
Ceklek...
"Carlson Leaman!" teriak wanita paruh baya yang syok melihat pemandangan di depannya.
Senta tak kalah syok saat melihat wanita paruh baya yang memergoki mereka dengan ke adaan Carl yang ada di atasnya terlihat intim jika di pandang dari arah lain, tapi ia juga bingung siapa wanita paruh baya di depan mereka, sampai kebingungan nya terjawab dengan panggilan Carl.
"Mama! " ucap Carl mematap ibunya sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Kenapa tak bilang kalau mau berkunjung ke Jerman! Carl kan jadi tak bisa menjemput mama di bandara! " ucapnya lagi.
"Mama?? waduh!! kenapa harus bertemu dengan situasi seperti ini! " batin Senta tak berani menatap wanita paruh baya di depannya.
"Ya, kalau mama bilang padamu, mama tak akan bisa melihatmu dengan ke adaan sekarang! sampai kapan kau akan seperti ini terus son, tak ada sedikit kah pikiran untuk berhenti untuk bermain-main dengan wanita ha? " Ucap wanita paruh baya itu yang ternyata ibu dari Carl yang memang tak tinggal di Jerman.
mama Anne adalah seorang janda beranak Carl yang pada akhirnya menikah dengan pria inggris, yang membuat mama Anne ikut kemana suaminya tinggal, mama Anne menjadi janda karena sang suami juga ikut menjadi salah satu korban dari tragedi keluarga Becker, dan tentu saja hal itu membuatnya terpukul hingga bertahun-tahun lamanya sampai menemukan pria yang menjadi pendamping hidupnya walau tak muda lagi.
Sedangkan Carl pada kala itu yang sudah dewasa tak mempermasalahkan ibunya yang kembali jatuh cinta, ia malah bersyukur mamanya bisa menjalani hari tuanya dengan pria yang mencintai nya dan ia cintai, hanya saja ia sedikit kurang bersyukur saat harus memiliki adik laki-laki berumur 5 tahun di usianya yang ke 33 tahun tepat satu tahun setelah mamanya menikah lagi, yang bahkan lebih kecil dari usia anak sahabatnya sendiri.
"Ma, dia bukan wanita yang mama pikirkan! " ucap Carl membela Senta yang hanya bisa menunduk takut.
"Kau pikir mama percaya setelah apa yang aku lihat tadi ha?? " galak mama Anne menjitak kening Carl, ia memang tak bisa percaya dengan omongan sang anak.
"Sa.. saya bukan wanita bayaran nyonya!! ta.. tadi hanya salah paham, tadi ha.. nya bercanda saja!! " ucap Senta takut karena untuk pertama kalinya merasakan situasi seperti sekarang.
Mama Anne menatap Senta yang memang berbeda dari wanita yang sering di tiduri putranya, dari mulai pakaian yang terlihat biasa dan tertutup, make up yang tak menor, dan gestur yang berlebihan yang malah terkesan sopan, ia mulai berpikir keras apa benar di depannya adalah wanita yang berbeda dari biasanya, tapi ia tak bisa berfikir positif saat pria dan wanita ada di satu kamar dengan keadaan yang cukup intim tadi.
"Ma!! jangan membuatnya takut, dia wanita baik- baik ma! aku saja baru sekali mencium bibirnya, itu saja ciuman pertamanya dan dia marah waktu itu! " ucap Carl jujur.
"Apa? " kaget mama Anne dan memukuli kepala sang anak. " dasar anak nakal, kau menodai wanita baik-baik ha, mama bisa menerima jika kau bersama wanita bayaran karena sama bekasnya sepertimu!! tapi kau melakukannya dengan seorang gadis baik-baik ha! kau ku bunuh kamu sekarang anak nakal! " mama Anne yang malah marah -marah.
__ADS_1
"Cukup ma!! sakit tau! kita baru bertemu kau harusnya baik-baik memelukku bukan malah memukul ku seperti ini! " kesal Carl.
"Kau kenapa sampai terjebak dengan pria nakal ini hm! jangan mau dengannya dia pria bekas! cari pria yang sama seperti mu! ORI! maafkan mama tadi berfikir tidak-tidak tentang mu, yang padahal kau tak seperti wanita murahan yang pernah mama liat dulu!! siapa namamu sayang? " tanya mama Anne yang cerewet dan sama konyolnya dengan sang anak pertama.
"Namanya Senta, aku sedang mengejarnya!! dan aku akan berubah untuknya! jadi jangan mengatakan hal aneh-aneh yang membuatnya tak nyaman! mohon bantuannya untuk putramu ini! " ucap Carl yang menjawab pertanyaan mamanya sekaligus memberikan peringatan untuk mulut yang tak bisa di rem.
Namun tiba-tiba muncul pria kecil berumur 5 tahun yang sedikit memiliki kemiripan dengan Carl, sedari tadi mendengar pembicaraan mamanya, kakaknya dan wanita yang tak ia kenal dari kejauhan hingga ia mendekat sekarang.
Sedangkan Senta yang tak tau siapa pria kecil itu menjadi bingung sekaligus was-was apa yang ia pikirkan akan terjadi.
"Papa! " panggil pria kecil itu dengan menatap Carl.
Senta yang tak tau siapa pria kecil itu langsung syok dengan panggilannya pada pria yang ia cintai, sampai membenarkan apa yang membuatnya berfikir was-was tadi .
"Anyaaa!! apa nasibku akan sama denganmu!! prawan tapi punya anak, apa ini karma ku sering mengatai mu mirip ibu-ibu!!!" pikir Senta ke mana-mana.
"Papa! Mark kangen! " ucap Mark, pria kecil berusia 5 tahun itu.
"Ma! " adu Carl pada mama Anne.
"Biarkan saja mereka!! Senta, kau ikut dengan mama saja ya! kita bicara di luar saja!! " ucap mama Anne yang malah mengajak Senta keluar tak mempedulikan aduan putra besarnya.
"Ma!! mama! " panggil carl yang sama sekali tak di hiraukan mama Anne dan membawa gadisnya menjauh dari kamarnya, saat merasa di abaikan, Carl kembali menatap tajam adiknya yang tersenyum mengejek di depannya. " Kau jangan main-main denganku saat ini! atau kau akan menangis karena kehilangan susumu nanti! " ancam Len dan meninggalkan adik kecilnya.
"Hihihiihiii!!! papa tunggu pa!!! " ucap Mark mendramatisir keadaan dan mengejar langkah kakaknya.
Di ruang tamu, Senta duduk bersebelahan dengan mama Anne yang terus memegang tangannya dengan sayang, membuat Senta merasakan kehangatan seorang ibu yang mirip seperti mama Rosa, tak seperti ibunya yang akan melakukan hal kecil seperti ibu lain yang pernah ia temui.
__ADS_1
"Namamu Senta kan! nama mama Anne, mamanya Carl, sepertinya kau masih sangat muda sayang? " ucap mama Anne menatap wajah ayu Senta.
Bersamaan dengan Carl yang duduk di sisi lain sofa di ikuti mark.
"I.. iya nyonya!! saya baru genap 20 tahun!!" gugup Senta sesekali menatap Mark yang berdampingan dengan Carl.
"Dia putra kecil mama!! " ucap mama yang paham dengan tatapan Senta, lalu menatap putra kecilnya, " Mark! kenalkan dirimu, jangan mengerjai kakakmu dan membuat orang salah paham! " ucap mama Anne di angguki Mark.
Berjalan menghampiri Senta yang berada tak jauh darinya, lalu tersenyum lebar di bibir kecil mark.
"Kakak??? setua itu kau masih memiliki adik??? wah, wah, wah!! kau bahkan pantas jadi papanya!!! Tuhan, lelucon macam apa ini!!! " batin Senta yang melongo saat tau kebenarannya. " Kan jadi capek mikir ke mana-mana tadi!!! " batinnya lagi.
"Hai cantik, namaku Mark anak mama dan prai jelek itu kakakku! " ucap Mark mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan tentu Senta menerima jabatan tangan kecil itu.
"Jangan sembarangan! atau aku benar-benar akan menyembunyikan susumu nanti!! saat itu terjadi awas jangan sampai aku mendengar kau mengadu pada mama! " ucap Carl yang kesal.
hal itu tentu saja membuat Mark jengkel dalam hati walau terlihat tak menghiraukan, pria kecil pecinta susu itu selalu tak suka jika minuman favoritnya itu jadi bahan ancaman untuknya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...