
Mereka berdua pergi setelah membayar pesanan Senta, dengan anya yang menatap sebal sang sahabat.
" Kenapa pergi ketempat seperti ini sih!! tidak baik sering-sering ke sini tau! " omel Anya. " lihat pria tadi, tatapannya menjijikkan!! kau betah sekali bersama pria asing yang menatapmu seperti itu. " lanjut omel Anya.
"Ini tuh keren tau!" cibir Senta.
"Apanya yang keren?? keren itu kalau kamu bisa membanggakan orang tau, keren itu ketika kamu tidak menyusahkan orang tuamu! bukan seperti ini, aku tak habis pikir dengan perkataan mu yang keren itu!! akhir-akhir ini kamu main dengan siapa sampai membuatmu berfikir aneh seperti sekarang!! awas sampai macam-macam di luar sana!! " omel Anya yang sudah seperti ibu-ibu yang malah membuat sang sahabat bingung.
"Kau anya kan? kenapa mirip ibu-ibu sekarang!!! apa karena mau jadi ibu! " goda sang sahabat.
"Apa an sih!!! sana pulang!! aku juga mau pulang!! baru kuliah langsung kesini, capet tau!!! " kata anya sambil mengeluh.
"Hehehhe, aku gak bawa mobil! " kata Senta tertawa garing karena harus meminta bantuan temannya lagi.
"Kau tidak bawa mobil? " kaget anya yang di angguki Senta. " Kau kesini dengan siapa? " tanya anya yang penasaran.
"Emmm.. dengan Ri.. riky! " kata Senta yang tidak yakin menyebut nama pria playboy itu.
"Apa? " kaget anya yang sudah di duga Senta. " Kau punya hubungan khusus dengannya??? kau tak cerita apapun dengan ku!!!jangan menjalin hubungan dengan pria itu, kalau tak mau sakit hati nantinya!! Tau sendiri dia seperti apa!! " kata Anya menasehati sang sahabat.
"Tidak ada hubungan apa-apa kok!!! hanya nebeng aja! " kata Senta menyangkal.
"Cih, kamu punya mobil, bisa nyetir! masih pake alasan nebeng!!! aneh! " cibir Anya. " ayo aku antar pulang!!! Bilang sama Riky, kalau gak bisa mulangin anak orang gak usah ajak-ajak keluar!! " cibir Anya lagi.
"Iya, iya!! " kata Senta yang menurut saja.
Dengan Senta yang menarik pergelangan Anya agar cepat-cepat masuk ke mobil dan tak mendengar ocehan sang sahabat yang sudah seperti mamanya. Tapi tidak sesuai apa yang di harapannya, sampai di dalam mobil pun Anya masih mengoceh sampai membuatnya sendiri kesal di buatnya.
"Jangan main cinta dengan pria seperti riky, bahkan belum apa-apa saja udah ninggalin kamu sendiri di club, pria macam apa itu? " cibir anya sambil menjalankan mobilnya.
"Bisa diem gak sih! ini hidup ku!! jangan terlalu ikut campur!! " kata Senta spontan karena sangking kesalnya.
Dan benar, anya langsung diam saat mendengar perkataan Senta yang sedikit mencubit hatinya. Sebenarnya tak ada niat anya ikut campur ke dalam hidup sang sahabat, hanya saja ia merasa sang sahabat memiliki perasaan lebih pada pria yang banyak mempermainkan wanita, dan ia tak ingin Senta manjadi salah satu korban pria playboy itu.
"Bu.. bukan!! bu.. kan begitu ma.. maksudku.. A.. aku.... "
"Sudah sampai!!! " kata anya dengan cerita memotong perkataan sang sahabat, ia tak ingin sang sahabat merasa tak enak hati dengan perkataannya tadi.
"Maaf anya! " kata Senta yang menyesali perkataannya yang keterlaluan, ia tau ke khawatiran Anya yang membuatnya tak bisa berhenti bicara sedari tadi.
" Tak apa!! cepat turun!!! aku capek tau, pengen cepat merasakan empuknya ranjang! " kata Anya tak terjadi apapun.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan!! dan maaf buat kata-kataku tadi! " kata Senta sambil memeluk sang sahabat.
"Tak apa!! sudah sana pulang!! " usir Anya dengan nada bercanda.
"Hati-hati" kata Senta sambil melambaikan tangannya saat sudah di luar mobil.
Anya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena malam semakin larut dan dia belum pulang sejak berangkat kuliah tadi sore. hanya butuh waktu 15 menit dengan kecepatan tinggi Anya sampai di halaman mansion milik Len.
Dengan sang pemilik yang menatap penuh intimidasi dan tangan dilipat di dada, bersandar di pintu masuk utama yang hanya di buka setengah.
Anya melangkah dengan gugup menghampiri Len .
Sedangkan Len yang tadinya pulang tak melihat Anya, membuatnya bingung sekaligus khawatir, pikirannya mulai kacau apalagi dengan pekerjaan kantor yang belum selesai dan masalah musuh lamanya yang mulai bergerak,di tambah Anya yang belum pulang padahal jam sudah menunjukan pukul 9 malam, tapi tak lama mendapatkan laporan dari bodyguard bayangan Anya kalau gadisnya pergi ke sebuah club yang membuatnya geram yang tak berlangsung lama saat mendengar alasan sang gadis pergi ke sebuah club.
Pria itu tak akan mengulangi kesalahan yang sama memutuskan suatu hal tanpa mendengar penjelasan atau alasan Anya melakukannya, seperti sekarang, meski ia menatap intens gadisnya yang berjalan ke arahnya, tapi tak ada amarah di dirinya karena sudah tau alasannya.
"Cepat masuk! " kata Len melihat anya yang terus menunduk.
"Baik! " kata Anya patuh mengikuti langkah Len sampai di lantai atas.
Tak ada pertanyaan menggebu-gebu seperti sebelumnya, dan tak ada amarah yang Anya lihat di mata pria itu, walau tatapan tajamnya memang tak bisa di hilangkan.
"Dia benar membuktikannya! " pikir Anya yang melihat pria di depannya yang lebih tenang dari sebelum-sebelumnya.
"Boleh peluk? " punya Anya dengan hati yang gundah karena sang sahabat.
"Tentu! " kata Len sambil merentangkan tangannya, dengan Anya yang langsung memeluk badan besar itu. "Ada apa? " tanya Len sambil mengelus pelan punggung kecil Anya.
" Anya pulang jam 7 sebenarnya, ada kelas tambahan tadi!! tapi Senta meminta bantuan saat dia di club yang ternyata dia keluar dengan riky dan juga di tinggal di sana, kau tau riky bukan! " kata Anya sambil terus memeluk Len.
"Ya!! pria playboy yang dekat denganmu dulu! " kata Len dengan santai.
"Mana ada!! aku tak pernah mau dekat dengan pria itu!!! tapi sekarang sepertinya Senta ada rasa dengan Riky!! "
"Dan kau cemburu? " tebak Len yang sedang bercanda.
"Ngarang!!! " kata Anya sambil memukul pelan pada bidang Len. "Kau tau sendiri siapa yang aku cintai! " kata Anya dengan kesal.
"Sudah pasti daddy tau! " kata Len yang mengatakan kata Daddy jika hanya berdua.
"Anya mau cerita sebentar bisa nggak sih! " sebal anya yang malah di buat bercandaan oleh pria yang saat ini masih ia peluk.
__ADS_1
"Ya!! baiklah! lanjutkan tuan putri! " kata Len lalu memberikan ciuman di kepala anya.
"Kau tau Riky pria seperti apa bukan! " kata anya lagi yang di angguki Len. " Aku menasehati nya dan memperingati Senta agar tidak dekat-dekat dengan Riky apa lagi sampai memiliki perasaan pada pria itu, Aku tak mau sahabatku sakit hati nantinya, mulut ku ini tak bisa di kendalikan saatp mengkhawatirkan Senta tadi yang berujung membuatnya kesal dan mengatakan kata yang menyakiti hatiku tau!!! Aku hanya khawatir tidak ada niat mencampuri kehidupannya!! sungguh!!! " kata anya yang mulai menangis.
"Cup, cup!! Jangan nangis dong, temanmu hanya kesal bukan!! " kata Len yang menenangkan sang gadis.
"Iya hanya kesal! tadi juga sudah minta maaf!! tapi... tapi tetap sedih rasanya hiks!! " kata anya mulai pecah tangisannya.
"Tuh kan udah minta maaf juga!! kalau sedih menangislah, tapi besok tidak boleh ada kesalahpahaman di antara kalian! " kata Len yang di angguki anya.
Cukup lama Len menunggu tangisan anya mereda walau dengan tubuhnya yang lelah habis bekerja dan kemeja yang basah karena air mata anya tak masalah baginya, bagi Len perasaan tenang di hati wanita yang ia cintai adalah yang paling utama baginya, sampai ia tak mendengar lagi isakan tangis dari mulut kecil anya.
"Sudah? " tanya Len menatap wajah yang juga menatapnya sekarang, dengan sayang len menghapus sisa-sisa air mata yang tertinggal di wajah ayu sang gadis.
"Sudah! " jawab anya sambil melepaskan pelukan mereka. " Istirahatlah!! daddy terlihat capek !!" kata anya yang sudah kembali memanggil Len daddy.
"Tidak ada kecupan selamat malam? " pinta Len dengan penuh harap.
" Tidak! " jawab anya santai.
Tak pantang menyerah demi sebuah ciuman, Len dengan cepat merapatkan tubuhnya dengan tubuh anya, dan memberikan ciuman yang sedikit di paksa.
Sebenarnya tak ada penolakan dari anya, yang malah menyambut walau mengatakan tidak tadi, cukup lama mereka saling menyesap, sampai di rasa cukup bagi keduanya, mereka pun melepaskan ciumannya dengan Len tersenyum lebar setelahnya.
"Kau semakin pintar baby! " kata Len dengan bahagia.
"Dan daddy yang mengajarkannya! " kata anya yang tak mau kalah. "Anya mau mau tidur!!! bye daddy! " kata anya dengan cepat membuka dan menutup pintu kamarnya tanpa memberikan Len kesempatan untuk berbicara.
Len hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan kembali ke kamarnya untuk istirahat juga, walau tubuhnya lelah tapi setidaknya ia mendapatkan energi lebih dari sang gadis.
"I love you baby! " batin Len yang berbunga-bunga.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...