Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Carl vs Senta


__ADS_3

"Terserah! antarkan aku pulang sekarang! " ucap Anya yang malas meladeni kecemburuan tak berdasar pria di depannya.


"Baby, aku masih cemburu ini! " ucap Len kesal .


"Bagaimana denganku yang kau buat jatuh tadi ha? " kata Anya lebih kesal dari Len.


"Untuk itu aku sudah minta maaf tadi, Aku tak sengaja melakukannya! maaf! " ciut Len mengingat tindakannya yang malah menyakiti tunangannya.


" Ya udah diem! lagian tadi hanya berjabat tangan menghormati wali kelas Dante saja, tidak lebih! cemburu yang sewajarnya dong! jangan mencari masalah yang seharusnya tak perlu di permasalahkan! " ucap Anya bijak.


"Maaf! " kata yang hanya bisa Len katakan.


"Ya sudah antarkan aku pulang sekarang! bukannya kau ada meeting nanti! " kata Anya mengingatkan.


"Iya, tapi di maafkan kan? " kata Len memastikan sebelum menghidupkan mesin mobilnya.


"Iya, dimaafkan bawel! " cibir Anya.


"Terimakasih baby! " ucap Len yang mulai menjalankan mobilnya menuju kediamannya kembali.


*****


Satu minggu berlalu, di mana hari ini adalah hari pertama para mahasiswa dan mahasiswi masuk kuliah setelah libur panjang mereka, termasuk juga Anya, tak ada yang istimewa dalam satu minggu ini, selain hanya melakukan rutinitas barunya yaitu mengantarkan Dante ke sekolahannya.


Siang ini, setelah jam kuliahnya selesai Anya memiliki janji untuk makan bersama sang sahabat Senta yang kebetulan juga masuk di jam yang sama, lalu menuju ke cafe tempat biasa mereka nongkrong dari SMA.


"Bagaimana hubunganmu dengan Carl?" tanya Anya yang memang baru taun kalau sahabatnya itu dekat dengan sahabat tunangannya.


"Baik, dia masih berusaha mengambil hatiku walau itu sudah terjadi, tapi menurutmu bagaimana Carl? " ucap Senta.


"Apanya yang bagaimana? Kalau kau memiliki perasaan yang sama dengannya ya jalani saja dulu, malah kamu yang akan di untungkan kalau cintanya jauh lebih besar darimu! lagian selama ini dia pria yang baik bukan! Apa kamu masih ragu dengan perasaanmu? " tanya Anya dengan serius.


" Sedikit, tapi aku akan mencobanya untuk menjawab keraguan ku! " ucap Senta dengan yakin.

__ADS_1


Tapi setelah meyakinkan dirinya sendiri, Senta malah melihat sendiri Carl yang bergandengan tangan dengan wanita tak ia kenal tapi dia tau siapa wanita itu berjalan masuk ke dalam cafe yang sama dengannya , membuat hati yang baru tumbuh itu seakan patah dengan apa yang ia lihat di depannya.


"Mungkin ini jawaban dari keraguan ku! " batin Senta yang masih menatap Carl yang tak menyadari keberadaannya. "Apa arti dari ucapan mu selama ini? huufffttt!! mereka tampak serasi!!! " batin ya lagi.


Senta mulai fokus kembali pada makannya, dengan Anya yang memang tak melihat apa yang ia lihat, karena terjadi di arah belakang Anya, sampai dua pasangan itu melewati tempat duduk Senta yang membuat Carl melihat keberadaannya sekarang.


"Senta! " Panggil Carl dengan cepat melepaskan gandengan mereka.


"Oh Hai! " ucapnya tersenyum canggung.


Sedangkan Anya terlihat syok dengan apa yang ia lihat barusan, lalu menatap sang sahabat yang terlihat tak kaget.


"Apa dia sudah melihatnya tadi? " batin Anya yang khawatir dengan perasaan temannya yang kembali harus merasakan patah hati.


"Sen, ini... ini tidak..... "


"Hai kamu! aku sudah tak pernah melihatmu ke club! kemana saja kau selama ini? " ucap wanita itu sok kenal, yang memang dia penghuni club sekaligus wanita yang sering bersama Riky dulu.


"Oh, aku sudah berhenti ke sama lagi! " ucap Senta santai.


"Kau sering ke club dulu? " tanya Carl yang malah melupakan masalahnya sendiri.


"Ya! " jawab Senta dengan dingin tak menyadarkan apa yang Carl perbuat padanya.


"Hehe! " tawa Carl sumbang lebih untuk mengejek. " Kau memintaku menghargai harga dirimu sebagai seorang wanita, tapi kau sendiri masuk ke dalam club yang berisi pria-pria hidung belang di sana ha? " ucap Carl marah karena tau wanita yang ia cinta pernah bermain di club sedangan ia di minta menghormatinya. "Berapa harga yang harus ku bayar untuk menghargai mu hm? " tanya Carl di akhir membuat 3 wanita di sana syok mendengarnya.


Dan rasanya ada ribuan jarum menusuk hati Senta mendengar perkataan Carl yang meragukannya dan menyimpulkan semuanya sendiri, apa lagi Anya yang terlihat sangat marah dengan ucapan Carl yang merendahkan sahabatnya.


" Emmm... aa.. aku duluan!! a.. aku tunggu di mobil ! " ucap Senta pada Anya yang sudah tak kuat membendung tangisannya.


"Senta, aku belum selesai bicara! " ucap Carl dengan nada yang begitu marah.


"Jangan cegah dia! " ucap Anya yang baru membuka suaranya, membuat Carl menatap tunangan sahabatnya itu. " Kau tau apa yang kau lakukan itu akan menyakitinya! kau tau dia ke club karena terjebak cinta yang tak harusnya ia miliki! apa kau pikir wanita ke club selalu murahan seperti yang kamu pikir ha? dan kau tau pria yang mencuri ciuman pertamanya adalah pria yang menciumnya di sebuah dermaga di bali setelah pertunangan ku dulu!! kau tau sekarang bukan harga dirinya yang harus kau junjung tinggi sampai tak bisa di nilai dari sebuah angka!! kau tau itu?? kau menyakiti sahabatku sialan! Kau menyakitinya setelah ia menyakinkan hatinya untuk menerima bodoh!! " marah Anya berubi-tubi pada pria bodoh yang sama seperti tunangannya dulu.

__ADS_1


Ucapan panjang Anya yang langsung membuat Carl terdiam , menyadari kesalahan yang ia lakukan sekarang, begitu juga wanita di samping Carl yang terdiam karena tak tau masalah apa yang terjadi di antara mereka.


"Dan satu lagi! Kau mendapatkannya dari club kan??? ck, aku dan Senta sangat tau itu, karena dia adalah wanita milik pria yang Senta kejar dulu! tapi sekarang sepertinya memiliki tuan baru!! dan kau, apa Riky sudah tak bisa memberikanmu kepuasan sampai beralih ke pria ini? " cibir Anya yang sangat pedas.


"Kau....! " marah wanita itu yang menunjuk Anya di depan wajahnya.


"ck, ck, ck!! kalian pasangan yang serasi rupanya!! " ejek Anya dengan berani menggeser jari telunjuk wanita itu. " Jangan bicarakan harga diri di depan sahabatku!! kau harusnya bicarakan itu pada dirimu sendiri dulu!! Semoga hubungan kalian langgeng! permisi! " ucap Anya pergi meninggalkan orang-orang yang membuat temannya sakit untuk kesekian kalinya.


"Akkkkkkhhhhhhhh! " erangan marah Carl sampai membuat para pengunjung menatapnya dengan heran.


"Carl! " panggil wanita itu dengan lembut.


"Pergi! akun sudah membayar mu tadi! " ucap Carl masih menahan kemarahannya.


"Tapi, bukannya kita.... "


"Pergi atau aku bunuh kau sekarang juga! " ucap Carl yang biasanya humoris berubah sangat menyeramkan saat marah.


Membuat wanita itu mulai ketakutan dengan ancaman Carl, pergi dari sana dengan cepat toh jasanya sudah dibayar oleh klien nya tadi.


Carl terduduk di kursi yang Senta duduki tadi, memegangi kepalanya yang terasa berdenyut, di barengi hatinya yang merasakan hal yang sama setelah menyadari apa yang ia katakan tadi.


Sebenarnya Carl masih di pengaruhi sedikit alkohol, yang membuatnya tak bisa mengontrol ucapannya, padahal ia berniat untuk mengakhiri kebiasaan buruknya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, dan tadi malam adalah malam terakhirnya, tapi sepertinya sudah terlambat sekarang.


Ia mengacaukan segalanya, menyakiti perasaan wanita yang sangat ia cintai dengan merendahkan harga dirinya, padahal Senta sudah mau menerima perasaan cintanya, tapi semua sirna dengan kesalahan fatal yang ia buat sendiri, ia menyesal sangat - sangat menyesal sampai ia tak tau harus berbuat apa.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2