
Yang sepertinya itu mengena di hati papa Senta yang terdiam setelah mendengar ucapan Carl di akhir, karena ia sadar kalau dirinya tak begitu mencintai atau menyayangi putri angkatnya, yang bahkan tak sesekali menganggapnya tak ada, dan sekarang ia baru sadar saat sang putri akan pergi meninggalkannya.
"Iya, Sama-sama nak!!! " mama Senta yang menjawab dengan senyum bahagianya.
"Nanti kalian akan tetap main-main kesini bukan? " tanya papa Senta dengan wajah cemas nya.
"Semua tergantung pada putrimu!!" jawab santai Carl .
"Bujuk Senta untuk main kesini dua atau sekali dalam seminggu!! bagaimanapun ini rumahnya!!! " ucap papa Senta sedikit tak rela berpisah dengan putri yang ia rawat sedari kecil itu.
"Jangan harap, kau pikir untuk apa aku menikahinya, dan kau pikir aku akan membujuknya masuk ke dalam rumah neraka ini!!! tentu saja tidak!!! " batin Carl pasti tak akan melakukannya, tapi sayangnya bibirnya berkata lain. " Akan aku coba!!! " ucap nya hanya omong kosong belaka.
"Ya! terimakasih nak!!! " ucap papa Senta tersenyum hangat.
"Dan ini dari menantu baru kalian!! " ucap carl memberikan dua paper bag yang mestinya bukan barang murah untuk dua manusia serakah itu.
Mama Senta yang tak sabaran langsung membuka apa yang ada di dalam paper bag itu, dan tiba-tiba matanya melotot melihat satu set perhiasan yang berharga fantastis ini.
"Terimakasih sayang! kau menantu mama yang sangat baik, sering-sering ya nak!!! " ucap mama senta menatap binar perhiasan mahal itu.
"Ya, kalau ada waktu, aku permisi ke atas lagi!!! " ucap Carl izin pergi dari hadapan kedua orang tua Senta.
"Ya!!! " jawab papa Senta yang sepertinya tak begitu bahagia meski mendapatkan hadiah.
Tanpa peduli dengan dua reaksi berbeda kedua orang tua Senta, Carl berjalan menuju kamar istrinya setelah urusannya selesai, dengan membawa dua paperback di tangannya.
Di kamar yang identik dengan nuansa perempuan itu, Senta masih begitu pulas menikmati tidurnya, tapi melihat jari manis Senta yang kosong membuat Carl ingat akan sesuatu.
__ADS_1
Mengeluarkan kotak kecil di papar bag yang ia bawa tadi, yang memang berisi sepasang cincin pernikahan yang sudah ia siapkan saat ia terpikir akan menikahi Senta.
Dengan begitu hati-hati ia menyematkan cincin cantik yang begitu pas di jari manisnya, dan bergantian pada jari manisnya Carl sendiri, jangan tanyakan harga, karena pria yang terlalu banyak uang itu tak mungkin membelikan barang-barang yang sembarangan untuk wanita tercintanya.
Carl tersenyum menatap jari manis mereka yang terlihat begitu indah dengan cincin pernikahan mereka, ia begitu bahagia bisa menikahi gadis yang sangat ia cintai walau tak ada pesta pernikahan yang layak untuk gadisnya, tapi ia akan berjanji memberikan pernikahan megah setelah semuanya baik-baik saja untuk Senta, baik dirinya maupun hubungannya pada kelurga dan ia tentunya.
Berlahan Carl kembali merebahkan tubuhnya di samping istrinya, tak peduli matahari yang masih bersinar sangat terang hari ini, lalu memeluk erat tubuh istrinya yang terlihat lucu saat tidur.
"Perjuanganku masih begitu panjang untuk mendapatkan hati dan kepercayaanmu lagi, tapi setidaknya aku sudah melalui tahap ini, aku akan berjuang lebih dan lebih tanpa takut lagi kau meninggalkanku sayang!!! aku mencintaimu!!! " ucap Carl menunjukkan keseriusannya, dan itu sudah berulang kali ia lakukan.
"Ughhh!!! " tiba-tiba Senta menggeliat dengan memeluk erat tubuh Carl yang mengira itu bantal.
Pada akhirnya terjadi peluk memeluk yang membuat Carl sendiri merasa tegang, saat sesuatu bersentuhan akan tubuhnya, apa lagi si joni yang merasakan sarang cantiknya bertubrukan dengannya.
Yang tadinya hari berubah menjadi panas dingin untuk Carl, bagaimana tidak, manatan pemain yang beristri itu tak bisa menahan hasrat yang ia rasakan, apa lagi rasa begitu legit nya istrinya terngiang-ngiang di pikirannya, membuat nya hanya bisa memejamkan matanya untuk mengontrol hasratnya.
1 jam lamanya Carl menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi, dan keluar dengan perasaan lega, lalu kembali merebahkan tubuhnya di samping senta dengan memberikan sedikit jarak untuk memeluknya, karena takut hasratnya akan muncul kembali, dan tak mungkin tangannya bekerja untuk yang kedua kalinya.
Baru juga Carl akan memejamkan matanya, Senta malah melakukan yang sebaliknya yaitu membuka matanya, merasakan tangan besar yang memeluk pinggangnya dengan wajah pria yang sekarang menjadi suaminya sebagai pemandangan bangun tidurnya.
"Kau tampan dan mapan, kenapa begitu menginginkan wanita tak jelas asal usulnya sepertiku? " ucap senta menatap wajah tampan suaminya yang sedang tidur itu dengan satu tangan yang membelai lembut rahang yang memiliki bulu lebar itu.
"Karena aku sangatlah mencintaimu!!! " jawab Carl yang sebenarnya belum tertidur sedari tadi.
Yang membuat senta kaget dan manarik kembali tangannya yang membelai rahang Carl, dengan begitu gugup senta menundukkan wajahnya dan terduduk dari tidurnya secepat kilat.
"Kenapa bangun hm?? " tanya Carl dengan masih merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
"Ti.. tidak!!! " jawab senta yang begitu gugup, rasa lapar yang membuatnya bangun tadi seketika menghilang sudah. " aaa... aku tidur lagi!! " ucap senta dengan cepat merebahkan tubuhnya lagi, tapi sekarang ia tidur memunggungi suaminya dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepalanya.
"Kenapa sayang?? " tanya carl sedikit mendayu-dayu menggoda istrinya yang sedang malu.
"ti.. tidak!! tidur lagi sana!!! " ucap senta yang menjawab ucapan suaminya
"Baiklah kita tidur!!! " ucap Carl dengan mendekat memeluk tubuh senta lagi dari arah belakang.
Walau bukan untuk pertama kalinya tidur dipeluk seperti ini oleh Carl, tapi status baru yang mereka miliki membuat senta sedikit gugup, apalagi tadi ketahuan mengagumi wajah suaminya, benar-benar hilang seketika rasa lapar nya.
Di sela-sela kegugupan nya, ia merasakan ada yang mengganjal di salah satu tangannya, yang ternyata adalah sebuah cincin, sangat cantik dan pas di jari manisnya.
"Apa ini cincin pernikahan kami?? kapan dia melakukannya?? " batin senta tersenyum melihatnya, tapi saat mengingat semua perbuatan pria di belakangnya, senyuman itu seketika memudar, hatinya bimbang dimana sebenarnya ada rasa bahagia menikah Carl, tapi rasa sakit hati dan marahnya masih membekas di hatinya.
"Apa yang harus aku lakukan??? apa aku harus melupakan semuanya dan mencoba memulai kembali?? tapi aku tak tau dia benar-benar berubah atau tidak sekarang!!! apa harus seperti ini dulu untuk melihat kesungguhan hatinya??? ya, sebaiknya seperti ini dulu!!! " batin senta menemukan jalan keluar untuk kebimbangan nya.
Hingga tanpa terasa rasa kantuk mulai muncul kembali Membuatnya tertidur kembali dengan status baru dan teman tidur sekarang.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...