Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Sakit


__ADS_3

Len bisa merasakan tubuh anya yang dingin dan sedikit gemetar, ia menyesal sekarang, karena masalahnya malah berakibat fatal untuk gadis yang ia cintai.


Sampai di dalam mobil tak satu kata yang terucap dari mulut anya, dengan tubuh yang basah Len terus memeluk anya tanpa menolak atau membalas, anya sangat lelah dan sakit hanya untuk menganggukkan kepalanya saja.


Asisten Noberto yang melihat juga ikut khawatir dengan kesehatan nona kecilnya, ia melajukan mobil mewah itu dengan kecepatan tinggi tanpa di minta.


Sedangkan Len, mulai was- was sekarang, ia takut gadis kecilnya diam seperti ini kembali pada awal pertemuannya setelah 6 bulan, dingin dan tak banyak bicara.


Apa lagi masa lalu yang akan ia hadapi sebentar lagi, ia sangat takut kehilangan cintanya sekarang.


Hanya kata maaf yang ia ucapkan meski tak berbalas.


Tak jauh dari mansion Backer, Len merasakan tubuh anya semakin lemah, dengan mata terpejam, membuat Len yang panik seketika.


"Baby!! baby!! anya!! " panggil Len sambil menepuk pelan pipi cabi anya, tapi tak ada respon apapun dari anya.


Len tau jika anya saat ini sedang pingsan, tapi otak waras nya tidak berfungsi saat ini, yang ia pikirkan hanya anya yang akan meninggalkannya nanti.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang! " kata Len linglung sekarang dengan kekhawatiran yang berlebihan.


"Anda bawa nona ke kamarnya tuan, saya akan panggilkan dokter pribadi Anda! " kata asisten Noberto, saat mobil sudah terparkir di teras mansion.


"Ya kau benar! " kata Len.


Bergegas mengangkat anya masuk ke dalam. Pelayan yang tak sengaja melihat juga ikut khawatir, tapi tidak untuk sisi.


"ck banyak drama!! " kata sisi dalam hati melihat pemandangan yang menurutnya menyakiti matanya.


Di dalam kamar anya, Len meletakkan tubuh kecil anya di ranjang dengan hati-hati. Len menyadari kalau baju anya basah saat ini, yang tak mungkin terus-terusan memakai baju basah itu sampai anya sadar, Len juga tak kan membiarkan orang lain menggantikan baju anya apalagi melihatnya.


Len mulai memberanikan diri untuk melepas pakaian anya satu persatu, hingga bagian segitiga bermuda yang belum pernah ia lihat sama sekali.


"Kau harus tahan boy! " kata Len pada benda yang berdiri dengan tegak dari tadi yang mulai tak tahan sekarang.


Dengan tangan gemetar, Len mulai membuka segitiga bermuda anya dengan pelan sampai keluar dari kedua kaki anya. Len menelan ludahnya susah payah melihat bibir bawah anya yang ranum dan pink mirip bibir atasnya yang juga kecil.


"Kau harus tahan Len!! kasian gadis mu!! " kata setan baik yang ada di pikirannya.

__ADS_1


"Hanya pegang sedikit tak apa! " kata setan jahat yang memang selalu berdampingan dengan hal baik.


"Ya hanya pegang tak apa! " kata Len membenarkan setan jahat.


Len mendekat dengan ibu jari yang mengusap bibir bawah anya yang baru saja di tumbuh bulu, tiba-tiba ada sebuah dorongan untuk mengecup bibir perawan anya.


"Stop!! kau akan menyakitinya nanti!! " kata setan baik yang menyadarkan pikiran kotornya.


Dengan bergegas Len memakai pakaian tidur anya yang sudah ia siapkan tadi agar tak ada setan yang menggodanya lagi sebelum dokter dan asistennya sampai.


Pas selesai memakaikan anya baju, terdengar ketukan pintu dari luar kamar anya.


"Masuk! " perintah Len yang memang tak mengunci kamar anya sedari tadi.


Tak lama masuk asisten Noberto dan dokter Bastian yang merupakan dokter pribadi keluarga Backer, ia sudah bertahun tahun menjadi dokter pribadi di sana.


"Siapa gadis ini? " tanya Bastian yang sekian lama Len tak pernah membawa wanita di mansion Backer.


" Bicara nanti, periksa dulu!! dia kehujanan tadi!! " jelas Len sambil memandang wajah anya yang pucat dengan mata terpejam.


Bastian mulai memeriksa denyut nadi anya, bola mata anya. " Berapa lama ia kehujanan? " tanya Bastian.


"Apa?? kenapa bisa kau membiarkan dia kehujanan selama itu apa lagi sekarang akan masuk musim dingin!! Untung tidak terserang hipotermia!! kau pria tak becus!! " sarkas Bastian.


"Berisik! katakan saja hasil pemeriksaan mu. " sebal Len.


Yang sebenarnya ia mengakui ketidak becusannya menjaga anya, Len menggenggam tangan dingin anya merasakan rasa bersalah mulai menggerogoti nya sekarang.


"Dia kelelahan dan demam karena kehujanan terlalu lama, dan hatinya yang mungkin sakit," sindir Bastian. "Aku akan resep kan obat untuknya demam dan sakit kepala, karena aku yakin saat ia bangun nanti akan merasakannya, kalau sakit hatinya aku tak punya resepnya! " lanjut Bastian.


Membuat resep yang di Terima asisten Noberto.


"Siapa dia?? aku merasa tak asing dengan wajahnya! " kepo Bastian di sela-sela membereskan medisnya.


"Anak tuan oscar! " jelas Len.


"Wow!! kenapa bisa ada di sini!! " tanya lagi Bastian.

__ADS_1


"Pergi dari sini, gadisku perlu istirahat! " usir Len dengan suara tegasnya.


Mendengar penuturan Len yang seolah tak mau di ganggu, Bastian langsung menyudahi sesi tanyanya. Pergi keluar dengan di ikuti asisten Noberto yang ditugaskan membeli obat.


"Daddy tinggal sebentar oke!! daddy harus ganti baju karena ikut basah karenamu tadi!! I love you!! " pamit Len pada gadis yang masih pingsan itu, mencium kening dan membenarkan selimut yang menutupi tubuh anya sebelum beranjak keluar kamar anya.


Tak butuh waktu 20 menit Len kembali ke kamar anya dengan pakaian santainya, berbaring di samping anya sembari mengelus pipi anya.


Tak lama suara ketukan pintu kamar anya kembali terdengar, ternyata asisten Noberto yang mengantarkan obat yang di resep kan dokter Bastian tadi.


Len kembali merebahkan tubuhnya seperti semula, tapi dahinya mengkerut saat melihat anya yang sedang gelisah dalam mimpinya.


"Papa!!! sakit pa!! sakit!!! " anya mengingat yang memang merasakan sakit.


Mendengar anya mengigau seperti itu, Len dengan pelan menarik anya masuk ke dalam pelukannya dengan tidur posisi miring, mengusap punggung anya selembut mungkin.


"Its oke anya sayang!! baby!! papa juga sayang anya, mama sayang anya, daddy sayang anya, semua sayang anya!! Tak apa baby!! I love you!! I love you baby!! " bisik Len mengatakan kata cinta agar mengurangi kegelisahan anya.


"Hiks... hikss sakit!! " tangis anya seperti anak kecil yang sedang sakit.


"Cup, cup, cup!! I love you baby! maafin daddy sayang, I love you so much baby sayang!! " bisik Len lagi.


Len tak menyerah terus membisikkan kata cinta di telinga anya terus dengan bersamaan anya yang terus mengigau.


Dan benar! tak lama anya mulai tertidur dengan tenang kembali di pelukan Len, membuat Len mulai sedikit lega, tapi ia tak pernah berhenti mengelus punggung anya yang berbalut baju tidur.


Dan ikut tertidur dengan posisi memeluk anya, padahal hari masih sore, tapi karena hujan di luar semakin deras seolah mendukung Len untuk ikut memejamkan matanya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2