Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Masih Saling Mencintai


__ADS_3

Sedangkan di ruang perawatan Senta, gadis yang sedang tak baik-baik saja itu justru begitu mengkhawatirkan keadaan mantan kekasih nya dengan wajah yang hampir di penuhi oleh darah, tapi anehnya mantannya itu tak terlihat kesakitan sama sekali membuat Senta semakin khawatir dibuatnya.


Sebenarnya ada rasa terimakasih Senta apa Anya karena telah memberikan pelajaran pada pria yang sudah merenggut kesuciannya itu, tapi saat melihat wajah yang tak berdaya itu, rasa tak tega mulai ia rasakan karena masih ada cinta besar di dalam hatinya.


"Kau tak apa? " tanya Senta pada sang mantan kekasih karena sedari tadi tak ada kata yang terucap dari bibirnya. " Panggil dokter untuk mengobati lukamu! " saran nya sambil menunjukkan tombol kecil untuk memanggil dokter jika dalam ke adaan darurat.


"Tak apa sayang!!! " jawab Carl tersenyum manis dengan darah yang masih mengalir di hidung dan bibirnya.


"Tak apa apanya! kau harus di obati!!! " ucap Senta mencoba bangun untuk menekan tombol yang berada tak jauh di atas ranjangnya.


Melihat itu, Carl dengan sigap menghentikan pergerakan kekasihnya, lalu menekan tombol kecil itu dengan jarinya sendiri.


"Sudah!!! jangan banyak bergerak!!! kau harus memulihkan tubuhmu dulu!!! " kata Carl dengan penuh perhatian. "Aku akan bertanggung jawab, dengan segera menikahi mu!!! " lanjutnya secara tiba-tiba.


Mendengar ucapan Carl, Senta hanya bisa menghela napas panjang, ia tau apa yang mereka lakukan kemarin memang harus di pertanggung jawabkan, tapi hal itu terlalu terlalu cepat untuknya, apa lagi rasa sakit bertubi-tubi yang di berikan Carl dalam waktu singkat tak bisa membuatnya menerima semuanya begitu mudah.


"Berikan aku waktu untuk berfikir!! ini terlalu cepat untukku!! " Ucap Senta, walau di hatinya tak begitu tertarik akan tawaran itu.


"Aku akan mendaftarkannya besok, papa dan mama mu juga sudah menyetujuinya, kau hanya perlu tanda tangan saja!!! " ucap Carl yang terdengar memaksa.


"Aku perlu waktu Carl!!! " ucap Senta dengan penuh penekanan.


"Waktu?? sampai kapan? " tanya Carl yang mendapatkan gelengan kepala dari sang kekasih karena tak bisa menentukan waktu yang ia butuhkan. " Apa aku harus menunggu sampai ada bayi yang tubuh besar di rahim mu hm??? " lanjutnya yang membuat Senta menatap wajahnya dengan tajam. "sampai dia lahir tanpa orang tua lengkap di sisiNya?? " ucap Carl yang cukup jauh jika di pikirkan sekarang.


"Apa maksudmu? tak akan ada bayi di perutku!!! " sangkal Senta walau realitanya ia sudah di buahi tadi siang.


"Sayangnya aku tak memakai pengaman tadi, dan semua ku keluarkan di dalam!!! " ucap Carl dengan santai. " mungkin dia sedang tumbuh sekarang!!! " lanjutnya dengan tak berperasaan sebelum tujuannya menikahi wanita yang ia cintai itu tercapai.

__ADS_1


"Hiks, hiks!!!! " Senta hanya bisa menangis menghadapi masalahnya sekarang, ia tak habis pikir harus terjerat oleh pria sepertinya, rasanya begitu sesak walau hanya untuk bernafas, dan sakit untuk di rasakan.


Mendengar tangisan menyakitkan di telinga Carl, pria itu buru-buru memeluk tubuh sang kekasih, sebenarnya tak ada niat untuk berkata kejam hanya saja Senta yang terus menolaknya membuatnya terpaksa mengatakan hal menyakitkan untuk kekasihnya.


"Maaf, aku melakukannya karena aku sangat mencintaimu sayang, rasa takut kehilanganmu terus menghantuiku setelah kejadian kemarin! maaf aku janji akan memberikan kebahagiaan di pernikahan kita nanti!!! aku janji!!! " ucap Carl


Ceklek....


Bersaman dari itu, suara pintu ruang perawatan Senta terbuka membuatnya dengan begitu cepat mengelap air mata yang sempat terjatuh, dengan sebelumnya sempat mendorong Carl untuk menjauh, yang ternyata Bastian yang menerima panggilan tadi.


Bastian sediri sedikit bingung, karena melihat Carl yang tadinya baik-baik saja beberapa jam kemudian sudah babak belur seperti apa yang ia lihat, tapi ruangan itu terlihat tak ada seorang pun selain pasien dan Carl yang babak belur, hal itu tak mungkin sang pasien yang melakukan saat melihat infus yang begitu rapi dan tubuh pasien yang terlihat masih lemah.


"Apa keluarganya yang melakukannya?? tapi di mana mereka!!! " batin Bastian sembari berjalan ke arah teman nya itu. "Bagaimana keadaan mu?? " tanya Bastian malah bertanya pada pasien yang berbaring ketimbang temannya yang sudah terlihat jelas sedang terluka itu.


"Sudah lebih baik dok! tolong obati pria di sampingmu, dia sedang terluka dok!!! " kata Senta mengucapkan tujuannya memencet tombol panggilan tadi.


"Ck, masih peduli saja, baiklah akan saya obati!!! " ucap Bastian terdengar ramah, lalu memandang teman yang membuatnya jengkel hari ini karena kelakuannya. " Siapa yang melakukan ini padamu?? aku ingin berterimakasih pasa orang itu!!! " ucap Bastian sembari membersihkan luka temannya.


"Wow, jago juga dia, aku akan benar-benar berterimakasih padanya!! " ejek Bastian. " tapi menurutku ini masih kurang!!! " lanjutnya saat melihat lukanya yang tak terlalu parah dengan darah yang sudah di bersihkan.


"Mungkin akan jauh lebih parah saat Len tak menghalanginya tadi!!! " ucap Carl menceritakan keganasan istri sahabatnya.


"Yah, sayang sekali!!" kata Bastian terdengar kecewa. " Tapi kau harus berfikir seribu kali untuk menyakiti kekasihmu lagi, karena dia memiliki sahabat mengerikan yang siap membalas perbuatan mu kapan saja, apa lagi melihat siapa yang berada di belakangnya!! ck, ck, ck!!! " lanjutnya


"Jangan banyak bicara!! obati dan pergi dari hadapanku setelahnya. " kesal Carl sembari mendapatkan perawatan di wajahnya.


"cih!!! " kesal Bastian dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya, lalu menatap pasiennya yang sesungguhnya dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Ingat anak istri di rumah!!! " cletuk Carl yang melihat senyuman dokter menyebabkan menurutnya.


"Tanpa kau ingatkan aku sudah ingat, ini pekerjaanku, jangan campuri!!! " jawab Bastian tanpa menatap lawan bicara. " bagaiman dengan tubuhmu saat ini!! apa ada rasa nyeri di perut?? " tanya Bastian pada pasiennya yang sesungguhnya.


"Sedikit, dan di telapak tangan aku merupakan sedikit sakit, kepala juga!!! jawab Senta mengatakan apa yang ia rasakan.


" Benarkah?? kenapa tidak cerita?? " tanya Carl yang terlihat khawatir dan nimbrung di obrolan serius antara dokter dan pasiennya, yang tak di gubris oleh Senta sendiri.


" Jangan menyela!!!" ucap Bastian menunjukkan gestur kesalnya, lalu kembali fokus pada pembahasan awal. "Nyeri di perut mu itu di sebarkan perut yang dalam ke adaan kosong, apa lagi kau memiliki riwayat maag kan?? " tanya Bastian untuk memastikan, dan jawabannya benar karena anggukan pemiliki tubuh. " Dan sakit di telapak tangan karena biasanya usah mulai memudar!! aku akan berikan obat pereda nyeri nanti!!! " lanjutnya.


"Kapan bisa pulang ya dok?? " tanya Senta yang sepertinya tak begitu suka dengan aroma rumah sakit.


"Besok juga sudah bisa pulang, yang penting infusnya habis dulu!!! " jawab Bastian, dan secara tiba-tiba menatap ke arah Carl. " Setelah ini suapi wanitamu, biar ada isi di Perut nya!! paham!! " lanjutnya.


"Ya!!! " jawab singkat Carl.


"Ada yang di tanyakan lagi?? " tanya Bastian.


"Tidak ada, pergi keluar sekarang juga!!! " usir Carl yang malas dengan dokter di depannya, dengan sedikit dorongan untuk keluar dari ruangan mereka, bersamaan dengan troli makanan khusus pasien di rumah sakit itu.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2