
7 hari sudah rombongan Len liburan di bali, kecuali Rica gadis bucin itu tak bisa lama-lama jauh dari kekasih hatinya lalu memilih pulang sehari setelah lamaran sahabatnya. Yang berarti hanya Senta dan Anya perempuan di rombongan Len.
Senta sendiri selama di bali ia tak pernah jauh dari Carl hanya saat tidur saja mereka berjauhan, mulai dari makan, berlibur sampai belanja pun tak pernah lepas dari adanya Carl.
Carl juga pasti memanfaatkan liburan ini untuk lebih dekat dengan wanita yang sebelumnya membuatnya tertarik itu, yang berlahan-lahan tau sifat masing-masing walau tak keseluruhan, tinggal selangkah lagi mereka menjadi pasangan kekasih, hanya perlu menunggu Senta menyakinkan hatinya pada Carl, dan tentu saja Carl akan berusaha keras untuk itu.
Sedangkan pria kembar itu, lebih tertarik menikmati liburan mereka dengan kebersamaan dua saudari itu, walau sang adik Norbert terkadang masing melirik-lirik wanita yang menurutnya tertarik, tak seperti kakaknya yang dingin seolah tak tertarik oleh apapun selain bekerja.
Hubungan Len dan Anya sendiri semakin kuat dengan adanya anak mereka, walau sedikit ada bumbu-bumbu di hubungan mereka, tapi itu yang malah memperkuat cinta mereka masing-masing.
Dan malam ini adalah malam terakhir mereka ada di bali, berkumpul bersama di villa papa Oscar yang mengadakan pesta kecil-kecilan di taman belakang vila.
Duduk bersama dengan pasangan masing-masing walau Carl dan Senta belum resmi jauh lebih baik dari pada pria kembar itu yang tak memiliki pasangan, ke mana-mana hanya berpasangan dengan kembarannya.
Norbert yang lebih memiliki perasaan itu, memilih bermain dengan Dante yang merasakan ngenes tak memiliki pasangan, sedangkan sang kakak hanya diam tanpa terganggu dengan pemandangan di sekitar yang berpasang-pasangan, entah dari apa hati Noberto yang kuat tak menghiraukan sekitarnya.
Apa lagi bermain dengan Dante tak semulus yang Norbert harapkan, pria kecil dan cerdas itu selalu memuatnya mati kutu dengan ucapannya, yang membuatnya Norbert serba salah. Jika ia bergabung dengan orang-orang berpasangan itu dirinya akan ngenes sendiri karena hatinya tak sekuat kakaknya, jika ia tetap di samping Dante ia akan di hadapkan dengan tuannya versi mini.
"Tuhan! keluarkan aku dari situasi seperti ini! setidaknya berikan aku pasangan yang baik, aku bukan Noberto walau wajah kita mirip aku tak se kuat dia Tuhan!! kalau perlu tukar jiwa kami saja!!Masa masih kurang cobaan yang kau berikan dengan bersama dua manusia kulkas itu dari kecil, dan sekarang kau berikan aku cobaan seperti ini Tuhan?? mana jomblo angkut lagi!! tolong lah!!! " jerit Norbert berkeluh kesah dalam hatinya.
Dan benar saja, tak malam pria supel itu menerima kata-kata ajaib dari bibir Dante.
"Apa tak ada satu wanita yang bisa di bawah ha? setidak lakunya itu kah kau paman? " cibir Dante yang tau alasan Norbert bergabung dengannya yang lebih suka membaca buku.
"Diam lah! kau tau apa masalah orang dewasa! " ucap Norbert yang sedikit kesal.
"Aku tau kau menghindar dari situasi di sana, jiwa jomblo mu tak tahan melihat pemandangan di sana bukan! " ucap Dante santai menatap remeh pria jomblo itu.
"Ck, aku lupa kalau kau putra tuan Len! " batin Norbert yang sempat kaget anak kecil di depannya tau apa yang ia rasakan saat ini. "Bisakah kau bersikap menggemaskan seperti saat bersama Anya! kau menyebalkan lama-lama kalau seperti sekarang! " kesal Norbert.
"Tidak akan! aku hanya akan melakukannya saat bersama mommy dan grandma! tidak untukmu ataupun daddy sekalipun! " ucap Dante semakin membuat Norbert kesal, yang akan beranjak pergi dari anak kecil menyebalkan , tapi di hentikan dengan ucapan Dante. " Tunggu!! " ucap Dante.
"Apa? " tanya Norbert tak bersahabat.
__ADS_1
"Bisa bantu jelaskan bagian ini? " tunjuk Dante pada lembaran salah satu di buku yang ia baca.
Yang tentu saja di sambut dengan senang oleh Norbert yang akhirnya memiliki kegiatan yang tak membuatnya tertekan, duduk di sebelah Dante dan mulai melihat isi materi buku Dante, tapi ada hal aneh saat Norbert membacanya.
"Ini materi kelas 6 ! " syok Norbert, membolak balikkan sampul buku itu, untuk menyakinkan matanya.
"Memang kenapa? " tanya Dante bingung.
"Ini bukan untukmu! kau masih kelas 2 bro! " ucap Norbert yang masih kaget.
"Diamlah, aku sudah belajar semua! hanya ini yang tak aku mengerti! " ucap pria cerdas itu.
"****! aku lupa lagi dia putra tuan Len! " batin Norbert lalu kembali menatap buku yang Dante pelajari tadi.
"Bisa tidak! kalau tidak aku akan tanya pada mommy saja! mommy bisa segalanya bahkan sangat sabar , tak sepertimu! " ucap Dante pedas.
"Kau lupa aku siapa? aku sekertaris daddy mu, tentu gampang kalau materi ini saja! " ucap Norbert .
"Lah tidur!! aku bicara dengan siapa dari tadi! " ucap Norbert.
Ia lalu mengangkat tubuh kecil itu untuk ia bawa pada orang tuanya yang begitu asik dengan obroalannya.
"Permisi tuan!! tuan kecil baru saja tertidur! " ucap Norbert membuyarkan perbincangan mereka dan menatapnya yang sedang membopong Dante dengan mata yang tertutup.
"Oh, bawa ke kamarku saja! " ucap Anya.
"Biar aku saja! " lanjut Len mengambil putranya dari gendongan Norbert.
Yang tentu saja Len tak ingin pria lain masuk ke dalam kamar calon istrinya walau itu orang terdekatnya sekalipun, mengikut langkah Anya meninggalkan orang -orang di sana termasuk Norbert.
"Cih, lebay!!! " cibir Norbert melihat sikap tuannya, dan dengan terpaksa ia duduk di sebelah kakaknya kembali melihat pemandangan mengenaskan untuk hatinya.
Sedangkan Len di dalam kamar Anya, berlahan meletakkan putranya dengan hati-hati tak lupa mencium kening kecilnya sebelum ia beranjak dari ranjang Anya. Tapi sang pemilik malah rebahan saat ia mulai beranjak.
__ADS_1
"Kembalilah ke hotel, aku akan tidur dengan putraku malam ini!" ucap Anya sambil memeluk tubuh kecil Dante yang sudah berbalut selimut.
"Lalu bagaimana dengan ku? aku akan tidur sendiri di hotel! " ucap Len pura-pura sedih.
"Bodo amat! " ucap Anya yang mulai memejamkan matanya.
"Berikan aku ciuman selamat malam dulu! " rengek Len melihat anya mulai menutup matanya.
"Come on! " ucap Anya meminta Len mendekat padanya.
Cup, cup, cup, cup
Anya memberikan ciuman di kedua pipi, kening dan yang terakhir bibir Len, lalu kembali merebahkan tidurnya.
"Itu kecupan bukan ciuman baby! " ucap Len yang belum puas, tapi tak di hiraukan oleh Anya.
Len yang gemas ikut merebahkan tubuhnya di samping Anya, dan ******* bibir anya dengan sedikit kasar, walau Anya membalasnya tapi tetap saja ia kualahan mengahadapi ciuman ganas Len, sampai terdengar decapan bibir mereka berulang kali, dan di rasa cukup Len melepaskan ciuman mereka, mengelap bibir cantik gadisnya yang belepotan dengan liurnya, dan beranjak dari ranjang Anya.
"Tidur lah, love you baby! " ucap Len tak lupa mencium kening Anya sebelum beranjak dari sana.
Di bawah Len berpamitan untuk kembali ke hotel dan menitipkan sang anak, yang tentunya di ikuti para rombongan karena hari sudah malam dan akan mengakhiri liburan mereka besok.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1