Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Nafkah Batin


__ADS_3

Di dalam kamar mandi Anya mulai menanggalkan pakaian satu persatu, setelah menyiapkan air hangat dengan aroma terapi untuk ia gunakan merilekskan tubuhnya, tanpa tau ada sang suami yang juga ikut menanggalkan pakainya di luar kamar mandi.


Dengan tubuh telanjangnya, Anya masuk ke dalam bathtub dan merendam seluruh tubuhnya kecuali kepalanya, lalu memejamkan matanya menikmati kenyamanan di tubuhnya, sampai tak sadar ada sang suami yang menyelinap masuk dengan begitu hati-hati.


Berlahan Len mulai masuk ke dalam bathtub yang bisa menampung tubuh mereka berdua, bersamaan dengan Anya membuka matanya karena merasa air di sekitarnya tiba-tiba bergoyang, apa lagi ia juga merasakan kulitnya bersentuhan dengan kulit lain yang membuat acara rileksasi nya terganggu.


"Dad!! " pekik Anya kaget melihat tubuh telanjang suaminya yang ikut berendam di samping.


"Hehehe!!!! " Len hanya bisa nyengir sambil memeluk telanjang istrinya.


Cup..


Len dengan gemas mengecup sesaat bibir istrinya, tapi sayangnya hal itu yang membuat hasrat nya muncul, di tambah kulit mereka yang saling bersentuhan .


"Dad!!! aku mau rileksasi dad!!! " protes Anya yang tau tabiat sang suami, apa lagi kemarin malam ia tak mendapatkannya.


"Aku juga!!! " jawab Len yang mulai memejamkan matanya, bukan menikmati aroma terapi di sekitarnya, tapi tangan yang bermain-main di dua benda kesukaannya dengan bergantian.


"Dad!!! " tegur Anya dengan menahan tangan sang suami dari dalam air dan busa yang menutupi tubuh telanjang mereka.


"Nikmati saja baby!!! " ucap Len yang masih melanjutkan permainannya.


Bukannya rileks, tubuh Anya menjadi tegang dengan kelakuan suaminya yang semakin menjadi-jadi, dan bukannya menciptakan keheningan malah membuat kamar mandi itu sedikit bising karena ******* Anya yang sesekali mulai terdengar.


Len yang sebagai pelaku hanya bisa tersenyum dengan hasrat yang sudah menyelimuti dirinya, dan bermain-main adalah cara handal sebelum memulai proses pembuatannya yang sempat absen kemarin.


Begitu banyak tubuh istri yang perlu ia jamah dulu, karena ia tak akan membiarkan sedikit saja bagian tubuh istrinya tertinggal dari sentuhannya, mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Anya sendiri hanya bisa pasrah menikmati setiap sentuhan memabukkan suaminya, dengan hasratnya yang juga berlahan menguasainya membuatnya tak menolak semua perlakuan suaminya pada tubuh molek nya.


Sampai pada akhirnya, air di dalam bathtub mulai bergoyang bahkan sampai tumpah ke mana-mana karena keluarkan dua anak manusia yang sedang memberikan nafkah batin pada pasangannya.


Dengan Anya yang belajar menjadi pemimpin dengan Len yang menjadi pelatih bersamaan menikmati setiap goyangan kecil yang dilakukan istrinya.

__ADS_1


Yang tadinya hanya terdengar ******* kecil dari bibir Anya, sekarang Len juga ikut mengeluarkan suara desahannya yang saling bersautan dengan sang istri, saling menikmati dan memuaskan.


Tak sampai di situ, Len tiba-tiba berdiri menggendong Anya bak koala, dan membawanya keluar dari bathtub mencari beberapa posisi yang ia inginkan untuk bercinta.


Hingga erangan panjang terdengar dari kedua bibir suami istri itu yang menandakan sama-sama berada di puncak setelah permainan panjang mereka.


Erangan yang terdengar berubah dengan helaan nafas yang begitu cepat seperti orang yang habis selesai maraton, dengan Len yang tersenyum lembut ke pada sang istri.


cup..


"Terimakasih baby!!! " ucap Len setelah memberikan kecupan di kening sang istri yang terlihat begitu kelelahan setelah meladeni keinginannya. " kita mandi sekarang hm!!! " ucap Len mulai menyalakan shower di atas mereka.


Dan terjadilah mandi memandikan dengan tangan Len yang kembali tak bisa kondusif, bagaimana bisa kondusif jika doa harus kembali disuguhkan dengan keindahan tubuh telanjang istrinya.


"Dad!!! " tegur Anya yang sedang fokus memandikan tubuh atletis suaminya, tapi sebenarnya ia tak bisa fokus jika sudah berhadapan dengan si boy yang tiba-tiba berdiri kembali.


Tapi tegurannya itu tak di hiraukan oleh Len yang memilih bermain-main di sarang cantiknya, yang malah mengundang nafsu di dalam dirinya .


Tanpa peduli dengan kelakuan suaminya, Anya memakaikan handuk kimono di tubuhnya dan tubuh suaminya, lalu berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya di belakang.


"Daddy!! tadi sudah!!! " ucap Anya yang sebelum permainan berlanjut ronde ke 2.


Tanpa ampun atau mendengarkan istrinya, Len membuka kimono Anya dan kembali memulai permainan nya yang lebih ganas dan sedikit kasar dari sebelumnya.


Membuat erangan dan ******* sang istri semakin kencang di banding di kamar mandi tadi, ia akan membuat istrinya tak berdaya kembali dengan permainan yang ia buat.


Hal itu memang benar, karena Anya tak bisa berdaya menolak keinginan suaminya lagi yang begitu mahir membuatnya terbuai dan menciptakan birahi baru di dalam dirinya walau tubuhnya lelah sekalipun.


Hingga terjadi ranjang goyang, yang tadinya air sekarang ranjang yang bergoyang , tapi kali ini Len bermain cukup brutal dalam waktu yang cukup lama, hingga hentakan terakhir bersamaan dengan erangan panjang di bibirnya.


Tanpa terasa satu jam lamanya mereka gunakan untuk bercinta hingga sampai di puncak yang mereka inginkan, belum lagi saat di kamar mandi tadi, menciptakan rasa lelah di dalam diri Anya, dengan nafas sengalnya setelah mendapatkan serangan bertubi-tubi dari sang suami.


Sedangkan sang suami terlihat biasa saja, dengan senyum cerah yang tak pernah luntur, dan juga tak pernah lupa mengucapkan terimakasih dan kecupan di kening atau di bibirnya.

__ADS_1


"Kau tak lelah dad? " tanya Anya menatap lawan bicaranya yang ada di sampingnya, sibuk dengan memainkan rambutnya setelah menaikkan selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka, yang tak memperlihatkan wajah lelah sedikitpun.


"Lelah??? " ucap Len pura-pura berfikir. " Tidak tuh, kalau mau nambah juga masih bisa!!! " lanjutnya dengan menaik turunkan alisnya.


"Nooooo!!! " pekik Anya menolak keinginan sang suami, walau enak tapi rasa lelahnya membuatnya tak minat untuk melakukannya lagi. " Aku lelah, dan itu sedikit perih sekarang!!! " ucap Anya sedang beralasan.


"Apa? " kaget Len, " kalau sakit bilang dad, jangan di tahan, pasti tadi terlalu berlebihan mainnya!!! " lanjutnya berniat menyebabkan selimut yang menutupi tubuh mereka, berniat memeriksa ke adaan sarang cantiknya.


"Mau apa??" cegah Anya takut sang suami meminta kembali.


"Hanya mau memeriksa, ada yang lecet atau tidak!!! " jawab Len menatap bingung wajah takut istrinya.


"Tidak, tidak!!! sudah tidak perih kok!!! " ucap Anya mencegah kelakuan suaminya yang takut berujung enak-enak lagi, yang malah menambah rasa perih yang sebenarnya masih ia rasakan.


"Jangan bohong!! aku tak akan macam-macam baby!!! " ucap Len menyakinkan istrinya.


"No, aku tak akan percaya dengan ucapanmu!!! " cibir Anya yang memang ucapan suaminya tak bisa di pegang jika sudah melihat sarang cantiknya.


Tok, tok, tok....


"Mom!!! " panggil Dante dari luar kamar yang terdengar cukup keras.


Membuat sepasang suami istri itu menatap ke sumber suara, melupakan perdebatan mereka barusan.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2