Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mengakhiri


__ADS_3

"Kau tau rasa sakit ku saat melihat kekasih yang begitu aku percaya, begitu aku andalkan, begitu aku cintai, begitu aku harapkan bercumbu dengan wanita lain hm? rasanya seperti di cabik-cabik, di hancur kan tanpa sisa!! aku benci rasa sakit ini!! hiks, hiks!!! " ucap Senta yang berlahan berhenti memberontak, tubuhnya terlalu lelah untuk menghadapi rasa sakitnya di dunia ini.


"Maaf!! maaf!!! aku sangat menyesal sayang!! maafkan aku!!! " ucap Carl dengan wajah penyesalannya.


Ia begitu bodoh mengorbankan perasaan sang kekasih hanya untuk sebuah nafsu belaka, harusnya bisa lebih menahan hawa nafsunya tadi, tapi dengan bodohnya ia terpancing dengan setan betina kampus.


"Kita akhiri hubungan ini! " ucap Senta yang lebih memilih menyerah, walau di hatinya tak rela harus berpisah dengan pria yang begitu ia cintai.


Sedangkan Carl mendengar ucapan Senta kaget dengan mata yang seolah akan keluar dari kelopaknya.


"Tidak, tidak mau! aku tidak mau mengakhiri hubungan ini! aku sudah menolaknya dari awal, aku menghindarinya sayang, tapi tiba-tiba dia menarik ku kedalam ruangan itu saat aku selesai mengajar, aku juga sempat beberapa kali menolaknya saat menggodaku, di pikiranku hanya ada kau saat itu, aku benar-benar melakukannya aku menolaknya,aku bertahan sekuat tenaga, tapi saat ia memperlihatkan semuanya pertahananku hilang seketika dan tak bisa menahan semuanya, maafkan sifat bajinganku ini!! tolong jangan mengakhirinya, maafkan kekhilafan ku! aku sangat bodoh!!! maaf sayang!! " ujar Carl menjelaskan semua tanpa ada kebohongan.


"Kalian sama saja!! " teriak Senta dengan mendorong sekuat tenaga melepas pelukan orang yang sepertinya akan ia benci setelah ini, menatap nyalang pria yang berdiri dengan air mata menggenang sama sepertinya. " Tidak bisakah cukup dengan satu pasangan? tidak bisa kah hanya setia pada satu wanita saja? otak kalian hanya berisi ************! dan kau tak ada bedanya sama sekali, kau tau aku kembali merasakan sakit luar biasa yang sama saat melihat papaku mamaku saling berselingkuh di rumah ini!! dan aku kembali merasakannya karenamu!! hiks, hiks, aku lelah!! aku hanya ingin terbebas rasa sakit ini dan tak akan pernah terulang lagi nantinya! aku ingin mengakhir ini semua!! " ucap Senta marah pada pria di depannya.


"Aku salah, maafkan aku!!! tolong jangan akhiri hubungan ini!! aku sangat mencintaimu, aku tak bisa hidup tanpamu sayang!! aku mohon padamu, jangan mengakhiri yang baru kita mulai! " ucap Carl mulai mendekat kembali saat mendapatkan dorongan tadi, ia begitu ingin memeluk wanita yang sakit hati karenanya, begitu terlihat rapuh dan tak berdaya itu.

__ADS_1


"Jangan mendekat!! aku tak butuh pelukan sialan mu itu! kita akhiri segalanya dan jangan pernah menganggu hidupku lagi!! " ucap Senta dengan tegas.


"Aku tak mau!! aku tidak mau sayang! jangan lakukan itu!! " ucap Carl dengan air mata mulai mengalir dari matanya dan yang tadinya ingin memeluk karena tak di setujui sang pemilik tubuh berganti berlutut memohon ampun agar tak di akhiri hubungan mereka, karena pada dasarnya Carl sama cintanya seperti Senta, hanya godaan itu yang membuatnya berbelok sebentar tapi berakibat fatal untuk dirinya.


"Berdiri sekarang juga!! jika semua ini berakhir kau bisa dengan bebas melakukan apa yang ingin kau lakukan, tanpa harus memikirkan wanita menyedihkan ini, kau bisa bersenang-senang seperti yang kau lakukan sebelumnya, tak perlu susah payah berubah dan menahan-nahan keinginanmu itu! tak perlu! Kau bebas sekarang! " ucap Senta beranjak ke kamar mandi karena ia juga tak kuat harus berpisah dengan pria yang ia cintai.


"Ucapanmu itu tidak akan pernah terjadi! " teriak Carl mengejar langkah Senta dan memeluknya dari arah belakang yang di biarkan saja oleh sang kekasih, " hatiku juga sakit sayang! melihatmu menangis, tersakiti karena ulahku, cacianmu, perpisahan !! ini begitu menyakitkan bagiku!! golongan jangan tinggalkan aku! aku minta maaf!!! hiks!! " ucap Carl begitu memeluk erat tubuh kecil kekasihnya seolah tak membiarkan pergi dari hidupnya.


Sedangkan Senta hanya dia tak menjawab ucapan Carl dan hanya menerima pelukan sang kekasih yang untuk terakhir kalinya, dengan air mata yang terus mengalir dengan sendirinya, bersamaan rasa sakit yang dia torehkan Senta memilih berhenti di jalan dan mengakhiri semuanya, begitu sakitnya sampai ia tak ingin merasakannya lagi.


"Yang!!! kau kenapa?? yang!!!" panggil-panggil Carl yang tadinya memeluk berubah menopang tubuh yang tiba-tiba lemas itu, ia baru sadar kalau Senta tak sadarkan diri dengan wajah paniknya ia membopong tubuh sang kekasih dan ia letakkan ke atas ranjang. " Sayang!!! maafkan aku" ucap Carl mengelus pipi Senta yang sesekali ia menatap mata yang berkedip lemah dengan tatapan kosongnya.


"Tidur ya!! kau lelah! kita bicarakan besok lagi! tapi tidak boleh ada kata perpisahan ya!! maafkan aku kerena kesalahanku membuat tubuhmu drop seperti ini! maaf! " ucap Carl beranjak dari ranjang sang kekasih, yang bukannya pulang karena sudah larut malam, pria itu malah mengunci pintu kamar senta dan ikut berbaring juga di sana. "Aku tak akan membiarkan mu pergi dari hidupku! kau cintaku, kau milikku sayang! jika kau bersikeras meninggalkanku , aku yang akan memaksamu berada di sisiku! " ucap Carl mengelus-elus pipi begitu mulus di tangannya dengan bibir terangkat sedikit ke atas.


"Hiks, hiks!!! " Senta yang bisa menangis walau dalam keadaan mata terpejam.

__ADS_1


"Ssssstttttt!! jangan menangis lagi, aku sudah bilang kalau aku salah, aku tak akan mengulanginya lagi sayang!! aku juga sudah memohon mohon padamu tapi kau tak mendengarnya tadi! maaf kalau nanti caraku sedikit kasar agar kuat tetap berada di sisiku ini!! aku janji setelah urusan Barbara selesai di kampus dan mendapatkan penggantinya, aku akan membunuh wanita itu untukmu, dia yang membuatmu sakit hati seperti ini kan! aku janji akan menghabisi orang-orang yang akan menyakitimu nanti!! kau harus tau aku berusaha dengan keras berubah untukmu selama ini, dan sekarang kau tak boleh meninggalkanku dengan begitu mudah sayangku!! kau mau tidur hm?? baikan tidurlah, aku di sini menemanimu! " ucap Carl berbicara pada wanita yang sudah tak sadarkan diri sedari tadi, tidur di ranjang dan selimut yang sama dengan sang kekasih.


Dan pada akhirnya masalah yang terjadi memunculkan jiwa-jiwa yang tak jauh beda dengan Len sang sahabat, yang selama ini tak pernah muncul.


Karena pada dasarnya Carl dan Len bersahabat juga kerana mereka memiliki sifat yang tak jauh beda, dan Carl lebih memilih pensiun saat merasakan kehidupan lebih baik saat sang ibu bahagia dan memiliki putra kecilnya, keresahannya untuk membunuh berkurang karena kebahagian bertubi-tubi di dalam hidupnya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2