Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Kebahagian Semu


__ADS_3

Melihat pemandangan indah di depannya, membuat Len menelan ludahnya sendiri, memandangi setiap inci lekuk tubuh tanpa noda di depannya.


"Benarkah dia masih anak SMA! " kata Len dalam hati, melihat tubuh Anya yang lebih berisi di bagian depan dan belakangnya, tak seperti gadis SMA pada umumnya.


Anya yang melihat kearahnya dengan tatapan mesum itu, langsung menceburkan dirinya ke dalam kolam, membuat Len kaget dan ikut masuk ke dalam kolam renang.


Mereka berenang tak tentu arah, lebih tepatnya Anya yang selalu menghindari Len saat mulai mendekatinya.


" Bagaimana kalau kita berlomba, dari sana sampai ke ujung sana. " kata Anya menjuk dua sisi kolam renang berbentuk persegi itu.


"Gak mau, gak dapet apa-apa juga. " kata Len sedikit merajuk kepada Anya yang selalu menghindarinya, malah sekarang membuat perlombaan yang dia pasti sudah tau pemenangnya.


"ck, daddy gak asik, " kata Anya kecewa. " Yang menang bisa minta apapun dari yang kalah, bagaimana daddy mesum? " kata final Anya, agar sang daddy mau.


"Oke, siapa takut! " kata Len semangat dengan hadiah yang di tawarkan.


Mereka sama- sama keluar dari kolam dan berjalan ke sisi kanan kolam sebagai start perlombaan, menyebrang 3 kali dan finish di sisi kiri kolam. Mereka memulai posisi masing-masing.


"ok, siap daddy. satu, dua, tiga gooo!! " teriak Anya sebagai aba- aba.


Mereka dengan saling berlomba-lomba untuk menang, dengan Anya yang gesit, tapi tetap kalah dengan badan besar Len, yang terlihat profesional.


Di akhir putaran, sudah dapat di ketahui siap yang menang.


"Yeeeee, daddy menang! " kata Len berseru dengan senang memenangkan permaian yang di buat Anya.


"Sepertinya aku salah menantang daddy, aku kira tak sejago itu. " kata Anya dalam hati menyesali permainan yang dia buat sendiri.


Dengan semangat len menghampiri Anya yang terlihat cemberut di tengah kolam renang.


"Aku mau hadiah ku!" kata Len langsung menyambar bibir kecil yang sedikit membiru karena berlama lama di dalam air.


Anya hanya melotot kaget, tapi sama sekali menolak. Dengan satu tangan megang tengkuk Anya dan satu tangan memeluk pinggang ramping Anya agar bisa merapatkan tubuh mereka.


Len memberikan sedikit ******* di bibir yang hanya diam saja itu, bukan karena tak mau membalas, tapi Anya yang tidak tau cara berciuman.


"Buka mulutmu baby. " kata Len di sela ******* nya.


Anya hanya mematuhi permintaan sang daddy, saat di rasa Anya sudah membuka mulutnya, Len langsung memasukkan lidahnya kedalam mulut Anya, menarik tengkuh Anya memperdalam ciuman mereka, dengan berlahan Anya mencoba meniru apa yang daddy Len lakukan.

__ADS_1


Terjadilah ciuman panas di dalam kolam renang, dengan tangan Len yang mulai tak bisa di kondisikan.


Anya yang merasakan tangan daddy Len bertengger dimana-mana, ia langsung melepaskan ciuman mereka.


"Cukup daddy. " kata Anya dengan terengah engah.


"Ok, sekarang aku akan mengutarakan permintaanku. " kata Len tanpa dosa.


"Bukannya barusan permintaan daddy. " kata Anya menatap tajam pada sang daddy.


"Yang barusan hadiah, yang kamu janjikan kan sebuah permintaan. " kata Len santai sambil membelai wajah imut gadis kecilnya itu.


"Bukannya sama saja, daddy curang bohongin Anya,!Anya gak suka ya!!" kata Anya marah mendorong tubuh Len yang ada di depannya agar menjauh, lalu berenang ke tepi kolam dan keluar dari kolam tanpa menoleh pada Len.


" Tunggu baby, daddy belum membicarakan permintaan daddy lo. " kata Len yang masih di tengah kolam sambil melihat pergerakan Anya.


Memungut seragamnya dan berlalu pergi menuju kamar daddy Len nya.


"Daddy hanya minta, jika daddy menyakitimu terlalu dalam, tolong maaf kan daddy baby. " gumam Len yang sudah tak melihat Anya di sana.


Len akan merindukan kebersamaan mereka nanti. entah yang di lakukan Len benar atau yang akan membuatnya menyesal nantinya. Len yang mulai takut dengan kemungkinan- kemungkinan yang ada.


Rasa sakit di masa lalunya membuat Len ragu berjalan lebih jauh, merasakan sakit yang sama, bahkan lebih sakit dari sebelumnya saat melihat fakta yang baru dia tau tentang gadis kecilnya itu.


Sesampainya di kamarnya sendiri, Len mendapati gadis kecilnya yang sedang menutup pintu kamar mandi, gadis kecilnya berjalan menuju kearahnya dengan hanya mengenakan handuk kimono.


Dan lagi-lagi Len di suguhkan dengan keindahan ciptaan Tuhan. Tiba-tiba pikiran Len terlintas kenyataan yang ada. Membut Len langsung memeluk tubuh bungil di depannya.


"Maafkan daddy baby, maafkan daddy yang tidak berani berjalan lebih jauh baby, maafkan daddy pengecutmu ini, maaf, I love you baby. " Kata Len dalam hati, mempererat kan pelukannya.


"Daddy Anya tidak punya bra ganti, sampai kapan akan seperti ini terus. Pelukan tak akan merubah apapun daddy! " kata Anya asal, salah tau isi hati Len.


" Baiklah, maafkan daddy mu iki. " kata Len dengan kekehan kecil, melepaskan pelukan mereka.


Lalu berjalan menghampiri laci tempat ia menaruh ponselnya. " Pesankan setelan bra berukuran 34 A. " kata Len sambil melihat dada Anya di balik kimono yang dia pakai.


Anya dengan reflek menyilangkan kedua tangannya di dada. " Dari mana daddy tau. " Kata Anya dalam hati yang saat ini menatap tajam daddynya.


"Tunggu bra mu sebentar, daddy mandi dulu, lalu mengantarmu pulang. " kata Len berlalu ke mandi.

__ADS_1


Anya lalu berjalan menuju ranjang mewah milik Len, merebahkan tubunya di sama, memejamkan matanya menikmati lembutnya ranjang itu, yang membuatnya terlelap begitu mudah, karena terlalu lelah berenang.


Len denga handuk yang bertengger di pinggangnya, berjalan keluar kamar mandi menuju ruang ganti. Sekilas melihat gadis kecilnya memejamkan matanya, dan berjalan ke arah tujuannya.


Selesai dengan baju santainya, Len berjalan menghampiri Anya yang tertidur nyenyak di ranjangnya. Memandangi wajah polos, yang bahkan baru tau berciuman saat bersamanya. Padahal jerman adalah negara bebas.


"Kau yang pertama menciumnya, dan kau orang pertama yang akan menyakitinya nanti. " Kata Len dalam hati pada dirinya. Karena Len tau gadis kecilnya itu mulai jatuh hati padanya. Tapi yang Len tidak tau , gadisnya sudah jatuh terlalu dalam di buatnya.


Tok, tok, tok... suara ketukan pintu, mebuyarkan lamunan Len. Dan berjalan berlahan menuju arah pintu.


" Ini permintaan ada tuan. " kata asisten Noberto saat sudah di bukakan pintu. Memberikan paper bag kecil di tangannya, di Terima Len tanpa mengatakan apapun dan menutup kembali pintu kamarnya.


"Babyyyyy!! " teriak Len dengan sengaja membangunkan anya, yang sama sekali tidak romantis.


Membuat anya langsung membuka matanya sambil duduk tanpa aba- aba.


"Daddyyy! " kata anya dengan mata memerah karena tak siap dengan keadaanya sekarang.


Berjalan menghampiri sang daddy, mengambil paper bag merek dalaman terkenal. Berlalu menuju kamar mandi, tanpa mengatakan apapun.


Hal itu membuat Len menjadi merasa bersalah, niat isengnya berujung petaka baginya.


Setelah selesai dengan seragam lengkapnya kembali, anya keluar dari kamar mandi.


"Anya mau pulang sekarang! " kata anya dengan wajah datar, dengan mata masih memerah, yang memang hari sudah mulai sore


" Maaf baby, tadi daddy ingin sedikit mengerjaimu. " kata Len


" Anya mau pulang. " teriak anya.


"Baiklah-baiklah, kita pulang sekarang ok. " kata Len sambil mengikuti langkah anya keluar kamarnya, dan menggandeng tangan kecil Anya yang nantinya akan ia rindukan.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2