
2 minggu Berlalu
Selama itu hubungan Carl dan Senta masih belum ada perbuatan menjadi lebih baik.
Tentu saja Carl berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki segala, dalam dua minggu ini ia juga melakukan banyak hal untuk mengembalikan cintanya seperti semua.
Sedangkan Senta memilih menyikapi dengan santai tanpa memperlihatkan sikap damainya, walaupun begitu ia tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri kecuali urusan ranjang, karena ada sedikit rasa ketakutan di hatinya setelah kejadian pemaksaan yang dulu terjadi kepadanya.
Keluarga besar Carl juga sudah kembali ke negara mereka satu minggu yang lalu karena tugas mereka yang tak bisa di tinggalkan, dan selama seminggu itu juga mama Anne tak menunjukkan perdamaian dengan sang anak, memilih fokus pada anak keduanya dan menantu barunya, bahkan menganggap Carl tak ada.
Selama Dua minggu hidup bersama, mereka melakukan aktifitas yang sama seperti sebelum mereka menikah, seperti kuliah untuk Senta, dan mengajar untuk Carl.
Tapi pagi ini entah kenapa badan Senta terasa lemas, dan merasakan mual saat bangun tidur, hal itu benar-benar ia tahan sampai puncaknya saat sang suami berjalan ke arahnya untuk membantunya membereskan tempat tidur mereka seperti hari-hari sebelumnya, Senta langsung berlari ke arah kamar mandi karena sudah tak bisa menahan apa yang akan keluar dari mulutnya.
Hoek, hoek, hoek, hoek...
Suara mudahan Senta membuat Carl yang tadi bingung dengan sikap istrinya, seketika khawatir dengan berlari ke arah kamar mandi menghampiri Senta tanpa rasa jijik sedikitpun.
"Jangan mendekat!!! " cegah Senta sadar akan kehadiran suaminya saat sebelum Carl benar-benar mendekatinya, tapi sepertinya sang suami tak mempedulikan ucapannya dengan terus berjalan ke arahnya. " Ini menjijikkan! " lanjut Senta tapi tetap saja tak di pedulikan.
Dengan begitu lembut dan sedikit penekanan, Carl memijit tengkuk leher senta dengan wajah penuh dengan kekhawatiran.
"Kamu kenapa? apa ada yang pusing? atau sakit?? di mana sayang??? katakan padaku!!! " ucap Carl masih dalam keadaan khawatir .
Hoek, Hoek....
Sayangnya kehadiran Carl yang begitu dekat dengan Senta, membuat wanita yang berjongkok di closed itu kembali mengeluarkan isi di perutnya, bahkan sampai tak ada lagi yang bisa di keluarkan di perutnya, tapi rasa mual dan muntah terus saja terjadi.
"Hei, hei, apa yang terjadi??? astaga!!!! kita ke dokter sekarang ya!!! ada apa dengan dirimu sayang!!! " ucap Carl yang semakin khawatir dan panik saat semakin menjadi-jadi istrinya muntah.
"Bau parfum mu membuatku mual!!! ganti bajumu, atau kau jauh-jauh dariku!!! " ucap Senta dengan sekuat tenaga, karena tubuhnya sangat lemas setelah memuntahkan isi perutnya tanpa tersisa.
__ADS_1
Ucapan Senta tadi tentu saja membuat Carl bingung, karena selama ini sang istri tak pernah peduli ia menggunakan parfum apapun, bahkan hari ini ia memakai parfum yang sangat di sukai Senta saat mereka dekat dulu.
"Apa maksudmu sayang? " tanya Carl yang masih tak tau dengan jalan pikiran istrinya.
"Ck, menjauh!!! bau parfum mu..... "
Hoek, hoek, hoek.....
Senta kembali muntah sampai cairan asam yang terasa sangat pahit keluar dari perutnya sangking tak ada lagi yang harus di keluarkan, rasanya begitu menyiksa bagi Senta, entah apa yang terjadi pada tubuhnya hari ini, padahal ia juga sangat menjaga pola makan dan olah raga cukup.
"Aku mohon!!! " ucap Senta dengan lemas menatap sang Suami.
"Ok, aku akan ganti baju!!! tunggu di sini sebenar oke!!! " ucap Carl mengalah walau masih ada rasa bingung di pikirannya.
Dengan tergesa-gesa Carl menganti pakainya tanpa menggunakan parfum juga tak peduli akan pekerjaannya pagi ini, karena di otaknya hanya ada Senta, Senta, Senta yang sedang tak baik-baik saja hari ini.
Tak butuh waktu 2 menit Carl kembali lagi ke kamar mandi menemui istrinya, saat di ambang pintu ia masih melihat Senta yang duduk seperti terakhir ia meninggalkannya, kembali dengan wajah yang penuh khawatir, Carl dengan langkah seribu semakin mendekat ke arah sang istri.
"Aku mau istirahat saja!!! " ucap Senta yang merasa tak mulai lagi, karena tak mencium bau parfum Carl yang tadi.
"Istirahat saja apanya??? lihatlah tubuhmu?? kita harus ke dokter sekarang, aku tak mau terjadi apa-apa padamu, bagaimana kalau ada penyakit serius yang harus cepat di tangani?? jangan membantah ku saat ini, kita ke rumah sakit sekarang!!! " kata Carl yang mengomel sembari memberi sahkan mulut istrinya dari sisa sisa muntahan tanpa rasa jijik sedikitpun.
Hiks, hiks, hiks..
Saat Carl akan menggendong tubuh istrinya, terdengar isakan kecil yang ia sangat tau sumbernya dari mana.
"Hiks, hiks!!! aku hanya mau istirahat, hiks!!!! " ucap Senta dengan tangisannya.
Entah kenapa Senta merasa emosinya mudah berubah-ubah karena hal-hal kecil, seperti sekarang ia menangis hanya karena mendengar ucapan suaminya, hatinya terasa sedih dan air matanya tak bisa ia kontrol saat mendengar paksaan dari Carl.
"Astaga!! ada apa denganmu?? kenapa Senta ku yang kuat jadi cengeng seperti ini??? pada ada yang membuatmu sakit?? " bingung Carl sambil membawa tubuh istrinya ke ranjang yang sempat mereka rapikan tadi. " Kenapa harus sampai menangis seperti ini sayang?? " lanjut tanya Carl .
__ADS_1
"Hiks, hiks!!! a... ku tidak mau ke dokter, a.. aku hanya mau istirahat Sa... saja!!! hiks!!! " ucap Senta terbata-bata.
"Oke kalau begitu!! tapi kenapa harus dengan menangis seperi ini?? apa kau merasakan sakit??? " tanya Carl dengan lembut sembari merebahkan tubuhnya dan sang istri di ranjang.
Tapi sayangnya Senta hanya menjawab dengan gelengan kepala dengan air mata yang masih mengalir.
"Kenapa masih menangis?? kan sudah tak ke dokter!! kenapa hm? apa ada masalah? " tanya Carl yang tak mendapatkan jawaban tadi.
"Hiks, aku juga tak tau kenapa aku jadi berlebihan seperti ini, hiks hiks!! air matanya keluar dengan sendirinya!!! " ucap Senta terdengar seperti anak kecil.
Carl yang melihat itu, berlahan memeluk tubuh istrinya dari samping, mencoba meredakan tangisan istrinya di atas kebingungan nya.
"Apa masih merasa mual? " tanya Carl yang memilih mempertanyakan keadaan istrinya secara fisik, dari pada perasaan Senta yang sangat membingungkan untuknya.
"Hiks, hiks!!! sedikit!!! " jawab Senta yang juga membalas pelukan suaminya, karena entah kenapa ia merasakan mualnya sedikit lebih baik saat mencium bau tubuh alami suaminya.
"Apa pusing?? perutnya sakit??? " tanya Carl lagi.
"Hanya pusing!! perut tidak!!! " jawab Senta dengan tangisan yang juga sedikit mereda.
"Mau makan sekarang??? atau mau makan sesuatu hm?? " tanya Carl sang semakin melembutkan ucapannya, apa lagi ia tau perut istrinya pasti kosong setelah muntah tadi.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...