
Ia mengacaukan segalanya, menyakiti perasaan wanita yang sangat ia cintai dengan merendahkan harga dirinya, padahal Senta sudah mau menerima perasaan cintanya, tapi semua sirna dengan kesalahan fatal yang ia buat sendiri, ia menyesal sangat - sangat menyesal sampai ia tak tau harus berbuat apa.
Carl merogoh ponsel di saku celananya, mencoba menelfon Senta, panggilan pertama tak ada jawaban dari Senta , ke dua dan ke tiga juga sama, sampai 5 kali pun tak ada jawaban dari Senta, Carl tak pantang menyerah mungkin Senta hanya perlu waktu untuk menenangkan pikirannya.
Carl berjalan keluar dari cafe karena tak ada lagi yang bisa ia lakukan di sana, tapi Carl masih melihat mobil yang bisa Anya bawa masih terparkir di depan cafe, membuat Carl memiliki sedikit harapan untuk berbicara dengan Senta.
Tok, tok, tok
"Senta! buka pintunya, aku mau bicara sementara! " ucap Carl dari luar mobil.
Bukannya mendapatkan jawaban, Carl malah di tinggalkan begitu saja dengan mobil yang di kendarai Senta dan Anya melaju dengan cepat tanpa memberikannya kesempatan untuk berbicara walau di luar mobil.
Tapi Carl dengan sigap masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti mobil mereka melaju, Sebagai pria yang berpengalaman di dunia balap, Carl lebih unggul dari Anya meski laju mereka sangat cepat, dan dengan berlahan Carl memotong jalan mereka dengan hati-hati agar tak membahayakan gadis-gadis yang ia potong jalannya.
"Turun sekarang! " ucap carl dengan menggedor pintu kaca samping kemudi. " Senta turun sebenar! tolong berikan aku kesempatan untuk bicara!! Senta! " teriak Carl.
Sedangkan Senta yang ada di dalam mobil hanya menatap pria yang menyakitinya itu melakukan apa yang ia mau, sampai hatinya tergugah untuk menyelesaikannya sekarang juga, agar hidupnya lebih tenang nanti.
"Aku akan keluar, kau pulanglah dulu! " ucap Senta pada sang sahabat.
"Apa kau yakin? " ucap Anya setelah melihat air mata sang sahabat tadi saat di parkiran.
"Ya! aku ingin menyelesaikannya sekarang juga! " ucap Senta dengan menguatkan hatinya.
"Baiklah, kalau ada apa-apa hubungi aku oke! " ucap Anya yang di angguki Senta.
Yang tak lama Senta membuka pintu mobil, dan menatap pria yang sedari tadi menggedor-gedor pintu mobil di sebelahnya.
"Bicara di mobilmu! " ucap Senta dengan dingin.
"Baik! " ucapan Senta di sambut bahagia oleh Carl yang memang sangat ingin berbicara.
__ADS_1
Tapi di dalam mobil sampai mobil itu melajukan kecepatannya Carl belum mengatakan sepatah kata pun, tapi yang membuat Senta bingung adalah jalan yang di lalui bukanlah jalan menuju rumahnya.
"Mau kemana? " tanya Senta tanpa menatap orang yang ia ajak bicara.
"Kita perlu bicara! kita ke apartemen ku untuk bicara semuanya! " jawab Carl yang membuat Senta melotot kan matanya.
"Tidak mau! kenapa harus di apartemen, kita bisa bicara di sini! " ucap Senta yang menolak keras berkunjung ke rumah pria apalagi hanya ada mereka berdua.
"Tidak, lebih baik kita bicara di sana saja! " ucap Carl tanpa bantahan.
"Tidak mau ya tidak mau! " kata Senta dengan kesal.
"Suuuuutttt! kita sudah sampai, kita bicara sebentar saja, aku janji tidak akan melakukan hal aneh-aneh padamu! " ucap Carl yang tau ketakutan gadis yang ia cintai.
Dengan ragu Senta mengikuti langkah Carl menuju apartemennya, tapi ada hal yang membuatnya syok, keadaan apartemen yang sedikit berantakan bahkan ada BH yang tentunya milik seorang wanita tertinggal di sana, pemandangan cukup menyakitkan untuk seorang Senta.
Selain merasa nyeri di hatinya Senta juga merasa was-was saat tau sifat asli pria di depannya.
"Maaf! " ucap Carl menyembunyikan benda terlarang yang ia lihat dan membuangnya ke tempat sampah, ia begitu bodoh yang malah mengajak Senta ke apartemennya dengan keadaan belum di bersihkan.
"Ti.. tidak!! maafkan aku!! ak... aku melakukannya untuk terakhir kalinya sebelum menjalin hubungan serius denganmu! " ucap Carl dengan wajah menyesalnya.
"Jadi selama ini tidak serius??? hehe!! lucu bukan, aku menganggap semua omonganmu itu serius tau!! sangat malah!! ternyata aku masih sebodoh ini!! hehe!! " ucap Senta tertawa sumbang dengan segala rasa sakitnya saat ini. "Sepertinya ini salahku yang terlalu berharap lebih sebelumnya!! " ucapnya lagi bersamaan dengan menguatkan air matanya agar tak jatuh.
"Dengar kan aku dulu! aku mencintaimu itu itu memang benar adanya, aku serius untuk itu! aku yang salah di sini, mencoba serius dengan mu tapi masih bermain-main dengan wanita lain di luar sana! aku minta maaf! tolong beri aku kesempatan sekali lagi!! aku memang akan mengakhirinya tadi malam, maaf!! tolong! " mohon Carl mencoba menggenggam tangan senta, tapi pemilik tangan lebih dulu mundur untuk sedikit menjauh dari hadapan Carl.
Pengakuan Carl semakin membuat hati Senta tertancap ribuan duri semakin dalam, setelah duri itu bersarang sebelumnya, rasa sakit yang ia rasakan ini jauh lebih sakit dari pada saat masih mengejar Riky atau mantan pacarnya dulu.
Yang membuat air mata yang Senta tahan sedari tadi tak bisa ia bendung lagi, mengalir cukup deras walau beberapa kali ia hapus, tak ada lagi yang bisa Senta ucapkan sangking kecewanya hatinya saat ini.
"Maaf! maafkan aku Senta! " ucap Carl berniat memeluk gadis yang menangis karenanya itu, tapi hal itu tak akan terjadi karena Senta lebih dulu menolak pelukannya.
__ADS_1
"Jangan memelukku lagi! karena itu bukan milikku!! " ucap nya dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak Senta! ini milikmu, pelukan ini milikmu! " kata Carl yang tak Terima dengan ucapan Senta.
"Tapi nyatanya pelukan itu bukan untukku seorang! huuuufffftttt!! a.. aku memaafkanmu! t... tapi ca.. carilah wanita lain untuk kau kejar, be.. berhenti mengejarku lagi!! permisi! " ucap Senta seolah tak sanggup mengatakannya, dan berniat pergi di rasa pembicaraan mereka telah selesai.
Tapi Carl segera memeluk tubuh kecil itu dari belakang saat Senta berniat pergi dari apartemennya, Walau mendapat perlawanan Carl tetap memeluk Senta dengan kekuatannya yang jauh lebih besar.
"Lepas!! " marah Senta mencoba melepaskan pelukan Carl dengan memberontak.
"Tidak, tidak akan! aku mencintaimu, bahkan aku berniat berubah untukmu! tolong jangan bicara seperti itu, jangan tinggalkan aku tolong, maafkan aku! aku mohon jangan pergi dari hidupku! jangan hiks!! " kata Carl yang untuk pertama kali menangis karena wanita.
"Kau bilang aku akan membeli harga diriku bukan! ya, aku wanita murahan seperti yang kau pikirkan! jadi lepaskan kan aku sekarang! " jerit Senta dalam pelukan Carl.
"Tidak! aku mohon maafkan semua perkataanku!! tolong jangan bicara seperti itu, semua memang salahku! jadi tolong maafkan aku, setidaknya berikan aku kesempatan, aku mohon hiks! " ucap Carl yang juga merasakan nyeri di hatinya.
"Lepaskan aku bilang!! aku jijik dengan pelukanmu ini sialan! " kata Senta mulai kesal yang malah memperkeruh keadaan.
Carl yang juga sakit di hatinya sedari tadi, semakin sakit hati saat Senta mengatakan jijik padanya, yang tadinya menatap sedih berubah sebuah amarah di wajah Carl.
"Kau jijik ha? kau jijik padaku sayang??! Akan ku buat kau tak jijik padaku lagi! " ucap Carl yang gelap mata mengangkat tubuh kecil Senta menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
"Tidak! tidak mau! " jerit Senta ketakutan dengan terus memberontak walau tak berarti apa-apa bagi Carl.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...