Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Eksekusi


__ADS_3

Di markas besar black B, Len duduk di kursi ruang penyiksaan yang sudah memakan banyak korban itu, dan saat ini sahabat lamanya lah yang akan menjadi korban selanjutnya. Dengan beberapa ikatan di tubuh Tyga, ia duduk berhadapan dengan Len yang sama-sama menatap tajam .


"Hai sahabat lama! lama tak bertemu!! oh, tidak!! kau yang harusnya bicara seperti itu, bukan aku!! " ucap Len tersenyum misterius.


Len sedang menahan kemarahannya saat harus berhadapan dengan Tyga yang mengingatkannya pada kejadian Anya kemarin, karena ia sudah cukup bersabar selama ini, dan puncaknya adalah kemarin yang pastinya akan membuat sahabat lamanya menyesal setelah ini.


"Cih, Orang-orang itu suruhan mu! " tebak Tyga yang sudah menyadari ada yang mengawasi hanya saja tak tau siapa orang di balik pengawasannya.


"9 tahun aku melakukannya, dan kau baru sadar kemarin ha? " tanya Len penuh ejekan.


"Apa?? ka.. kau.... "


"Aku tau semua yang kau lakukan bersama Audrey, kau pergi ke club tanpa sepengetahuannya, ke hotel dengan wanita lain tanpa sepengetahuannya, aku tau semuanya, rencana licik mu dengan perusahaan MJ , dan masih banyak yang lainnya!! aku tau semua gerak-gerikmu! " ucap Len tersenyum mengejek.


"Hehehe!!! " Tyga bukannya marah tapi malah tertawa lucu. " Kau masih mencari tahu tentang wanita itu?? apa jangan-jangan dia masih ada di hatimu hm? ck, kasian si cantik jika tau kelakuan kekasihnya yang ternyata tak bisa move on dari masa lalunya!! aku tak bisa membayangkan wajah cantiknya akan bersedih kalau tau kenyataan ini!! " kata Tyga berbalik mengejek.


"Di hatiku?? ck, ck, ck!! bahkan saat ini Audrey bernasib sama sepertimu! Kau pasti sadar hilangnya Audrey selama ini bukan, tanpa jejak sedikitpun!! hmm, tapi setidaknya nasibnya jauh lebih baik darimu setelah ini, karena dia masih ibu dari putraku! " ucap Len tersenyum kecil. " Ngomong-ngomong soal putraku, aku jadi ingat rencanamu yang gagal karena wanita mata duitan itu!! ck, aku bingung kenapa kau bisa percaya dengan wanita ular dan pembohong itu, padahal kau tau begitu jelas akan hal itu! " ucapnya lagi membungkam ucapan Tyga.


Dua pria yang berada satu ruangan itu kembali terdiam setelah obrolan mereka barusan, dengan Len yang memang tak bisa mengeksekusi sekarang karena masih menunggu papa Oscar yang ingin ikut andil untuk membalas luka anak gadisnya.


"Kalian akan menikah? " tanya Tyga saat melihat cincin di jari manis Len yang sebelumnya juga melihat cincin di jari manis Anya, tapi sayangnya tak ada jawaban dari Len. " Kenapa semua harus kau yang lebih dulu mendapatkannya!! Prestasi, kepopuleran, dan bahkan wanita yang sama!! " ucap Tyga untuk pertama kalinya setelah sekian lama mengatakan isi hatinya. " Kau punya segalanya yang begitu mudah kau raih, dan aku selalu ada di belakangmu! sampai sekarang juga masih sama! " ucapnya lagi.


"Salahkan takdir, bukan aku!! aku tak meminta hal ini, akun hanya melakukan segala hal sesuai dengan kemampuanku! " jawab Len santai, karena baginya semua sudah terlambat meski sahabat lamanya itu mengakui kesalahannya saat ini.


"Tapi kau merebut cintaku saat itu! " ucap Tyga yang kembali menyalahkan Len.


"Tapi bukankah kau mendapatkan kembali cintamu hm?? kalau kau bicara saat itu, aku pasti akan melepaskan Audrey saat itu juga, tapi kau malah terang-terangan menjadi selingkuhannya! " ucap Len membela dirinya.


"Kau pikir hanya kau selingkuhannya? " ucap Tyga tersenyum kecil.

__ADS_1


"Aku tak peduli sekarang! " jawab Len.


"Kalau aku bilang bibir kekasihmu sekarang begitu manis, apa kau masih tak marah! " ucap Tyga mencoba memancing kemarahan Len.


Bugh...


Dan benar saja, Len yang mendengar sekilas saja langsung tak bisa mengontrol emosinya, berasa ingin segera menghilangkan nyawa sahabat lamanya itu.


Bugh...


Len kembali memukul wajah Tyga dengan cukup keras yang membuat tubuh beserta kursi yang di duduki Tyga terjengkang kebelakang, saat Len mengingat kembali ketakutan Anya saat di dekati dokter pria yang tak ia kenal, membuat trauma baru pada diri gadisnya yang takut dengan pria asing mendekatinya.


Di saat itu juga papa Oscar masuk ke dalam ruangan penyiksaan miliknya, tapi hanya biasa saja melihat pemandangan di depannya.


"Sudah mulai saja! " ucap papa Oscar yang sedang memakai clemek dan sarung tangan mirip orang yang akan masak, karena tak mau noda darah mengenai pakaiannya nanti.


"Belum, hanya mengajarkan bibirnya untuk berkata baik saja! " jawab Len enteng walau dengan nafas naik turunnya karena marah.


"Hai, kau ingat aku kan?? " ucap papa Oscar yang menyapa sebelum membalas perbuatan pria ; . 6nakan menculik anaknya itu.


"Ya, calon papa mertuaku!! siapa anda sebenarnya? " tanya Tyga dengan PD nya.


"Kalau aku bilang Oscar Oasis apa yang ada di dalam pikiranmu! " ucap papa Oscar yang terdengar sebuah lawakan itu, tapi sebuah nama besar bagi orang tertentu.


"Hehehe.. Cartoon gurun yang mirip kadal itu! " tebak Tyga .


Bugh...


"Tepat sekali! " ucap papa Oscar setelah memberikan bogeman mau di wajah Tyga, membuat hidungnya bercucuran darah yang sepertinya ia mematahkan bagian dalam hidung Tyga.

__ADS_1


"Hahhaha!! kau mencoba menandingi ku tapi tak tau nama itu??? Bagaimana dengan Oscar Waber!! " ucap Len menertawakan ketidak tahuan orang yang selama ini menentangnya itu.


Tyga yang mendengarnya membulatkan matanya lebar- lebar, ia ingat nama ketua mafia yang sempat berjaya pada masanya dan menghilang secara tiba-tiba , yang lucunya ia tau nama itu tapi tak tau nama kelompok mafia nya dan rupa ketuanya tentunya .


Dan dugaannya selama ini benar kalau wanita cantik yang ia kenal dengan nama Vanya saja itu bukan orang biasa yang bahkan seorang putri mafia yang tak ia duga sebelumnya, dan ia tau alasan kenapa identitas Vanya begitu misterius dan sangat sudah di tembus olehnya.


Dan lagi-lagi di hati Tyga ada rasa kecemburuan untuk sahabat lamanya karena kembali lebih unggul darinya, keberuntungan mendapatkan orang-orang hebat yang tak ia kira sebelumnya, dengan wajah babak-belurnya Tyga menatap tajam sahabat lamanya itu.


"Temanmu ini jauh lebih hebat dariku yang dulu!! sangat jauh, bukan dia yang beruntung, tapi aku yang beruntung menjadikannya menantuku nanti! " ucap papa Oscar yang seolah tau maksud tatapan Tyga. "Dan orang asing yang secara sengaja atau tak sengaja tau identitas putriku, dia akan mati di tanganku! termasuk kau sekarang! " ucap papa Oscar menancapkan sebuah pisau di pelipis Tyga tanpa memberikan kesempatan pria itu menjawab perkataannya.


"Aaakkkkkhhhhh!!!! " jerit kesakitan Tyga.


Jleb...


"Aakkkkkhhhhhh!!! sakit!!!! " ucap Tyga kesakitan untuk kedua kalinya


Papa Oscar kembali menancapkan pisau berbeda di kepala atas Tyga, dan ia lakukan berulang kali di dua tempat itu, ia sengaja melakukan di dua tempat itu karena menyamakan luka yang di dapat sang putri.


Sedangkan Len hanya bisa menatap siksaan demi siksaan yang sahabatnya dapat, sebenarnya ada rasa kasihan di dalam hatinya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa di hadapan papa mertuanya setelah apa yang di lakukan Tyga, dengan sesekali memalingkan wajahnya karena tak tega, entah kekejamannya itu tak bisa gunakan saat bersama sahabatnya yang satu ini.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2