Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Nonton


__ADS_3

6 bulan kemudian.


Hari ini adalah hari terakhir Anya liburan semester, sampai detik ini juga anya tak pernah membuka hatinya untuk siapapun.


Untuk rasa pada Len tetaplah sama, rasa sedihnya juga sudah bisa Anya atasi, hanya rindu yang sangat susah.


Benar kata dilan, rindu itu memang berat!!


Dengan di temani tiga cangkir teh dan cemilan rumahan. Keluarga Waber menikmati sorenya sambil menonton.


Papa Oscar yang di apit kedua bidadarinya sedang bersandar di bahu lebarnya. Mesti sudah kepala 5 papa Oscar tetap terlihat bugar tak kalah dengan anak-anak muda.


"Pa, nanti Anya nonton boleh. " ijin Anya.


"Nonton? sekarang juga nonton! " tunjuk papa pada TV di depannya.


"Bukan ini, di bioskop pa! "


"Jam berapa? "


"Jam 7 nanti, boleh yah!!! Besok Anya sudah mulai kuliah lagi lo pa. "


"Sama siapa?? "


"emm... sama...!!! kata Anya menggantung, karena pertama kali meminta ijin keluar dengan seorang pria.


" Sama siapa Anya?? Rica atau senta? " tanya papa sang di gelengi Anya.


"Sama...!!! "


"Tunggu!! kayaknya mamamu ketiduran sayang!! " kata papa Oscar yang mendengar dengkuran halus sang istri.


"ih, mama tidur! " kata Anya yang melihat mama Rosa tidur di bahu papa Oscar.


"Papa pindahin mama dulu, kita bicara lagi setelah ini. "


Setelahnya papa menggendong bridal style mama Rosa menuju kamar mereka, tanpa mengganggu tidur sang ratu.


"Ck, romantis sekali mereka. " kesal Anya melihat pemandangan di depannya.


Papa Oscar berjalan menjauh, yang mau tak mau Anya harus menunggu papa Oscar, cukup waktu 5 menit, papa Oscar sudah terlihat menuruni anak tangga, dan menghampiri sang anak.


"Sampai mana pembicaraan kita tadi? " basa-basi papa Oscar.


"Anya mau nontonnya sama Cody pa! " kata Anya pelan.


"Apa?? " kaget papa.


Untuk pertama kali putri tercintanya meminta izin keluar bersama seorang pria, apa lagi papa Oscar tak tau pria yang bersama Anya sifatnya seperti apa.


" Boleh pa? "


"Boleh, asal papa ikut! " kata papa Oscar


"Ha? papa iku? yang benar saja! masak papa ikut acara anak-anak muda sih!! "


"Kenapa? Papa belum tau dia anaknya seperti apa? papa tidak mau terjadi apa-apa sama kamu Anya!! Tidak ada alasan!!kalau mau keluar sama papa atau tidak sama sekali. "


"Bukannya kalau papa ikut, Cody bakal kapok ajak Anya keluar, hihihihihiii. " kata Anya dalam hati dengan banyak ide jail bertebaran di otaknya.


Memang dalam waktu 6 bulan ini, Cody gencar sekali mendekati Anya walaupun Anya tak memperdulikan nya, saat Anya di ajak keluar pun tak pernah mau.

__ADS_1


Puncaknya hari ini, dimana Cody dengan memohon agar Anya mau di ajaknya menonton, Anya yang mulai tak enak, dengan terpaksa mengiya kan ajakan Cody.


"Oke!! papa ikut. "


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Anya keluar kamar dengan rok jeans pendek hitam di padukan hoodie crop top hitam dan tas selempang putih kecil senada dengan sneakers yang ia pakai.


"Mana pria yang menjemputmu? " tanya papa Oscar yang masih belum melihat batang hidung pria yang mengajak anaknya keluar.


"Di bioskop lah pa! kita ketemuan di sana! " kata Anya.


"Ck, bahkan tak berani menjemput di rumah!! enak aja mengajak putriku keluar tanpa izin dulu!! "


Anya menggandeng tangan papa Oscar dan berjalan menuju mobil yang mengantarkan mereka ke tempat tujuan.


Sesampainya di luar bioskop, Anya mulai mencari- cari Cody, yang katanya sudah stand by di sana .


"Cody!! " panggil Anya yang sudah menemukan Cody berada.


Papa Oscar yang penasaran, langsung melihat di mana arah pandang anya. Pria dengan tinggi tak jauh darinya tapi lebih kurus, lumayan tampan, berpakaian rapi dengan membawa buket bunga mawar merah di tangannya.


Papa Oscar menatap tajam pada Cody yang masih berdiri jauh dari sang putri.


"Cih!! apa kau berfikir akan berkencan dengan putriku hari ini!!! aku tak akan membiarkan itu terjadi, sok-sok an mengajak putri orang berkencan tapi tak berani meminta izin pada orang tuanya!!! " kata papa Oscar dalam hati menatap tajam Cody.


Belum apa-apa sudah mendapatkan penilaian minus dari papa Oscar. Cody yang di tatap tajam pria paruh baya di samping Anya, menjadi sedikit was-was.


"Apa dia papa anya?? haduh, haduh!! tegang gini jadinya!! " kata Cody dalam hati yang mulai memberanikan diri untuk melangkah mendekat.


"Ha.. Hai om!! i.. ini untukmu Anya!! " kata Cody gugup sambil memberikan buket bunga yang ia bawa.


"oh, terimakasih Cody. " Terima Anya. "aku jamin setelah ini dia akan berfikir dia kali untuk mendekatiku. " kata Anya dalam hati dengan senyum cerianya.


"Ha.. halo om, saya Cody teman kuliah Anya! " kata Cody memperkenalkan dirinya sambil berjabat tangan.


"Ma.. mari ki.. kita nonton, sepertinya sudah mau mulai filmnya. "


"Tuhan!!! tolong hambamu ini" kata Cody dalam hati sambil mengusap tangannya yang sakit habis di remas.


Mereka bertiga berjalan menuju ruang bioskop, dengan papa Oscar yang selalu di tengah tengah dia insan itu, tak akan membiarkan pria di sampingnya menyentuh sedikitpun anaknya.


Saat duduk pun, papa Oscar memilih berada di tengah-tengah, Anya yang menyadari sikap papanya hanya cuek saja, malah berterima kasih, karena tak harus berduaan dengan Cody, apalagi di tempat sedikit gelap di bioskop seperti ini.


Mereka duduk dengan tenang sambil menunggu filmnya akan di putar.


"Bahkan ia tak memberikan makan anakku, jangankan makanan, minum saja tidak!! "


Lagi-lagi mendapatkan penilaian minus dari papa Oscar.


Bukan Cody tak mau atau tak mampu membelikan makanan, tapi karena otak nge blank nya tiba-tiba di hadapkan dengan papa Oscar yang sangat menyeramkan.


Membuat semua rencana romantis yang ada di otaknya hilang seketika.


Di sela-sela pemutaran film, papa Oscar melirik ke arah Oscar yang terlihat tegang, malah seperti tak menikmati film romantis di depannya.


"Mental lemah sepertimu berani mendekati putriku!! tak akan ku biarkan itu terjadi. "


Di ending film terdapat adegan kissing yang membuat papa Oscar dengan reflek menutup mata Anya, dan menatap tajam pria di sampingnya yang saat ini juga menatapnya.


"Berani sekali dia memilih film seperti ini untuk putriku!! kau tak akan pernah ku izinkan mengajak keluar putriku lagi. "


"Pa!! " protes Anya yang matanya di tutup.

__ADS_1


"Diam!! adegannya tak pantas kamu lihat!! " kata papa Oscar tak terbantahkan, tapi hal itu tak berlangsung lama.


Hingga lampu di bioskop yang semula redup menjadi terang kembali. Menandakan film yang mereka tonton sudah selesai.


Mereka berjalan keluar dengan Cody yang berjalan di belakang merek.


"Anya." panggil Cody.


Membuat ayah dan anak yang ada di depan Cody berhenti dan membalikkan badan mereka menghadap cody.


"Ya?? " jawab Anya.


"Apa bisa bicara berdua? " tanya Cody dengan menunduk, takut dengan papa oscar.


"Kenapa harus berdua, bicara di sini saja, saya tidak akan mengganggu. " kata papa Oscar menatap tajam Cody.


"Maaf Cody, papa tidak mengijinkan, bicara saja di sini. " kata Anya menatap wajah Cody.


"emmm, tidak apa-apa! aku hanya mengucapkan terimakasih untuk hari ini. "


"Ya, aku juga terimakasih untuk hari ini. " kata Anya sambil tersenyum cantik.


"emmm, kau sangat cantik hari ini. " puji Cody.


"Sudah malam, kamu pulang sekarang, Anya juga harus pulang. " kata papa Oscar


"Ba.. baik om!! terimakasih telah melahirkan putri cantik seperti Anya. " gombal Cody.


"Ck, aku pria!! tidak melahirkan!! mamanya yang melahirkannya!! ". " Bodoh!! " lanjut papa Oscar dalam hati.


Niatnya menggombal tapi karena gugup malah membuat Cody terlihat bodoh saat ini. Sedangkan Anya mencoba menahan tawanya saat ini.


"i.. iya om, lupa!! saya permisi om, selamat malam. " kata Cody lalu dengan cepat pergi membawa rasa malunya.


Sampai di dalam mobil, Anya langsung meluapkan tawanya cukup panjang!!!


Hahahhahahahahahahhahahahaaaaa....!!!!


Sampai-sampai mengeluarkan air mata sangking lucunya.


"Hai, kamu kenapa sayang? " tanya papa Oscar bingung tiba-tiba putrinya tertawa.


"Ekspresi Cody lucu pah!!! haduh perut Anya sakit kan!! tapi pasti setelah ini dia kan pikir-pikir lagi kalau mau mendekati Anya!! "


"Jadi ini bagian rencanamu? "


"Iya, Anya capek di kejar-kejar terus pa! " keluh Anya.


"Nasib punya anak terlalu cantik! "


Mobil yang di tumpangi mereka terus melaju menuju ke kediaman keluarga Waber dengan di iringi nyanyian fals Anya di malam yang semakin larut itu.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2