
Beda hal nya dengan pengantin baru yang terbangun dengan senyum kebahagiaan mereka, Sepasang anak manusia yang sedang mengalami masalah besar sebelumnya menjalani pagi harinya dengan suasana yang tidak baik sama sekali.
Sebuah bunyi alarm ponsel berdering di jam 6 pagi, membuat Senta yang mengenal suara itu terbangun lebih dulu, menatap ke arah samping tempat seorang pria yang tidur tengkurap dengan kepala menghadap ke arahnya dan satu tangan yang memeluk tubuh nya saat tidur.
Ia tersenyum kecil berniat mengulurkan tangannya mengelus ke arah pipi pria berjambang itu, tapi saat ia teringat akan masalah mereka kemarin ia mengurungkan niatnya itu, menarik kembali tangan yang sempat terulur tadi, dan senyuman kecilnya hilang seketika.
Dengan segera ia beranjak dari ranjangnya tanpa mempedulikan Carl masih berada dalam mimpinya.
"Sssttttt!!!" Senta merasakan kepalanya yang sedikit sakit saat baru saja beranjak dari tempat tidur, yang sepertinya itu efek dari ketidak sadarannya tadi malam, tanpa mempedulikan hal itu ia mematikan alarm yang sempat ia siapkan kemarin siang karena ia memiliki kuliah pagi hari ini.
"Sayang! " panggil Carl bersamaan Senta yang berjalan menuju kamar mandinya, yang ternyata ia bangun saat merasakan pergerakan dari ranjang yang ia tiduri apa lagi mendengar desiran yang terdengar sakit di telinganya. " Yang??? " panggilnya lagi yang kembali tak ada jawaban.
Brak...
Suara pintu tertutup cukup kencang karena ulah Senta saat sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Carl sendiri hanya bisa menghela nafas panjang dengan terduduk dari tidurnya.
Ia menatap penampilannya yang begitu kucel dengan baju yang sama saat kemarin ia pakai, ia bahkan tak pulang ke apartemennya sejak ia berangkat kerja, jangan lupa perut kosongnya yang tak sempat terisi karena begitu memikirkan masalah yang ia perbuat.
Tak butuh waktu lama Senta luar dari kamar mandi miliknya, yang tak lupa dengan pakaian lengkap yang sengaja ia kenakan saat di kamar mandi tadi, ia sadar masih ada pria di kamarnya yang tak memungkinkannya untuk berlalu ke ruang ganti dengan menggunakan handuk atau kimono sekalipun.
"Sayang, aku boleh memakai kamar mandi muka? " ucap Carl meminta ijin walau ini kali pertama ia melakukannya, bukan tanpa alasan ia melakukannya, tapi karena melihat tingkah Senta yang begitu menjaga tubuhnya ia juga harus ikut hati-hati dalam bertindak.
kruuuukkkkk..
Saat Senta akan membuka mulutnya untuk menjawab, suara perut yang berasal dari Carl membuat fokusnya teralihkan, menatap perut Carl dan ia juga baru sadar dengan penampilan kekasihnya yang masih sama dengan kemarin sedikit kucel tapi tak mengurangi ketampanannya.
__ADS_1
"Kau lapar? " tanya Senta tatapan dinginnya. " kapan terakhir kau makan? " tanyanya lagi.
"kemarin pagi sebelum berangkat kerja! " ucap Carl dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sedikit malu dengan cacing di perutnya yang sedang berdemo meminta makan.
"Ck! kau bisa menggunakan kamar mandi ku! " ucap Senta beranak pergi keluar kamarnya, meninggalkan Carl yang masih berdiri mematung di sana.
"Hanya begitu? pria mu sedang kelaparan, kau tak khawatir dengan ku sayang! lihatlah penampilanku, kau tak kasian sedikitpun? Hehe, semuanya telah berubah karena mu sialan! dan wanita itu, kau akan menerima akibatnya!! " ucap Carl bicara sendiri menatap pintu yang tertutup rapat dan beralih ke arah pintu kamar mandi berniat membersihkan tempat tidurnya.
Di lantai bawah, Senta kembali melihat pemandangan menyayat di hatinya, dengan kedua orang tuanya dengan gila membawa sugar mereka duduk di meja makan keluarga mereka, begitu terang-terangan tanpa memikirkan hati yang hancur saat melihat cara mereka berumah tangga.
Walau itu sudah biasa ia lihat, tapi tak bisa di pungkiri rasa sakit dan kecewa itu selalu ada pada orang tuanya, entah apa yang terjadi pada mereka yang pada akhirnya Senta bisa mengalami kehidupan keluarga yang sekacau itu.
Senta mencoba tak peduli, dengan mengambil beberapa makanan yang akan ia berikan pada pria kelaparan di kamarnya.
"Nak Carl menginap? aku melihat mobilnya terparkir di depan? " tanya papa Senta yang duduk bersanding dengan sugar nya yang bahkan hampir seusianya.
"Bagus! kau harus berhubungan baik dengannya, papa baru tahu kalau papa angkatnya berasal dari keluarga kerajaan Inggris!! dia juga menjadi kepercayaan pemegang kampus ternama tempat kau kuliah sekarang! dia memiliki koneksi besar dengan pria terjaya di Dunia! baik-baik dengannya oke! ini akan membantu perusahaan papa lebih berkembang nantinya!! bisa lah bantu papa sedikit-sedikit,banyak juga boleh, pokonya papa akan merestui kalian!! " ucap papa Senta yang terdengar sedang menjauh anak gadisnya itu.
"Ck, sahabatku adalah istri dari pria terkaya itu! " ucap Senta dengan santai, walau hatinya hancur berkeping-keping, apa lagi mengingat penghianatan pria yang papanya bahas.
"Eh, mamanya juga!! mama nak Carl ternyata pemilik brand besar yang sering mama pakai!! dia terkenal dalam bidang fashion dan sosialita! kau jangan pernah lepaskan pria seperti itu! mama akan merestui hubungan kalian seratus persen! " ucap mama Senta yang tak mau kalah saat tau siapa yang dekat dengan sang anak.
klak!!!!!
Suara sendok di letakkan begitu keras yang menimbulkan bunyi yang cukup menganggu di telinga siapapun.
__ADS_1
"Aku tak peduli dari mana ia berasal!! jika ia BERHIANAT dan memberikan KEKECEWAAN saat itu juga aku membuangnya jauh-jauh! " ucap Senta sebelum berajak pergi dengan satu piring makanan dan 1 gelas jus.
"Senta! " panggil papa Senta dengan penuh penekanan tapi tak di hiraukan oleh sang pemilik nama yang masih berjalan pergi dari suasana menyesakkan itu.
Dengan langkah yang tak fokus senta berjalan kembali menuju kamarnya yang untungnya bisa sampai dengan selamat tanpa ada drama makanan jatuh atau apapun itu.
Cek lek...
Senta membuka pintu kamarnya bersamanya dengan Carl yang juga baru keluar dari kamar mandi, walau dengan keadaan pakaian yang masih sama tapi setidaknya wajahnya jauh lebih segar dari sebelumnya.
Dengan Carl yang menatap makan yang kekasihnya bawa, entah karena lapar apa memang menggoda, makanan itu terlihat nikmat di pandang, apa lagi jus yang terlihat segar jika bersentuhan dengan tenggorokannya.
"Makan lah! " ucap Senta menaruh piring dan jus di nakas dekat ranjang, walau marah ia tak akan tega membuat Carl kelaparan, apa lagi wajah penuh harap saat melihat makanan itu membuat hatinya sedikit terenyuh, tapi itu tak akan merubah keputusannya.
"Terimakasih baby! " ucap Carl yang begitu bahagia, bukan karena makanannya tapi kekasih hatinya yang masih memiliki kepedulian untuknya, berjalan ke arah nakas dan memasukan satu suap makanan yang begitu nikmat di pandang.
"Ya, makanlah yang kenyang! setelah ini pergi dari hidupku, dan jangan pernah mengharapkan ku lagi, kita akhiri saja hubungan ini, aku tak bisa melanjutkannya!! " ucap Senta mengungkapkan keputusannya.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...