Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Memenuhi panggilan sekolah.


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Waber, tak ada teriakan peri kecil penghuni rumah seperti hari-hari biasanya. Anya berjalan menuruni tangga menuju ruang makan. Terlihat papa Oscar dan mama Rosa duduk di tempat masing-masing, menunggu peri kecilnya turun untuk makan bersama.


"Pagi pa, ma. " kata Anya, tak seceria dan senyuman yang di paksa. Membuat papa Oscar sedih melihat putri kecilnya.


"Pagi sayang. " jawab mama Rosa.


"Hari ini mama sama papa ke sekolahan mu, memenuhi panggilan kepala sekolah karena perbutan mu. Katakan yang sebenarnya terjadi, jangan di lebihkan dan dikurangi. " kata papa Oscar dengan tegas, agar masalah yang Anya hadapi cepat selesai.


"Ya pa. " jawab Anya pada sang papa.


"ayo makan sayang, papa juga, mama hari ini masak banyak lo, setelah itu kita berangkat bersama sama ke sekolahan ok! " kata mama Rosa , mencoba mencairkan suasana yang tidak baik baik saja hari ini.


Cukup menempuh waktu setengah jam papa Oscar, mama Rosa, dan Anya sampai di SMA Tunas bangsa, mereka berjalan beriringan menuju ruang kepala sekolah, karena Anya tak di izinkan mengikuti proses pembelajaran sebelum masalah yang ia buat selesai.


Tak banyak siswa siswi yang mulai berbisik bisik membicarakan Anya, karena berita tentang dirinya dan Berta telah menyebar, dalam kurung waktu semalam.


Papa Oscar, mama Rosa dan Anya berjalan terus tanpa memusingkan bisikan bisikan yang mereka dengar. Dengan papa Oscar merangkul pundak sang putri kecilnya dan mama Rosa memegang tangan Anya yang ada di sebelah tangannya, memberi kekuatan lebih untuk sang anak, dan memberikan dukungan penuh jika itu di jalan yang benar.


Sesampainya di ruang kepala sekolah keluarga Waber itu hanya di sambut staf sekolah, tanpa adanya kepala sekolah. Mereka saling berjabat tangan dan di persilahkan duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu.


Papa Oscar dengan santai mengangkat tangannya, melihat di jam mewahnya yang ternyata pukul 08.00 . Sampai pukul 08.30, sang kepala sekolah tak kunjung datang, padahal kepala sekolah tersebut meminta pertemuan pukul 08.00.


Bahkan pihak yang merasa di rugikan juga belum ada batang hidungnya. "Sepertinya mereka mempermainkan keluarga Waber, " kata papa Oscar sambil menatap dia orang wanita yang dia cintai itu sudah mulai bosan menunggu. " Kepala sekolah yang kau pekerjakan, tidak kompeten Len. " kata papa Oscar dalam hati lagi.


Papa menyebutkan nama Len karena ia mencari tau siapa pemilik sekolahan tempat putrinya mencari ilmu tadi pagi, tapi papa Len belum tau jika sekolahan itu baru di beli tadi malam oleh Len.


Jam 9 kurang barulah orang yang di tunggu tunggu datang dengan angkuhnya dan menjabat tangan papa Oscar.


"Selamat pagi tuan Waber. " kata kepala sekolah .

__ADS_1


" Selamat siang bapak kepala sekolah, " Kata papa Oscar menjawab sapaan pak kepsek. " Anda terlambat 45menit pak. " kata papa Oscar lagi, menohok orang di depannya dengan tatapan tajam.


Tak lama datanglah kedua orang tua Berta yang memang dari keluarga terpandang. Sang ibu Berta berjalan dengan cepat menuju Anya.


" Kau yang sudah melukai anak saya ha! kurang ajar! kau anak sialan! "Kata mama Berta dengan penuh emosi menunjuk-nunjuk didepan wajah Anya.


" Cih, orang tua adalah cerminan anaknya! " kata Anya dengan wajah dinginnya, sambil melihat ibu dan anak yang mirip sifatnya itu.


" Dasar anak kurang ajar! " kata mama Berta sambil akan menampar wajah Anya. Tapi dengan sigap mama Rosa memeluk sang anak untuk melindungi, berbarengan dengan papa Oscar yang menangkap pergelangan tangan yang akan menampar anaknya itu.


Berta yang menyaksikan rivalnya dalam masalah itu tersenyum tipis yang dapat dilihat Anya saat ini di pelukan mamanya.


"Jaga sikap anda nyonya. " kata papa Oscar dengan menghempas kasar tangan mama Berta.


"Bagaimana dengan sikap anak kurang ajar mu tuan, yang melukai anak saya. " kata papa Berta yang mulai angkat bicara.


Membuat papa Oscar menatap anaknya untuk memberikan penjelasan. Anya yang paham menganggukkan kepalanya pada sang papa, dan mulai menceritakan yang sebenarnya terjadi. Mulai dari kejadian di kantin yang Berta memulainya, dan di ditoilet yang lagi- lagi Berta yang memulainya.


Mama Rosa hanya diam mendengar perkataan kasar wanita di depannya itu, karena mama Rosa bukan tipe orang yang mau meladeni orang seperti mama Berta, ia lebih sibuk menguatkan anaknya dengan kata kata kasar yang menyakitkan dengan terus menggenggam tangan sang anak, dan memberikan senyum terbaiknya karena sesekali sang anak memandang wajahnya penuh kekhawatiran.


"Kalau tidak percaya, bisa lihat di kamera CCTV yang ada di sekolah. " kata Anya dengan santai.


" masalahnya cctvnya rusak dari kemarin. " kata kepala sekolah, yang sudah terlihat memihak itu.


"Benarkah? bahkan cctvnya masih bergerak gerak saat ada objek yang bergerak. " kata Anya bingung dengan penuturan sang kepala sekolah. Karena CCTV di sekolahan Anya memiliki fitur canggih yang dapat mengikuti gerakan sebuh objek.


Sedangkan papa Oscar masih diam menyimak pembahasan mereka dengan satu tangannya memegang ponsel, entah hal apa yang akan dia lakukan nantinya. Tapi ia terkadang menatap tajam ketiga orang setengah baya itu yang memojokkan putrinya. Yang pasti papa Oscar tau, sang putri masih bisa mengatasinya.


Kepala sekolah yang mendengar penuturan anya menjadi gelagapan yang memang ketahuan bohong.

__ADS_1


"Anya, kenapa kamu tidak mau mengakui perbuatan mu, aku salah apa sama kamu Anya! " kata Berta yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan, dengan nada sedih tanpa air mata. Membuat Anya muak melihat kepura-puraan yang rivalnya itu buat.


"Kalian mau uang berapa? " tanya papa Oscar yang dari tadi diam. Hal itu membuat ketiga orang setengah baya itu menyunggingkan senyumnya.


"Apa yang papa lakukan! " kata Anya menatap tajam papa Oscar, yang seolah olah semua yang di tuduhkan padanya itu benar.


"3 Milyar, " kata papa Berta santai tanpa mempedulikan protes anya. " untuk penyembuhan fisik dan mental anak saya, karena perbuatan anak sialan mu! " terang papa Anya.


"Sekolah ini juga butuh uang tutup mulut untuk siswa siswi yang sudah terlanjur tau, dan tidak semakin menyebar yang akan mencoreng mana sekolahan ini. " kata kepala sekolah yang juga ingin meraup keuntungan.


"Apa benar Anya melakukan itu untuk membully mu gadis manis? " tanya papa Oscar lembut namun menatap tajam penuh intimidasi pada gadis yang bermasalah dengan putrinya.


"Be..benar tuan. " kata Berta dengan gugup ditatap oleh papa Oscar.


"Benarkah? coba ceritakan dengan versi mu! " kata papa Oscar penuh perintah.


Berta mulai menceritakan dengan versinya dengan sedikit gugup, dan berfikir keras mengarang cerita.


setelah berakhir cerita karangan Berta, gadis itu langsung bernafas lega, seolah menguras seluruh otak nya


"Berikan nomer rekening kalian. " kata papa Oscar dengan senyum misterius pada orang serakah di depannya.


"Pa, papa lebih percaya cerita basi yang dia buat pa, " kata Anya kecewa dengan penuturan papa Oscar. Yang membuat Berta semakin senang atas penderitaan Anya." Anya tidak habis pikir dengan perbuatan papa. " kata Anya yang mulai menangis itu.


Papa Anya yang punya maksud tersembunyi bersama sang anak itu, hanya tersenyum dan menganggukkan samar kepalanya...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2