Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mama Mertua


__ADS_3

Senta sendiri sedikit terkesima dengan ruang kamar yang terlihat karismatik dengan warna dominan sedikit gelap dan sangat luas di bandingkan kamar miliknya, yang padahal kamarnya sendiri terhitung lumayan luas untuk kalangan menengah ke atas, sangking wah nya melihat ruangan berdesain keren di depannya, Senta sampai lupa dengan tujuan awal masuk ke dalam kamar yang ia sendiri tak tau milik siapa.


Sedangkan mama Anne hanya menatap sang menantu dengan tersenyum tulus, jika anak pertamanya tulus cinta pada gadis di depannya, mengakui kesalahan, dan mau memperbaiki semuanya, inilah awal kebahagiaan yang akan di Terima wanita malang ini, ia begitu bahagia meski hanya membayangkan nya saja, karena yang di harapkan hanya sebuah kebahagiaan untuk orang-orang yang tercintanya.


"Ganti Senta sayang!!! " ucap mama Anne yang sudah terlalu lama menunggu Senta menatap kagum kamar anak pertamanya.


"Di mana? " tanya Senta karena tak hanya ada satu pintu di kamar mewah itu.


"Di sana! " tunjuk mama Anne di pintu paling ujung sembari menepuk bahu sang menantu.


Senta hanya menjawab dengan anggukan kepala tapi tak lupa dengan senyum manis yang terbit di bibir cantiknya, dan berjalan ke arah pintu yang di tunjukkan mama Anne.


Setelah kepergian sang menantu, mama Anne mendudukkan bokongnya ke ranjang king size yang begitu nyaman, dan bergantian menatap sekeliling ruang kamar itu seperti yang dilakukan menantunya tadi.


Ingatannya kembali pada saat-saat ia akan di karuniai seorang Carl yang sekarang sudah tumbuh menjadi pria dewasa, dan ruangan ini di pilih langsung oleh mendiang suami pertamanya untuk kamar anak bersamanya.


Wajah penuh bahagia cinta pertamanya itu masih tergambar jelas di ingatannya, tapi ingatan kebahagiaan itu hilang dalam sekejap saat ia sadar semua sudah menjadi kenangan.


"Huuuffftttt!!! ini yang aku tak suka saat harus kembali ke rumah ini. " ucap mama Anne yang sebenarnya ini kali pertama ia masuk ke dalam mansion penuh kenangan ini sehari setelah kepergian suami pertamanya dulu.


Kebahagiaan yang hanya bisa di angan-angan membuatnya sangat tak berani untuk masuk ke dalam mansion ini, walaupun ia sudah memiliki cinta lain sekalipun, kenangan cinta pertama tak akan bisa ia lupakan apalagi jika melihat tempat yang menjadi saksi bisu indahnya percintaannya dulu.


"Putra kesayanganmu berulah di umurku yang sudah tak muda ini, dan untungnya aku sudah memiliki william yang bisa mengatasi segalanya, aku sangat mencintainya seperti aku mencintaimu dulu, dan lucunya aku di karuniai satu putra lagi darinya di usiaku yang harusnya mengendong cucu ini, bahkan kedua putraku sangatlah mirip satu sama lain yang tentunya gen mamanya sangatlah kuat di sini, William sama mengeluh nya sepertimu dulu saat tau 80% putranya sangatlah mirip pada mama yang begitu hebat sepertiku!! huuuffftttt, aku bahagia sekarang, walau dengan berbagai cara untuk menjadi bangkit seperti dulu lagi! dan kau juga harus bahagia di atas sana, walaupun hati ini sudah di miliki orang lain, tapi kau tak akan pernah tergeser di ingatan wanita kuat ini!!!! " batin mama Anne sembari memandangi setiap sudut kamar sang anak.

__ADS_1


Meski mama Anne sadar sepenuhnya kalau semua yang ada di pikirannya hanyalah sebuah kenangan yang tak bisa terwujudkan kembali, tapi tetap saja ia terus mengingat cinta pertamanya setelah memutuskan masuk ke dalam mansion ini.


"Kau punya William sekarang, kau yang memilihnya untuk menjadikannya teman hidupmu, kau harus ingat itu Anne, dia cukup menjadi masa lalu mu, dan hanya William yang harusnya ada di otakmu oke!!! " batin mama Anne memperingatkan tubuhnya sendiri yang sudah mulai merasa berlebihan memikirkan cinta pertamanya.


Dia pernah merasakan sakitnya kehilangan cinta, hingga sekarang ia tak akan menyia-nyiakan cinta terakhirnya selagi masih ada kesempatan, karena kehilangan jauh lebih sakit dari pada harus berusaha sekeras apapun.


Di tengah pergulatan batinnya, Tiba-tiba mama Anne mendengar pintu kamar mandi terbuka yang menandakan sang menantu sudah selesai berganti pakaian, meski lumayan lama ia harus menunggu.


"Ma!!! " panggil Senta yang masih berdiri di ambang pintu.


Sedangkan mama Anne terdiam terkesima menatap kesempurnaan di depannya, gaun cantik buatan tangannya itu begitu cocok dan pas di badan sang menantu.



"Ma, ini benar di pakai sekarang? " tanya Senta sedikit ragu, karena merasa gaun yang ia kenakan lebih cocok di gunakan di acara formal.


Mama Anne tak menyangka gaun pengantin yang ia rancang sediri jauh lebih memukau saat di pakai oleh pemilik tubuh, dan wajah melongonya tadi berubah tersenyum lebar menatap setiap detail gaun dan wajah sang menantu.


Sebagai perancang busana bukan kali pertama ia melihat rancangannya di pakai orang lain tapi hari ini sangat berbeda karena untuk pertama kalinya ia membuat gaun pengantin khusus untuk sang menantu dan hasilnya semakin memukau saat di pakai orang yang tepat, ia juga yakin aura yang di pancarkan sang menantu juga ikut andil dengan keindahan di depannya.


"Mama!!! " panggil Senta lebih keras, bukan berniat tak sopan tapi mama Anne sendiri yang tak menjawab ucapannya dengan nada yang biasa saja.


"E , ya sayang? " sahut mama Anne yang sadar akan keterpukauan nya.

__ADS_1


"Lihatlah! " ucap Senta membalikkan badannya, memperlihatkan resleting baju yang tak tertutup. " Senta tak bisa menaikan nya, bisa tolong Senta ma? " lanjutnya dengan hati-hati.


"Ooh, mama punya anak perempuan sekarang!!! " ucapnya yang sebenarnya begitu menginginkan anak perempuan yang bisa ia dandani, tapi jika Tuhan berkehendak lain tentu saja ia tak bisa apa-apa, tapi dengan sigap ia berjalan mendekat sang menantu untuk membantunya. "Selesai! kau cantik sekali sayang, dan gaun ini sangatlah cocok untukmu! " lanjutnya memuji Senta setelah memakai pakaiannya dengan sempurna.


" Ini karena gaun indah ini ma, ini sangat bagus, mama hebat!!! " ucap Senta tak kalah memuji.


"Baiklah-baiklah, sekarang kamu harus mama dandani sedikit!! " kata mama Anne menarik tangan sang menantu untuk duduk di meja rias yang sepertinya sengaja di siapkan untuk mempelai wanita.


"Tapi jangan berlebihan ma!!! " ucap Senta mencoba tak menolak walau sangat berat.


"Tidak akan! sekarang kau cukup duduk manis, dan nikmati hasilnya!!! " ucap mama Anne yang percaya diri, sekaligus bahagia keinginannya dari malam memiliki anak perempuan dan mendandani nya tercapai juga, apalagi usianya sekarang yang mustahil untuk memiliki anak lagi membuatnya tak punya harapan sebelum memiliki mantu sekaligus anaknya seperti sekarang.


"Baiklah!! " jawab Senta mencoba ikhlas tapi was-was akan hasilnya.


Lain halnya dengan para wanita yang berbahagia di dalam kamar, para pria yaitu William atau papa Will dan Carl yang tak ada bahagia-bahagianya sama sekali, terutama Carl yang merasakan aura mencekam di sekelilingnya.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2