apartemen mewah lantai paling atas milik Carl, ia berlutut di depan Senta dengan sang gadis duduk di atas ranjang miliknya, sesekali meletakkan kepalanya di pangkuannya, yang sebelumnya Carl memaksa sang gadis untuk masuk ke dalam kamarnya tak lupa mengunci pintunya kembali.
Carl memang sempat marah dan gelap mata dengan ucapan Senta yang jijik dengannya, berniat membuat wanita di depannya itu menyesal dengan apa yang ia katakan sebelumnya .
Tapi niatnya itu terurungkan saat melihat wajah ketakutan dan kecewa di wajah Senta untuk pertama kalinya, gadis yang berani akan segala hal itu berubah ketakutan dengan paksaannya, yang tentu saja membuat Carl sadar jika apa yang akan di lakukannya nanti malah akan menimbulkan masalah baru untuknya, atau malah wanita yang ia cintai itu benar-benar akan meninggalkannya.
Dengan berlahan Carl mendudukkan Senta di atas kasurnya, walau dengan susah payah karena berontakan Senta, Carl berusaha dengan keras sampai Senta benar-benar duduk di atas ranjangnya.
Tanpa Senta duga, Carl tiba-tiba berlutut di hadapannya dengan mata yang mulai berair, yang tentu sangat tidak sesuai dengan apa yang di pikirkan Senta, apalagi ia baru tau sebejat apa pria di depannya, sampai-sampai membuatnya ketakutan tadi.
"Tolong, jangan tinggalkan aku, aku mohon beri aku kesempatan kalau aku berubah! aku mohon! " ucap Carl memelas .
"Aku bahkan tak yakin orang sepertimu bisa di ajak komitmen! apa lagi dengan kebutuhan biologismu yang terbiasa terpenuhi! sedangkan aku? aku tak akan melakukannya tanpa ada tali pernikahan di antara kita! " ucap Senta dengan serius, mengenyampingkan rasa sakitnya untuk memberikan pengertian pada pria yang sangat merepotkan untuknya.
"Aku bisa! aku mau berkomitmen denganmu, sangat mau dan sangat bisa! aku bisa tanpa melakukan itu lagi! maafkan aku, tolong beri aku kesempatan! aku hanya memiliki cintamu di dunia ini, kau duniaku, kau yang membuat keseharianku lebih hidup, aku memiliki tujuan hidup sekarang karenamu, kau segalanya untukku, aku bahkan berniat meninggalkan kebiasaan burukku demi kamu! hiks, hiks!! aku mohon Senta!! hiks, hiks! " ucap Carl mulai menangis.
Carl menyesal tak berubah dari awal dekat dengan Anya, dan saat dia ingin memulainya semua menjadi terlambat karena kebodohannya.
"Kau sendiri yang memintaku untuk menyakinkan hatiku untukmu, tapi kau sendirilah yang menghancurkan segalanya saat aku sudah mulai yakin padamu! apa kau pikir aku akan percaya sepenuhnya padamu setelah ini? tentu saja tidak, bukan hanya aku! wanita di luaran sana pasti akan berfikir sama denganku! jadi carilah wanita yang nanti akan bisa percaya sepenuhnya padamu, tapi bukan aku tentunya! karena aku sudah berhenti untuk meyakinkan hatiku!" ucap Senta dengan mantap walau tak rela di hatinya.
Senta yang berniat beranjak dari duduknya, Tiba-tiba di tahan oleh Carl dengan memeluk perutnya dalam keadaan kaki yang masih berlutut di hadapannya.
__ADS_1
"Hiks, hiks! jangan! jangan katakan itu, aku mohon jangan katakan lagi hiks, hiks! aku salah, sangat salah, jangan berhenti menyakinkan hatimu, aku akan melakukan apapun yang kamu mau asal jangan tinggalkan aku, maafkan aku! maaf hiks, hiks!! " ucap Carl yang semakin tak bisa membendung air matanya.
"Huuuffttt! " senta menarik nafas panjang menetralkan rasa sesaknya, apa lagi mendengar tangisan pilu pria yang tak mau ia tinggalkan, ada rasa tak tega di hatinya yang mulai membuat sedikit goyah akan keputusannya barusan. "Lepaskan aku sekarang! aku mau pulang! " ucap Senta walau hatinya ada gegoyahan.
"Hiks, hiks! Tidakkkk!!!! aku harus apa agar kau memaafkan ku, aku pasti akan melakukannya, maaf, maaf, jangan tinggalkan aku, maaf! hiks,hiks, hiks,!!" ucap Carl lagi.
"Kau tau, aku bahkan bertanya kepada Anya apa yang harus aku lakukan sebelum aku mengatakan keputusanku, dan Anya dengan yakin mengatakan kau pria yang baik sampai sempat menyakinkan ku untuk menerimamu! Tapi apa yang aku dapat? belum apa-apa sudah merasakan sakit yang luar biasa! " ucap sedih Senta dan berusaha keras tak mengeluarkan air matanya.
"Aku tau kau sudah mencintaiku! tolong berikan aku kesempatan lagi! aku mohon! hiks, hiks! " ucap Carl yang terus memohon.
"Tentu saja kau tau! kau sangat tau itu karena aku menunjukkan dengan jelas rasa sakit yang kau torehkan untukku! hiks!! " ucap Senta tak bisa membendung tangisannya, tapi dengan segera ia hapus.
Karena merasa semakin kasihan, Senta berlahan mengelus kepala yang ada di pangkuannya itu, menenangkan dengan senyuman tangannya, tanpa ia sadari malah membuat Carl semakin nyaman dan tak ingin melepaskan dirinya.
Cukup lama senta mengelus elus kepala Carl sampai tak terdengar lagi suara isakan tangis dari pria di pangkuannya.
"Sudah? " tanya Senta dengan Carl yang mulai mendongakkan wajahnya menatap wajah ayu gadis yang ia sakiti itu.
"Sudah! " jawab Carl.
Dengan telaten Senta menghapus air mata yang tersisa di pipi Carl, bahkan ia bisa melihat mata indah yang memerah karena terlalu banyak menangis, mengangkat pahu pria itu untuk mengkode agar Carl duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Kau bisa memulai hidupmu kembali setelah ini, mencari wanita yang seratus persen benar-benar mempercayaimu, tapi kau harus berusaha berubah dengan kebiasaan buruk mu itu, karena kebiasaan buruk mu itu adalah faktor besar rusaknya hubungan yang akan kau jalin! " ucap Senta menatap dalam pria yang sudah mengisi hatinya.
"Kenapa? kenapa masih mau meninggalkanku? aku berniat berubah dan berkomitmen padamu, hanya pada mu, yang bahkan belum menjawab semua kata-kata cintaku selama ini! kenapa kau membuatku seolah seperti pria berselingkuh saat kita belum memiliki hubungan apapun! kenapa Senta? " ucap Carl yang mulai habis kesabaran.
Senta terdiam dengan fakta yang baru saja ia ingat, pikirannya membenarkan ucapan Carl, tak ada istilah selingkuh di antara mereka karena memang tak memiliki hubungan apapun, tapi bukankah pria di depannya ini beberapa kali mengatakan cinta padanya tapi malah meniduri para wanita malam di luar sana, Senta benar-benar berfikir selama ini hanya sebuah lelucon saja bagi Carl.
"Apa ucapanmu selama ini hanya lelucon? mengatakannya cinta dengan mudah dan disisi lain meniduri wanita lain dengan MUDAH! dengan mudahnya mengatakan untuk menyakinkan hatiku! tapi apa yang harus ku yakin kan sekarang? Bagaimana aku mengukur kesetiaan calon pasanganku kalau dia diam-diam meniduri wanita lain, padahal aku yang jelas-jelas kau berikan harapan ini benar-benar meyakinkan hatiku! lelucon mu itu membuatku sakit kau tau! " ucap senta dengan pilu.
Carl yang melihat Senta masih menolaknya itu, kembali duduk bersudut di kepan gadisnya seperti di awal, ingin rasanya ia gelam mata yang pada akhirnya membuat Senta tak bisa meninggalkannya lagi kalau perlu sampai hamil sekali pun, tapi resiko yang ia dapat membuat Carl menciut lebih dulu, tapi jika Senta terus-terusan menolaknya kemungkinan itu bisa terjadi nantinya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1