Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Terjawab


__ADS_3

Setelah menangani wanita yang pernah ia tiduri dulu, Len melangkahkan kakinya ke ruangannya yang di ikuti asisten Noberto untuk wanita yang bahkan Len tak tau namanya walau pernah sekali meniduri nya saat terdesak.


"Mungkinkah itu putriku? " ucap Len gelisah, merasa dejavu.


"Bukan! saya yakin bukan tuan!! Mereka benar-benar keluar dalam ke adaan tak hamil! anda tau itu! " ucap asisten Noberto, karena ia salah satu saksi 2 wanita itu di kurung satu bulan penuh sebelum terbukti hamil atau tidak, dan dua-duanya keluar dalam ke adaan tak mengandung.


Tapi bagaimanapun hal itu sangat membuat hati Len gelisah, apa lagi 4 hari kedepan ia akan melangsungkan pernikahannya, ia takut pernikahannya tak berjalan lancar atau malah batal karena masalah yang dulu pernah ia alami.


Untuk menjawab rasa gelisah nya, Len segera menghubungi pria yang menangani masalahnya di masa lalu.


"Halo??? kenapa?? apa ada yang sakit? " tanya Bastian setelah panggilan mereka tersambung, selaku dokter pribadinya sekaligus orang yang menangani 2 wanita di masa lalunya.


"Dua wanita yang dulu pernah aku tiduri, salah satu dari mereka sekarang muncul di kantorku, dan di sempat bilang punya anak!! kau yakin dulu dia tak hamil sebelum keluar dari markas? " tanya Len serius.


"Yang mana? " Bastian yang tentu bertanya wanita mana yang di maksud.


"Aku tak tau namanya, tapi wanita ke 2 ! " jawaban Len.


"Cih, bahkan tak tau siapa nama dari wanita yang kau tiduri!! kau keterlaluan Len! " ejek Bastian.


"Aku tak peduli!! cepat katakan? " kata Len yang ingin menjawab rasa gelisah nya.


"Tak ada yang hamil, aku bisa jamin itu!! selidiki kalau tak oercyaa!!! " jawab Bastian.


Yang setelahnya di matikan oleh Len, karena merasa sudah mendapatkan jawaban yang ia mau, lalu menatap asistennya yang sedari tadi masih berada di ruangannya.


"Selidiki wanita itu, kalau benar memiliki anak, bawa ke panti asuhan saja, aku akan menepati janjiku dulu! " ucap Len tanpa belas kasihan, dia benar-benar menepati janjinya untuk membunuh wanita itu jika bertemu denganya kembali.


"Baik tuan! " patuh asisten Noberto yang memang sebelas duabelas kejamnya dengan sang tuan, keluar dari ruang tuannya untuk melakukan perintahnya.


Baru saja asisten Noberto keluar, terdengar suara dering ponsel Len membuat sang pemilik menatap ke arah ponselnya, melihat nama Mike yang sedang memanggil yang dengan segara ia mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


"Katakan! " ucap Len pada si penelpon.


"Perwakilan Al chapo ingin menemui anda tuan! " kata Mike menyampaikan laporannya.


"Sekian lama ia tak ada kabar! apa dia sudah tak betah jadi tahanan AS? " tanya Len dengan penuh ejekan itu.


"Tidak, bukan itu! sepertinya akan meminta bantuan anda karena yang aku dengan anaknya juga ikut di tangkap kepolisian Meksiko!! " jawab Mike.


"Cih, bodoh sekali, untuk apa membantunya! aku sudah katakan berulang kali tapi pria tengik itu meremehkan ucapanku, dan sekarang buah jatuh tak jauh dari pohonnya! orang bodoh akan tetap bodoh, aku tak mau membantu mereka! tak ada pertemuan untuk kartel keos seperti mereka!" ucap Len.


"Tapi ini akan mengundang perang nantinya! " ucap Mike menyimpulkan.


"Itu tak akan terjadi, mereka terlalu sibuk untuk mengeluarkan pangeran mereka! tapi jika mereka nekat memulai perang, aku akan siap berpisah pada pemerintah Meksiko!! " ucap Len tegas.


" Tapi mereka sudah landing di Jerman tuan! " lapor Mike lagi.


"Ck, menyusahkan! lakukan pertemuan


"Segera saya laksanakan tuan! " ucap Pria cekatan itu.


"huuuffffftttt!!! " Len menghela napas panjang setelah menyelesaikan panggilan telponnya, dan menatap sebuah bingkai foto dengan Anya dan Dante di dalamnya, tersenyum kecil dengan sesekali mengusap bingkai itu. "Kenapa banyak hal terjadi sebelum pernikahan kita baby??semoga semua di lancarkan sampai kau benar-benar jadi milikku dan ibu dari putraku ini! " ucap Len menyemangati kerjaannya hari ini.


Selesai dengan ritual kangennya, Len melangkahkan kakinya menuju pertemuan yang tak ia harapkan tanpa pria kembar di sampingnya, apa lagi sang asisten yang kemanapun tak pernah lepas darinya, tapi entah dorongan dari mana Len memilih mengendarai mobilnya.


Sampai di tempat tujuannya, Len sudah di sambut segelintir anak buahnya yang mendampingi pertemuan itu, tapi segelintir adalah yang terlihat, karena rata-rata anak buah Len mudah berkamuflase yang membuat mereka terlihat sedikit.


Di sebuah meja besar bernuansa klasik itu, sudah ada 10 perwakilan cartel Meksiko dan Mike di sana, yang tentu saja di jamu dengan baik oleh bawahannya.


Dengan aura kepemimpinannya len mulai duduk dengan menatap mereka satu persatu, dengan elegan mengajak orang-orang itu untuk mencicipi hidangan yang khusus di buat untuk mereka.


"Saya akan menyampaikan kedatangan kami di sini tuan! " ucap salah satu perwakilan Al chapo.

__ADS_1


"Aku sudah tau! dan aku tak akan membantu apapun! " ucap len dengan angkuh sedikit membuat mereka yang datang cukup kesal di buat len.


"Jangan lupa jasa tuan Al pada anda tuan! jangan jadi kacang lupa kulitnya! " ucap perwakilan yang bicara tadi.


Setelah ucapan perwakilan cartel Meksiko itu, mulai ada ketegangan di kedua belah pihak, dengan berani orang itu menyinggung Len hanya karena jumlah len lebih sedikit dari dirinya, tentu yang terlihat di mata mereka.


"Ck, terlalu bodoh!!! anak buah mu tak ada kemajuan sedikitpun Al, sama-sama bodoh seperti tuannya!!! " batin Len dengan senyum mengejeknya menatap orang-orang yang sebenar lagi tinggal nyawa itu. "Akun kuat karena usahaku sendiri, dan tak bodoh mendidik anak buahku!! kerja sama antar mafia adalah hal biasa, tapi setelahnya kita akan berdiri dengan kekuatan masing-masing, pribahasa itu tak cocok untukku karena aku berhak memilik ya atau tidak membantu kalian! " ucap Len dengan santainya.


"Bagaimana dengan ini!!! " ucap perwakilan dengan menunjukkan satu foto anak kecil yang tak lain adalah Dante yang terlihat lebih kecil dari yang ia lihat untuk pertama kalinya dulu.


Len menatap tajam pria yang memberikan foto anaknya itu, ia marah sang anak menjadi objek ancaman orang di depannya, walau bagaimanapun kartel yang bahkan tak sepadan dengan Black B itu tak akan bisa menyentuh putranya sedikitpun, tapi seorang ayah sepertinya sangat tersinggung dengan ucapan pria di depannya, tapi tak lama ia tersenyum mengejek untuk menutupi kejengkelannya.


"Jaga batas anda! " Mike yang sedari tadi diam mulai memberikan peringatan.


"Bantu kami atau dia yang akan menjawab! " ucap perwakilan itu dengan mengangkat satu senapannya ke arah dada Len.


Yang tentu saja kejadian itu membuat anak buah Len yang hanya 4 orang itu ikut menaikkan senapan mereka ke arah pria yang mengancam tuannya, Al hasil membuat semua perwakilan cartel Meksiko itu ikut mengacungkan senapan mereka masing-masing ke arah anak buah Len yang kalah jumlah itu.


Terjadilah saling todong di antara kedua belah pihak, kecuali Len yang terlihat santai melihat situasi di depannya, menyatakan kedua jarinya yang ia letakkan di atas meja, menatap dengan penuh ejekan orang -orang bodoh yang akan menyeragnya itu.


"Tak ada yang akan merubah keputusanku!" ucap Len dengan santai meminum satu tegukan wine, yang semakin memperkeruh suasana.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2