Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Resmi Sepasang Kekasih


__ADS_3

Malam harinya di sebuah apartemen mewah, Senta yang saat ini begitu telaten menyuapi pria yang beberapa bulan ini ia beri kesempatan, beberapa jam yang lalu ia mendapatkan kabar kalau sang pujaan hati itu sedang sakit yang membuatnya khawatir sampai membuatnya berada di tempat yang ia pijak saat ini, merawatnya dengan suka citanya.


Dan selama dua bulan ini Senta belum juga menjawab ucapan cinta dari Carl, walau sudah memberikan kesempatan tapi belum ada ucapan resmi di hubungan mereka.


Dengan suapan terakhir Carl menerima suapan demi suapan dari gadis tercintanya itu, yang dengan suka rela merawatnya saat malam-malam seperti ini, rasanya tubuhnya akan cepat kembali pulih jika di tangani langsung oleh wanita yang sangat ia cintai itu.


Sejak satu bulan yang lalu Carl kembali hidup sendiri, karena mamanya dan adiknya sudah kembali ke negara mereka yang hanya menetap tak sampai satu minggu, tapi setidaknya dapat mengobati rasa rindunya pada manusia-manusia jahil itu dan yang semakin membuatnya bahagia kala itu karena Senta yang hampir setiap hari berada di apartemennya dan menghabiskan waktu mereka bersama dengan keluarga Carl, maka dari itu sekarang Carl hanya ada Senta yang merawatnya saat sakit.


"Tidur lagi! " ucap Senta sesudah memberikan beberapa obat yang di minum Carl dan membaringkan tubuh Carl yang duduk bersandar barusan.


"Jangan tinggalkan aku sendiri! " ucap Carl yang terlihat seperti anak kecil kalau sakit.


"Tidak ada yang meninggalkanmu!! tutup matamu sekarang! " ucap Senta memerintah.


"Sini!! " kata Carl menepuk sisi ranjang yang kosong di sebelahnya.


"Ti.. tidak mau!! " tolak Senta sedikit gugup untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.


"Aku tak akan mungkin merusak wanita yang sangat aku cintai ini! aku janji tak akan macam-macam! sini! " ucap Carl yang kembali menepuk raung kosong di sebelahnya, yang sayangnya Senta hanya terdiam mematung memandangi nya. " come on! aku sedang sakit ini! aku butuh pelukan tau! " ucapnya lagi dengan memohon.


Dengan ragu Senta ikut berbaring di sebelah Carl, memeluk pria yang saat ini singgah di hatinya itu, mengelus-elus pelan rambut yang lumayan tebal dan panjang.


"I love you! " ucap Carl yang juga menerima pelukan gadisnya itu, menjadikan lengan kecil Senta sebagai bantalan kepalanya pas menghadap ke dada empuk milik Senta dan memejamkan matanya dengan senyum lebarnya yang sesekali mencuri-curi kesempatan.


"Jangan macam-macam! " ucap Senta yang merasakan wajah Carl semakin terbenam di dua gunung tak berapinya.


"Kepalaku sakit tau! " kata Carl beralasan yang sebenarnya tak terlalu sakit lebih ke mencuri kesempatan saja.

__ADS_1


Senta yang tak tega hanya bisa pasrah dan mencoba untuk menghiraukan rasa aneh di dirinya, dengan sesekali mengelus kepala Carl dengan lembut hingga di rasa benar-benar tertidur.


"Kau tau, aku pikir bersanding dengan pria sepertimu itu hanyalah sebuah mimpi untuk seorang mahasiswi dengan kehidupan berantakan sepertiku! kau yang sempurna ini bahkan bukan tempatku untuk menggapai mu, kau terlalu tinggi untuk ku gapai, dulu aku terlalu ragu untuk maju ke depan apalagi saat tau orang seperti apa kau saat itu yang membuatku yakin orang-orang sempurna sepertimu hanya menjadikan wanita sepertiku sebuah mainan di hidup kalian, sampai dua bulan ini kau benar-benar menunjukkan kalau aku bukanlah sebuah mainan mu, kau membuatku menjadi wanita yang sangat istimewa yang bahkan sangat melebih apa yang aku dapatkan dari papaku sendiri, kau membuatkan menjadi wanita yang sangat kau cintai, kau banggakan, dan kau ratukan beberapa bulan ini!! Dan aku benar-benar mencintaimu sekarang! bisakah hanya akan yang menjadi kekasih dan teman hidupmu sampai maut memisahkan? " ucap Senta meluapkan rasa di hatinya selama ini, yang sempat tak berani ia katakan masih, dan hari ini ia ungkapkan walau pria yang ia cintai dalam ke adaan tak sadar menurutnya.


"Boleh, kau akan menjadi satu-satunya kekasih, ibu dari anak-anak ku dan teman di hari tuaku nanti!! " ucap Carl berlahan membuka matanya.


Membuat Senta kaget dengan membulatkan matanya, dan tak lama membuatnya salah tingkah sendiri diri, lalu membalikkan badannya membelakangi Carl sangking malunya dan melupakan sakit yang pria cintai itu rasakan saat ini.


Sebenarnya Carl sempat tertidur tadi, hanya saja pendengarannya yang sensitif membuatnya sadar kembali dari tidurnya saat mendengar suara wanita yang ada di dampingnya, dan sengaja tak membuka matanya untuk mendengarkan apa yang di ucapkan oleh wanita yang ia kejar selema ini, semakin lama di dengar semakin membuat hati Carl berbunga-bunga tapi dengan sekuat tenaga ia mencoba tak membuat Senta sadar kalau ia sudah tak tidur.


"Ka.. kau tidak tidur? " gugup Senta dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya walau sudah membelakangi Carl.


Bukannya menjawab, Carl malah memeluk tubuh kecil itu begitu erat dari belakang dan sesekali mencium rambut yang sangat wangi milik Senta.


"Ja.. jangan aneh-aneh! " ucap Senta yang sangatlah gugup.


"A.. apa nya? " bingung Senta di sela-sela kegugupan nya.


"Mengatakan perasaanmu padaku! Padahal aku sangat menunggu ucapanmu ini! " terang Carl.


"A.. aku tak berani! " jawab Senta.


"Kau dulu dengan berani mengungkapkan perasaanmu pada pria yang kau suka, tapi kenapa sekarang padaku tak berani? " tanya Carl yang sedikit tak Terima.


"I.. itu kan beda cerita, dulu aku mengejarnya sekarang aku yang di kejar, dulu aku tak begitu dalam mencintainya tapi sekarang jauh lebih dalam sampai membuatku bingung dan tak berani memulainya dari mana, aku juga beberapa hari ini mencoba memberanikan diriku, tapi kau terlalu sibuk yang malah membuatmu sakit sekarang! " terang Senta.


"Maaf tak memiliki waktu untukmu karena kesibukan ku beberapa hari belakangan ini!! aku hanya tak ingin ada kendala pekerjaan di hari pernikahan sahabatku itu! maaf sayang! " ucap Carl yang sadar dengan kesibukannya selama ini.

__ADS_1


"Sa... sayang? " gugup Senta.


"Ya, kau kan sudah menjawab perasaan cintaku selama ini, kau kekasihku, wanitaku seorang saat ini sayang! " jawab Carl yang gemas malah menggigit pelan pipi Senta.


"Akkkhhh, sakit ya! kalau seperti ini aku pulang saja lah! " ucap Senta yang sebenarnya was-was dengan sikap kekasih barunya itu dan memilih beranjak dari ranjang yang sebenarnya sangat nyaman apa lagi dengan matanya yang sedikit mengantuk, hanya saja niatnya itu terurungkan saat Carl memeluk tubuhnya begitu erat.


"Di disini saja sebentar, temani aku tidur! " mohon Carl.


"Baiklah, tapi hanya seperti ini! " ucap Senta memberikan peringatan Carl untuk tak lebih dari sekedar pelukan.


"Kau tau...? "


"Tidak! " potong Senta menjawab.


"Dengarkan aku dulu sayang! " ucap Carl, baru saja jadian sudah di buat kesal oleh Senta.


"hhooooohhhhmmm!! " Senta sedikit menguap. "baiklah-baiklah! " jawabnya .


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2