Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Kecurigaan Baru


__ADS_3

Keesokan paginya, tanpa di sadari 3 manusia yang tertidur itu malah berlanjut sampai pagi, dengan Dante yang bahkan masih memakai seragamnya.


Orang yang pertama kali bangun adalah Anya, merasa tubuhnya jauh lebih baik, ia berlahan bangun agar tak membangunkan dia pria kesayangannya, beranjak ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya, dan turun untuk membantu sang mama di dapur, kegiatan yang sering Anya jalani semala ini.


Tak lama Anya yang keluar dari kamar, Len tiba-tiba terbangun saat merasakan tak ada orang di sampingnya, menatap ranjang yang mereka tiduri tadi yang memang hanya ada anak laki-laki nya.


Len terdiam sambil mengingat-ngingat apa yang mengganjal di hatinya, sampai ia teringat dengan ucapan terakhirnya kemarin, membuat Len dengan cepat beranjak dari tidurnya dan mencari wanita yang butuh akan penjelasannya.


Len mulai melangkahkan kakinya ke dapur, karena ia tau kebiasaan gadisnya jika pagi hari seperti ini, sayangnya di disini tak akan sama dengan di dapur rumahnya, yang hanya dengan sekejap Len bisa memiliki privasi sendiri meski di dapur, tapi di sini ia tak bisa melakukan itu karena ada mama Rosa di sana, tak mungkin ia mengusir mama Rosa yang biasa ia lakukan pada pelayan di rumahnya demi kepentingan privasinya.


Walau begitu pun Len tetap melangkahkan kakinya mendekat pada gadis yang sedang sibuk memasak itu, duduk tepat di kursi depan dapur menatap Anya yang sangat fokus sekarang.


"Mandikan putramu sana! sebentar lagi dia akan sekolah! " ucap Anya tanpa menatap lawan bicaranya yang ternyata ia tau kehadiran Len sedari tadi.


"Aku baru duduk, masa di suruh ke atas lagi! " ucap Len yang sedang keberatan.


"Come on dad! " ucap Len dengan wajah kesalnya.


Cup..


Satu kecupan mendarat di kening Anya setelah mendekat ke arah Anya , tanpa canggung walau ada mama Rosa di sana, meski sebenarnya mama Rosa tak melihat dan malah fokus pada apa yang ia masak sekarang.


"Aku mencintaimu! " ucap Len sebelum benar-benar pergi untuk melakukan perintah calon nyonya nya, seakan ia lupa awal mula ia menemui Anya dengan muka bantalnya, karena merasa Anya juga tak merasa marah atau memperpanjang ucapannya tadi malam, membuat Len benar-benar lupa.


Butuh waktu cukup lama sampai Len turun kembali dengan sekarang membawa buntutnya yang sudah rapi dengan setelan seragam sekolahnya, dengan Len juga yang sudah rapi dengan setelan jasnya, yang memang ia selipkan di koper Dante sejak kemarin, secara diam-diam ia mencoba ikut menginap di rumah gadisnya itu.


Entah licik atau konyol, tapi itu berhasil sekarang, tertidur tanpa bingung memikirkan pakaian ganti besoknya, tapi sayang nya ini terjadi karena sebuah musibah.


"Pagi mom! " sapa Dante dengan melambai- lambaikan tangannya meminta ibu sambungnya untuk menjajarkan tinggi mereka, yang tentu ajaa sang mommy tau kode itu dan mengikuti permintaan nya.


Cup.


Satu kecupan mendarat di pipi mulus Anya, yang membuat pemilik tubuh itu melotot kan matanya sesaat, dan kembali melihat pemandangan yang sama pada ibu mertuanya, dan kali ini bukan Len yang melotot tapi papa Oscar yang memang berdiri tak jauh dari mereka dan merasa menjadi pemilik itu membuat respon yang sama seperti Len .


"Kau cucu kesayanganku!! tapi bukan berarti kau akan mencium istriku sembarang begitu!! ingin rasanya menendang mu ke planet mars sekalian! " batin papa Oscar yang pagi-pagi sudah di buat kesal yang padahal itu hanyalah anak kecil.


"Itu milik daddy, harusnya kau cari wanitamu sendiri!!! tunggu!! kau masih kecil!! tidak, tidak! kau tak boleh seperti itu pada anak gadis orang lain!!! " batin Len yang juga kesal tapi tak jadi dengan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Dad kenapa? " tanya Dante melihat papanya yang geleng-geleng tak jelas.

__ADS_1


"Ta.. tak apa!! daddy hanya sedikit pusing saja! " jawab bohong Len.


"Benarkah? sebaiknya jangan kerja dulu hari ini, istirahat saja agar tak semakin sakit nanti! " ucap Anya yang terlihat khawatir.


"Tak apa baby! sebentar lagi akan sembuh sendiri jika minum kopi buatanmu! " ucap Len dengan mengangkat satu gelas kopi miliknya.


"Kita makan dulu, minum kopinya nanti saja! " ucap mama Rosa yang membawa anggota keluarganya menuju ruang makan.


"Tapi daddy sakit! " ucap Anya yang masih khawatir.


"Aku tidak apa-apa baby! sakitnya juga sudah mulai hilang! " ucap Len di angguki pelan Anya.


Setelah ucapan terakhir Len, mereka melaksanakan sarapan paginya sebelum melakukan aktifitas mereka masing-masing, sampai makanan di piring mereka tandas satu persatu.


"Aku berangkat dulu baby! " ucap Len berpamitan sebuah di antarkan ke luar rumah oleh gadis yang ia cintai, dengan Dante yang ikut bersamanya karena jalan sekolahnya searah dengan kantor miliknya.


"Hati-hati! " ucap Anya.


cup, cup


Dua ciuman di bibir dan kening Len berikan tanpa mempedulikan putra kecilnya melihat adegan yang ia lakukan.


cup..


Satu ciuman di kening Dante Anya berikan untuk benar-benar menyalurkan rasa sayangnya pada putra sambungnya, dan melambaikan tangan pada mobil yang baru saja di tumpangi Len dan dante dengan melaju meninggalkan kediamannya.


*****


Siang hari setelah makan siang, di perusahaan Becker company, Len memiliki janji dengan HRD yang mengatakan mendapatkan pengganti wanita yang ia kurung sedari kemarin, yang sesai permintaan nya sebelum menerima untuk menghadap padanya dulu.


Dengan di dampingi asisten Noberto Len menatap dua manusia beda jenis itu berdiri di depan meja kerjanya. Satu kepala HRD dan seorang wanita cantik yang akan menempati kursi kosong di perusahaannya.


Cukup lama Len melihat surat lamaran kerja milik wanita itu, Len lalu menatap sahabat sekaligus asistennya itu yang mengangguk kepalanya pelan.


"Baiklah, kau bisa kerja hari ini, dan jangan membuat perusahaan kecewa menerimamu! " ucap Len memberikan keputusannya.


"Terima kasih tuan, saya benar-benar membutuhkan pekerjaan ini, Terima kasih!! " ucap wanita cantik yang bernama illona itu berniat berjabat tangan dengan Len.


"Keluar!! berterima kasihlah dengan menjadi karyawan yang baik di sini! " ucap Len tak mau tersentuh sedikitpun.

__ADS_1


"Baik, terimakasih tuan! " ucap illona dengan membungkuk badannya sedikit memberi hormat sebelum beranjak pergi bersama kepala HRD.


"Kau benar memilihnya? " tanya Len yang merasa tak yakin setelah benar-benar melihat kepergian manusia dua tadi.


"Ada sedikit kejanggalan di sana!" ucap asisten Noberto dengan mata jelinya.


"Kau juga melihatnya!!! " kata Len tersenyum misterius.


"Menurutku ikuti saja permainannya sampai benar-benar tau siapa dalang di balik semua ini! " ucap asisten Noberto yang juga tersenyum misterius.


"Ada pertemuan penting hari ini? " tanya Len.


"Tidak, hanya ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani saja! " jawab asisten Noberto.


"Aku ke markas! kau ikut? " tawar len.


"Tentu saja! aku mau memberikan pelajaran pada orang yang beraninya membawa pergi calon nyonya ku! " ucap asisten Noberto tak berbicara formal seperti biasanya.


"Jalan! " ucap Len yang beranjak dari ruangannya.


Sampai di lobi perusahaan Len tak sengaja berhadapan dengan illona yang entah dari mana.


"Siang tuan!! " sapa illona.


"Hem! " jawab Len dan pergi begitu saja tanpa menatap wanita cantik itu.


Berjalan beriringan dengan asisten Noberto menuju mobil yang sama dan tujuan yang sama tentunya, yang berniat membereskan dua manusia yang Len kurung sebelum acara pernikahannya di adakan dua hari ke depan.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2