
"Bagaimana aku bisa tau kalau hidupku hanya untuk belajar dan memikirkan kamu, tak pernah terlintas di otak ku untuk memikirkan silsilah keluarga kerjaan kalau bukan Senta hadir di keluarga ini!!! " bisik Anya dengan nada sewot nya.
"Hehehe!!!! " tawa garing Len mendengar ucapan istrinya, " emmm, sebenarnya semua karena dia memilih menikahi janda dan mengorbankan kedudukannya!!! " bisik Len dengan menatap seorang duke yang luar biasa tak jauh di depannya.
Rahang Anya menganga lebar mendengar alasan yang sangat ingin ia ketahui, bagaimana tidak syok, karena itu adalah keputusan yang menyangkut masa depan sebuah negara, dia pikir hanya dirinya manusia paling berani mengorbankan masa mudanya untuk sebuah cinta, tapi yang ia dengar kali jauh lebih gila dari apa yang ia lakukan untuk sebuah cinta.
"Tapi tenang saja, pengorbanannya itu tak sia-sia sedikitpun, dia memperjuangkan wanita yang tepat dan itulah yang membuatnya sering tersenyum dan mau bersosialisasi seperti itu!! " ucap Len lagi karena sang istri masih syok dengan ucapannya.
"Aku kira tak ada pria yang begitu besar mencintai pasangannya sampai seperti itu!!! " ucap Anya tanpa sadar dengan menatap papa Will.
Ucapan Anya itu tentu saja sangat menyinggung Len sebagai pria yang merasa sangat besar mencintai istri nya, dan seketika wajahnya menoleh ke arah sang istri dengan tatapan tajam.
"Apa maksudmu? Apa kau pikir cintaku tak sebesar itu? " ucap Len dengan lantang yang membuat seluruh mata tertuju padanya.
Dengan wajah penuh kebingungan, semua orang menatap Len yang tadi sempat berucap lantang, apa lagi dengan wajah yang tak enak untuk di lihat.
Anya sendiri hanya bisa memejamkan matanya sebentar untuk mengurangi rasa canggung nya saat semua mata tertuju padanya dan sang suami.
"issssss!!! dasar bibir tak bisa di jaga!! dad juga, kenapa harus dengan teriak seperti itu sih, apa lagi tatapannya itu!! Tuhan, Bisakah buat aku hilang seketika di sini!!!! " batin Anya yang
menyesali ucapannya tadi. "Hehehe!! maaf, kami sedikit membicarakan masalah rumah!!! hehehe, ayo lanjutkan ngobrolnya!!! " ucap Anya dengan penuh kecanggungan.
"Kau jangan membawa masalah rumah tanggamu di pesta pernikahan ku ya! kalau tidak, akan aku tendang kau dari sini!!!" ucap Senta dengan nada bercanda.
"Iya, iya!! bawel!!" jawab Anya yang pada akhirnya membuat suasana kembali seperti semula.
__ADS_1
Tapi sayangnya tidak dengan sang suami, dengan posisi yang masih sama menatap tajam dirinya, membuat Anya menelan ludahnya dengan kasar, kekeliruannya bicara tadi sepertinya akan berujung panjang.
"A... apa? " gugup Anya seolah tak peduli akan kemarahan suaminya.
"Oh, jadi kau pura-pura tak tau dan tak peduli pada suami mu ini hm? ok, lihat saja nanti di rumah!! kau bisa bersenang-senang untuk sekarang!!!? " ucap Len dengan tersenyum misterius.
Hal itu yang membuat bulu kuduk Anya berdiri dengan sendirinya, hatinya sangatlah ngeri-ngeri takut tapi wajah dan tingkah lakunya seolah tak peduli dan menutup rapat bibirnya.
*****
Sepeninggalan papa Will dan Senta tadi, Carl tak berucap sedikit pun dan hanya menatap mamanya yang bahkan sama sekali tak menatapnya, hanya duduk dan menunggunya untuk berucap.
Sedangkan mama Anne sendiri sebenarnya terlalu sakit hatinya saat berhadapan dengan sang anak, ibu mana yang tak marah dan kecewa saat putra yang di besarkan dengan didikan baik itu melakukan hal keji pada gadis yang begitu baik, saat ia tahu sang anak suka bermain wanita, mama Anne masih bisa mentolerir semua itu karena sama-sama mau, tapi jika sebuah pemerkosaan tak ada lagi kata mentolerir untuk sang putra, hingga kemarahan dan kekecewaan di hatinya tak bisa di bendung lain.
Beberapa menit berlalu tapi Carl tetap saja belum mengucapkan tujuannya untuk bicara empat mata padanya, yang hal itu membuat mama Anne muak harus menunggu terus-menetus.
Tapi baru dua langkah ke depan, Tiba-tiba Carl mendahuluinya dan berlutut di hadapannya, dan hal itu juga yang membuatnya menghentikan langkah kakinya.
"Maafkan Carlson ma!!! " ucap Carl penuh penyesalan dan kesedihan di hatinya.
Hatinya sangatlah sakit saat mendengar ucapan dingin mamanya, bahkan jauh lebih parah saat ia dulu ketauan sering menyewa wanita bayaran, masih ada omelan-omelan dan pukulan dari sang mama yang membuatnya tak terlalu merasa bersalah.
Tapi sekarang untuk menatap pun sang mama tak sudi, hal itu menunjukkan betapa kecewa dan marah besar nya apa yang ia lakukan, hatinya semakin tak tenang saat tak ada omelan dan pukulan seperti biasanya jika ia melakukan kesalahan.
"Carlson minta maaf ma!! " ucap Carl sekali lagi karena mamanya tak menjawab ucapan permintaan maafnya sambil mencoba menyentuh kaki mama Anne.
__ADS_1
Tapi sayangnya dua kaki yang berdiri sejajar itu, undur satu langkah untuk menolak sentuhan tangan Carl, dan saat itu juga Carl tau kalau permintaan maaf saja tak akan cukup untuk mengembalikan mamanya seperti biasanya.
"Tolong jangan seperti ini ma, mama satu-satunya penyemangat Carl untuk mendapatkan kepercayaan Senta kembali ma! Carl sangat menyesal, tolong maafkan Carl dan dukung Carl ma!!! aku mohon!!! " ucap Carl dengan penuh permohonan tapi sayangnya kembali gak di gubris oleh sang mama yang hanya menatapnya dengan wajah dinginnya. "Mamaaaa!! " lanjutnya agar sang mama mau menjawab semua ucapannya.
Carl benar-benar tersiksa jika di diami seperti ini, jika bisa memilih, ia lebih memilih di pukuli seperti yang di lakukan papa Will dari pada harus merasakan situasi seperti sekarang.
"Kenapa harus gadis kesayangan mama? " ucap mama Anne yang malah balik bertanya, " Kenapa kau melakukan hal menjijikan itu pada gadis baik kesayangan mama??? hati mama hancur dan kecewa mendengar semua ini, bagaimana dengan Senta yang menjalaninya, bagaimana dengannya yang harus menerima tindakan kotor mu itu??? bagaimana dengan gadis malang itu ha??? hiks, hiks!!! " pada akhirnya tangisan mama Anne kembali pecah saat mengingat tingkah laku sang anak.
"Mama!! maaf, Carl sudah janji untuk mengembalikan semua seperti semula, dengan.... "
"Dengan cara apa kau bisa mengembalikan keperawanan gadis malang itu secara utuh, bagaimana cara mu mengembalikan kepercayaan dirinya, kebahagiaan nya seperti semula, bagaimana??? " kata mama Anne yang sempat memotong ucapan anak nya, dan bertanya dengan penuh penekanan.
"Bu.. bukan seperti itu maksudku ma! a.. aku akan.... "
"Kau tak bisa akan!! kau tak akan bisa mengembalikan semua seperti kala, jangan belaga kau bisa melakukannya dengan begitu mudah dari mulutmu itu!! " kata mama Anne dengan menggebu-gebu kembali memotong perkataan sang anak.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...