
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu Len dan Anya, dimana hari ini berlangsungnya pernikahan mereka.
Untuk luka yang Anya dapat sebenarnya masih dalam pemilihan walau dengan obat semahal apapun, tapi semua itu tak menghalangi upacara pernikahan mereka.
Di sebuah gereja besar dengan penjagaan ketat Len melangsungkan pernikahannya, yang hanya di hadiri keluarga Anya dan orang terdekat Len saja yang memang berlangsung tertutup, tak lupa pak Pet satu-satunya pelayan yang berada di pernikahannya, bukan karena menjamu tapi karena dia adalah ayah kedua bagi Len.
Len berdiri tak jauh dari pria kecil yang ber setelan jas sama dengannya, berdampingan dengan pastur yang akan mengikrarkan janji sucinya nanti, di hadiri oleh beberapa sahabatnya karena memang ia tak memiliki anggota keluarga yang tersisa setelah tragedi pembantai nya dulu, tak di pungkiri rasa bahagianya membuat senyumannya tak pernah luntur sedari tadi, menunggu calon istrinya yang pasti sangat cantik nantinya.
Dan tak lama Len melihat calon istrinya yang berlahan berjalan beriringan dengan papa Oscar, yang tadinya tersenyum cerah, Tiba-tiba ada air mata yang jatuh di mata tajam itu, pria yang akan menjadi suami ini sangat terharu dan bahagia ia akan mempersunting wanita yang begitu ia cintai, yang sebelumnya belum pernah terpikirkan di hidupnya.
Dengan satu jari Len mengelap air mata yang tak sengaja jatuh itu, dan kembali menatap wanita yang berjalan anggun dengan begitu cantiknya, sebenarnya ia merasa tak akan terkejut karena pada dasarnya calon istrinya memang cantik, tapi saat pertama bertatapan ia merasa mendapatkan kejutan dari Anya, yang lebih dari ekspektasinya, sangat cantik dan bersinar sampai membuat melongo beberapa orang terdekatnya.
Sedangkan Anya menatap dengan senyum cantiknya pria yang tadi sempat menghapus air mata yang jatuh karenanya, ia juga sama bahagianya dengan calon suaminya, akan menjadi seorang istri dari cinta pertama yang begitu ia cintai dan akan benar-benar menjadi seorang ibu dari putra sambungnya yang berdiri tak jauh dari daddy nya dengan tatapan penuh bahagia dan senyuman walau ada genangan air di mata kecilnya.
Sama halnya dengan si pengiring pengantin, papa Oscar yang beberapa kali tertangkap sedang mengelap air mata yang tak pernah ia perlihatkan pada siapapun, rasa haru dan bahagia bisa mengantarkan sang putri tercinta menuju kehidupan yang ia inginkan selanjutnya, dulu dia lah yang menuntun sang putri untuk berjalan dengan kaki kecilnya, meraih impian-impiannya, dan sekarang saat sang gadis kecilnya bisa berjalan dengan benar, ia lah yang juga mengantarkannya menuju kehidupan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Semoga kau bahagia dengan pilihanmu saat ini, dan lebih bahagia dari apa yang papa berikan selama ini, ini bukan akhir dari tugas papa, tapi hanya sebagian tugas papa yang diambil oleh suamimu, papa akan selalu mendoakan kebahagiaanmu, papa yang akan menjadi orang pertama yang mengulurkan tangan jika terjadi sesuatu padamu kedepan, mendampingimu dalam segala masalah tanpa harus bertanya kenapa! papa menyayangimu sampai kapanpun Vanya Waber, berbahagialah nak!!! " ucap papa Oscar dalam hatinya bersamaan dengan beberapa air mata yang kembali berjatuhan.
20 tahun bukan waktu yang singkat, tapi begitu tak terasa bagi kedua orang tua yang tanpa pamrih membesarkan seorang putri kecil nan cantik, memberikan kebahagiaan, kasih sayang tak terhingga sampai sang gadis kecil mereka siap di serahkan pada orang yang tepat, yang menjaga dan menemani gadis kecil mereka saat sang orang tua tak lagi berada di dunia.
Tak hanya pihak keluarga atau sang pengantin, sahabat dan kerabat sang pengantin juga merasakan haru di hati masing-masing, apa lagi orang-orang yang menjadi saksi kepahitan hidup tuan atau sahabat mereka, sekarang bisa menjalani kehidupannya dengan baik, mendapatkan kebahagian dan cinta berlimpah dari seorang gadis yang ia persunting saat ini.
"Kau berhak bahagia Len, dan ini saatnya kau mengejar kebahagiaanmu itu, teruslah bahagia tanpa harus melihat ke belakang, impianmu sudah tercapai sekarang, memiliki keluarga kecil yang saling menyayangi satu sama lain, jangan sia-sia kan kebahagiaan ini, karena kau juga ikut berperan besar dalam kebahagiaan ini, semoga kebahagiaan menyertaimu selalu! " Batin Noberto sebagai seorang sahabat.
"Kau mendapatkannya sekarang!! kebahagiaan yang kau inginkan!! kau berhasil mendapatkannya, walau dengan acara pikiran plin plan mu dulu, untungnya kau mendapatkan kembali, atau memang sudah di gariskan seperti ini?? aku harap itu benar, karena itu adalah sumber kebahagiaanmu!! setelah apa yang kau hadapi selama ini, kau mendapatkan ganjaran baik sekarang kawan!! semoga kebahagiaanmu tak pernah terputus!!! " Batin Carl yang menatap haru pernikahan sahabatnya, yang tak lupa kekasih barunya yang ada di sampingnya sekarang.
Dengan satu langkah terakhir, papa Oscar menyerahkan tangan putri kecilnya ada pria yang mempersunting putrinya, sebagai simbol penyerahan seorang ayah pada calon suami sang putri.
"Berikan kebahagian melimpah untuk putriku, jaga dia dengan nyawamu sendiri, seperti aku merawatnya dengan penuh kasih dan cintaku dan menjaganya dengan nyawa ku yang menjadi perisainya , jika kau sudah tak menginginkannya lagi, kembalikan padaku dengan baik-baik tolong jangan sakiti putriku, karena aku memberikannya untukmu untuk kebahagiaannya bukan rasa sakit! " ucap papa Oscar menatap menantunya yang tersenyum padanya.
"Akan aku ingat itu pa! menjaganya dengan nyawaku, dan memberikan kebahagian lebih dari apa yanng kau berikan. " ucap Len menyanggupi ucapan papa Oscar.
__ADS_1
Yang setelahnya papa Oscar turun untuk melihat proses pernikahan sang anak yang tak lupa menggendong pria kecil yang sedari tadi menemani daddynya untuk menyambut calon ibu sambungnya.
Dante sendiri tentu sangat bahagia jika kedua orang yang ia sayang bersatu dalam sebuah ikatan, yang ia tunjukkan dengan senyum yang tak pernah pudar di bibirnya, air matanya juga sempat jatuh saat impian yang ia inginkan selama ini akan tercapai, mendapatkan keluarga untuk yang begitu menyayanginya walau bukan mama kandungnya yang berada di posisi itu.
Mengingat mamanya, Dante sebenarnya ada rasa rindu di hatinya, tapi dengan sifat mamanya yang tak peduli padanya, ia hanya bisa menyakini dalam hatinya kalau ibunya bahagia dengan pilihannya sekarang, meski tanpa dirinya disisinya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...