
"Astaga koper! " ucap mama Anne melihat koper kecilnya yang masih ada di pintu apartemen carl. " baiklah, kalau pulang hati-hati yang sayang! " ucap mama Anne cipika cipiki dengan senta. " mama mau urus putra kecil mama, dan kau jangan sampai menangis lagi saat menyia-nyiakan kesempatan yang senta berikan padamu! " ucap mama Anne melotot pada putra besarnya sebelum pergi ke kamar carl dengan koper di tangannya.
"Belum ada sehari sudah memikat hati mamaku saja! " ucap Carl sambil menatap mamanya yang berlalu pergi.
"Kau bicara dengan ku? " tanya Senta sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Kau pikir ada orang lain selain dirimu di sini hm? " kata Carl yang gemas dengan tingkah Senta. " aku antar pulang, ini sudah sore Sen! " ucap menarik tangan Senta keluar dari apartemennya.
Di dalam mobil, Senta menatap Carl yang duduk di kursi kemudi, ada banyak pertanyaan di kepala gadis itu yang saat ingin ia sampaikan pada Carl.
"Apa yang membuatmu melakukan kebiasaan buruk seperti itu? " tanya senta tiba-tiba.
"Kebiasaan buruk apa? " tanya Carl yang tak siap dengan pertanyaan Senta.
"Tidur dengan banyak wanita! Aku jadi takut itu akan menjadi ketergantungan untukmu! " ucap Senta.
"Come on! aku tak sesering itu! itu bukan ketergantungan, kebutuhan biologis pria itu hal biasa sen!! tak akan ketergantungan dan aku berjanji berubah untukmu! " kata Carl menyakinkan.
"Oke! oke! tapi apa yang membuatmu jadi seperti itu? " tanya Senta.
"Mencari kesenangan layaknya pria pada umumnya, dan mungkin tak ada yang bertindak tegas dengan Perilaku ku saat itu!! " jawab Carl yang membuat senta terlihat menatapnya khawatir. " Hidupku tak seserius itu!! aku tak memiliki trauma apapun yang membuatku jadi seperti itu!! kau lihat mamaku, bagaimana aku akan trauma atau stress dengan tingkah konyol mamaku setiap hari, apa lagi ada Mark sekarang!! tak ada yang perlu di khawatirkan sen! " ucapnya lagi yang paham dengan mimik wajah Senta.
"Oh, apa mama dan papa mu tak tegas seperti apa yang kau ucapkan! biasanya papa yang paling tak bisa di bantah oleh putranya! " ucap Senta yang membuat Carl terdiam.
"Aku tak memiliki papa waktu itu! " ucap lirih Carl yang membuat Senta menoleh seketika ke arah Carl.
"Lalu Mark? " tanya Senta bingung?
"Dia anak dari mama dan papa tiriku! " jujur Carl.
"Dan papa kandungmu? " tanya anya lagi
__ADS_1
"Dia meninggal, saat aku baru masuk SMP, maybe!! " ucap santai Carl.
"What? " kaget Senta. " Kau bilang hidupmu tak seserius itu! tak ada yang harus di khawatirkan!! kau membuatku syok Carl! " ucapnya sedikit meninggikan suaranya.
"Hehehhee!! semua sudah berlalu, tak perlu seserius dulu! " santai Carl mengelus sayang wanita di sampingnya yang terlihat mengkhawatirkannya. " Mau tanya apa lagi? " ucap Carl yang berniat terbuka dengan Senta.
"Kemana mereka selama ini? " tanya Senta.
"Mama pindah ke Inggris dengan suami barunya! " jawab Carl.
"Bagaimana dengan hubungan kalian? " tanya Senta lagi.
"Hubungan kami baik! aku tak pernah mempermasalahkan mama menikah lagi asal dia bahagia, toh kasih sayang mama tak berubah meski telah menikah, bahkan aku juga mendapatkan kasih sayang dari papa tiriku, apa lagi dengan bonus Mark walau kadang sangat menyebalkan! " jawab Carl membuat senta mengangguk pelan. " bagaimana denganmu?? hubunganmu dengan keluargamu misal? " Carl balik bertanya.
"Tak ada yang indah! semua hanya kepalsuan! " ucap senta tanpa sadar dengan menatap lurus ke depan.
Carl mendengar menatap serius wanita yang terlihat kuat dan ceria itu ternyata memiliki hal besar yang tak banyak orang tau.
"Hm? " kaget senta dengan ucapannya lalu menatap Carl. "Tak ada! " jawab senta cepat dan kembali menatap lurus kedepan.
"Come on sen! aku sudah berusaha jujur semua! kau juga harus dong! " protes Carl merasa senta menyembunyikan sesuatu. " Tunggu!! bukankah itu papamu? " tunjuk Carl dari luar mobil yang memang adalah papa senta. "****!!! " umpat Carl saat melihat adegan beberapa detik yang lalu.
Sedangkan Senta yang juga melihat kelakuan papanya hanya bisa memijit keningnya karena merasa malu pada pria di sampingnya.
"Huuufffttt!! Maaf, dia memang tak jauh beda denganmu! hanya saja dia tak tau umur saja! dan kau tau apa yang aku maksud sebuah kepalsuan! " ucap Senta tak berani menatap Carl.
"Kau sering melihatnya hm? " tanya Carl dengan lembut.
Yang semakin membuat senta tak berani menatap Carl dan semakin menundukkan pandangannya.
"Ya!" jawab senta pelan. " Keluargaku sebenarnya sangat berantakan, tak seperti yang terlihat luar!! kau bisa mempertimbangkannya jika keluargamu membuatmu ragu kepada ku! " ucap senta terlihat pasrah.
__ADS_1
"Hey, Mana bisa seperti itu, yang bermasalah orang tuamu, bukan kamu, tak ada masalahnya dengan mereka! tak ada yang perlu di ragukan! aku tak perduli bagaimana dengan keadaan orang tuamu! hanya kamu dan aku itu sudah cukup! " ucap Carl membantah tegas ucapan senta.
15 menit perjalanan mereka sampai di pekarangan perumahan elit yang di tinggali Senta, tapi lagi-lagi Carl mendapatkan pemandangan tak biasanya ia lihat di depan rumah wanita yang ia cintai.
"****!!! apa-apa an mereka ini!!! " batin Carl tak habis pikir dengan kelakuan kedua orang tua Senta, apalagi saat ia menatap Senta, wanita itu terlihat tak kaget, seperti sudah biasa melihat pemandangan menggelikan itu.
"Hari apa ini!! sampai-sampai mereka kompak menunjukkan kejelekan mereka!! maaf membuatmu melihat pemandangan menjijikan itu untuk ke dua kalinya, papa mama ku punya sugar masing-masing, kau bisa menilai se berantakan apa keluargaku ini!! kau bisa berfikir ulang Carl! " ucap senta tak bisa menahan rasa malunya yang begitu besar.
"sudah ku bilang aku tak peduli akan semua itu! yang terpenting kau cukup bersamaku sen! " ucap Carl walau syok melihat remaja pria milik mama Senta.
"Boleh peluk? " tanya senta yang tak baik-baik saja saat ini.
"Tentu saja boleh! " ucap Carl dengan senang hati memeluk gadis yang ia cintai itu.
"Hiks!! aku marah, aku kecewa! tapi tak ada yang mempedulikan perasaanku, hiks!! " ucap senta yang tiba-tiba menangis di pelukan Carl.
"Shhuuttt!! ada aku di sini, aku tak akan membuatmu kecewa lagi seperti mereka, aku yang akan peduli padamu!! aku akan selalu ada untukmu!! kau gadis yang kuat sen, aku semakin mencintaimu! dan akan tetap mencintaimu dengan apapun ke adaan mu hm! jangan terlalu lama menangisi yang tak pantas untuk kau tangisi!! " ucap Carl menenangkan Senta dari kesedihannya.
Tapi mata Carl tak bisa bohong, ada kilatan kemarahan di mata Carl saat menatap rumah yang terlihat hangat di luar tapi seperti neraka di dalam bagi gadis yang ia cintai, apalagi kepalsuan keluarga harmonis yang sempat Carl lihat itu semakin membuatnya marah dengan keadaan yang di jalani senta selama ini.
Carl semakin mengeratkan pelukannya saat merasakan tubuh senta bergetar karena tangisannya. Carl tak menyangkan Senta adalah wanita yang sangat kuat dari apa yang ia lihat sebelumnya, bagaimana tidak, Senta harus melihat orang tuanya membawa sugar masing-masing di kerumah yang sebenarnya tak pantas di sebuah rumah itu, bahkan tak segan - segan bermesraan di depan putri mereka.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...