Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Menghilang.


__ADS_3

Tiga hari sudah Len tak memberi kabar Anya, Anya termenung sendirian di kamar yang sunyi di telan kegelapan. Keresahan di hatinya tak bisa ia ungkapkan, diam dan merenung yang hanya bisa ia lakukan.


Bukan tak mau mencari, tapi karena sebuah keputusan yang harus Anya pertanggung jawabkan saat ini, membuatnya tak terlalu memikirkan.


"Daddy, besok Anya ujian, tak ada sedikit ucapan semangat buat Anya? Apa tak merindukan Anya? Selamat malam, mimpi indah daddy. " tulis pisan Anya pada Len, lagi dan lagi tak ada balasan.


Anya menghela nafas panjang sembari melihat deretan pesan yang sama sekali tak di baca.


"Lebih baik Anya belajar lagi. " kata Anya mencoba menghibur dirinya sendiri.


Mengambil buku materi ujian besok, membacanya berulang-ulang agar tak ada yang ketinggalan.


Sampai mata itu terpejam sendiri, meletakkan kepalanya di atas meja dengan posisi duduk.


Pagi menjelang, Anya samar-samar mendengar suara lembut yang tak asing di dengarnya.


"Anya, bangun sayang. " kata mama Rosa sedikit menggoyangkan badan putri kecilnya yang tertidur di meja belajarnya.


"Mamaaaa!! " kemanjaan Anya keluar, sembari meregangkan tubuhnya yang sedikit sakit.


" Anya kerja keras banget hm. " kata mama memberikan pijitan kecil di pundak kecil Anya.


" Pasti!!Anya tak akan mengecewakan kalian. " kata Anya dengan penuh semangat.


"Jangan di paksa sayang, mama tak ingin anak cantik kesayangan mama ini sakit, karena menfosir tubuh kecil ini. " kata mama Rosa penuh kekhawatiran.


"Tidak mama sayang, semua sesuai porsinya, hanya saja tadi malam memang Anya ketiduran. " kata Anya .


Walau hatinya sedih orang yang iya cintai tak memberi kabar, masih ada orang tuanya yang selalu ada untuknya, melimpahkan kasih sayang yang membuatnya tak patah semangat.


Apa lagi hari ini ujian akselerasi yang di inginkan Anya.


"Anya mandi dulu ma. " Anya berlalu sambil mencium pipi kanan mama Rosa.


"Selesai, cepat turun!! mama tunggu di bawah. " kata mama Rosa sedikit berteriak pada gadis kecil yang saat ini sudah di kamar mandi.


"Siap ma!!!


*****


Di bawah mama Rosa mulai menghidangkan masakannya di depan sang suami yang saat ini sudah di depan meja makan.


Tinggal menunggu anak kesayangan mereka turun .


" Sebentar lagi pasti ada teriakan anakmu! " kata papa Oscar pada mama Rosa.


Benar saya, baru saja papa Oscar menyelesaikan perkataannya, terdengar suara teriakan Anya dari lantai dua.


"Ma, kaos kaki Anya cuma ada satu. " teriak Anya.


"Oh, jadi dia anak ku!!! oke!! bye!!!! " kata mama Rosa, berlalu pergi ke kamar Anya.

__ADS_1


"oh, ****!! " kata papa Oscar yang baru ingat sekarang hari pertama sang istri PMS. "kau dalam masalah besar Oscar. " gumam papa Oscar .


Tak lama datang lah 2 bidadari tuan Oscar yang langsung duduk di meja makan masing masing.


"Pagi pa!! " sapa Anya.


"Pagi sa... " kata papa Oscar terpotong istrinya.


"Dia bukan papa mu! " kata mama pada sang anak.


Anya terlihat bingung menatap mama Rosa dengan wajah masam tak seperti tadi saat membangunkannya. Bergantian menatap sang papa yang juga bingung menjelaskan sang anak.


" Apa kalian bertengkar? " tanya Anya pada keduanya.


"Tidak !!" kata papa oscar


"Ya!! " kata mama Rosa secara bersamaan.


"Kita makan, tidak ada pembahasan di meja makan!! " kata Anya tegas seperti orang dewasa


Mama Rosa dan papa Oscar melongo di buatnya, karena itu peraturan yang ia buat sendiri.


Mereka makan tanpa ada yang bicara tapi dengan wajah kesal mama Rosa. Tapi ia tetap melayani suaminya dengan telaten di meja makan.


Melihat keharmonisan asmara sang papa dan mamanya walau terkadang ada cekcok kecil.


"Apa kita bisa seperti papa mama! " kata Anya dalam hati membayangkan wajah daddy Len.


"Kita berangkat ma. " kata papa Oscar berpamitan pada sang istri.


"hm." jawab mama, membuat papa Oscar gemas dan mencium bibir sang istri di depan anaknya.


"Ck, kalian tak tau tempat. " kata Anya melihat adegan live .


Tersadar akan putrinya yang masih di sekitarnya mama Rosa dan papa Oscar melepas ciuman mereka.


"Anya berangkat ma. " kata Anya berpamitan.


Berjalan lebih dulu ke mobil papa Oscar, meninggalkan suami istri yang seperti tak ingin berpisah.


"Bibir mama selalu manis, buat papa candu. " gombal papa Oscar sebelum meninggalkan sang istri.


Mama Rosa malu-malu mendengar gombalan papa Oscar, padahal niatnya ia akan marah sampai ber abad-abad rasanya.


" Bye pa, Anya sayang. " lambai mama Rosa pada mobil yang mulai menjauh dari pekarangan rumahnya.


Di dalam mobil yang di tumpangi papa Oscar dan anya, Anya menatap sang papa yang senyum-senyum sendiri.


"Ck, sebentar-sebentar marahan, sebentar-sebentar baikan. Tidak konsisten. " cibir Anya.


" Namanya cinta!!gak akan bisa marah lebih lama kalau ngomong soal cinta sayang! " kata papa Oscar.

__ADS_1


" Kalau kecewa? " cletuk anya.


" Kecewa adalah masalah berat di sebuah percintaan. udah!! jangan bahas cinta- cinta!! " kata pap Oscar


" Kalau Anya jatuh cinta? " cletuk di sengaja.


Yang tadinya menatap lurus jalanan di depan, papa Oscar langsung menoleh mendengar penuturan sang anak.


"Anya jatuh cinta? " dengan siapa?? " tanya papa Oscar dengan tatapan tajam.


Emmm, dengan PAPAAAAAAA!! " kata Anya sedikit berteriak di akhir katanya. Yang membuat papa Oscar bernafas lega.


" Sebenarnya cinta itu tak salah, hanya saja yang menjalaninya yang terkadang salah. " kata papa Oscar bijak.


"Jadi Anya yang salah. " cicit Anya yang masih terdengar papa Oscar.


" Apa???? " jadi Anya benar jatuh cinta?? " teriak kaget papa Oscar.


"Tidak." sangkal Anya dengan cepat, bahkan lebih nyaring dari papa Oscar. " eh, itu Rica!! " kata Anya mengalih kan pembicaraan.


" Anya turun sini saja!!" kata Anya yang memang sudah sampai di area sekolahan.


" Semangat ujiannya hari ini sayang, jika dapat nilai yang memuaskan, Anya bisa minta apapun sama papa. " kata papa Oscar menyemangati Anya.


" wahhhh, siap papa, " kata Anya hormat layaknya seorang prajurit. "bye pa, I love you. " pamit Anya sebelum keluar dari mobil papa Oscar.


Anya berjalan menghampiri rica yang memang sudah menunggunya.


"Kamu beneran ikut kelas akselerasi? " kata rica sambil berjalan menuju ruang ujian.


" iya, aku tak ingin membuang sia- sia waktuku. " jawab anya.


" yahhh, kita akan berpisah dong! " sedih Rica.


"Tidak, kita bisa komunikasi lewat ponsel kan, semester depan kamu juga akan masuk ke perguruan tinggi, kita tidak akan berpisah!!! " kata Anya memeluk sahabatnya dari samping.


Mengingat kata ponsel , Anya mengambil ponselnya dari saku seragamnya, melihat tak ada notifikasi dari orang yang selama ini iya tunggu.


"Sepertinya bukan sibuk!! apa dicampakkan itu seperti ini, atau menghilang untuk sementara!! " kata Anya dalam hati, bingung dan resah akan perasaanya.


Memasukkan kembali ponselnya di saku seragam, dan mulai memfokuskan langkahnya menuju ruang ujian.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2