Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mengantar Kepergian


__ADS_3

"Tentu! aku sangat tau semua tentang istriku! luar dan dalam!! " ucap Len yang terdengar ambigu apa lagi di dukung dengan alis nya yang ia naik turunkan seolah punya maksud lain dari ucapannya.


"Come on dad!! aku sedang tak mood untuk bercanda!!! aku hanya kangen, tapi dia menolak ku!!!" ucap Anya dengan kembali bersandar di bahu lebar suaminya.


"Setelah ini kan bisa kangen kangenan Sepuas Mu!! tak perlu sedih baby!!! sepertinya kita harus buat bayi secepatnya agar tak ada lagi yang sedih karena anaknya lebih cenderung pada grandpa nya. " ucap Len dengan senyum nakalnya.


"Ck..!!! " kesal Anya dengan ucapan suaminya.


Bukannya ia tak mau memiliki anak dengan segera, tapi situasi yang tak tepat untuk membahasnya, hingga mereka sampai di tempat tujuan mereka mengantarkan kepergian orang tua mereka.


"Papa mama berangkat dulu!! jadi istri dan ibu yang baik hm!! kau sudah punya tugas yang harus kamu pertanggung jawabkan sampai kapanpun, dan jangan lupa akan statusmu sayang!!! " ucap papa Oscar berpamitan sambil memeluk tubuh anaknya sebelum berpisah.


"Siap pa!! papa juga jaga diri baik baik di negara orang!! " ucap Anya yang di angguki kecil.


"Seperti kata papa, jadilah istri dan ibu yang baik, mama akan mendoakan setiap langkah keluarga kecilmu, dan tanya apapun pada mama kalau Anya dalam masalah, mama akan siap membantu dan memberikan arahan yang benar untukku!!! " ujar mama Rosa yang juga memeluk tubuh putrinya.


"Iya mama sayang!! jaga kesehatan mama ya!! " jawab Anya.


Dan tak lama berganti berpamitan pada menantu baru mereka.


"Jaga putri tercinta ku, aku memberikannya padamu karena aku sangat percaya kau bisa membahagiakan dan menjaganya, jadilah ayah dan suami yang baik untuk keluarga mu, kau harus menjaga keutuhan rumah tanggamu, karena kita sebagai suami memilik godaan besar diluaran sana, dunia fana yang akan mengejar para pencari nafkah seperti kita!! Hati-hati akan hal itu, tapi aku percaya kau tak akan tergoda dengan hal seperti itu!!! " ucap papa Oscar pada Len yang memang tau sepak terjang pria setia di depannya.


"Pasti pa!! aku akan menjaga dan membahagiakan orang yang aku cintai! dunia fana bukan hal baru untukku, dan papa tak perlu meragukan kesetiaanku!!! " ucap Len memeluk sekilas papa mertuanya.


"Jangan lupa akan kebahagiaan mu dan keselamatan dirimu sendiri!! nanti lupa sangking ingin menjaga orang yang kau sayangi!! kau harus bahagia juga!! lakukan apa yang menurutmu membuatmu bahagia tanpa harus menyakiti keluarga kecilmu ini!!! " ucap mama Rosa yang memberikan perhatiannya pada yang menantu sembari memeluknya sekilas.


"mereka sumber kebahagiaanku! " ucap Len menatap Anya dan Dante bergantian. " apapun yang ku lakukan untuk mereka adalah bahagiaku sendiri!! jangan khawatir tentang kebahagiaan ku ma!! mama juga jadi diri baik-baik, dan berbahagialah sembari menemani suami mama yang sedang bertugas itu!!! " lanjut Len


Dan terakhir pasangan paruh baya itu berpamitan pada cucu pertama mereka yang sangat mereka sayangi itu.

__ADS_1


"Grandpa pergi! ingat ajaran grandpa, kalau kau mau terus berkembang minta papamu untuk mengajari mu hm!! kau adalah pria kau harus tangguh sejak dini akar semakin kuat saat dewasa!!! " ucap papa Oscar sembari berjongkok mengajarkan tingginya dengan cucunya. " jadi anak yang pintar saat grandpa tinggal oke! " lanjut papa Oscar memeluk tubuh kecil cucu kesayangannya itu.


"Dante sudah pintar, dan akan semakin pintar saat grandpa pulang lagi nanti, aku juga akan meminta papa mengajari apa yang di ajarkan grandpa dan semakin kuat saat grandpa pulang nanti!! grandpa jangan lupa akan itu!! " ucap Dante yang begitu percaya diri.


"Bagus!!! grandpa pasti akan menunggu hari itu!! dan mungkin kita bisa tanding di ring nanti!!! " ucap papa Oscar yang begitu semangat.


"Di ring??? siapa takut!!! " Kata Dante sebelum pelukan mereka terlepas.


"Dante harus menjadi anak yang baik untuk mom dan dad , jangan suka berantem dengan dad!! dan jadi anak yang pintar dan membanggakan orang tua mu hm!!! " ucap mama Rosa basic seorang grandma dan berjongkok memeluk tubuh cucunya.


"Baik grandma!!! " ucap Dante.


Setelah salam perpisahan yang begitu panjang untuk keluarga baru itu, keluarga yang sudah senior itu mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam bandara, hanya ada lambaian tangan dua wanita di keluarga itu, yang terutama Anya dengan raut sedihnya.


"Tak apa mereka pergi untuk kembali bukan!! jangan sedih-sedih lagi! " ucap Len menghibur sang istri sembari mengelus kedua bahunya .


Tapi tiba-tiba ada sebuah tangan kecil yang menggenggam tangan Anya, membuat pemilik tangan yang menatap ke arah bawah dimana putra kecilnya berada.


"Jangan sedih!! Dante untuk Mommy sekarang!! " ucap Dante tersenyum kecil walau dirinya juga sedih harus di tinggal sosok yang cocok dengannya.


"Ya mommy tak sedih lagi!! " ucapnya dengan senyum lebarnya.


Setelah kepergian keluarga senior itu, keluarga baru itu juga pergi dari bandara setelah urusan mereka disana sudah selesai.


"Berhubung hari ini hari sabtu, kalian harus ikut daddy ke kantor!! " ucap Len yang memang perkuliahan dan sekolah libur tapi tidak untuk perkantoran yang hanya ada hari minggu untuk libur.


Dua anak manusia yang berbeda jenis itu bersamaan mengeritkan dahinya mendengar ucapan kepala rumah tangga itu, dengan Dante yang sebelumnya begitu asik duduk sendiri di kursi belakang mobil.


"ngapain?? terlalu bosan kalau menunggu orang kerja!!! " ucap Anya yang tak setuju.

__ADS_1


"Tak ada penolakan!!! " ucap Len dengan begitu santai menjalankan laju mobilnya.


"Ck, aku mau pulang ke rumah saja!! " ucap Anya yang masih tak bau itu.


"Percuma bicara dengan orang pemaksa mom, lagian kemudi juga ada di tangannya, kita tak bisa apa-apa!!!" ucap Dante dengan santainya walau dongkol juga dengan daddy nya.


"Dengarkan ucapan putramu!! jangan coba-coba membantah pria pemaksa ini!!! " ucap Len yang malah membanggakan sifat buruknya.


"Aku baru tahu ada orang yang begitu bangga dengan kejelekannya!!! " ucap pedas Dante yang seperti tak akan pernah akur dengan daddy nya.


"Diam lah, duduk manis saja di tempatmu!! " ucap Len pada sang anak sembari fokus pada kemudinya.


Sedangkan Anya hanya bisa cemberut dengan menatap ke arah samping kaca pintu mobil, niatnya ingin menghabiskan waktu bersama putranya di rumah dengan penuh rencana di otaknya, tapi sekarang sudah sirna karena permintaan pria pemaksa itu yang sayangnya adalah suaminya sendiri.


Karena jarak bandara dan kantor Len cukup jauh, jadi memerlukan waktu yang cukup lama hingga sampai di tempat yang mereka tuju.


Hal pertama yang begitu membuat Anya malas berada di keramaian adalah mereka yang akan menjadi pusat perhatian, seperti sekarang walau hanya berada di kantor suaminya tapi tetap saja begitu banyak mata memandang ke arah mobil mereka, dan dengan perasaan yang ogah-ogahan senta akhirnya turun mengikuti apa yang di lakukan suami dan anak nya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2