Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Len jatuh cinta


__ADS_3

Di mansion keluarga Becker, Len tersenyum lebar, setelah panggilan video nya berakhir bersama Anya. Tak pernah terpikirkan akan jatuh cinta lagi dengan gadis belia itu, apa lagi segila sekarang.


Dengan posisi rebahan di kasur mewahnya, len membuka ponselnya, dan melihat banyak foto foto Anya yang asisten Noberto ambil secara diam diam, dan pasti atas perintah sang tuan. Menggeser satu persatu foto yang didapatkannya. Mulai dari wajah tersenyum Anya, wajah menangis, dan terakhir wajah kesal Anya sambil memukul badanya di depan pintu restoran.


Melihat foto terakhir, mengingatkannya pada kejadian yang Len tak sengaja memegang gunung kenyal milik gadis kecilnya yang alhasil di hadiahi pukulan manis. Membuat si boy nya lagi lagi menegang. "Membayangkannya saja sudah seperti ini kau boy, gimana nanti merasakannya. " kata len dalam hati, sambil melihat si boy nya yang berdiri di balik celana. Yang membuat len beranjak pergi ke kamar mandi untuk menidurkan si boy kembali.


Setelah selesai menuntaskan kegiatannya di kamar mandi, len keluar hanya menggunakan handuk yang melekat di pinggangnya, memamerkan roti sobeknya dengan warna matang sempurna, dan sedikit di bumbui bulu bulu halus di sekitar dadanya.


Tiba tiba ada suara ketukan pintu dari luar kamar len. Yang membuat len berjalan ke arah pintu dan membukanya. Muncul asisten Noberto dari balik pintu.


"Ada apa? " kata len dengan suara dinginnya.


"Pertemuan malam ini sudah siap tuan. " kata asisten Noberto yang merangkap menjadi asisten di kantor dan di dunia mafia tuannya, begitu juga dengan adik kembarannya sekertaris Norbert.


"Tunggu 10 menit. " kata len yang memang membutuhkan waktu untuk memakai baju.


"Baik tuan. " kata Noberto, sedikit membungkuk hormat, dan berlalu pergi menjauhi pintu tuannya.


Dengan segera len berganti baju di ruang ganti setelah menutup pintu kamarnya. Memakai celana jeans hitam, dengan atasan jaket berwarna hitam dengan kaos berwarna hitam, boots hitamnya, dan sedikit sentuhan manis di pergelangan tangannya, sebuah jam tangan mewah berwarna hitam pekat.


Setelah berpakaian lengkap, len berjalan ke pintu yang menghubungkan ruang ganti nya dengan ruang persenjataan pribadinya di mansion itu. Len melihat dan memilih senjata mana yang akan dia bawa. dengan 2 pistol dan dua belati berukuran kecil, ia selipkan di saku celananya.


Selesai dengan persiapannya, Len berjalan keluar kamar menuju lift di mansion nya memiliki 4 lantai. Yang terdiri dari lantai 1 merupakan ruangan ruangan pada umumnya tanpa ada kamar tidur, lantai 2 merupakan kamar para pelayan dan bawahannya yang berjaga di mansion nya, lantai 3 merupakan ruangan si kembar Noberto dan Norbert , yang terakhir lantai 4 yang Len tempati sekarang.

__ADS_1


Tidak sembarang pelayan yang bisa naik ke lantai 4, hanya kepala pelayan bernama pak pet dan si kembar. Kalaupun di tugaskan bersih-bersih hanya 3 orang yang di dampingi kepala pelayan, tidak boleh lebih, dan harus di lakukan saat tuannya tak ada. Itu merupakan peraturan mutlak yang harus di taati. Bahkan Len memiliki lift khusus yang hanya berjalan ke lantai 4.


Setelah sampai ke lantai dasar mansion Len berjalan menuju si kembar yang berada di ruang tamu .


"Ke markas sekarang. " kata Len di angguki si kembar, dan berjalan keluar mansion.


Tapi jalan Len terhenti saat dengan lancang nya pelayan baru yang tergolong muda, memegangi tangannya dari belakang. "Tidak makan malam dulu tuan. " kata pelayan itu dengan malu malu.


Len langsung menghempas tangan kurang ajar yang memegangnya itu. dan berbalik menatap tajam ke sumber masalah itu. Melihat pelayan berpakaian tidak senonoh, meskipun tetap berpakaian pelayan hanya lebih minim dari banyak tempat.


Membuat len mengeluarkan pistol kecilnya, mengarahkannya tepat di kening pelayan baru itu.


"Dor".suara dari pistol len yang sangat nyaring, membuat susana menjadi lebih mencekam. Dengan sekejap, pelayan kurang ajar itu meregang nyawa.


" bugh, tidak boleh ada kesalahan seperti ini lain kali, ini yang pertama dan terakhir. "kata len setelah menghadiahi satu pukulan pada kepala pelayannya itu. " Dan kain semua, jangan pernah bermain-main dengan saya, apa lagi ber hianat, atau masip kalian akan sama dengan wanita sialan ini. " kata len pada seluruh pelayan yang menyaksikan keganasan sang tuan, dan menunjuk pelayan yang sudah tak bernyawa itu.


Asisten Noberto yang peka, langsung memberikan sapu tangan di saku bajunya untuk di buat lap tangan tuannya yang tersentuh tadi. Dengan cepat di terima oleh Len.


"Aku tak akan membiarkan tubuh ku dipegang wanita selain dirimu baby, walau seujung rambut pun baby." kata len dalam hati sambil mengelap tangannya dan memikirkan gadis kecilnya.


Setelah mengelap tangannya, len mengembalikan lap itu pada sang pemilik, dan berjalan keluar mansion di iringi si kembar. sesampainya di depan mobil mewah warna hitam milik len. Asisten Noberto dengan sigap membukakan pintu belakang mobil untuk tuannya , dengan sekertaris Norbert membukakan pintu kemudi untuk dirinya sendiri, di ikuti kembarannya asisten Noberto yang membuka pintu disisi samping bagian kemudi.


Di perjalanan lagi-lagi, len memikirkan gadis kecilnya. "Apa kau akan marah, saat tau tanganku dipegang wanita lain baby. " kata len dalam hati, membayangkan wajah cemburu Anya, yang padahal mereka baru 2 kali bertemu.

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama 3 pria matang itu sampai ke markas besar black B. Mereka berjalan masuk dengan gagahnya, melewati anak buah len yang secara serentak membungkuk pada sang pemimpin dengan di dampingi tangan kanannya.


Di dalam markas yang di dominasi warna hitam itu. Len, Noberto, Norbert, dan Mike tangan kanan yang hanya di dunia bawah. Sedang membahas hal serius yang akan terjadi, di kejutkan dengan kekehan sang boss secara tiba-tiba. Membuat ke 3 bawahan itu menatap boss besarnya dengan bingung.


"ehemm, " deheman Len menetralkan wajahnya menjadi dingin seperti biasanya. "lanjutkan! " kata Len yang pembahasan mereka terhenti karenanya, padahal Len tak fokus sama sekali dengan pembahasan mereka, karena membayangkan wajah cemburu dan kesal Anya yang imut saat tau tangannya telah di pegang oleh wanita lain.


Entah kenapa Len membayangkan hal-hal yang belum tentu terjadi karena gadis kecilnya itu.


Noberto yang tau apa yang terjadi pada tuannya hanya geleng-geleng kecil. "Cinta membuatmu jadi gila tuan. " kata Len dalam hati.


Mike dan Norbert yang tak tau apa-apa, langsung melanjutkan pembahasan mereka, tanpa berpikir apapun tentangnya.


"Bagaimana dengan rencananya tuan? " kata mike di akhir pembahasan.


"Serahkan pada Noberto, nanti biar melaporkannya padaku." jawab Len, yang tak sepenuhnya paham dengan pembahasan mereka.


Dan di angguki bingung oleh Mike dan Norbert karena tuannya aneh, tak seperti biasanya.


Sedangkan Noberto yang tau maksud tuannya, mulai tersenyum menyeringai. "Dan cinta membuatmu menjadi bodoh tuan. " kata Noberto dalam hati, menertawakan kekonyolan tuannya saat ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2